
Setelah mendengar ucapan putranya, Mitha sedikit berusaha menenangkan pikirannya, dia berusaha mencerna semua pembicaraan nya dengan Acha sahabat nya.
🍃 flashback on 🍃
Mitha dan Acha janjian di tempat pertama kali mereka bertemu, disana mereka asik berbicara tentang nostalgia masa SMA mereka berdua, Acha sama sekali tidak pernah membayangkan sahabat nya yang dulu lebih miskin dari dirinya kini menikah dengan pengusaha kaya. Roda terus berputar, acha yang dulu kaya kini berada di bawah, sedangkan Mitha yang miskin sekarang berada diatas.
Mereka juga merindukan sahabatnya yang bernama Shahnaz, yang biasa mereka panggil nanaz. kabarnya dia juga menikah dengan seorang pengusaha, tapi mereka masih belum bertemu dengan Shahnaz sampai sekarang.
"Jadi Mit, bagaimana? apa kita akan mempertemukan anak anak kita?" tanya Acha secara mendadak, sebenarnya tujuan dia bertemu dengan Mitha adalah membicarakan tentang perjodohan anak-anak mereka.
"Ah, soal itu, aku sudah bertanya pada putraku, dan dia menolaknya, maaf ya cha, aku tidak bisa memaksanya" Ujar Mitha terdengar sedih.
Acha terdengar kecewa, tapi dia tidak akan mudah menyerah, "Mit, kamu yakin mau membiarkan putramu dengan pilihannya? kamu sudah liat bibit, bebet dan bobotnya?"
Mitha terlihat terkejut mendengar ucapan Acha, pasalnya Mitha bukanlah mertua yang mengerikan, dia juga tidak masalah jika menantunya miskin, karena dia berasal dari keluarga miskin.
"Aku tidak masalah mau dia miskin atau kaya, aku gak masalah cha".
" Kamu yakin?" tanya Acha sekali lagi. "kamu tidak masalah jika wanita itu hanya mengincar kekayaanmu Mit?"
"aku yakin sama pilihan putraku" jawab Mitha yakin.
Acha tampak tidak terima, dia ingin putri yang berjodoh dengan putra Mitha, sebenarnya acha ingin mengatakan pada Mitha tentang putranya yang melecehkan Shasa, tapi dia ingat, Shasa melarang itu dikatakan sampai waktunya tiba.
"Sebenarnya ya mit, putriku dan putramu sudah lama kenal" Acha mulai menyampaikan cerita bohong yang disampaikan oleh mulut putrinya sendiri.
"Kenal? ohh Deon bilang bukan Shasa wanita itu cha" Kata Mitha menjelaskan.
"Iya mereka kenal Mitha, bahkan putriku kenal wanita yang menjadi pilihan putramu, dia juga menceritakan banyak hal pada padaku tentang calon menantu mu itu".
" Benarkah? ya ampun bisa ceritakan padaku? kau punya fotonya?"
Acha mulai menunjukkan foto yang di dapatnya dari putrinya Shasa. di foto itu Ara duduk diatas sebuah motor ditemani dengan ketiga sahabat prianya.
"Dia seorang wanita malam, sukanya balapan liar, merokok dan mabuk-mabukan, dia ini teman sekelas putriku Shasa, disekolah wanita ini hanya mau bermain dengan pria, hanya shasa putriku yang mau berteman dengannya, tidak tau sudah dipakai berapa kali sama para pria itu, yang pasti wanita ini bukanlah wanita baik baik namanya Ara" Dengan semua kemampuan yang dia miliki Acha mulai bercerita tentang kebohongan yang Shasa ciptakan.
Mitha tampak emosi, mendengar ucapan Acha, tapi dia berusaha untuk menyembunyikan itu, "Itu pasti tidak benar, tidak mungkin putraku memilih wanita seperti itu".
" Aku yakin putramu sudah di suap dengan tubuhnya, makanya putramu bersih keras untuk menikahi wanita itu" Acha semakin memanas manasi Mitha, dengan berbagai bumbu agar Mitha membatalkan pilihan menantu nya dan lebih memilih putrinya.
🍃 flashback off 🍃
Mitha masih melamun mengulang kembali pertemuannya dengan Acha barusan. lalu pikirannya kembali mengingat ucapan yang putranya katakan.
Kepala Mitha sampai pusing memikirkan masalah itu.
...🐣🐣🐣🐣🐣...
Deon masuk kedalam rumahnya dengan langkah pelan, dia tau jika dia terlihat terburu-buru maka bunda nya akan kembali memikirkan hal negatif tentang dirinya.
"Bunda" panggil pelan Deon, pada sosok bunda nya yang terlihat termenung di sofa.
