
"Hai readers I am coming back. Selamat membaca kembali..
Midea terjaga dari tidurnya dan mendapati diri nya yang tengah di peluk oleh sang putra. Ia tersenyum senang lalu ia menciumi pipi gembul itu dengan gemas.
"De. Udah bangun?". Alma keluar dari kamar mandi setelah ia terjaga lebih awal tadinya.
"mandilah. Karena tadi tante Qanita meminta awak segera menjumpai beliau buat di fiting kembali gaun nyo". titah Alma seraya menyampailkan apa yang di pesan Qanita untuk putri angkatnya itu.
"nanti kalau Dee udah bangun. Mama yang akan mengurusnyo. Awak segeralah jumpai tantemu itu. Acaranyo akan segera di mulai beberapa jam lagi". Alma kembali berujar memberikan pengertian pada wanita yang masih terus menatap putra tampannya itu.
"ya ma". Sahut Midea singkat.
Lalu ia beranjak menuju kamar mandi dan memulai aktifitasnya di hari ini yang sudah pasti akan sangat berbeda dari biasanya.
Sementara Justin meregangkan otot otot tubuh atletisnya sejenak saat sinar matahari menyelinap masuk dari jendela kamar mewah yang memang sengaja di desain khusus untuk dirinya jika sesekali ia ingin beristirahat di hotel ini.
Ia melirik ke jam dinding kamar miliknya yang menunjukkan pukul delapan pagi. tiga jam ia tertidur kembali setelah ia di bangunkan oleh mamanya untuk menunaikan fardhunya itu.
Justin memilih tidur kembali di Karenakan matanya yang tak bisa berkompromi agar terus terjaga hingga mentari tiba. akan tetapi nyatanya ia harus merelakan dirinya terhanyut kembali dalam mimpi hingga tiga jam lamanya.
Ia beranjak dari ranjangnya menuju ke kamar mandi. hari ini adalah hari kedua tepatnya hari utama dari event fashion show yang bertema kan pernikahan kira kira begitulah yang ia dengar saat bagian manajemen pemasaran memberikan informasi tentang event yang di selenggarakan bertaraf internasional itu.
***
Midea menemui Qanita di ruang kamar family suit yang lainnya. Hari ini adalah persiapan untuk dirinya dalam melakukan pekerjaannya di atas catwalk.
"De. Sini sayang. Kita lakukan pengukuran ulang ya?". ujar Qanita seraya menarik lengan Midea dan menghadapkannya pada sebuah kaca besar di ruangan itu.
"giliran kita kapan tante?".tanya Midea.
"sore ini De".sahut Qanita.
"Pagi ini setiap peserta di beri kesempatan untuk mempersiapkan segala sesuatunya, karena temanya pernikahan jadi memang membutuhkan waktu yang sedikit lama dari fashion show yang menampilkan busana sehari hari".sahut Qanita menjelaskan apa yang di jelaskan oleh panitia sebelumnya.
"jadi kita masih punya waktu. dan Kamu bisa rileks sebentar sebelum tampil ya De".lanjutnya.
Midea hanya bisa memberikan senyum kecil nya. lalu qanita mulai melakukan fitting pada tubuh Midea yang memiliki ukuran sama dengan tubuhnya Nesha.
"memang wanita ideal. meskipun sudah ber anak satu tetap saja tubuhnya masih mampu memiliki daya tarik dengan model yang masih gadis". gumamnya di hati memuji Midea.
Jika Satu harian Midea dan Qanita serta model lainnya di sibukkan dengan segala macam yang berhubungan dengan acara hari ini. Maka berbeda dengan Alma yang di kejut kan atas kedatangan Astrid dan suaminya serta keluarga dari Kehl Ardiansyah di ruang kamarnya.
"opa..oma..grandma..grandpa". panggil Dean saat melihat ke empat orang tua itu datang ke kamarnya.
lalu berselang detik kemudian di susul lah Justin yang kini berdiri di belakang para orang tua itu. pria duda itu tersenyum lebar seraya melambaikan tangannya pada sang putra yang sangat ia rindukan.
"Daddy..??". panggil Dean dengan heran pada Daddynya yang tiba tiba muncul di belakang para orang tua yang ada di hadapannya kini.
"ada apo awak semuanyo datang ke sini?". tanya Alma penasaran.
"uni. Bisa kita bicara sebentar?". tanya Astrid pada Alma.
"kenapo. Apo ada yang pentingkah?". tanya Alma seraya menatap Astrid lalu bergantian ke yang lainnya.
"yah. Penting uni. Ini menyangkut Dee". Jawab Astrid.
"Dee??".gumam Alma seraya menatap Dean dengan khawatir.
