My Little Girl

My Little Girl
S2 MLG 106. Terdiam



“Daddy!” bentak melani pada pria tua yang sejak tadi termenung mengingat setiap ucapan jonny.


“melani kita bicara nanti saja! Kau perlu fokus pada pengobatanmu” elak daddy George. Pikirannya sedang bercabang sekarang.


“daddy sudah janji akan menculik bayi brian untuk melani! Jangan pernah ingkari itu!” bentak melani.


Daddy George tegak dari kursinya, “daddy sudah bilang kita bicarakan nanti! Kamu fokus dengan kesembuhanmu dulu!” bentak daddy George. Meani terdiam melihat pria tua yang biasanya selalu membela dirinya menjadi marah seperti itu, dia akhirnya hanya menunduk sambil terisak kecil. “kalian jaga dia, jangan biarkan dia memegang benda tajam” perintah daddy George pada anak buahnya yang ada di sana. Walau dia marah dia tetap tidak akan membiarkan putrinya untuk melakukan percobaan bunuh diri, karena hal itu akan membuat hatinya kembali goyah.


...🦁🦁🦁🦁🦁...


“ini dia pesanan martabaknya, topingnya melimpah dan siap disantap” Ucap brian sambil meletakkan martabak manis di depan ay.


“makasih abang tampan, huk huk” Ay tiba-tiba terbatuk, tapi dengan cepat brian memberikan air minum pada gadis itu.


“Kalau makan jangan sambil bicara, nanti kesedak seperti ini” ucap brian sambil memberikan minum pada Ay, saat seperti ini jika bapak-bapaknya keluar, sudah hilang jiwa penjual yang tadi ada.


“Iya maaf, ay gak tau pengen batuk aja tadi” kekeh ay.


“ya udah lanjut makan, kakak kembali kesana, kalau mau pesan lagi bilang aja ya” mode suami protektifnya masih on, makanya ucapan brian terdengar sangat lembut.


Ay mengangguk dan membiarkan brian kembali berjualan, gadis itu terkekeh ketika di omeli oma nya karena telah salah memberikan pesanan jadi harus memasak ulang martabak pesanan oma ay.


“kamu senang sayang?” mommy ara duduk sambil membawa dua mangkuk sate di tangannya.


“mommy mombantu abang?” tanya ay.


Mommy ara terkekeh pelan, “kasian abang kamu kesusahan, jadi mommy bantuin ehh daddy kamu malah muncul dan bilang mommy lebih pilih brondong dari pada dia” gerutu mommy ara.


Ara tertawa pelan mendengar ucapan mommy nya, “lalu mana daddy?” tanya ara.


“balik ke gerobak jualannya karena kena omel sama grandpa kamu, masak jualanannya di tinggal karena mau godain mommy” ucap mommy ara diikuti tawa kecil darinya dan ay yang mendengar cerita mommy ara.


“kamu tau abang kamu dibantuin tuh sama istrinya buat jualan, katanya kesusahan melayani banyak pelanggan” kekeh mommy ara, ay kembali tertawa mendengar cerita mommy ara, pikirannya tentang daddy George sudah hilang berkat cerita mommy ara dan kelakuan para keluarganya, semua itu membuat ay Bahagia.


...🐼🐼🐼🐼🐼...


Ay berbaring dikamarnya, sudah sejak 1 jam yang lalu dia hanya berbaring ke kiri dan kanan, matanya tidak mau terpejam, karena brian belum juga kembali ke kamarnya, karena tadi dia bilang ada urusan penting yang harus dia kerjakan.


‘ceklek’ brian tampak terkejut melihat ay yang masih membuka matanya, dia pikir wanita itu tertidur, tadi dia mendapatkan pesan dari jonny kalau jonny mengamuk tadi saat di ruangan melani dirawat. Brian memeciksa cctv yang dipasang jonny, dan melihat apa saja yang terjadi sebelum dan sesudah jonny keluar.


“kenapa belum tidur?” tanya Brian lembut sambil mengelus perut ay yang mulai membuncit.


“kangen” rengek ay sambil merentangkan kedua tangannya minta dipeluk oleh brian.


