
Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???. semoga enjoy 😉.
saat pria tampan yang bernama Justin itu bertanya pada perawat muda tersebut tentang siapa yang menemani pasien yang bernama Dean saat ini. dua perawat itu menjawabnya dengan serentak seraya tersenyum senyum sipu.
"bundanya pak". sahut mereka serentak.
"terimakasih". jawabnya lega saat mengetahui siapa yang ada di dalam kamar tersebut seraya mengintip pada pintu yang sedikit terbuka itu.
lalu perawat muda itu berpamitan pada Justin yang memberikan mereka sedikit senyum sebagai bentuk terima kasihnya atas pelayanan mereka terhadap sang putra yang menjadi pasien mereka di rumah sakit ini.
para perawat itu berlalu dari hadapan Justin seraya berceloteh tentang wajah serta penampilan Justin yang tampak masih gagah dan wangi meskipun sedari pagi Justin berada di rumah sakit ini.
"gantengnya nyo ni cowok". celoteh perawat satunya.
"iyo uni. udah ganteng harum lagi". timpal temannya.
"iyo. beruntung banna lah yang jadi istri nyo itu kayak bundo nyo si Dean". celetuk perawat yang setahun lebih tua dari yang perawat yang kedua.
"hehe.. uni mau jadi istri nyo yang ke duo". kelakar temannya.
"mmm.... istri keduo yo. antah lah ambo pikir pikir dulu lah". sahut perawat yang di panggil uni tersebut.
sepeninggalnya perawat muda itu. Justin mengintip kembali dari celah pintu yang sedikit terbuka dan melihat Midea dan Dean yang bercanda bersama.
Sementara Midea yang sedang kembali berdebat dengan sang putra karena ucapan Dean yang ingin segera di pulangkan karena sudah rindu pada kegiatannya yang bermain main di sekitar hotel dan Restoran.
"sabar lah nak. baru juga dua hari di sini.
kan kita juga harus tanya sama dokternya Dee udah boleh pulang atau belum". ujar Midea.
"iya. tapi Dee udah bocen nda???. enakan di tempat nenek". celetuk Dean.
"iya sayang. bunda tau kalau Dee udah mulai bosan. tapi Dee harus sabar sedikit lagi. kan tadi kakak perawatnya bilang kalau Dee baru juga normal suhu tubuhnya. masa langsung minta pulang. kan infusnya masih di pasang di tangannya Dee. ini.". ujar Dea seraya menunjukkan selang infus dan jarumnya yang masih melekat di tangannya Dean.
"buka cekalang aja unda". titah Dean meng harap bundanya yang membuka benda yang melekat di tubuhnya.
"tunggu dokternya Dee. kita ga boleh buka sembarangan sayang. nanti bisa bahaya Dee. Dee mau kenapa napa lagi nanti. bisa lebih lama lo nanti Dee di rawat di sini. mau??? ". larang Midea tegas dengan memberikan ultimatum pada Putranya.
"iya deh. ga bunda". sahut Dea patuh.
"nah gitu dong. jadi anak harus patuh apa kata orang tua. kan demi kebaikannya Dee juga". ucap Midea seraya tersenyum menatap sang putra.
kemudian Midea bangun dari duduknya dan berniat ke kamar mandi. ini di karenakan sedari pagi ia belum merasakan ingin mem -buang hajatnya sama sekali.
"unda mau kemana?". tanya Dean saat bunda nya berjalan melingkari brankarnya.
"bunda ke kamar mandi dulu ya bentar". pamit Dea.
"iya deh unda". sahut Dean.
Midea tersenyum lalu melangkah masuk ke kamar mandi dan menuntaskan hajatnya di sana. sementara Dean memilih menyalakan remote tv nya dan mencari acara program tv favoritnya.
sedangkan Justin yang mencuri dengar pembicaraan dua D nya itu hanya bisa tersenyum geli mendengar ocehan Dean. kini senyumnya lebih lebar lagi saat mendengar jika Dea akan ke kamar mandi. ia pun dengan sabar menunggu Midea hingga wanita itu masuk ke kamar mandi
lalu setelahnya barulah Justin dengan perlahan membuka pintu dan segera masuk kembali ke kamarnya Dean dan mendapati putranya itu sedang menonton tv.
Daddy??". pekik Dean pelan dan kaget saat melihat Daddynya secara tiba tiba masuk ke kamarnya.
"hussdssst... ". desah Justin pelan agar Dea yang sedang berada di kamar mandi tak terdengar suaranya Dean yang memanggil dirinya Daddy.
"oh iya". sahut Dean berbisik seraya mengarah kan kedua netranya ke pintu kamar mandi berharap Yang berada di kamar mandi bisa menghabiskan waktu yang lama di sana.
"kamu lagi apa sayang?". tanya Justin yang langsung mendekati serta memelu Dean dengan sangat erat.
sedangkan Dean merasa heran akan sikap Justin yang seolah olahnya mereka seperti nya yang sudah lama tak bertemu. pada hal baru saja beberapa saat yang lalu mereka berdua menghabiskan waktu berdua saja di rumah sakit ini.