Yah khawatir. Tentu saja ia khawatir jika di hadapkan pada sekelompok orang dari keluarga Kehl Ardiansyah yang secara tiba tiba datang ke sini lalu mengajaknya bicara mengenai cucunya itu.
"apo yang kalian mau dari cucu ambo ini?". tanya Alma seraya menarik tubuh Dean untuk mendekat padanya lalu mendekapnya erat.
Apa lagi saat ia melihat Dean yang sangat patuh pada perintah Alma agar masuk ke dalam kamar dan jangan keluar dari sana sebelum di perintah keluar oleh wanita paru baya yang ada di hadapannya kini.
"Dee". Panggil Justin khawatir.
"Dee masuk dulu yo". Titah Alma lembut pada bocah tampan itu.
Lalu Dean pun mengangguk patuh pada titah neneknya. ia juga tak mau jika di ambil paksa seperti dulu saat sang bunda belum kembali pulang ke rumah.
"emm..bukan begitu bu..eh uni. Maksud saya eh kita semua datang ke sini mau membahas soal ulang tahunnya Dee di hari lusa". ucap Mona mencoba menjelaskan secepat mungkin maksud dari kedatangan mereka saat Dean melangkah masuk ke kamar.
"ulang tahun??". desis Alma mengulang perkataannya Mona barusan.
"uyang tahun?".ucap Dean seraya menoleh ke arah Mona saat bocah itu telah berada di depan pintu kamar dengan tangan yang memegang tuas pintu.
"iya sayang. Ulang tahun kamu di hari lusa. Oma, opa, Daddy, grandma, grandpa dan juga semuanya ingin membuat acara pesta ulang tahun kamu sayang". Jawab Mona atas gumaman keduanya.
"iya uni. saya ingin seluruh anggota keluarga yang lagi berkumpul di hotel ini bisa datang ke rumah kami untuk merayakan ulang tahun nya Dee bersama sama". ujar Mona menjelas kan pada Alma panjang lebar.
"iyo uni. Kami semua sudah membicarakan ini sebelumnyo. Apo lagi keluarganyo uni dan keluarganyo ambo belum pernahkan duduk bersama untuk merayakan sesuatu bersamo. Karena itu ambo dan keluarga yang lainnyo khusus datang ke sini mengajak uni ber -silaturahmi dengan kami". timpal Astrid.
"lalu bagaimano awak semua tau jika Dee ada di sini?". tanya Alma penasaran.
"apa kau ya Justin menyuruh orang untuk memata matai kami selama ini?" tuding Alma pada pria tampan yang memang terlihat mirip dengan cucunya itu.
Seketika Alma teringat pada ceritanya Sagita tentang ke nekatannya Justin yang menyuruh orang lain dalam mengintai Midea saat putri angkatnya itu menjalani proses cerai dengan Justin kehl Ardiansyah, yang tak lain ayah kandung dari putranya itu.
"enggak. enggak bu. Itu ga bener sama sekali. Aku ga pernah menyuruh orang lain untuk memata matai my D ku lagi. Aku membiarkan mereka menjalani hidupnya dengan bahagia". Ujar Justin yang mencoba membantah atas tudingan Alma.
"Qanita". Sebut Arfan yang tiba tiba menyebut kan nama teman baiknya Alma.
"Qanita?!". desis Alma seraya mengernyitkan dahinya.
"ya. even ini telah memberikan informasi pada kami jika Qanita adalah salah satu kerabatnya ibu yang sedang berkompetisi di ajang fashion show ini". tukas Arfan.
"iyo uni. Kami bisa melacak uni dan Dee di sini karena uni dan Dee menginap di hotel ini. Hotelnya opa Dee". jelas Astrid.
"Alma. Sebaiknya kita bicarakan ini baik baik. Saya datang ke sini dengan mereka bukan untuk mengacaukan rencana kalian. Melain kan mengajak kalian bersama sama meraya kan ulang tahunnya Dean. Saya mohon anda jangan salah paham pada kami". Ujar Jason panjang lebar.
"yo uni. Bagaimana pun Jasmine dan Dee adalah anak dan cucu kami jugo uni". tukas Astrid menegaskan tentang statusnya dan suaminya dengan dua D itu.
"iya bu. Tolonglah kali ini aja". timpal Mona seraya memohon.
Alma tak bisa mengucapkan sepatah kata pun. Karena ia juga butuh waktu untuk mencerna setiap kalimat yang masuk ke telinganya.
"nenek". Panggil Dean saat melihat neneknya hanya bergeming.
***
The next chapter ...
Midea yang tiba tiba di serang oleh sesuatu.
apakah itu,?
Yok kita ke next chapter ya reader..
****************
Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ku ini ya?? dengan memberi like,vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉.