
#Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.semoga enjoy... 😉
Midea membawa Dean masuk ke kamarnya untuk di tidurkan kembali ke atas ranjang.
"unda......??". panggil Dean dalam tidurnya.
"cup... cup...cup... . ini bunda sayang... bobo lagi ya? ". ucap Dea pelan di telinga Dean.
setelah mendaratkan tubuh gembul itu di atas ranjang. Dea menepuk nepuk pelan punggung Dean agar bocah itu bisa tidur lagi dengan nyenyak.
setelah di rasa Dean tertidur pulas barulah Dea mengganti bajunya dengan dress yang lebih santai untuk di bawa tidur.
di sepanjang malam ia membolak balikkan tubuhnya memikirkan pertemuannya dengan Justin secara tiba tiba malam ini. timbul keresahan di hati Midea akan esok harinya. jika malam ini Justin sudah mengetahui dirinya berada di kota ini. itu berarti esoknya sudah pasti ia akan tau dirinya tinggal di apartemen ini.
"apa aku harus berlari lagi? ". gumamnya pelan.
"tetapi jika aku terus berlari rasanya sungguh melelahkan sekali. sementara uang yang ada pun tak mencukupi untuk mereka berdua jika harus memulai kembali kehidupan mereka di kota lainnya". fikirnya.
sementara Justin duduk di sebuah sofa kamar hotel sembari menatap higheelsnya Midea yang tertinggal di bangku taman kantor dari perusahaan keluarganya Andra.
Justin tersenyum miris seraya memijit mijit pelan keningnya memikirkan sang istri yang menghilang di tengah malam bak cinderella yang sepatunya ketinggalan.
"ck...Midea... ". Justin berdecap galau memikirkan sang istri yang kembali menghilang entah kemana.
...----------------...
pagi ini Midea mencoba menemui Sagita kembali dengan membawa Dean serta. ia meminta ijin cuti pada pak Ruslan untuk dua hari ke depan. karena ia ingin menyelesaikan segala berkas tuntutannya pada Justin.
dua jam perjalanan dengan menggunakan bus akhirnya Midea dan Dean tiba di kota Mdn. ia pun langsung menuju ke kantornya Sagita.
sesampainya di sana ibu dan anak itu langsung di antar masuk ke ruangannya Sagita.
sementara Sagita yang sedang membaca laporan berkas baru dari kasus kliennya yang terbaru terhenyak kaget saat dua orang yang berdiri di pintu ruangan pribadinya sedang berdiri seraya mengangguk dan tersenyum canggung menatap dirinya.
"Midea.. ". desisnya seraya menatap wajah cantik dan manis itu.
lalu netranya menuju ke seorang anak kecil yang di bawanya sedang menatap dirinya dan sesekali menatap ibunya.
"ini pastilah Dee anaknya Midea. yang ia bela belain kabur keluar negri hanya untuk bertemu anak nya". Sagita menerka nerka di hatinya.
"anak ini.. ". gumamnya di hati yang seketika ia teringat pada sebuah acara syukuran yang di buat oleh pamannya untuk cucu keduanya.
(baca cerita selengkapnya di novel kedua yang berjudul She is My Dea (mengejar istri gila) di episode Doa untuk Dean).
"hai Gita". sapa Midea seraya tersenyum canggung karena teringat pada perbuatan nakal nya yang dulu.
"hai juga Mi.. kamu apa kabar? " balas Gita dengan di akhiri pertanyaan seputar kabarnya wanita itu.
"baik Git"..sahut Dea seraya tersenyum
lalu Dea menyuruh anaknya agar menyalami Sagita. Sagita pun menerima uluran tangsn mungil itu. lalu membawa ke pelukannya seraya berkata pelan di telinganya Dean.
"ini tante kamu sayang. kamu lupa ya sama tante yang pernah ngasihin kamu Helicopter di hari ulang tahun kamu sayang".
"heyicoptel??! ". tanya Dean kembali karena bingung.
selama dalam pelariannya dengan sang bunda Dean lupa bagaimana cara memainkan helicopternya lantaran ia tak membawa satu pun mainan yang ia punyai selama ini.
"he eh nanti kita main sama sama ya. sekarang kita duduk dulu di situ yuk". ajak Gita ramah.
"main apa?. Dee ga punya mainan". jawab Dean polos.
"hehe... nanti ya kita shopping mainannya okey?". ujar Sagita.
"iya". sahut Dean seraya menganggukkan kepalanya.
