
"Hai readers I am coming back. Selamat membaca kembali..
Saat semua netra tertuju pada Midea bak seorang putri raja dari kerajaan asia selatan itu tiba tiba semua di kejutkan oleh sepasang suara yang memanggil dengan kata kata.
"undaaaa... undaaaaa....".
sontak seluruh mata tertuju pada sumber suara dua anak kecil yang berdiri pada pintu masuk dari ballroom tersebut, termasuk Justin dan dua orang pria yang membicara kan tentang Midea tadinya.
Justin terhenyak kaget saat melihat sepasang bocah yang tak lain adalah anak anaknya sendiri yang kini setengah berlari naik ke atas panggung catwalk menghampiri Midea yang spontan melebarkan senyumnya saat wanita itu hampir mengakhiri pertunjukannya. kedua bocah itu berteriak kembali menyebut kata bunda pada Midea dan langsung memeluk nya erat.
"hah?? what the fuckin hell?!". (apa apaan ini?)". ucap pria tua tadi dengan marah.
"oh my God. are they her children?". (ya tuhan. apakah itu anak anaknya?)". gumam pria muda itu dengan nada kecewa.
Justin melirik sembari tersenyum miring pada dua pria tadi.
"mampus lu berdua. bini bini orang lu keker juga. cari lain sono".maki Justin pelan seraya tersenyum puas karena tanpa di minta kedua pria itu pastilah akan mundur dengan sendiri nya lantaran mendapati Midea telah beranak dua.
"hehehe rasain lu tua bangka".umpat Justin pelan untuk pria tua itu akan tetapi cukup di dengar di telinganya mr. Alex.
"tua bangka siapa?" tanya mr. Alex kepo yang mencoba mengikuti arah pandangan mata Justin.
Justin seketika menoleh ke arah mr. Alex seraya menyengir kuda karena merasa tak enak hati pada pria yang hampir seumuran dengan oomnya itu.
"eh mr. ga ada kok. hehe... ". kekeh Justin kikuk.
"kamu ngatain untuk pria tua itu ya?". tanya mr.Alex seraya menunjuk pria yang di maksud Justin dengan dagunya.
"mr. kok tau? ". tanya Justin.
"ya tau lah. pria itu memang sering cari anak perawan buat di kawinin semalam paling lama seminggu". ujar mr. Alex.
Justin hanya bisa terdiam menanggapi pernyataan mr. Alex yang sedikit tau seluk beluk dunia malam di karenakan pria ini memiliki banyak club yang bertebaran hampir di seluruh hotel mewah di indonesia kecuali hotel milik papanya yang tak pernah mengijin kan adanya club berdiri di hotel ini.
semenjak hotel Syah ini berdiri memang sudah di amanahkan pada anak anaknya terutama papanya sebagai anak lelaki yang masih memegang teguh agamanya bahwa tak boleh ada usaha haram yang menumpang di hotel ini.
karena itulah dari setiap hotel yang di pegang oleh keturunan Syah tak satu pun memiliki club di dalamnya. hanya makanan dan minuman dari cafe dan restoranlah sebagai daya tarik dan kebetahan pengunjung hotel untuk terus menginap di sini selain fasilitas nya yang menggiurkan tetapi tidak merogoh kantong terlalu dalam.
tepuk tangan riuh dari seluruh para tamu undangan yang berada di ruang biasa dan juga tepuk tangan para ibu ibu yang ada di ruang vvip menghentikan Justin dari lamunan nya.
pria itu menoleh ke arah panggung catwalk di mana kini putrinya Keyra berjalan centil di atas pangung catwalk bak peragawati profesional. lalu di lanjutkan oleh putra kecil nya yang ikutan berjalan di atas catwalk dengan santainya.
bukan hanya itu saja kini dua darah daging nya sedang berjalan bersama di atas catwalk. mereka bertiga sangat serasi dan harmonis. Justin tersenyum memandangi ketiganya.
"bukankah itu putrimu Tin?". tanya mr. Alex saat melihat Keyra di atas catwalk.
"ya. mereka semua adalah keluargaku mr. dan anak laki laki itu juga anakku dan wanita itu adalah bundanya.". ungkap Justin yang men -jelaskan sedikit detail tentang keluarga inti nya yang mr. Alex kurang tau tentang kluarga intinya pasca meninggalnya Keyra.
