My D you are the first for me

My D you are the first for me
Pengakuan Andra



#Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.semoga enjoy... 😉.


Sesampainya di villa Cindy meminta pada pembantunya untuk menggantikan baju Dean dengan baju santai. sedangkan ia sendiri memilih masuk ke kamar dan menuntaskan rasa sesak di dadanya yang sedari tadi ia tahan.


ia menangis sepuas hatinya dalam dekapan bantal guling miliknya hingga puas. hingga ia merasa lelah dan mengantuk. Cindy pun tertidur hingga waktu yang tak di tentukan sama di saat ia tertidur seperti biasanya.


...----------------...


Midea membasuh wajahnya hingga netranya kembali terlihat normal meskipun warna merah di sekitar hidung mancungnya dan juga kelopak matanya tidak bisa menutupi sembab tersebut. akan tetapi ia sendiri telah menyiapkan jawaban dari setiap pertanyaan para karyawan jika ada yang bertanya tentang keadaan dirinya.


Midea kembali ke kantin sembari menunduk kan wajahnya untuk menghindari pandangan para karyawan terhadap dirinya. setibanya di kantin, Midea di sambut dengan pertanyaan oleh Office Girl yang tadi.


"kakak dari mana saja?.kenapa kakak lama kali. aku bingung mau ngapain kalau mereka datang kak".


"maaf ya. tadi kebelet trus sembelit". jawab Dea asal.


"ohh.. iya kak. tak apa lah. yang penting kakak sudah di sini he.. he.. he. ". kekeh Office Girl tersebut.


dengan di bantu oleh seorang Office Girl Midea tetap melanjutkan pekerjaan yang sudah memang menjadi tanggung jawabnya setiap hari.


sementara di kantornya Andra dua pria itu sedang saling curhat akan rasa perasaan mereka terhadap Jasmine. Satria yang merasa iba dan kagum akan sosok Jasmine yang bersabar dalam setiap keadaan.


sedangkan Andra sendiri yang terpaksa mengakui perasaannya terhadap gadis yang dulunya selalu ia pandangi melalui kafe yang sering ia tongkrongi di kala senja tiba kepada Satria.


"jadi kenapa saat itu abang tak mencoba untuk berusaha lebih giat lagi dalam mendekati Jasmine bang?". tanya Satria yang bernada kecewa.


"takdir tak menjadikan kami bersama. di saat abang sudah punya rencana untuk mendekati Jasminka lebih serius lagi ketika dia pulang dari Jkt nanti. nyatanya ia tak pernah kembali. sekali ia kembali Jasminka telah bersuami". ungkap Satria jujur dari hatinya.


(baca cerita selengkapnya di Jasminka/orchidea yuk. di episode mereka dan cinta rahasianya lalu di lanjutkan She is My Dea


( mengejar istri gila) di episode she is back).


Satria menanggapinya dengan tersenyum simpul mencoba menyemangati Andra.


"tapi itu udah ga penting lagi Tri". ucap Andra tiba tiba seraya menatap Satria.


"karena sekarang ada seseorang yang harus aku prioritaskan. yang harus aku jaga hatinya saat ini". ungkap Andra jujur


"Cindy?! ". ucap Satria yang tau siapa yang Andra maksudkan seraya menatap Andra.


Andra tersenyum seraya menganggukkan kepalanya pelan. lalu Satria pun ikut tersenyum senang. sebab ia juga berharap pria yang ada di hadapannya ini adalah orang yang setia pada istrinya. terlebih istrinya juga mahasiswinya juga selain Jasminka. dalam hatinya ia mengangumi Andra yang berusaha untuk setia di saat ada wanita pertama hadir di sekitar hidupnya.


"kamu beruntung Cin memiliki suami seperti bang Andra. semoga kalian bahagia sampai tua". gumam Satria di hatinya.


"asal kamu tau Satria. Abang sengaja mengatakan itu semua pada abang kamu. selain abang marah pada abang kamu. abang ingin memberi pelajaran pada abang kamu untuk menghargai wanita sekalipun ia seorang pelacur". ujar Andra jujur.


Satria bergeming mencerna kata kata Andra yang memang ada benarnya. bahwa siapa pun wanita itu mereka berhak untuk di hargai.