"nah Sekarang kita duduk dulu di situ yuk". ajak Gita ramah sembari membawa Dean dan mempersilahkan tamu spesial nya itu untuk duduk di sebuah sofa yang terdapat di ruang pribadinya itu.
sebelum Dea mengutarakan niatnya untuk mengajukan gugatan cerai pada suami paksa nya itu ia meminta maaf pada Sagita karena telah mengambil uangnya saat dalam pelariannya ke Aussie. lalu Dea mengeluarkan sejumlah uang yang pernah ia ambil di dompetnya Sagita.
"ini aku kembalikan yang pernah aku ambil dari kamu saat itu dan aku minta maaf karena telah lancang dan aku juga minta maaf karena terlambat mengembalikannya". ujar Dea seraya menyodorkan beberapa lembar uang ratusan kepada Gita.
Sagita melihat uang tersebut lalu menatap Midea kembali dengan perasaan yang sulit untuk ia ungkapkan.
"sebenarnya aku sudah memaafkan semua nya Mi dan juga sudah mengikhlaskan semua uang yang kamu bawa. aku mengerti kondisi kamu saat itu. karena bagaimana pun tidak ada rasa rindu yang lebih besar melebihi rasa rindu seorang ibu pada anaknya".ujar Sagita seraya menatap bocah tampan yang sedang duduk bersender di lengan Dea.
"capek ya nak". Sapa Sagia kembali pada Dean.
"tu jusnya udah datang di minum dulu ya jusnya". ujar Sagita saat melihat seorang asistennya masuk dan membawa sebuah nampan yang berisikan dua jus jeruk.
lalu Sagita memberikan gelas yang berisikan jus tersebut pada Dean. dan bocah itu pun menerima lalu meminumnya setelah membaca basmallah seperti yang pernah di ajarkan Alma padanya.
"anak kamu memang pintar Mi". puji Sagita bangga pada bocah yang tak lain adalah keponakannya sendiri.
"makasih Git". balas Midea seraya tersenyum.
lalu Midea melirik ke uang yang berada di atas meja dan berharap jika Sagita menerima nya. sedangkan Sagita memiliki niat lain pada uang tersebut. ia mengambil uang yang berada di atas meja lalu mengambil tangan Dea dan meletakkan uang ratusan ribu tersebut di telapak tangannya.
"Mi. simpan saja uang ini ya. buat anak kamu. karena kamu yang lebih membutuhkannya di bandingkan aku". ucap Sagita tulus seraya tersenyum penuh harap agar ibu satu anak ini bisa menerimanya.
"tapi Git. aku ga pantas menerima ini. ini terlalu banyak untuk seorang yang tidak tau Berterimakasih kepadamu". ujar Dea dengan netranya yang mengkristal karena menyesal.
Sagita menggeleng pelan.
"ga Mi. bukan. tapi justru aku yang sangat Berterimakasih padamu. karena dengan kasusmu lah aku mendapatkan pengalaman dan pembelajaran baru. bahwa mungkin ada banyak kasus yang sama sepertimu di luar sana yang aku dan yang lainnya tidak tau". ujar Sagita panjang lebar.
Midea bergeming memikirkan kata kata Sagita. sementara Sagita meremas pelan lengan Dea.
"Mi. ini belum seberapa di bandingkan semua hal yang aku dapatkan dari kamu. kamu terima aja ya". ujar Sagita bernada membujuk.
"tapi Git". ujar Midea yang masih ragu untuk menerima uang tersebut.
"ga apa apa Mi. sekarang apa yang bisa aku bantu untuk kamu. aku bersedia membantu kok". ujar Sagita menawarkan kembali bantuan untuk wanita malang itu.
sebab Sagita yakin maksud dan tujuan Midea datang ke sini bukan hanya sekedar untuk mengembalikan uang yang di ambilnya tempo lalu. akan tetapi ada masalah lain yang mendesak yang membutuhkan bantuan hukum darinya.
hal itu jelas terlihat dari sorot matanya Midea jika wanita itu sedang tidak baik baik saja.
"ada apa Mi?".tanya Sagita penasaran.
Midea bergeming sesaat seraya menunduk kan wajahnya untuk menghela nafasnya pelan. lalu ia mengangkat wajahnya perlahan.
"bantu aku untuk menggugat cerai Justin" ujar Dea mantap
...**************...
Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ke empatku ini ya?? dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉
Dan jangan lupa follow akun ku di
Noveltoon Hazhilka 279
facebook Hazhilka
#Hazhilka
ig Hazhilka279
.
Terima kasih.
.