
#Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.semoga enjoy... 😉..
waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi. rasa mual masih di rasakan oleh Cindy meski pun sebelumnya ia telah meminum obat anti mual dan juga jamu masuk angin bahkan pun ia telah di mintai tolong pada pembantunya untuk mengoleskan sesuatu yang hangat di tubuhnya. akan tetapi masih saja rasa mual itu menggerogoti ulu hati dan tenggorokannya untuk mengeluarkan sesuatu dari lambungnya lagi.
lalu ia teringat pada siklus haidnya yang di nilainya tidak teratur akhir akhir ini. karena di rasa takut akhirnya ia memutuskan untuk mengecheck ke seorang dokter kandungan mengenai masalah kesehatannya.
dengan meminta tolong pada seorang supir untuk mengantarnya ke rumah sakit terdekat untuk mengecheck masalah kesehatan pada dirinya. sebab ia takut akan kondisinya yang sekarang ini. biasanya jika kondisi masuk angin biasa. Cindy dengan mudah sembuh dengan tidur dan minum obat. tetapi kali ini benar benar membuat Cindy stress.
mobil memasuki halaman rumah sakit. Cindy masuk ke bagian pelayanan untuk mendaftar kan dirinya di bagian spesialis kandungan.
setelah menunggu beberapa menit di ruang tunggu. Cindy di persilahkan masuk oleh seorang perawat yang merangkap sebagai asisten dari Dokter yang Cindy datangi.
sang Dokter bertanya tentang keluhan Cindy saat ini. lalu Cindy menceritakan tentan keluhannya dan juga masalah kesehatan yang akhir akhir ini ia alami.
Cindy di minta berbaring di atas brankar yang berada di sudut ruang praktek tersebut. sang Dokter memeriksakan kondisi Cindy. Dokter tersebut mengernyitkan dahinya sesaat.
lalu sang Dokter mengarahkan sebuah alat USG ke perutnya Cindy. dan dari alat tersebut di dapatkan hasil jika gejala yang di alami oleh Cindy sekarang ini adalah karena faktor kehamilannya yang memang sedang mengalami fase tri semester pertama.
"selamat ya ibu Cindy. anda saat ini sedang hamil enam minggu. jadi tolong di jaga ya kehamilannya sampai bisa melahirkan dengan selamat dan sehat". ucap sang Dokter
seraya tersenyum.
"hah?! . saya hamil Dok? ". tanya Cindy tak percaya pada apa yang di ucapkan oleh
Dokter perempuan tersebut.
"iya bu. dan saat ini adalah tahap rentan masa kehamilan anda. jadi jangan terlalu banyak capek apa lagi stress ya bu". pesan Dokter tersebut.
"iya Dok. terimakasih". balas Cindy dengan wajah yang sumringah.
"ini saya tuliskan resep obat untuk mengatasi rasa mual dan juga ada multivitamin untuk menunjang perkembangan janin ya bu". ujar sang Dokter seraya melipat kertas resep tersebut dan memasukkannya ke dalam sebuah amplop putih beserta kertas hasil usg nya dari pasiennya dan langsung memberikan pada wanita cantik itu.
"terimakasih Dok". ucap Cindy seraya menerima hasil usgnya.
lalu Cindy pamit pada sang Dokter dan menebus obat dari resep yang di tulis Dokter untuknya. selama penantiannya dalam menunggu obatnya di apotik ia membayang kan reaksi wajah suaminya jika mengetahui dirinya sekarang sedang hamil.
"kira kira reaksinya mas Andra gimana ya? ". gumam Cindy di hatinya.
setelah menebus resep tersebut. akhirnya Cindy berencana membuat suatu kejutan untuk suaminya yang mungkin saat ini sedang stress mikirin dua kerjaan sekaligus.
"mmm.... kira kira kalau aku delivery in masakan rumahan dari Restorannya Arjun mungkin dia senang kali ya. kan jarang jarang kami bisa makan siang bareng di kantornya mas Andra yang di sini". gumam Cindy sembari membayangkan momen indah yang bakalan tercipta nantinya.
"masih ada waktu satu setengah jam lagi buat jadwal istirahatnya mas Andra. masih bisa nih mereka masakin buat aku dulu". gumam Cindy.
Cindy pun meminta pada supirnya agar mengantarkannya ke kafenya Arjun selagi masih ada waktu. setibanya di sana seorang pelayan yang mengenal dekat Cindy menyambutnya ramah.
"hai kak Cindy. udah lama tak kemari. kemana aja kak?. kangen kali aku sama kakak aku yang cantik ini".celetuk pelayan itu bernada canda.
"kau kangen sama aku apa kangen sama pesanan aku yang banyak banyak?". balas Cindy yang juga ikutan bercanda.