Brian tersenyum dan tertawa kecil, dia langsung masuk kedalam pelukan istrinya sambil mengecupi wajah ay, tidak lupa juga brian mencium perut ay “gimana tadi sore? Anak daddy senang dengan jajanan kaki lima nya?” tanya brian.


Brian kembali menatap wajah ay dan memberikan kecupan pada bibir ay, “terima kasih tidak minta yang susah sayang, dan terima kasih sudah makan banyak” ucap brian.


Brian memang sangat senang ay mau mengikuti keinginannya untuk tidak keluar dari mansion itu, ay juga tidak mengidam yang susah sampai harus keluar dari mansion, keinginannya hanya makan makanan kaki lima dari penjual yang dia inginkan.


“Sekarang bobok ya, kasian baby nya udah ngantuk ini” ucap brian.


“peluk yang kuat” pinta ay.


Dengan senang hati brian mengabulkan permintaan ay, dia memeluk ay sambil mengelus punggung ay. Pikiran pria itu kembali terngiang video yang menayangkan bagaimana rencana daddynya untuk menculik bayinya. Brian sama sekali tidak menyangka daddy George masih tidak berumah entah apa yang dia inginkan setelah ada penerus yang menggantikannya, brian tidak habis pikir daddy nya masih tidak menyesal telah menjadikan dia seperti sekarang.


Bukan brian menyalahkan cara mendidik daddy George, tapi brian menyalahkan sikap daddy George yang terlalu mencintai mommy nya, hanya karena wasiat dia menganggap melani adalah putrinya, brian tidak akan pernah membiarkan hal seperti itu terjadi pada ay dan juga anaknya, dia tidak akan mengurung ay dan anaknya didalam mansion itu selamanya, dia akan membiarkan mereka keluar seperti ay dan kedua saudara kembarnya dulu, brian akan mengikuti bagaimana cara daddy deon membesarkan ketiga anaknya, tapi tentang bagaimana cara anaknya besar brian akan membiarkannya saja.


“kak, apa nanti kakak ingin putra kita mewarisi klan mafia kakak?” tanya ay tiba-tiba. Entah kenapa pemikiran itu tiba-tiba muncul di kepalanya.


“kenapa? Kamu tidak ingin anak kita menjadi seorang ketua mafia?” tanya brian.


“Bukan gitu, kakak jawab dulu baru ay jawab juga” ucap ay.


“kakak akan membiarkan putra kita menjadi apa yang dia mau, kakak hanya akan memberikan dia pelajaran tentang bagaimana cara melindungi dirinya dan orang-orang sekitarnya, tapi kakak tidak akan memperlihatkan dia dengan adegan sadis dan mengerikan, biar dia sendiri yang menentukan, mau mewarisi klan kakak atau menjadi yang dia inginkan” jawab brian.


“ay juga begitu, ay setuju dengan kakak” balas ay.


“kamu tidak marah kalau putra kita nantinya akan menjadi seorang mafia?” tanya brian.


Ay menggeleng pelan, “seperti kakak, yang menjadi mafia, dan hanya membunuh orang-orang yang jahat, ay tidak masalah, dia menjadi mafia sexy seperti kakak” kekeh ay.


“udah mulai godain lagi ya, mau kakak kunjungi dedek nya?” bisik brian.


“baru juga bilang sexy udah dibilang godain, tapi gak apa mau kunjungi dedek ay bersedia” jawab ay.


Brian mulai mencium ay sambil perlahan tangannya membantu ay membuka baju yang ay kenakan dan juga baju yang dia kenakan.


“kakak mulai ya” ucap brian yang sudah memperlihatkan lobak import nya yang sudah menegang sejak menciumi ay.


Ay hanya mengangguk dengan wajah merah, gadis itu masih saja tersipu malu setiap melihat lobak brian, padahal berkat lobak import itu dia sekarang hamil dan tinggal menunggu waktu benihnya mulai membesar.


...🐻🐻🐻🐻🐻...


Maaf telat benget ya, ini chapter permintaan maaf buat semuanya, semoga suka


Jangan lupa like, vote dan hadiahnya ya terima kasih