My D you are the first for me

My D you are the first for me
berencana pergi



Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???. semoga enjoy terus 😉


satu harian menghabiskan masa izin nya bersama Dean, putranya dengan pergi ke Resto nya Arjun. memesan makanan dan dessert favorit mereka. setelah kenyang mereka berdua pergi ke sebuah supermarket untuk sedikit berbelanja menenuhi kebutuhan dapur membuat Dean merasa lelah dan mengantuk hingga akhirnya bocah tampan itu tertidur di pangkuannya setelah menikmati susu coklatnya di dalam botol susunya.


ia membawa putranya masuk ke kamar dan merebahkannya di atas ranjang yang biasa mereka tiduri jika tubuh yang mereka miliki tak sanggup lagi menopang sang pemilik untuk beraktivitas lebih lama lagi.


Midea pun turut membaringkan tubuhnya di samping putranya itu untuk mengistirahatkan tubuhnya juga, akan tetapi sudah hampur satu jam setelah Dean tidur. ia masih belum bisa mendapatkan kualitas tidurnya bahkan untuk memejamkan netranya dengan baik saja ia belum bisa pada hal ia sudah merasa kan penat di sekujur tubuhnya.


akan tetapi hingga kini ia masih belum bisa tidur dengan nyenyak setelah mengetahui jika segala aktifitasnya tengah di pantau oleh Justin.


dalam kegelisahannya ia terus memikirkan cara agar terbebas dari pantauan pria yang menyebalkan itu. sementara selama ini semua cara telah ia lakukan agar laki laki itu menjauh darinya. ia pikir jika ia bercerai dari pria itu segalanya akan mudah dalam men -jalani hidupnya hanya berdua saja dengan putranya.


ternyata ia salah perkiraan ternyata Justin semakin mengejar dirinya saat pria itu tahu jika ia memiliki anak dari pria brengsek itu. meskipun dulunya ia berharap jika anaknya di akui oleh keluarga tersebut.


Dan sekarang Justin semakin menggila memantau dirinya dengan cara seperti ini. meskipun dulunya ia ingin sekali di akui dan di perhatikan oleh pria itu.


tetapi sekarang segala macam kebaikan yang Justin lakukan padanya sekarang ini rasanya semua hambar dan hampa. bahkan rasa benci dan juga sakit hati lebih mendominasi hatinya saat ini.


jika hari hari yang lalu mereka pernah meng habiskan waktu bersama bak seperti keluarga seutuhnya, itu karena demi Dean semata dan juga demi kebahagiaan Keyra juga. selebih nya tidak.


jika pun terkadang ada rasa lain atau pun gelenyar gelenyar aneh hinggap di hatinya, dengan segera ia tepiskan rasa itu tanpa mau memikirkan apa lagi mencari tau penyebab nya apa.


baginya perasaan perasaan seperti itu sudah tak penting lagi baginya. ia hanya ingin mem-bahagiakan putranya saja. Midea berencana pergi lagi. jika pun nantinya Justin akan mengejar dirinya kembali. kali ini ia akan menggunakan kartu As laki laki itu untuk berhenti mengejar dirinya seperti seorang buronan.


Midea menarik dalam nafasnya dan meng- hembusnya perlahan untuk melonggarkan sedikit perasaan beban yang ada di hatinya.


*


paginya..


setelah mengantar Dean ke sekolah Midea langsung masuk bekerja seperti biasa. hanya saja hari ini seperti ada beban yang meng-


ganjal di hatinya. sesuatu yang membuat semangatnya menurun dalam melakukan pekerjaannya.


"kak. kakak kenapa lesu kali ku tengok. apa kakak masih sakit ya?".tanya seorang office girl yang masih berstatus mahasiswi tersebut saat melihat raut wajah Midea yang tak bersemangat seperti biasanya.


Midea menanggapinya dengan senyum sembari menggeleng pelan. lalu ia kembali melanjutkan pekerjaannya mesangrai kopi tanpa berniat untuk menceritakan pada siapa pun tentang isi hatinya saat ini.


hingga waktu kerja berakhir pun ia masih tak mengerti akan moodnya hari ini. semenjak ia mendapatkan telpon dari tante Alma hatinya mulai kembali di liputi rasa rindu akan keadaan dan suasana hidup nya saat di kota itu.


*


di Villanya Cindy..


