
Brian duduk di kursi kebesaran nya sambil menyilang kan kaki. Dan Lars berada dibawahnya duduk bersimpuh sedangkan kedua teman mereka dan bobby berada di samping kiri dan kanan Lars.
"bob mana daftarnya?" tanya Brian sambil menengadahkan tangan pada Bobby.
"Ini tuan" Bobby menyerahkan dokumen yang sudah dia siapkan.
"hmmm Lebanon, Yunani, Israel, Afrika, india Jepang wahhh masih banyak yang lain juga, kau akan pilih yang mana Om lala?" tanya Brian dengan senyum mengerikan seperti akan memakan Lars.
"Kalau bisa memilih aku akan memilih disini aja, maafkan aku, abang Ray sakit karena aku, aku janji akan memperhatikan makanan dan minuman abang Ray mulai sekarang" jawab Lars sambil tertunduk lesu.
"kita undi aja bro, dan selipkan satu kertas free hukuman, jika dia beruntung dia dapat free dari hukuman" usul Johan dengan tawa kecilnya.
“Ya sudah kalian undi saja” brian berujar asal, tangannya sudah memegang ponsel untuk melihat cctv yang dia pasang di dalam kamarnya, tujuannya memang untuk melihat kedua jantungnya berada jika dia diusir dari dalam kamar.
Terlihat abang Ray sudah bangun dan sedang disuapi bubur oleh ay. Putra sulungnya itu beberapa kali merengek dan menggelengkan kepala ketika ay ingin menyuapinya, tapi beberapa saat kemudian ay berhasil menyuapi abang Ray dengan berbagai cara, seperi bermain pesawat-pesawatan, dan meluncur masuk ke dalam mulut abang Ray. Membujuk dengan cara mengatakan kelezatan makanan hingga cara-cara yang lain, brian tersenyum begitu melihat ay berhasil membuat putranya yang sedang manja itu berhasil menghabiskan bubur satu mangkok anak kecil.
“lebanon!” pekikan johan menyadarkan brian yang sedang menatap ay dan ray.
“jadi ke Lebanon?” kata brian dengan mengulum senyumnya. “lumayan, lo Cuma tinggal membantu penyelamatan perdagangan manusia di sana, siapa tau lo ketemu jodoh lo” tambah brian lagi.
Lars hanya bisa mengangguk pasrah, begitu mendapat misi baru yang harus dia lakukan, dan kali ini penyelamatan perdagangan manusia, lars menghela nafas panjang, “baiklah” jawabnya pasrah.
Brian kembali melirik ke arah ponselnya, dia sedikit tersenyum melihat ay yang kesusahan dalam memberikan obat pada abang ray, pria itu sedikit tersentak ketika ponsel yang dia gunakan untuk melihat ay dan ray menampilkan panggilan telepon dari ay.
‘My Sweety Calling’
Dengan cepat brian mengangkat ponselnya yang berdering.
📲“ke kamar sekarang bujuk putramu yang gak mau minum obat” tanpa mendengar salam Brian dan tanpa menunggu jawaban ay berkata dan langsung mematikan ponselnya.
Brian tegak dari kursinya, “kalian semua ikut aku, kita punya misi paling penting saat ini” perintah brian.
Semua orang di sana mengikuti perintah brian untuk mengikutinya menuju kamar utama brian.
...🐼🐼🐼🐼🐼...
“Sayang mommy, jagoan mommy, makan ya obatnya” bujuk ay entah sudah yang ke berapa kali ay mengulangi ucapannya. Kalau soal makanan Ay bisa membujuknya dengan mudah, tapi kalau masalah obat bos kecil itu sangat membencinya.
“Ndak au mommy!” tolak abang ray lagi, sudah berkali kali bos kecil itu menolak diberikan obat, dia ingat rasa pait dan tidak enaknya obat yang ada di tangan ay, jadi abang Ray selalu sulit untuk disuruh minum obat, lain cerita jika disuntik, bos kecil itu sama sekali tidak takut dengan suntikan,benda tajam ataupun pistol, mungkin memang karena anak seorang mafia mentalnya sudah terbentuk sejak dia bayi.
“Gak pait kok, minum ya” bujuk ay lagi.
