My D you are the first for me

My D you are the first for me
Mereka yang julid 2



Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???. semoga enjoy 😉.


beberapa saat sebelumnya..


Rendy menyelesaikan tugasnya tepat waktu. ia berniat menjenguk Dea sejenak untuk mengetahui kondisi dari teman karibnya itu.


"gimana kondisinya tante?". dia belum bangun lagi tante?". tanya Rendy.


"belum Ren. mungkin karena efek obat nyo sehingga dia masih merasa mengantuk". sahut Alma saat sebelumnya melihat seorang perawat menyuntikkan obat pereda nyeri di infusannya Dea atas arahan Dokter yang merawat putrinya.


"mungkin juga sih". jawab Rendy.


"Ren.. ambo mau lihat Dean dulu. anak itu pastilah khawatir karena ambo indak sampai sampai ke sana sedari tadi pagi".ujar Alma.


"ga usah tante. tante di sini aja. biar Dee aku yang jaga sampai om Danang datang". cegah Rendy.


"jadi merepotkan awak lagi Ren". komen Alma yang merasa tak enak hati.


"ga ada yang di repotkan tante". jawab Rendy seraya tersenyum


Alma tersenyum simpul membalas komentar nya Rendy. Rendy pun pamit dari hadapan Alma untuk menemui Dean yang masih di temani oleh Justin.


Justin yang melihat Rendy ada di hadapannya kini pun merasa tak senang karena kehadiran nya mengusik kebahagiaannya sekarang ini.


"ayaaah... ".sapa Dean saat pria muda itu mendekat padanya dan memeluknya.


" Dee udah merasa enakan sekarang?". tanya Rendy seraya meraba kening bocah itu.


"udah yah". sahut Dean seraya memberikan senyum manisnya.


sementara Justin merasa cemburu melihat pemandangan mesra di depannya.


"unda sama nenek mana?". tanya Dean pada pria yang selalu dekat dengan kedua wanita yang selalu bersama dengannya.


"mereka lagi sibuk sayang. hari ini ada banyak tamu di hotelnya nenek cantik. jadi bunda sama nenek lagi sibuk masak buat melayani para tamu di sana". dusta Rendy yang tak ingin membuat bocah itu khawatir.


"yah.. Dee ga bica bantuin unda buat kue dong hali ini". celetuk Dean yang merasa kecewa karena sakitnya.


"ga apa apa sayang. kan Dee lagi sakit. maka nya Dee harus semangat minum obatnya biar kembali sehat dan kuat kayak hero hero favoritnya Dee". ujar Rendy memberikan semangat pada putra angkatnya itu.


sedangkan Justin yang merasa di abaikan oleh keduanya hanya bisa mengatupkan rahangnya rapat rapat melihat pemandangan di depannya. harusnya kemesraan dan keakraban itu hanya miliknya seorang mengingat Dean adalah putra kandungnya, benihnya. bukan milik pria muda yang terlalu jauh ikut campur dalam hubungannya dengan Dean dan Dea.


"harusnya keakraban itu milikku sepenuhnya bukan laki laki ini". gerutunya di hati.


"ehemmm". Justin sengaja berdehem untuk menarik perhatian keduanya.


Rendy dan Dean hanya melirik sekilas seraya tersenyum lalu keduanya kembali asyik mengobrol tentang keinginan Dean yang mau membantu sang bunda untuk membuat kue.


"makanya Dee harus sembuh dulu ya sayang. nanti setelah Dee sembuh Dee bisa bantuin bunda bikin kue lagi. dan kita berdua bisa masak lagi seperti saat kita tinggal berdua saja di Australia. Dee masih ingatkan kenangan kita waktu itu?". timpal Justin secara tiba tiba saat Rendy ingin berbicara lagi pada putranya.


"iya Daddy". sahut Dean polos.


"masak apa waktu itu Dee?". tanya Rendy yang sengaja menarik perhatian bocah itu.


"naci goyeng yah". sahut Dean.


"enak nasi gorengnya?". tanya Rendy kembali.


"Dee bilang saat itu masakan Daddynya its so delicious ya kan Dee". sambar Justin saat putranya mau menjawab.


"iya". sahut Dean polos.


sementara Rendy menangkap sinyal lain pada sikap Justin saat pertama kali dirinya masuk ke kamar ini untuk bertukar sift dengan Justin dalam menjaga Dean seraya menunggu om Danang datang. akan tetapi Rendy mencoba menanggapinya dengan senyuman, sebab ia tak mau ambil pusing akan sikap Justin yang terlihat kekanakan baginya.


"enakan mana Dee?masakan Daddy atau masakan punya bunda?".tanya Rendy berbisik


akan tetapi cukup di dengar oleh Justin.


sontak hal ini membuat Justin berang seraya menatap laki laki yang telah terang terangan dengan begitu berani mencuri perhatian anak nya.


"sialan ni anak. pasti sengaja bikin gue malu di depan anak sendiri". gerutunya kembali.


"unda " sahut Dean polos.


