My D you are the first for me

My D you are the first for me
ketika kecemburuan Justin hadir



"Hai readers I am coming back. Selamat membaca kembali..


Justin memasuki lift dengan berjalan gontai. semangatnya menghilang seketika setelah melihat perubahan sikap Midea terhadap putrinya. wanita itu hanya bergeming tanpa mau berkomentar apa pun terhadap Keyra.


wanita itu bersikap dingin saat ia menyebut kan nama Keyra. jangankan memberi jawaban akan datang atau tidak demi Keyra di acara ulang tahun putra mereka nantinya. bahkan menanyakan kabar tentang Keyra saja tidak, apa lagi membahas yang lain.


pada hal dulunya mereka berdua sangat dekat dan akrab. Justin bisa merasakan itu melalui video yang tersimpan di ponselnya Satria saat adik sepupunya itu merekam diam diam kegiatan istrinya dan kebetulan ada Keyra di rumahnya Satria saat Midea masih tinggal di paviliunnya Satria.


lift berhenti di lantai dua puluh tujuh. ia keluar dari sana dan langsung di sambut baik oleh panitia dari event tersebut. Justin menempati kursi vvip dan berada di samping salah satu koleganya yaitu mr. Alexander, bersama orang orang penting lainnya yang turut andil dalam event ini.


ia melihat penampilan dari setiap model yang menggunakan gaun pengantin dari setiap model dan style yang berbeda. ia menyetel jam tangan khususnya untuk melihat sinyal dari GPS yang terpasang pada perhiasannya Midea.


wanita itu masih berada dalam jangkauannya yaitu di ruangan yang sama dari gedung ini. Justin masih merasa tenang selama Midea masih menggunakan salah satu perhiasan yang kini telah ia pasangi alat pelacak sama seperti alat pelacak yang terpasang di jam tangan putrinya itu.


pria duda tampan itu kembali memperhatikan penampilan dari setiap para model yang menggunakan produk terbaru mereka.


"sepertinya produk kita akan booming setelah ini. lihatlah para model tersebut Justin". tunjuk mr. Alex ke arah panggung catwalk.


Justin mengikuti arah telunjuk mr. Alex.


"mereka tetap cantik berdasarkan ciri khas nya masing masing. itu di karenakan produk yang kita ciptakan berdasarkan jenis kulit mereka masing masing". ucap mr. Alex dengan sedikit berteriak di telinganya Justin di karenakan musik yang sedang bergema di ruangan ini.


"ya mr. saya berharap begitu".ujar Justin seraya menyunggingkan senyum.


kini keduanya kembali ke arah panggung untuk melihat penampilan yang lainnya.


peserta dari tim satu dan juga dua merasa puas karena telah menyelesaikan penampilan mereka masing masing dengan baik.


kini Qanita menunggu giliran mereka setelah tim peserta no urut tiga berhasil menyelesai kan penampilan mereka hari ini.


akhirnya tiba giliran timnya Qanita untuk menampilkan busana terbaiknya. satu persatu rancangannya Qanita di tampilkan pada event itu. semua gaun tampak mewah dan indah terlihat di mata para undangan.


Dea berdiri tepat di ujung panggung catwalk sembari menanti model yang lain kembali dari Putarannya yang pertama. lampu sorot secara bergiliran menyoroti setiap panggung catwalk seiring langkah para model dalam menampilkan penampilan terbaiknya.


semua kembali ke sisi panggung catwalk hingga tersisalah Midea yang belum berjalan sama sekali untuk memperagakan gaunnya.


blizzt.. lampu sorot menyilaukn netra pekat nya Midea seorang. entah karena terlalu tajam pencahayaan dari lampu tersebut atau karena dirinya yang sudah lama tak mem -biasakan dirinya lagi dengan lampu lampu sorot tersebut. apa lagi ia juga sudah tak pernah melakukan pekerjaan seperti ini lagi.


Midea merasa tak nyaman di buatnya. lampu sorot tersebut membuat Midea seakan buta untuk melihat ke arah depan. yang mana seharusnya saat ini lah ia sudah mulai harus berjalan.


kode kecil dari setiap model di tujukan pada Midea agar memulai pertunjukan busananya saat ini. tetapi tetap saja ia mengalami kesulitan dalam melihat saat ini. tiba tiba terlintas bayangan sorot lampu mobil yang mengarah padanya. tetapi seketika itu juga bayangan itu menghilang saat Dea memaling kan wajahnya ke arah lain seraya menutup matanya.