"so sweat they are".( mereka semua begitu manis). pertahankan Tin". ucap mr. Alex pada kolega mudanya ini seraya memberikan tepuk tangannya pada penampilan Dean, Dea dan juga Keyra yang kini sedang membungkuk kan tubuhnya sedikit pada para tamu sebagai tanda ucapan terima kasih.
tadinya ia berfikir jika fashion shownya kali ini akan memiliki kendala lagi seperti insiden Nesha kemarin. nyatanya wanita beranak satu itu mampu membawa suasana yang tadinya sedikit kacau karena teriakan Dean dan kakak nya kini berubah menjadi sesuatu tontonan yang menyenangkan para juri dan tamu yang hadir di acara itu. ibu dan anak itu begitu serasi dalam penampilannya di atas catwalk.
sementara Midea, Dean dan juga Keyra melambaikan tangannya seraya kembali berjalan ke ruang ganti yang ada di belakang panggung catwalk.
Justin dan para tamu yang lainnya tak henti hentinya memberikan aplausenya pada tiga orang yang mulai perlahan menghilang di belakang panggung catwalk.
Justin meminta ijin pergi sebentar pada mr. Alex. saat pria itu pamit pada Justin untuk mengangkat ponselnya. Justin berniat segera menemui putrinya Keyra yang saat ini sedang bersenda gurau dengan Dea dan Dean di ruang ganti.
"bang Justin". panggil Satria dari kejauhan.
"gimana acara untuk Dee. bisa di lanjutkan kan? ". tanya Satria yang tau jika kedua keluarga sudah berkompromi.
"belum tau. karena bundanya Dee belum memberikan jawabannya". jawab Justin seraya melihat ke arah koridor ruang ganti di mana Dean dan Keyra keluar dari sana di temani oleh Alma.
"itu neneknya Dee. abang harus bicara lagi sama neneknya Dee. supaya membujuk Dea kembali agar mau merayakan ultahnya Dee bersama". ujar Justin.
"oke. biar anak anak sama aku". Satria berucap santai seraya mengikuti abangnya untuk menemui Alma.
sementara Qanita memberikan apresiasi dan ucapan terimakasihnya pada Midea yang sedang berkumpul dengan model lainnya. kini mereka menunggu keputusan dari dewan juri tentang nasib mereka selanjutnya.
apakah hanya berakhir di sini saja sebagai juara ketiga atau runner up. atau mereka akan di ajak berkeliling dunia sembari mempelajari ilmu baru di dunia fashion sebagai juara utama.
baik Qanita dan desainer lainnya sangat mengharapkan mendapatkan gelar juara pastinya. sembari menunggu keputusan dewan juri malam ini. para desainer dan tim nya di persilahkan untuk beristirahat sejenak di kamarnya masing masing hingga waktu yang telah di tentukan oleh panitia.
Midea pamit pada Qanita untuk kembali ke kamarnya sebentar sebelum ia bergabung kembali dengan timnya.
sedangkan Justin sendiri baru saja selesai mengobrol dengan Alma tentang hasil pertemuannya dengan Dea sebelumnya. Justin menceritakan segalanya tentang penolakan Dea yang tak mau bergabung dengan acara ulang tahunnya Dean.
"nanti ambo coba bujuk bundanya Dee itu kembali yo". sekarang ambo mau balik ke kamar dulu. ini sudah maghrib". ujar Alma menutup pembicaraannya dengan Justin.
"iya bu. ibu sholat saja dulu. biar anak anak sama aku. nanti aku yang bereskan meeka kembali. kamarku ada di lantai teratas kalau sekirany nanti Jasmine mau bertemu mereka ".ujar Justin.
"ohh.. begitu. ya sudah. ambo kembali ke kamar dulu". jawab Alma seraya beranjak dari duduknya dan berniat meninggalkan Justin.
The next chapter...
Midea yang marah besar kepada Justin dan menuduh Justin biang kerok dari rusaknya fashion show dirinya untuk Qanita.
Tetap stay terus ya readers..
Yok kita ke next chapter ya reader..
****************
Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ku ini ya?? dengan memberi like,vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉.