
#Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.semoga enjoy... 😉
Tanpa mereka tau jika ada dua pasutri yang mendengar perdebatan mereka dari arah yang berbeda. di mana satu sama lain tidak mengetahui jika masing masing pasangan nya sedang menguping perdebatan suami istri yang telah lama bersiteru itu. mereka adalah Andra dan Cindy.
di mana Andra ingin menemui Justin saat di beritahukan oleh seorang satpam yang memang mengenal sahabatnya itu bahwa Justin sedang ada di sini dan kini sedamg menuju ke arah kantin perusahaan.
Andra pun bergegas menyusul Justin ke sana melewati koridor kantor yang sepi. saat ia berjalan menuju kantin kantornya samar terdengar di telinganya suara pria dan wanita yang sedang berdebat hebat. Andra yang menjadi penasaran akhirnya mencari sumber dari suara adu mulut tersebut dan berniat untuk meng hentikannya karena memang di rasa kurang etis jika ada pertengkaran yang terjadi dalam kantornya. apa lagi saat ini ada sahabatnya yang sedang datang berkunjung.
Dan betapa tercengangnya Andra melihat dua orang yang di kenalnya akrab itu kini sedang beradu mulut dengan lantangnya. satu sama lain. baik Justin dan Jasmine sama sama tak mau mengalah dalam perdebatan mereka.
"apa!!?darah daging kamu??!! tanya Dea memastikan pendengarannya dengan darah yang berdesir hebat.
"ya!!.anak aku darah daging aku. pewaris Kehl Ardiansyah".tantang Justin yang juga mulai terpancing amarah.
"dan lain kali aku minta sama kamu jangan bawa bawa Dee lagi kalau kamu mau kabur! ". ucap Justin kesal seraya memperingatkan Midea.
"cih. apa hak kamu hah?!. bukan kamu yang mengandung dia!. bukan kamu yang melahir kan dia!. bukan kamu yang membesar kan dia!. bukan kamu yang dekat sama dia dan juga bukan kamu yang melindungi dia selama ini!". pekik Midea yang mulai tersulut amarah.
"itu karena kamu ga pernah sekali pun ngasih aku kesempatan buat dekat sama dia. kecuali aku yang kebetulan bertemu sama dia. bahkan terakhir kalinya kamu memang sengaja kan menjauhkan aku dari putraku sendiri dengan membawanya lari dari Melbourne?!". ucap Justin dengan nada yang mulai meninggi.
Midea semakin kesal dan marah hanya saja ia memilih tertawa karena mendongkol di dalam hatinya lantaran apa yang di ucapkan Justin padanya membuat ia harus mengucapkan sesuatu yang mencadi cambuk bagi pria itu
"hahaha... hahaha... Justin.. Justin.. kamu lupa ya?!". ucap Midea sinis.
"dulu. di saat aku yang memaksa kamu buat nikahin aku dengan alasan aku hamil. meski pun aku pura pura saat itu. kamu bilang apa!?. hah?!. kamu sendiri yang bilang ga akan pernah sudi dan mengharapkan benih kamu tumbuh di rahim aku kan?! kamu lupa kan Justin?!. tanya Midea seraya menatap tajam pada Justin.
"kamu ga pernah sudi punya anak dari aku. itu yang kamu bilang!". ungkap Dea mengingat kan Justin akan peristiwa beberapa tahun lalu.
(baca cerita selengkapnya di novel pertama ku yang berjudul Jasminka/orchidea episode usg ).
"sekarang Dee itu anak aku. anak yang sedari tiga tahun yang lalu aku perjuangkan sendiri agar dia tumbuh di rahim aku". ucap Midea dengan bibir yang bergetar.
"Dan kamu. ga punya hak untuk melarang aku membawa anak aku kemana pun. karena dari pertama dia lahir kamu memang ga ada untuk nya!! ". pekik Midea dengan suara yang mulai meninggi.
"itu bukan sepenuhnya kesalahan aku Midea. bukannya kamu sendiri yang sering membuat masalah. menciptakan keributan di sana sini. dan kamu sendirikan yang memilih kabur dari perawatan yang kamu jalani saat itu. jika seandainya saat itu kamu nurut aja sebagai istri mungkin saat itu akan lain ceritanya". ungkap Justin yang tak mau mengalah.
"Cih. makin ke sini aku melihat kamu semakin jijik tau ga?!. dan semakin terlihat kalau kamu memang tidak pernah menghargai wanita terutama "AKU". ungkap Midea mengingatkan Justin akan perbuatannya yang dulu.
"sampai jumpa di pengadilan". ucap Midea sembari beranjak pergi.
tetapi Justin dengan sigap menarik lengan Midea sembari berkata
"wait. Midea tunggu. jangan pergi dulu. kita belum selesai bicara".
Midea yang tak mau mengalah begitu saja langsung menghempaskan cengkeraman tangan Justin dari lengannya. tetapi Justin pun berlaku sama pada Midea bahwa ia pun tak mau mengalah begitu saja pada wanita yang telah menjungkir balikkan hidup dan hatinya dalam kurun waktu enam tahun ini.
"jangan senttuh aku Justin". hardiknya seraya menepis kasar lengan Justin.
"aku jijik sama kamu. jangan ganggu aku lagi jika ingin penjelasan lebih lanjut temui saja kuasa hukumnya aku. toh alamatnya satu kota dengan mu. berarti kan lebih dekat. ngapain juga kamu jauh jauh datang ke sini jika kamu hanya mendengarkan sebuah kalimat yang sama dari mulutku di setiap kali kamu mencoba untuk menemui Justin". ungkap Midea menatap sinis yang semakin hari semakin jengkel dan semakin membuat ubun ubunnya mau meledak saja.
"sampai jumpa di pengadilan Justin". ucap Midea pamit lalu segera beranjak pergi dari sana.
...**************...
Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ke empatku ini ya?? dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉
Dan jangan lupa follow akun ku di
Noveltoon Hazhilka 279
facebook Hazhilka
#Hazhilka
ig Hazhilka279
.
Terima kasih.