“Ndak mommy bo’ong, peluk mommy” rengek abang ray, bos kecil itu masuk ke dalam pelukan ay sambil terisak kecil.
“jagoan kok nangis” suara brian membuat ay sedikit lega, akhirnya pria itu datang, ay sudah tidak bisa membujuk Ray lagi, sekarang ay membutuhkan bantuan suaminya itu.
“abang ndak au daddy” isak ray di dalam pelukan Ay.
Ay ikutan menatap sendu pada brian, membuat ketua mafia itu menundukkan kepalanya memberikan kecupan pada kening ay, “Abang, mau minum susu coklat gak?” brian mengambil ray dan membuat bos kecil itu berpindah kepangkuan brian.
“boleh dicampur ke susu nya jo?” tanya brian pelan pada sahabatnya itu.
“boleh sih, tapi rasanya akan berubah, nanti abang gak menghabiskannya atau dia kapok minum susu” ujar Johan.
Lars merasa bersalah telah membuat bos kecilnya menjadi sakit. “abang mau ke kebun binatang gak?” lars kali ini berjongkok dan menatap punggung bos kecil.
Ray menolehkan kepalanya mendengar ucapan Lars. “kebun binatang? Boleh?” kali ini mata Ray menatap daddy nya brian. Ray sangat suka dengan hewan, bahkan hewan peliharaan daddy nya malah bertambah banyak sejak ada Ray.
“boleh tapi abang makan obatnya ya” bujuk Brian dengan lembut.
“habis minum obat langsung minum susu biar paitnya ilang, mau pergi ke kebun binatang kan?”
“abang minum api daddy danji kita pergi ebun binatang” tawar abang ray sambil mengarahkan jari kelingkingnya pada Brian. Sejak kecil pria itu memang sangat menyukai binatang, dan paling suka memegang binatang atau hanya sekedar menonton.
Brian mengulum senyum sambil mengaitkan kelingkingnya dengan kelingking ray, “iya daddy janji, sekarang abang minum obatnya ya” kata brian dengan lembut, siapa yang bisa sangka, ketua mafia bisa bersikap seperti ini.
“Yee~ daddy dah janji” girang abang ray, bos kecil itu mengangguk mau memakan obatnya. “daddy ajak om uncle juga ya” tambah Ray lagi.
"bisa aja ni bos kecil" kekeh johan.
“iya nanti om uncle ikut” jawab brian cepat sambil meminumkan obat ke dalam mulut ray, lalu Ay cepat-cepat memberikan susu kesukaan bos kecil itu.
“Abang bobok lagi ya, pergi ke kebun binatangnya nanti pas abang udah sembuh” kata ay.
“ndak au abang mau nonton” tolak Ray.
“ya udah abang sama mommy nonton, daddy sama om uncle kerja dulu ya, biar abang bisa jalan-jalan” ujar brian.
“oke daddy” seru ray senang.
...🦊🦊🦊🦊🦊...
“mommy~” panggil ray, bos kecil itu sudah mulai mengantuk.
“apa sayang?”
“Pok pok” ray meraih tangan ay dan meletakkan di pantatnya. Kebiasaan bos kecil itu kalau mau tidur ya ditepuk-tepuk badan atau pantatnya.
“Abang udah mau tidur?” tanya Ay.
Ray mengangguk, “abang ngantuk, daddy na?” tanya balik ray.
“tadikan daddy kerja, jadi daddy tidur diluar” jawab Ay.
Ray menggeleng sambil mulai merengek. “daddy~ kut idur” rengek ray.
Ay menghela nafas panjang, rencananya ingin membuat brian tidur diluar gagal, putranya merengek untuk tidur bersama.
“sebentar ya mommy telepon daddy” ay mengambil ponsel dan segera menelpon brian.
Hanya 1 detik brian langsung menjawab teleonnya.
📲“ya sayang” jawab brian cepat.
📲“Kesini, putramu ingin tidur bersama” kata ay cepat, lalu dia langsung mematikan ponselnya tanpa menunggu jawaban dari brian.
...🐻🐻🐻🐻🐻...
Bonchap satu lagi deh.. hehehe
bonus pict
Kami lagi sakit auntie dan uncle 🤭🤭🤭 lagi pengen di manja