sementara dari kursinya Justin memperhati kan tingkahnya Midea yang merasa tidak nyaman pada lampu sorot yang di tujukan pada wanita itu saat ini. ia segera mentitah kan pada anak buah papanya agar segera mematikan lampu sorot yang di tujukan langsung pada mantan istrinya itu.


sang manager hotel pun langsung meng -hubungi bagian operator lampu agar segera mematikan lampu yang menyoroti Midea secara langsung. operator lampu pun segera menuruti titah bossnya.


lampu sorot tersebut telah di matikan yang tersisa hanyalah lampu biasa yang menerangi seluruh panggung catwalk. Midea perlahan membuka matanya saat ia merasa tak ada lagi cahaya kuat yang menyilaukan kedua matanya.


kini ia menoleh ke arah depan dan menatap lurus pada ujung panggung. kakinya mulai melangkah dengan pasti seiring rasa percaya dirinya yang mulai muncul kembali setelah beberapa tahun vakum dari dunia ini.


Midea mengitari keseluruhan panggung catwalk lalu berhenti di ujung panggung lalu memutar tubuhnya dan berhenti di sana barang beberapa detik untuk memberikan kesempatan pada tamu undangan melihat detail kain yang di gunakan serta mode dan rancangannya Qanita dari gaun yang di gunakan oleh Midea.


"she is so beautiful". celoteh seorang ibu ibu bule yang menyaksikan penampilan Midea secara langsung dari kursi vvipnya.


"perfect bride"(pengantin yang sempurna). gumam salah satu pria tua dari tamu vvip yang tak jauh dari tempat duduknya Justin.


"yeah. you are right sir. she is so beautiful and so perfect in that dress."( yah, anda benar tuan. dia begitu cantik dan juga begitu sempurna dengan gaun itu". timpal salah satu tamu vvip lainnya yang usianya jauh di bawah pria tuaL


Justin menoleh ke arah dua pria yang tak jauh dari tempat duduknya saat ini. ia memperkira kan pria tua itu sebaya dengan salah satu investor terbesarnya saat ini. sedangkan pria muda itu di perkirakan berusia sama dengan adik sepupunya yang jutek saat ini.


"is she married?".(apakah dia sudah menikah? ")". tanya seorang pria tua tadi.


"I don't think so. because her body is still sexy and doesn't look like she's even married" ( saya rasa belum karena tubuhnya masih sexy dan tidak terlihat seperti sudah menikah pun)". jawab pria muda itu.


"I Want her to be my bride".( aku ingin dia jadi pengantinku)".kata pria tua itu di iringi dengan senyumnya yang nakal.


"so do I sir. hehehe". celetuk pria muda itu dengan kekehannya.


Justin memperhatikan kedua pria yang ber beda generasi itu tengah menatap kagum pada mantan istrinya itu. netranya bolak balik memperhatikan ketiganya antara melirik ke arah Midea yang kini tengah menampilkan senyum terbaiknya ke pada seluruh tamu undangan yang hadir, dan juga ke pada dua pria itu yang masih saja menatap kagum pada mantan istrinya itu.


Justin memperhatikan tatapan mata dari kedua pria tersebut di mana salah satunya adalah seorang pria tua yang tadi sedang tersenyum menyeringai memandang nafsu pada Midea.


melihat pemandangan ini tentu saja membuat Justin di hinggapi rasa cemburu dan juga sekaligus khawatir jika sampai dua pria itu nekat mendekati Midea hanya untuk bisa mengencani Midea barang semalam.


membayangkan hal itu membuat Justin harus berhati hati mulai sekarang untuk menjaga Midea.


"dasar pria tua ga tau diri berani beraninya ia menatap nafsu pada ibu dari putraku". gerutu Justin di hati dengan sorot netra yang tajam pada kedua pria itu.


lalu ia kembali menatap Midea yang masih berjalan anggun di atas catwalk. Midea kini mulai merasa nyaman dengan apa yang di kerjakannya sekarang. karena ia berniat untuk memberikan yang terbaik untuk tantenya itu.


sementara Qanita menatap puas pada apa yang di lakukan Midea. wanitu itu masih saja terlihat berkelas di atas catwalk meskipun profesi ini telah lama ia tinggalkan. saat semua netra tertuju pada Midea bak seorang putri raja dari kerajaan asia selatan itu tiba tiba semua di kejutkan oleh sepasang suara yang menyebutkan kata kata


"undaaaa... bundaaaaa....".


Nb:


ketika para bocah beraksi...


The next chapter...


Midea yang marah besar kepada Justin dan menuduh Justin biang kerok dari rusaknya fashion show dirinya untuk Qanita.


Tetap stay terus ya readers..


Yok kita ke next chapter ya reader..


****************


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ku ini ya?? dengan memberi like,vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉.