
“Papi! Mami!” ara berlari memeluk kedua orang tuanya.
Sementara deon hanya melangkah pelan mendekati kedua mertua nya itu.
Begitu sampai dihadapan kedua orang tuanya Deon segera menyalim papi ara, tapi hanya menunduk hormat pada ibu ara, dia sudah pernah mencoba menyentuh tangan mami ara, tapi ternyata alerginya pada wanita berpengaruh pada mami ara.
Untung saja mertuanya itu tidak mempermasalahkan alergi yang diderita deon, mereka justru senang hanya putri mereka yang bias disentuh.
Dengan begini bukannya deon tidak bisa selingkuh, mau bersentuhan saja dia sudah kalang kabut, apalagi melakukan hal lebih.
“Papi sama mami mau pulang langsung? Atau mau makan siang dulu diluar?” Tanya deon dengan sopan.
“Pulang saja nak, papi sudah lelah, kita makan di rumah saja” pinta papi, memang wajah mertuanya itu terlihat kelelahan.
“Baiklah pi” Deon menyuruh beberapa bodyguard yang dia bawa untuk mengambil tas dan koper kedua mertuanya, dia berjalan mengikuti ara yang masih dengan riang menggandeng kedua orang tuanya.
Deon mengeleng pelan sambil tertawa, “Sekarang aku sepertinya harus mengalah” gumam pria itu pelan.
...🐤🐤🐤🐤🐤...
Shasa dan kedua orang tuanya sekarang berada di rumah kedua orang tua dicky, kebetulan Dicky saat itu ada dirumah karena dia baru saja pulang dari dinasnya.
“ada maksud apa ibu dan bapak ke rumah saya?” Tanya Papi Dicky To the point.
“Begini, ibu dan bapak, putra ibu dan bapak telah menghamili putri saya, saya kesini ingin meminta pertanggung jawaban dari putra bapak” jelas Ayah shasa dia sudah berusaha menebalkan kulit mukanya dari rasa malu yang sedang dia derita. Bayangkan saja, bagaimana malunya ayah kita memohon pertanggung jawaban dari pria yang menghamili anaknya.
“Hahahahhaha” Dicky tertawa keras mendengar pernyataan ayah Shasa, sementara kedua orang tua dicky terlihat bingung kenapa putranya itu bisa tertawa selepas itu, padahal disini dia yang bersalah telah menghamili anak orang.
“Mau minta pertanggung jawaban seperti apa pak? Saya sudah membayar wanita itu lima ratus juta, dan kami sudah memiliki perjanjian tidak ada hubungan lebih, selain hanya s**s, putri bapak ini menawarkan dirinya pada saya, dia menjual dirinya? Jika kami melakukannya atas dasar suka sama suka saya mau menikahinya, tapi jika seperti ini, saya rasa dia tau resiko berhubungan badan bukan? Kenapa dia tidak memakan pil kb atau suntik kb, aku sudah mengatakan padanya aku tidak suka pakai pengaman dan dia menyetujui semua perjanjian yang kami buat diawal!” jelas Dicky disela tawanya.
Betapa malunya wajah ayah shasa begitu mendengar putrinya lah yang menjual diri pada pria itu, “Tapi nak dicky, sekarang dia hamil, didalam perutnya ada anakmu, dan pihak sekolah telah mengetahui hal ini, kami mohon, tolong nikahi putri saya, namanya akan hancur jika kamu tidak mau bertanggung jawab, dia masih muda berikanlah kesempatan pada putriku untuk melihat masa depannya” kali ini bunda shasa yang memohon, dia tau suaminya tidak dapat berkata apapun lagi.
“Gugurkan saja! Aku tidak ingin memiliki cucu dari Rahim wanita murahan” Suara itu berasal dari mami Dicky. Sejak awal dia melihat shasa dia tidak suka dengan gadis itu, sekarang ada anak? Memang itu darah daging dari putranya, tapi darah daging itu hanya berupa janin dan masih bisa digugurkan.
“Kak aku mohon, jangan pinta aku untuk menggugurkan bayi ini, aku takut” ucap shasa dengan terisak. Hidupnya sudah hancur, dan dia hanya bisa memohon pada dicky untuk menikahinya.
“Bukankah kakak bilang kakak menyukaiku?” lanjut shasa lagi.