Satria berada di kantornya Andra hingga sore demi menemani pria itu. bahkan Satria sendiri lebih banyak mendengarkan curhatan dan juga nasehat Andra tentang hidup dan hubungannya bersama istri.


dari situ ia bisa mengambil hikmah bahwa menjalin suatu hubungan pernikahan di saat hati kita pernah mencintai seseorang memang mudah. tapi bertahan dan setia dengan pernikahan itu tidak semua orang mampu. kebanyakan dari mereka menyerah pada pernikahannya dengan dalih alasan tidak saling cinta.


waktu berlalu hingga sore hari.akhirnya kedua pria tampan itu memutuskan pulang ke rumahnya masing masing. sebelumnya Satria ingin melihat mahasiswinya yang bekerja di perusahaan ini hanya untuk memastikan jika mahasiswinya itu baik baik saja.


Andra mengantar Satria ke kantin dan menemani pria itu untuk melihat keadaan kakak iparnya di perusahaan ini. Satria hanya bisa memperhatikan Midea dari kejauhan. dan ia melihat dengan mata kepalanya sendiri jika kakak iparnya itu masih baik baik saja meskipun baru saja bertengkar dengan abang sepupunya menurut ceritanya Andra.


"salam ya bang buat dia. tolong bilang sama dia kalau Retha kangen sama mereka berdua. dan katakan juga kalau nanti dia berniat jalan jalan ke Mdn jangan lupa kasih kabar ke kami semua". pesan Satria.


Satria tersenyum miris.


"ga apa bang. mungkin dia masih belum mau ketemu dengan keluarga Kehl. tolong abang sampaikan saja salamku untuk bundanya Dee itu". ujar Satria seraya melirik Andra sekilas lalu tatapannya kembali ke pada wanita yang masih bergelut dengan pekerjaannya yang dulunya sering di lakukan bersama istrinya saat mereka menghabiskan waktunya di rumah.


"aku duluan ya bang".pamit Satria setelah merasa cukup melihat keadaannya Dea.


"oke. makasih ya untuk hari ini. dan hati hati bawa mobil". pesan Andra untuk pria yang sudah di anggapnya adik itu.


akhirnya Satria pun pamit ke parkiran untuk mengambil mobilnya dan segera berlalu dari Situ untuk kembali ke Mdn. pulang ke rumah di mana ada istri tersayang yang sedang menanti dirinya pulang.


Andra sendiri yang melihat Midea masih berada di kantin perusahaan sementara suasana di sekitar kantin mulai sepi. hanya satu dua yang masih berada di kantin untuk membereskan stand stand yang tersisa dari pekerjaan mereka serta beberapa cleaning service yang membantu mereka, akhirnya menyapa wanita itu yang telah menjadi karyawannya sekarang.


"Jasmine?.Andra memanggilnya.


tetapi Midea tak menggubrisnya. Andra mencoba memanggil Midea dengan nama aslinya. tetapi tetap saja wanita itu tak menanggapi panggilannya. lalu ia mencoba memanggilnya kembali hingga panggilan yang kedua Andra dengan sebutan Midea. akhirnya wanita itu menoleh juga.


"ohh.. pak Andra". balas Dea.


"kamu lagi apa? ". saya panggil kamu sampai tiga kali loh". tanya Andra yang sedikit protes.


"oh. mm ma.. af pak". sahut Midea kikuk.


"ga apa. kamu kenapa belum pulang?". ini udah sore lagian juga udah sepi loh?". tanya Andra seraya memberitahukan suasana di sekitar kantin dan kantor perusahaan tersebut.


"iya pak sedikit lagi. nanggung". jawab Midea seraya menyusun nastar nastar tersebut ke dalam beberapa toples dan kotak.


"masih banyak yang mau kamu buat kue nya?". tanya Andra yang memperhatikan apa yang di lakukan Midea saat ini.


"ini udah siap kok". sahut Dea seraya memasukkan toples tersebut ke dalam sebuah plastik kresek putih yang masih rapi.


"kamu pulang naik apa. ayok barengan sama saya. sekalian kan kamu mau jemput Dean? ". tawar Andra.


"hmm... ga apa pak biar saya pulang naik angkot aja". tolak Dea secara halus.


"udah terlalu sore. saya ga yakin kamu akan dapat tepat waktu angkotnya. kamu pulang sama saya aja ke rumah sekalian untuk jemput Dee. saya tunggu kamu di parkiran sekarang". titah Andra.


Midea tak menyahut. karena ia sendiri masih ragu. seraya memikirkan keputusan untuk pulang ia pun terus membereskan sisa pekerjaannya.


...**************...


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ke empatku ini ya?? dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉


Dan jangan lupa follow akun ku di


Noveltoon Hazhilka 279


facebook Hazhilka


#Hazhilka


ig Hazhilka279


.


Terima kasih.