"eh kakak ini. tak Begitu lah ceritanya. aku kangen lah sama kakak juga. meskipun aku juga berharap kau datang kali ini dengan pesanan makanan yang bakalan penuh satu tampah".pelayan tersebut pun membalas celetukannya Cindy.
"hahaha gila kau. kalau tak habis di makan ku kasih makan ikan mas yang di kolam depan ya? ". kali ini Cindy membalas dengan kekehannya.
"bah. bisa mati itu ikan. bisa di marahi bang Arjun aku kak. janganlah pulak begitu". ujar pelayan kafe tersebut.
Cindy menanggapinya dengan tersenyum geli.
" sudahlah. lama lama bercanda sama kau habis pulak tenaga aku. mana aku lagi lemes lagi. ini tolong kau buatkan menu rumahan yang kayak gini. seperti ini. macem gini. dan ini. oh ya tambah satu lagi. sekarang ya". titah Cindy saat menunjukkan beberapa masakan di buku menu andalan dari kafe tersebut.
"oke kak Cindy. kakak tunggu saja. sekejap dah siap dengan kedipan mata bathin". seloroh pelayan kafe tersebut.
Cindy hanya melirik pada pelayan yang ber status masih mahasiswa itu dengan ter senyum geli. hingga pelayan itu menghilang dari balik pintu dapur, Cindy masih sabar menunggu seraya meminum obat anti mual dan multivitamin untuk dirinya hingga orderan makanannya pun tiba. setelah wanita cantik itu membayar seluruh pesanan nya. maka ia pun pamit dan berlalu pergi dari sana menuju kantor dari perusahaan keluarga nya Andra.
"kita ke kantornya bapak ya pak". titah Cindy seraya menenteng beberapa box makanan dari kafe dan Restonya Arjun.
"oiya sekalian kita jemput Dee di sekolahnya dulu". titah Cindy yang teringat jadwal pulang sekolahnya Dee tiap hari.
"iya bu".jawab sang supir.
lalu supir tersebut menyetir ke arah sekolah nya Dean. mereka tiba di sekolahnya Dean bersamaan dengan bunyi bel sekolah yang pertanda jika jam belajar telah usai dan para murid sudah bisa pulang ke rumahnya masing masing.
Cindy keluar dari mobil dan menghampiri Dean yang baru saja keluar dari kelasnya
"Dee". panggil Cindy seraya melambaikan tangannya ke arah bocah tampan itu.
"tante Cindy".sambut Dean seraya berjalan menghampiri Cindy.
"udah bereskan semuanya?". tanya Cindy memastikan pada bocah itu agar tak satu pun barang perlengkapan sekolahnya yang tak sengaja tertinggal.
"udah tante". sahut Dean.
"yuk kita kemon". ajak Cindy sumringah masuk ke dalam mobilnya.
"tumben pake supil tante". ucap Dean yang mengomentari sesuatu yang lain dari kebiasaan Cindy saat menjemput bocah itu.
"mmm... karena tante lagi ga enak badan sayang". sahut Cindy.
"oooo.... gitu.....??? ". balas Dean
"iya sayang..? ". timpal Cindy sumringah.
akhirnya mobil mereka pun tiba di parkiran perusahaan.
"kita ke tempat bunda kelja ya tante?". tanya Dean.
"iya.. kita ke tempat bunda lalu ke kantornya om Andra. Dee mau kan temani tante dulu? ". tanya Cindy yang teringat jika tujuannya kemari untuk mengambil pesanan nastar miliknya.
"iya Dee mau". sahut Dean.
akhirnya dengan wajah ceria Cindy membawa beberapa box makanan di tangan nya serta amplop yang berisi hasil usg miliknya.
ia ingin menata box makanan tersebut dengan apik di atas meja kerja sang suami plus hasil usg miliknya. sambil berjalan Cindy meminta Dean mengikuti langkahnya menuju kantin.
tetapi belum pun sampai di kantin ia mendengar percekcokan mulut antara pria dan wanita di sepanjang koridor kantor.
Cindy melangkah untuk mencari biang dari keributan tersebut dan ia mematung berdiri saat melihat dan mendengar Midea sedang memaki dan mengeluarkan suara lantang nan menantang pria yang ada di hadapannya yang tak lain adalah teman dekat dari suaminya sendiri.
Cindy seperti mendapatkan shock terapi untuk kedua kalinya saat tau jika temannya itu menyimpan sejuta misteri yang selama ini di simpannya dengan rapi akhirnya semua terkuak di siang ini.
"Jasmine... pak Justin".desis Cindy kaget.
...**************...
Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ke empatku ini ya?? dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉
Dan jangan lupa follow akun ku di
Noveltoon Hazhilka 279
facebook Hazhilka
#Hazhilka
ig Hazhilka279
.
Terima kasih.