Pandangan Mitha segera teralih pada Deon. "Cepat kemari" pinta Mitha, seperti nya dia sudah mulai tenang saat ini. "Katakan yang sebenarnya pada bunda, apa wanita yang kamu pilih itu bernama Ara?"
Deon mengangguk pelan, mulutnya masih terkunci, dia menunggu ucapan apa yang akan bunda nya lontarkan lagi.
"Apa kamu tau bagaimana kelakuan wanita itu diluar sana? Deon dia bukan wanita baik-baik, bunda memang membebaskan mu memilih tapi jangan memilih wanita malam seperti itu! Bunda tidak masalah dia miskin dan hanya mengincar kekayaan keluarga kita, tapi jangan pernah masukkan wanita tidak benar ke dalam keluarga ini!" Amarah Mitha tidak dapat ditahan lagi, dia lalu mengeluarkan foto yang tadi sempat dia minta dari Acha, foto Ara dengan ketiga temannya.
Melihat itu Deon hanya tersenyum kecut, dugaannya ternyata benar, bunda nya telah terkena racun ular berbisa.
"Dari mana bunda mendengar itu?" Deon masih berusaha tenang menjawab semua amarah Mitha.
"Sahabat bunda, putrinya adalah sahabat dari wanita malam itu" sindir Mitha.
Deon masih berusaha menahan gejolak amarahnya, dia sangat marah bunda nya berkali-kali mengatakan Ara adalah wanita malam, padahal hanya selembar foto dan itu foto tampak normal, malah Ara terlihat keren duduk di atas sebuah motor besar dan tiga teman Ara hanya merangkul Ara dengan tersenyum, Ara disana juga memakai baju yang sopan, dia memakai celana hitam dan jaket kulit, tidak terlihat seperti wanita bayaran, sepertinya foto itu diambil saat mereka ikut balapan liar.
"Dan bunda percaya begitu saja pada ucapan sahabat bunda dibanding dengan ucapan dari mulut putra bunda sendiri?" Ujar Deon dengan tenang, dia sudah biasa menangani orang orang yang emosi. Jika orang sedang emosi, kita menjawabnya dengan emosi juga maka urusannya tidak akan selesai begitu saja malah makin hancur.
"Bunda berusaha untuk tidak percaya, tapi itu sahabat bunda sendiri yang bilang, dan kamu tidak pernah mau mempertemukan bunda dengan wanita itu, pasti kamu tidak mau karena dia bukan wanita baik kan?" Nada suara Mitha kini terdengar pelan, ketenangan Deon berhasil menghilangkan sedikit emosi dalam diri Mitha.
"Sudah berapa kali Deon katakan bun, Deon tidak ingin mempertemukan bunda dengannya karena dia masih bersekolah, Deon sangat mengenal bunda, bunda akan terus menemui menantu bunda jika bunda menemui nya, bunda saat ini tidak mengenalnya tapi bunda percaya saja ucapan bohong yang diucapkan oleh sahabat bunda, Kenapa bunda tidak mau percaya pada Deon? Sahabat bunda mengatakan hal hal seperti itu karena ingin Bunda menyetujui perjodohan dengan putri nya".
"Acha itu baik, dia tidak mungkin seperti itu pada bunda, dulu bunda sering dia tolong, jadi dia tidak mungkin sejahat itu, bunda sudah bertemu dengan Shasa, dia cantik, pintar dan baik, bunda yakin kamu akan menyukai nya jika mengenalnya" ucap Mitha dia kembali teringat masa SMA nya yang sering dibantu oleh Acha, karena keluarganya yang miskin.
"Bunda hanya melihat sekali dan bunda yakin dia wanita baik, bunda tidak tau, Shasa menjadi salah satu wanita bayaran yang di sewa Andri dan angga untuk melakukan penelitian mereka pada Deon" Deon menjeda ucapannya melihat reaksi yang akan bunda nya berikan. Wanita itu tampak membesarkan kedua matanya tanda terkejut.
"Deon yakin bunda tidak percaya dengan ucapan Deon, bunda akan memilih percaya wanita yang bernama Shasa itu adalah wanita baik baik, dan Ara adalah wanita jahat" Lanjut Deon.
"Jadi ucapan Acha itu bohong?" tanya ulang Mitha.
"Sebagian bohong dan sebagian terlalu di lebih lebihkan, bunda belum bertemu dengan Ara, jika bunda bertemu dengannya, Deon yakin bunda akan menyukai nya dan akan terus bertemu dengannya".
" Apa maksud sebagian bohong dan sebagian terlalu di lebih lebihkan?".
...🐥🐥🐥🐥🐥...