Justin yang merasa di abaikan oleh kedua nya dan bahkan di sudutkan oleh pria muda ini akhirnya.


"ehem..permisi. bisa kita bicara sebentar?" berdua saja". ajak Justin pada Rendy.


"ya". sahut Rendy.


"Dee". panggil keduanya serentak pada bocah yang akan mereka tinggalkan sejenak.


Dean menatap bingung pada keduanya.


"ayah keluar dulu sebentar ya. soalnya Daddy kamu ada perlu sama ayah". pamit Rendy lalu mencium pipi gembul sang bocah.


"ayah lama?". tanya Dean memastikan.


"hmm...sepertinya ga. tapi tadi kata nenek kalau atok lagi on the way ke sini. nanti Dee di temani atok dulu ya selagi ayah ngobrol sama Daddy". sahut Rendy.


"iya deh". jawan Dean. P


"cyih". Justin pun berdecih menatap sinis pada apa yang di lakukan Rendy barusan pada putra nya.


akan tetapi ia pun tak mau kalah dalam soal kecup mengecup pada putranya. ia pun ber pamitan lembut pada Dean dan juga ikut mengecup lama pipi gembul milik putranya itu.


"Daddy tinggal sebentar ya. Dee ga pa pa kan sendiri dulu". ucap Justin.


"ya ga pa pa". sahut Dean polos.


Justin tersenyum. lalu meninggalkan putra nya sendirian di kamar dengan remote tv di tangannya.


Rendy menunggu Justin seraya berbalas pesan pada Danang dan memberitahukan pada atoknya Dean itu. jika ia akan pergi ke kantin sekarang dan mungkin agak sedikit lama.


Rendy tersenyum kecil saat mendapatkan notifikasi oke dari pria paruh baya itu. dan ia mengetahui juga jika Danang sudah berada di gerbang dan langsung ke kamarnya Dean setelah mengantarkan makanan untuk Alma dan Dea.


lalu dua pria tampan yang berbeda tahun lahir itu pun di ajak Rendy ke kantin rumah sakit yang tak berada jauh dari kamar rawatnya Dea Dean.


Rendy mencoba bersikap bersahabat pada pria yang di panggil Daddy oleh Dean dengan mempersilahkan Justin untuk duduk duluan pada sebuah meja di sudut ruangan yang menghadap taman dan koridor belakang dari rumah sakit ini.


Rendy dan Justin kini sedang duduk saling berhadapan di sebuah meja kantin rumah sakit. sedangkan Dean sendiri sedang di jaga oleh Danang setelah pulang dari bekerja seraya mengantar barang barang milik istri nya ke rumah sakit.


"kenapa?". tanya Rendy membuka percakapan saat pria itu menatap dirinya secara intens dan ia pun menatap dingin pada pria yang ada di hadapannya kini.


"maksudnya?". tanya Justin seraya menatap balik pria muda di hadapannya kini dengan sinis.


mereka berdua kini saling pandang dan terkesan julid satu sama lain. Justin yang menganggap remeh Rendy, sedangkan Rendy menganggap Justin sosok manusia yang tak punya hati pada wanita sebaik teman karib nya itu.


awalnya ia tak percaya akan ceritanya Retha soal Justin yang mengabaikan Midea saat masih berstatus istri. hingga di minggu terakhir saat ia pulang ke Mdn. tak sengaja ia berjumpa dengan Cindy di kafenya Arjun.


awalnya mereka bercerita ringan tentang kehamilannya Cindy sampai akhirnya dari cerita Cindy lah ia mengetahui jika Jasmine sebelum ini tinggal dengan Cindy. dan dari Cindy juga lah jika Justin pernah jahat pada Midea karena mengabaikan wanita itu saat menjadi istrinya.


"wajar di ceraikan oleh si Jasmine. orang punya laki model begini. sama istri aja dia julid apa lagi sama orang lain". gumam Rendy di hatinya kini.


sementara Justin menganggap remeh pada Rendy yang sok menjadi dewasa di mata kebanyakan orang banyak


"bocah ingusan aja sok sok an jadi ayah dari putra kandungku". gerutu Justin di hatinya.


"yah kenapa. eh lebih tepatnya ada apa anda mengajak saya berbicara". tanya Rendy.


"soal my D ". sahut Justin singkat.


"My D??". tanya Rendy tak mengerti.


"sejauh mana kalian berhubungan dengan dua D ku selama ini. terlebih pada istriku?". tanya Justin dengan tatapan yang seolah olah ingin menerkam dan menusuk jantung Rendy.


"hah??". apa??? "istri???. pekik Rendy kaget


NB


yaaaaah.... bang Justin kok asal ngeclaim gitu ya???


Lanjut ke next chapter ya readers. stay cool ya Readers...love you full ♥


...****************...


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ku ini ya?? dengan memberi like,pp vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉.


Dan jangan lupa follow akun ku di


Noveltoon Hazhilka279


facebook Hazhilka


#Hazhilka


Ig Hazhilka


youtubenya Hazhilka279


Https://hazhilka279.blogspot.com/2023/02/


Terima kasih.