
Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???. semoga enjoy 😉
"makan dulu nak. sedari pagi sebutir nasi pun belum masuk ke perut awak". titah Alma seraya memberikan satu mangkok bubur yang di bawa Danang dari restoran.
Midea hanya bergeming menatap Dean yang tertidur pulas dengan tangan mungilnya yang kini telah di pasangi selang infus agar para medis bisa lebih mudah memasukkan cairan penurun panas untuk putranya itu.
"Midea Jasmine..makan dululah nak". panggil Alma dengan kedua nama yang di miliki putri angkatnya itu.
Midea melirik sekilas bubur ayam yang di saji lengkap dengan suwiran ayam bakar yang menjadi kesukaannya kala menyantap bubur gurih seperti ini. apa pun nama bubur gurih tersebut.
"ayok di makan yo". bujuk Alma kembali saat memperhatikan netra putri angkatnya itu ke sebuah mangkok bubur yang di bawanya.
kali ini dia yakin jika putrinya itu akan me -makan bubur ayam bakar kesukaannya. memang sudah kebiasaan dan juga bawaan badan mungkin. dulu saat Jasmine belum mengalami amnesia Retrogadenya gadis itu memang doyan jika makan bubur ayam yang di bakar dulu ayamnya, lalu barulah ayam bakar tersebut di suwir suwir seperti ini di tambah lagi dengan taburan abon dan juga kecap manis di atasnya.
Alma tersenyum senang saat Dea menyentuh bubur ayam kesukaan putri angkatnya itu.
"ternyato yang di katakan urang benar ado nyo. jika badan ini sudah di biasakan akan sesuatu pastinyo akan terus seperti itu meski pun ingatan seseorang di hilangkan dari memorinyo". gumam Alma di hatinya seraya menatap Dea yang mulai menikmati santapan paginya.
ceklek. tuas pintu terdengar di buka dari luar. Rendy datang membawa sebuah plastik kresek putih yang berlogo apotik rumah sakit ini.
"itu obatnya Dee ya Ren?". tanya Alma yang langsung menebak apa yang di bawa Rendy.
"iya tante. ini untuk Dee. termasuk sebotol vitamin di dalamnya". sahut Rendy seraya meletakkan obat obatan tersebut di atas nakas rumah sakit.
"gimana keadaannya sekarang?. apa Dee mulai mendingan?". tanya Rendy seraya meraba keningnya Dean.
"masih harus di pantau lagi Ren. tadi pagi dia cuma bisa di kasih jus yang khusus untuk pencernaannya. karena kata Dee tenggorokan nya sakit jika menelan sesuatu meskipun itu cuma air liurnya". jawab Midea menjelaskan ulang apa yang di katakan Dokter spesialis yang memeriksakan kondisi dari putranya.
"mmm.... ". guman Dean dalam tidurnya seraya menggeliat pelan.
"Hussssss.... cup... cup... sayang.. ". desis Rendy seraya menepuk nepuk pelan pundak Dean.
"kamu udah kasih tau pihak sekolahnya jika Dee sakit hari ini?". tanya Rendy yang teringat akan sekolahnya Dee.
"udah. ga lama Dee tertidur lagi setelah Dee menghabiskan setengah jusnya tadi pagi". sahut Dea.
"aku harap Dee cepat membaik".ucap Rendy penuh harap seraya tersenyum tipis pada Midea dengan tulus.
"makasih Ren". balas Dea seraya tersenyum simpul.
"sama sama Mi". sahut Rendy.
mereka saling bersitatap seraya tersenyum kecil. sementara tanpa mereka berdua tau jika Alma selama ini memperhatikan keduanya.
kedua makhluk ini membuat Alma masih sulit menebak isi hati dan pikiran dari dua insan yang sudah di anggapnya anak ini.
satu sisi Alma menangkap perhatian Rendy yang memiliki rasa khawatir yang berlebihan pada Dean dan Dea. sedari Jasmine hamil hingga melahirkan bahkan saat Jasmine di penjara. Rendy tak pernah berhenti membujuk dirinya untuk tetap memperlakukan bundanya Dee itu dengan baik meskipun Dia bukanlah Jasmine yang mereka cari.
akan tetapi ia belum bisa menangkap rasa yang lain di matanya Rendy saat menatap putri angkatnya itu, selain perasaan iba yang melihat kehidupan sahabatnya sekarang ini.
atau memang dirinya yang tak pandai menilai perasaan orang lain kepada yang lain selain ia melihat rasa cinta yang tulus dari suaminya lantaran karena dirinya dan suami telah lama
"tante mau lihat uda Danang sebentar yo. kalian di sini sajo dulu. takut nyo Dee bangun tak ada siapo siapo. nanti dia menangis lagi". ucap Alma seraya memberikan mereka kesempatan untuk berdua.
