
"Wellcome back my readers yang super duper caem dan cakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.semoga enjoy... 😉.
Di pagi hari...
saat semuanya masih terlelap dalam mimpi. Midea terbangun dengan tubuh yang masih terasa ngilu serta kepalanya yang sedikit sakit
akibat demam yang di deritanya kemarin belumlah begitu reda.
Akan tetapi ia tak mau berlama lama di atas tempat tidur ini. yang ada semakin membuat tubuhnya semakin sakit. Ia pun segera berjalan keluar dari kamarnya menuju dapur.
mumpung pagi ini ia belum di recoki Dean yang biasanya menemani dirinya di dapur dengan dalih membantu dirinya. Padahal yang terjadi di setiap harinya bocah tampan itu mengacak acak sayuran dan bahan makanan untuk di jadikan eksperimen mainannya.
Hanya jika di saat dirinya membuat cookies atau membuat kue kering saja barulah putra nya itu benar benar di katakan membantu diri nya meskipun hanyalah sebatas mencetak saja. Itu pun harus sesuai dengan cetakan yang Dean inginkan.
Jika biasanya ia dalam keadaan fit, mungkin hal tersebut tidak akan jadi masalah baginya. Tetapi untuk pagi ini ia lebih leluasa berada di dalam dapurnya sendirian. Mengerjakan semua pekerjaannya hingga selesai.
Pagi ini ia hanya ingun memasak yang simple tanpa embel embel harus di beginiin dulu atau pun harus di begituin dulu menurut cara kerjanya.
Dea cukup merajang wortel, kentang, bunga kol dan brokoli dalam sup ceker ayamnya. untuk selebihnya ia hanya menggoreng ayam yang sudah di bumbui yang ia simpan dalam freezer. Di tambah ia membuat sedikit adonan perkedel dengan menggunakan bahan yang ada berupa sisa kentang.
tak butuh waktu lama ia menyelesaikan salah satu pekerjaan rumah tangganya dalam hal mengenyangkan perut beberapa orang yang ada di kediamannya saat ini.
bau masakan Midea membuat Justin yang masih memejamkan matanya mengendus enduskan hidungnya mencium sesuatu yang harum yang berasal dari dapur. Ia membuka matanya lebar lebar untuk melawan rasa kantuk yang tersisa lalu ia perlahan bangun dari tidurnya dan duduk di sofa seraya memalingkan wajahnya ke arah dapur.
Justin mengernyitkan dahinya sesaat. Saat hatinya bertanya siapa yang ada di dapur.
"apakah Midea lagi memasak?. Bukannya dia masih sakit?". gumamnya di hati.
Lalu ia bangun dan beranjak dari sana menuju dapur di mana ia melihat wanita manis itu sedang tersenyum kecil saat melihat hasil masakannya yang telah rapi ia tata di atas meja makan.
Justin masih berdiri mematung menatap wanita yang memiliki aura kecantikan yang berbeda meskipun dalam keadaan sakit seperti ini.
"ngapain kamu bengong di situ?". Tanya Midea tiba tiba saat melihat Justin ada di belakangnya.
"hah?. Eh...ini aku ..mmaau..minum. ". Dusta Justin terperangah kaget serta merasa canggung karena kedapatan oleh Midea jika ia sedang memandangi wanita itu.
Justin pun segera berjalan ke arah rak gelas. Ia mengambil satu gelas lalu menampung segelas air di dalam dispenser dan meminum nya hingga habis. Sementara Midea tak ambil pusing pada apa yang di lakukan Justin saat ini. Ia lebih memilih masuk kembali ke dalam kamar untuk melihat anak anaknya sudah ada yang bangun apa belum.
sementara Justin sendiri hanya menatap lesu pada wanita yang sepertinya dengan sengaja mengabaikan dirinya pagi ini. Akhirnya ia pun berinisiatif menyusul Dea ke kamar untuk membantu Dea membangun kan anak anak nya dan memandikannya.
Baru juga ia sampai di dekat pintu kamar. Justin mendengar celotehan dari anak anak nya di pagi ini.
"unda...udah cembuh?". Tanya Dean saat melihat bundanya sudah bangun dan membangunkan dirinya.
Dean juga melihat kakaknya yang sudah terbuka lebar matanya tetapi masih bermalas malasan rebahan di pinggiran ranjang.
"udah Dee. Bunda udah sembuh. Juga udah masak. Dee mandi ya. trus kita sarapan". Titah Dea.
"iya. Tapi bental lagi lah". sahut Dean yang langsung mengguling gulingkan lagi tubuh nya di atas ranjang.
"loh Dee. Kok tiduran lagi sih?".protes Midea.
"bental lagi undaaaa...".sahut Dean malas.