"Daddy??". panggilnya pelan sebagai kode untuk melepaskan pelukan eratnya.
"maaf sayang. susah bernafasnya ya hehe". kekeh Justin dengan suara yang pelan seraya melihat wajah sang putra yang kesulitan bernafas.
"Daddy sih datang datang langsung main nya peyuk peyuk ajalah. udah Dee sakit di peyuk Daddy kayak gini ya tambah cakit dong Daddy. gimana ciih". protes Dean berbisik agar suaranya tak terdengar oleh sang bunda.
"hehe.. iya iya maafin Daddy Dee.. ". ucapnya seraya menautkan hidung mancung mereka.
ia tak mau nanti ada keributan lagi antara Daddynya dan bundanya. Dean ingin semua nya bahagia terutama sang bunda. jika sumber kebahagiaan sang bunda adalah diri nya maka ia akan lakukan apapun demi ke -bahagiaan sang bunda termasuk menjauhkan kan Daddynya ini dari pandangannya sang bunda.
"sebentar lagi ya sayang. Daddy ini masih kangen sama kamu. pingin liat kamu dan peluk kamu terus sayang". ucap Justin dengan tenggorokannya yang tercekat.
Justin cukup tau apa maksud yang di sampai kan putranya itu barusan. sebuah kalimat pengusiran dirinya yang secara tak langsung cukup menohok dirinya saat ini. tapi ia men -coba untuk tersenyum atas pernyataan yang di dengar dari mulut sang putra.
"Daddy. kayaknya bunda udah mau siap tu". ujar Dean saat mendengar suara gemericik air di lantai kamar mandi.
"iya sayang. Daddy tau itu. ya udah Daddy balik ke hotel ya?. Dee baik baik di sini dan nurut apa kata bunda. okey sayang". pesan Justin pada putranya sebelum ia keluar dari kamar itu
"iya Daddy. Daddy tenang aja pokoknya". sahut Dean patuh.
"Daddy balik ya. bye". pamit Justin lagi seraya bangun dari duduknya dan tak lupa menciumi kedua pipi gembul anaknya dan serta mengecup lembut kening sang anak yang ia lewati waktu kehamilan dan kelahirannya.
justin tersenyum dan melambaikan tangan nya pada Dean di saat tangannya sudah mencapai gagang pintu dan segera keluar serta menutup pintunya dan bersamaan dengan Midea yang membuka pintu kamar mandi.
wanita itu menangkap tatapan Dean ke arah pintu luar kamar.
"kamu lihatin apa nak?". tanya Dea seraya melihat ke arah pintu juga dengan tangannya yang menutup pintu kamar mandi.
Dean segera berpaling dari sana dan ia menggeleng pelan seraya menatap sang bunda dengqn senyumnya.
"bunda udah ciap? ". tanya Dean yang sengaja mengalihkan perhatian sang bunda dari pintu yang ia lihat tadinya.
"udah"..sahut Dea singkat seraya berjalan mendekati brankarnya Dean.
tiba tiba wangi parfum yang sama tercium lagi di hidung mancungnya wanita itu.
"wangi ini. kenapa bisa selalu muncul lagi di sini. dan anehnya kenapa selalu berada di dekatnya Dee?". gumamnya di hati.
lalu ia melirik Dean yang sedang menatap tv
"Dee". panggilnya pelan terhadap bocah itu.
"ya unda.. ". sahut Dean melirik ke Dea singkat lalu netranya kembali menatap pada tv nya.
"waktu bunda ke kamar mandi tadi. siapa yang udah masuk ke kamar ini?". tanya Dea seraya menelisik ke seluruh ruangan yang di tinggalkan wangi yang sama sebelumnya yang melekat di tangannya Dean kemarin sore.
Dean bergeming. ia memilih pura pura tak mendengar pertanyaan sang bunda dengan terus fokus ke layar flat yang terpasang di dinding kamar rawatnya.
"Dee". panggil Dea sekali lagi saat bocah itu tak menjawab pertanyaan darinya barusan.
"Dee??!". pekiknya pelan tetapi bernada tegas.
"ya unda". sahut Dean singkat.
kali ini perasaannya mulai cemas saat Dean menatap ke dalam netranya. apa lagi saat bundanya itu kini datang mendekati dirinya dengan netranya yang tak lepas dari dirinya
Sementara Dea sendiri terhanyut dalam wangi misterius yang sempat membuat kepalanya sakit itu. tetapi wanginya membuat hidung Dea terus mencari dan mengikuti wangi yang terasa sangat dekat dengannya, hanya saja ia tak tau di mana pernah mencium wangi ini untuk pertama kalinya.
"Dee". desah Midea resah saat menciumi tubuh anaknya yang terasa begitu lekat dengan wangi misterius ini.
Lanjut ke next chapter ya readers. stay cool ya Readers...love you full ♥
...****************...
Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ku ini ya?? dengan memberi like,pp vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉.
Dan jangan lupa follow akun ku di
Noveltoon Hazhilka279
facebook Hazhilka
#Hazhilka
Ig Hazhilka
youtubenya Hazhilka279
Https://hazhilka279.blogspot.com/2023/02/