entahlah, terkadang ada niat di diri Alma ingin menjodohkan keduanya karena selain sifat Rendy yang memang di kenal baik, sopan serta menghormati wanita. pria muda itu juga sangat dekat dengan anaknya Midea Jasmine ketimbang ayah kandungnya sendiri. yang hingga kini Alma pun tak pernah tau siapa dia yang Sebenarnya.
yang iya tau jika mantan suaminya Midea itu adalah saudara dari suaminya Retha. entah lah. Alma sendiri masih bingung dengan silsilah yang di berikan Retha mengenai keluarga suaminya yang tak lain adalah ayah kandung dari cucunya Mykehl Deansyah.
akan tetapi semenjak Rendy semakin dekat dengan Dea dan Dean. Alma memiliki rasa kekhawatiran sendiri terhadap dua anak manusia itu. Alma takut hubungan mereka berdua menimbulkan fitnah di masyarakat.
apa lagi Rendy yang sering menghabiskan waktunya di rumah Jasmine atau pun di restoran saat pria muda itu lagi tak bertugas.
"Dek". panggil Danang saat melihat sang istri yang terpekur di depan pintu masuk kamar nya Dean.
"kenapo melamun?". tanya Danang.
"ahh.. indak apo apo. uda dari mana sajo. kenapa indak balik balik ke sini setelah mengantar sarapan pagi tadi?". tanya Alma.
"ya ambo musti bawa balik lah rantang nyo dek. biar bisa di isikan makanan laen lagi sama mereka. adek kan juga butuh makan di sini". sahut Danang.
"nanti sajo lah. nih makan siang dulu. ayok kita ke dalam". ajak Danang pada istrinya untuk masuk ke dalam kamar di mana Dean di rawat.
"ehh.. jangan uda. di dalam ada Rendy. nanti sajo lah". ucap Alma seraya menahan sang suami.
"kenapo indak boleh masuk dek?". tanya Danang heran.
"biarkan sajo dulu lah. biar mereka bisa saling mengenal satu sama lain uda". sahut Alma.
"kenapo pulak harus begitu dek. bukannyo mereka sudah lebih dari saling mengenal selamo ini. apa lagi itu si Jasmine sama si Rendy kan sudah sangat dekat".sahut Danang bingung.
"ahhh... ini jangan jangan.. ". Danang tak melanjutkan kata katanya lagi, lantaran ia juga takut salah dalam menebak, sehingga akan menyebabkan sang istri marah karena berlaku suudzoon padanya.
"apo uda?". tanya sang istri berpura pura tak mengerti.
"jangan sayang. jangan begitulah. mereka berdua di dalam tanpa ada pengawalan bisa bisa adek berdosa nanti. karena telah mengundang pihak ketiga di antara anak anak kito". Danang mengingat kan sang istri.
"siapo uda? ". tanya sang istri yang lagi mode bingung dan ga nyambung.
"hantu, setan, iblis, kunti, jin ifrit, dan lain sebagainyo". sahut Danang seraya mengetuk pintu sekali dan langsung membuka nya.
"iss.. uda ini bisa sajo lah". dumel Alma.
"om Danang". sapa Rendy saat melihat Danang di depan pintu.
Danang tersenyum lebar sebagai tanggapan dari sapaan Rendy.
"gimano keadaannya Dean?". tanya Danang yang langsung menghampiri pemuda itu.
"yah beginilah om. tadi sempat bangun sebentar sih cuma buat minum. tapi ngeluh sakit di tenggorokannya. terus ni udah bobo lagi". sahut Rendy yang menjelaskan perkara yang terjadi pada Dean setelah Alma keluar dari kamar ini.
"ohhh.. mungkin pengaruh obat yang ada di dalam infusnyo mungkin. ya ga Ren? ". terka Danang dan menanyakan pendapatnya pada pemuda itu.
"mm.. bisa jadi om. soalnya obat obat yang di resepin tadi sama dokter. belum pun satu sendok di minum oleh Dee". sahut Rendy lugas seraya menunjukkan satu paket obat berupa sirup di atas nakas.
"iyo jugo sih ..mmm... kalau begini kapan sembuhnyo. iya kan? " jawab Danang .
"Dee... cepat sembuhlah cucu ambo ini. biar kita orang bisa maen bersama lagi". Danang mencoba mengajak Dean berbicara banyak.
akan tetapi percuma juga. toh bocah tampan itu kini sedang terlelap dalam tidurnya.
"iyo nak. biar om Rendy ada temannya". timpal Alma.
"iya sayang. Dee cepat sembuh ya"sahut Rendy
Lanjut ke next chapter ya readers. stay cool here ya Readers
...****************...
Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ku ini ya?? dengan memberi like,pp vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉.
Dan jangan lupa follow akun ku di
Noveltoon Hazhilka279
facebook Hazhilka
#Hazhilka
Ig Hazhilka
youtubenya Hazhilka279
Https://hazhilka279.blogspot.com/2023/02/
Terima kasih.