Midea menghela nafasnya sesaat. Lalu pandangannya beralih ke Keyra yang juga masih tergolek dan bermalas malasan di samping putranya.
"kak. ayok mandi. ??". Ajak Dea pada gadis kecil itu.
"bental dulu bunda....". Sahut Keyra yang semakin mempererat memeluk gulingnya.
"loh kok pada malas malasan sih. Ayo mandi Dee..kakak. Nanti sarapannya keburu dingin". Bujuk Midea.
"tunggu unda...". Sahut kedua bocah itu serempak.
Justin yang mendengar ocehan dari kedua bocah tersebut pun jadi ikutan geli. Lalu ia melenggang masuk dengan bebas ke kamar mantan istrinya itu.
"eeehhh.....anak Daddy kok pada bermalas malasan gini sih. Ayok mandi yuk. Sayang tu bundanya udah capek capek masak dari tadi pagi demi kalian. Masa di cuekin sih?". Bujuk Justin.
"ga di cuekin Daddy. Kakak bilang tunggu dulu. Nanti kakak juga mandi kok". bantah Keyra.
"ya tapi tetap aja kan bagusnya kalau udah bangun tidur langsung mandi, tidak lupa menggosok gigi lalu habis mandi kita tolong ??". Ujar Justin yang sedang menunggu kelanjutan kata kata dari putrinya.
"kok aku seperti pernah mendengarnya ya?". Midea membathin seraya mengernyitkan dahinya.
"bundaaaaa.......". sahut keduanya serentak kompak.
"hahaha....iya ....bener sekali. Anaknya Daddy emang pinter pinter semuanya. Bikin Daddy bangga lagi hari ini". Celetuk Justin seraya mengerling ke arah Dea sejenak.
Sementara yang di kerlingin juga tengah membalas tajam akan kerlingan tersebut.
"nah.sekarang kalian gimana?". Mandi ya?". Daddy yang mandiin kalau ga?". Tawar Justin kepada anak anaknya.
"ya deh kakak mau". Sahut Keyra antusias.
"Dee. Ayo kita mandi. Biar Daddy yang mandiin kita berdua. Dee Mau juga kan kalau Daddy yang mandiin. Masa sama bunda terus ?" tanya Keyra antusias.
"iya deh Dee mau". Sahut Dean yang langsung bangun dan mendekati Midea.
"unda...buka bajunya". Pinta Dean pada wanita yang masih menatap tak percaya pada apa yang di lihatnya.
Putranya itu terbujuk pada rayuan Justin yang terhitung jadul menurutnya. Yah dia baru teringat jika kalimat bujukan yang Justin keluarkan untuk membujuk anak anak adalah kalimat dari sebuah lirik lagu tempo dulu.
"unda....". Panggil Dean kembali saat bunda nya itu tak ada respon pada apa yang di pinta nya.
"ohhh..iiya...sini bunda bantuin buka bajunya". Ujar Dea kikuk.
Lalu dengan segera membuka kancing dari piyama yang di kenakan. Sedangkan Keyra membuka sendiri kancing piyamanya sendiri.
Setelah para bocah dalam posisi siap di mandikan barulah Justin menggendong mereka berdua. Di mana posisi Dean di gendongan depan sedangkan Keyra berada di posisi di gendongan belakang.
Justin tersenyum lebar saat keduanya telah merangkul manja dalam gendongannya. Ia berjalan ke kamar mandi seraya melirik Midea dan mengedipkan mata kirinya sebagai tanda jika ia telah memenangkan hati anak anak
"bunda...kami mandi dulu ya?". Bunda mau ikutan mandi ga sama kita?" ajak Justin yang dengan sengaja menggunakan nada berucap nakal.
tentu saja hal ini membuat netra Midea melotot tajam pada pria yang semakin lama semakin ga ada akhlak pada dirinya.
"unda ga mandi?". Tanya Dean tiba tiba di saat setelah mendengar kata katanya Justin barusan.
"Dee". Pekik Midea kaget.
"hehe..iya..bunda mandi juga seharusnya kan?". Celetuk Justin seraya terkekeh yang tiba tiba juga ikut menimpali celetukan bocah tampan itu.
"Justin". Pekik Midea kesal.
"iya kan kak?". Tanya Justin yang meminta pendapat sang putri.
"hmm...iya boleh juga. Pasti celu kayak mandi di kolam". Sahut Keyra polos.
"Justiiiiin". pekik Midea semakin kesal.
" isss....". Dengus Midea seraya berlalu dari situ.
...****************...
Hallo readers ...Mohon dukungannya kembali ya?? di novel ini. Dengan memberikan support berupa like, vote, komen, rate
Hai Readers sayang ...follow akun ku ya di
Noveltoon Hazhilka 279
facebook Hazhilka
#Hazhilka
ig Hazhilka
.
Terima kasih.