"Cin. aku berencana resign dalam minggu ini juga". ucap Midea tiba tiba saat keduanya terdiam hening sejenak dalam percakapan senja ketika Dea menjemput Dean ke villa nya Cindy.


"hah. kenapa bisa gitu Mi. kok mendadak?". tanya Cindy kaget.


"aku ingin mandiri". sahut Dea.


"maksudnya?". mau buka usaha sendiri gitu?". tanya Cindy penasaran.


"iya".sahut Midea seraya menganggukkan kepalanya.


"oke. kamu mau buka di daerah mana?". biar nanti aku coba cari tempat buat kamu". ujar Cindy antusias.


"Engga Cin. ga usah Cin. kamu ga usah repot repot lagi". jawab Midea.


"loh memangnya kenapa Mi. aku kan bantuin kamu buat nemuin tempat yang strategis supaya usaha kamu nantinya lancar Mi?". tanya Cindy heran.


"belum Cin. karena aku berniat tak selamanya di sini. aku berencana memulai kehidupan di kota lain". sahut Dea.


"oh ya??. bukannya di sini kamu udah cukup nyaman Mi? ".sahut Cindy terpekik heran.


"iya. aku nyaman. hanya saja kota ini bukan lah tujuan aku yang sebenarnya". sahut Dea.


"jadi kamu berencana mau pergi?". tanya Cindy memastikan dugaannya.


"ya Cindy". sahut Midea seraya tersenyum


"ya Cindy karena aku ingin merasakan lagi di mana dulunya aku merasa di cintai dan di hargai di sana. aku rindu suasana itu". lanjut Midea di dalam hatinya


Cindy hanya bisa menanggapinya dengan senyuman. lalu keduanya pun sama sama terdiam dalam senyuman senja seiring sang mentari yang semakin menghilang di ufuk barat.


**


di sebuah kantin perusahaan..


hari ini adalah hari terakhir Midea bekerja di perusahaan ini. setelah ia berbicara pada Cindy dan juga atasannya yang bertanggung jawab di kantin perusahaan ini tentang keputusan niatnya untuk mengundur kan diri dari perusahaan yang telah membantu ekonominya selama ini.


meskipun awalnya atasannya itu keberatan tetapi ia sendiri pun tak bisa menahan Midea untuk tetap tinggal dan bekerja lebih lama di sini. bagaimana pun ia mengerti jika masing masing orang memiliki hak untuk melanjut kan hidupnya menurut pilihan hatinya sendiri.


Midea berniat pulang kembali ke kota pdg di mana ia memulai kehidupan baik di sana hingga putranya pun bisa terlahir dan tumbuh dengan baik di sana.


sebelum ia berpamitan pada staff kantin. Midea menyempatkan diri untuk membuat cemilan berupa kudapan ringan untuk bisa ia bagikan ke para staff yang ada di kantin tersebut sebagai bentuk perpisahan.


sepulang dari bekerja Midea dan menjemput Dean di villanya Cindy seperti biasa. wanita itu di undang makan malam oleh Cindy meski pun hampir di setiap harinya saat Andra tak ada selalu Dea yang memasak untuk ibu hamil itu.


seperti hari ini Midea melihat Cindy yang masih sibuk berkutat pada bumbu dapur pada hal jika Cindy boleh mengijinkan nya untuk membantu wanita hamil itu di dapur , sudah tentu pasti ia dengan senang hati membantu wanita hamil tersebut agar cepat selesai.


beberapa puluh menit terlewati hingga akhir nya masakan ibu hamil yang masih di tri semester pertama dan terkadang mengalami morning sickness juga.


"ta.. da.. udah jadi. nih. aku masakin martabak khas ala itali dan juga mi berbumbu ala itali dan juga sayuran ......Cindy terpaksa menghentikan kata katanya karena ada seorang bocah tampan yang menyambar ucapannya.


"ala itali juga ya tante". celetuk Dean yang tau jika Cindy memasak pizza, spagheti dan juga salad.


"hahaha... iya sayang... "sahut Cindy dengan kekehan yang di barengi tertawanya orang orang yang turut mendengar celetukan nya hari ini.


...**************...


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ke empat ku ini ya?? dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉


Dan jangan lupa follow akun ku di


Noveltoon Hazhilka 279


facebook Hazhilka


#Hazhilka


ig Hazhilka279


.


Terima kasih.