“Maaf, tapi aku tidak bisa menghancurkan nama baik keluargaku! Menikahimu sama saja dengan mengatakan jika aku bersalah, yang bersalah disini adalah dirimu yang mau tergiur dengan uang 500 juta, aku rasa itu sudah cukup untuk menghilang dari kota ini dan hidup di tempat lain” Dicky sama sekali tidak merasa kasian dengan tangisan shasa yang begitu menyayat hati.
“Sudah dengar apa yang putraku katakana?! Sebaiknya kalian semua pergi dari sini, jika tidak mau aku akan menyuruh satpam untuk menarik kalian keluar dengan paksa” setelah berkata seperti itu mami dicky beranjak pergi diikuti dengan papinya.
Setelah kedua orang tuanya pergi dicky mengeluarkan cek dari saku bajunya, Dia menulis cek dengan nominal 150 juta, “ini gunakan uang ini untuk mengaborsi bayi itu, dan segera kalian pergi atau mamiku akan melaksanakan apa yang dia perintahkan.
Dengan perasaan malu dan sedih ke dua orang tua shasa pergi sambil menarik shasa. Mereka sudah tidak tau lagi bagaimana cara menanggung malu dari perbuatan putri tercintanya.
“selamat datang” sorak ayah dan bunda Deon begitu, mobil deon memasuki halaman rumah keluarga Ara.
Shahnaz memeluk sahabatnya mitha dan mengucapkan terima kasih atas penyambutan yang diberikan, walau ada yang tidak hadir, tapi suasana hari itu terlihat sangat bahagia.
Saat ini ara persis seperti cicak yang menempel pada papinya, dia tidak mau melepaskan rangkulannya pada papinya itu.
Deon hanya menghela nafas bersabar dengan tingkah kekanakan istrinya, jika di lihat lagi, ara memang masih memerlukan kasih sayang dari ayahnya, karena umurnya masih 18 tahun, umur dimana para remaja masih sibuk bermain, sedangkan ara harus menikah, jadi wajar jika tingkahnya masih seperti cicak kepada ayahnya.
.
“kalian berdua jadi tidur disinikan?” Tanya mami ara.
Ara mengangguk cepat, dia sudah lama tidak tidur dirumahnya sendiri apa lagi ada papi dan maminya.
“Iya mi, deon juga sudah membawa barang-barang kami kesini” jelas Deon.
Ara menoleh dan menatap deon bingung, ‘kapan dia menyiapkan semua nya?’ pikir ara.
“Berapa lama kalian menginap disini?” kali ini papi Ara yang bertanya.
“Mungkin sekitar satu bulan pi, karena bulan depan Deon akan sedikit sibuk” jawab deon lagi, dia sudah mempersiapkan semuanya, dia tau istri kecilnya itu pasti sangat merindukan kedua orang tuanya, makanya Deon berniat untuk tinggal disana sampai satu bulan.
“Benarkah kak?” jerit Ara tidak percaya.
Deon mengelus rambut ara dan tersenyum, “iya”.
Semua perlakuan deon itu dilihat oleh kedua orang tua ara, mereka sangat bahagia, deon terlihat sangat menyayangi putri mereka, dan dia lebih mengutamakan kebahagian putri mereka di banding dengan pekerjaan deon.
“Kamu selalu patuh dengan suamimu kan dek?” Tanya mami ara.
“Tentu mi! bahkan ara sampai rela tidur tengah malam unt__ “ mulut ara baru saja dibekap oleh deon, dia masih belum siap menerima amukan dari papi dan mami ara serta kedua orang tuanya.
“Ngapain sampai rela tidur tengah malam Ra?” Tanya bunda deon.
“Ara nungguin deon pulang kerja bun, dia tidak bisa tidur kalau suaminya ini gak ada disampingnya” Deon memberikan kode pada ara agar jangan mengatakan apapun dulu untuk sekarang.
"i-iya bun, hehehehe" sambung ara.
"Harusnya kamu tidur aja duluan sayang, kasian kan tidur sampai tengah malam".
"iya bun, ara akan tidur pada waktunya" jawab ara dengan senyum yang dipaksakan sambil melirik suami tercintanya, yang akhir-akhir ini suka mengajaknya ara olahraga malam hari.
...🐥🐥🐥🐥🐥...