
Tok tok tok' seorang polisi tegak di samping pintu kemudi.
Ara yang saat itu sedang duduk diatas pangkuan Deon segera pindah kembali ke kursinya, dia merapikan seragam sekolahnya yang sedikit berantakan.
Deon menurunkan kaca mobilnya menyapa polisi yang tadi menggedor pintu mobilnya.
"Ada apa pak?"
"Selamat siang tuan, apakah ada masalah? kenapa berhenti di sini tuan? bisakah saya melihat SIM dan KTP anda?" tanya polisi itu beruntun.
Deon mengambil dompetnya dan mengambil KTP serta SIM yang dia miliki lalu memberikannya pada polisi itu.
Saat polisi itu melihat nama Deon, dia segera menunduk hormat, "Maaf kan saya tuan, tapi disini daerah dilarang parkir, jadi mohon segera pindah tuan" ucap polisi itu sambil mengembalikan KTP dan SIM yang tadi dia minta.
"Saya tadi sedikit pusing, baik saya akan segera pindah" Deon segera menyalahkan mobilnya kembali.
"Apa perlu saya kawal pak?" tawar polisi itu.
"Tidak, tidak perlu, kalau begitu saya permisi pak" Deon segera melajukan mobilnya menuju mall, dia ingin menaikkan mood istrinya dengan berbelanja dan makan ice cream.
...🐣🐣🐣🐣🐣...
Ara bingung kenapa Deon membawanya ke mall, "ngapain kesini kak?"
Deon melirik ara sekilas lalu tersenyum, "kita ke mall bentar ya, shopping dan beli ice cream".
" Gak kak, ara gak mau" Ara tau semua itu Deon lakukan untuknya yang sedang ngambek dan sedih gak jelas.
"Benaran gak mau?" tanya Deon kini.
"iya, Ara lagi gak pengen itu, pengennya di masakin sama kakak aja di rumah" rengek ara.
"Baiklah tuan putri kita akan pulang dan masak" Dengan cepat Deon segera merubah haluannya keluar dari parkiran mall dan menuju rumah.
"Benaran mau masak kak?" tanya riang ara.
"iya, jika itu akan menaikan mood gadis kecil kakak bakal kakak lakuin apapun itu".
Ara mendekap sebelah tangan Deon yang bebas dari stir mobil, dia sangat senang Deon mau melakukan apapun yang dia ingin kan asal dirinya bahagia.
.
🎼 dalam perjalanan menuju rumah ponsel Deon berbunyi.
📲 "Ada apa Tak?" jawab Deon.
📲 "Maaf mengganggu waktu Tuan, begini ada proyek yang tiba-tiba ada masalah, dan perlu penanganan langsung dari tuan, apa tuan bisa ke kantor sekarang?" tanya botak dengan sedikit takut, masalahnya dia tau Deon tidak suka di ganggu jika sedang bersama istri kecilnya.
Deon melirik ara yang masih bergelayut manja padanya, "Ra, kita ke kantor bentar boleh ya? nanti setelah dari kantor kakak, kita langsung pulang ke rumah".
" hmmm, ya deh, ada masalah ya di kantor?" tanya Ara penasaran.
"Iya ada sedikit masalah, gak apakan? "
'Cup' kali ini Ara yang lebih dulu mencium pipi Deon, suaminya itu akan melakukan apapun yang dia katakan, jika Ara berkata tidak mau, Deon pasti tidak jadi kekantor, karena keinginan Ara yang utama, Deon gak masalah rugi miliaran jika Ara bahagia.
"Gak apa kak, lagian Ara kangen sama si tuyul, udah lama gak liat dia" Ara cekikikan mengingat wajah botak yang cemberut karena dia panggil tuyul.
Deon ikutan tertawa mendengar ejekan Ara untuk asistennya itu.
...🐥🐥🐥🐥🐥...
Kedatangan Ara ke kantor cukup membuat heboh kantor, pasalnya Deon yang selama ini dingin dan anti sama cewek, sekarang sedang merangkul cewek cantik ke kantor, ditambah Ara saat ini masih mengenakan seragam sekolahnya, apa tidak heboh.
Di kantor saja akan ada cewek yang dipecat jika berusaha mendekati bos nya itu. Dan ini bukan hanya menempel, Ara tampak sedang tertawa bersama Deon menuju lift utama yang biasa Deon gunakan. pria yang tidak pernah terlihat senyum atau tawanya itu sekarang sedang tersenyum manis pada gadis kecil yang sedang dia rangkul.
.
"Hai yul, apa kabar?" sapa Ara begitu melihat botak.
Deon hanya terkekeh melihat Ara yang sengaja menjahili asistennya. "Kakak kerja bentar ya, kalau mau apapun katakan saja pada tu__ehh botak maksud kakak" Deon segera mengubah ucapannya karena melihat botak meliriknya dengan sinis.
"Iya kak" jawab Ara singkat. "ngapa yul? ngambek?"
"Panggil saya botak saja nona, jangan tuyul"
"Beda nona, tuyul itu jin, saya manusia" botak masih marah pada nona kecilnya itu.
"Kamu tuyul kak Deon dalam wujud manusia, hehehhee" kekeh Ara lagi.
Botak hanya bisa menghembuskan nafas panjang, dia tidak akan bisa menang berdebat dengan istri bosnya itu, apa lagi jika Ara sudah membawa nama Deon, dia tidak akan bisa berkutik.
...🐤🐤🐤🐤🐤...
"Kak! kak vio! kak!" panggil Kris berkali-kali. Seperti keinginan nya Kris memang datang ke tempat praktek kakaknya saat ini.
"Ada apaan sih? manggil-manggil!" gerutu Violet yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"Kakak jujur sama Kris, kakak benaran mau nikah sama Kak sky?" Tanya Kris langsung pada pokok masalahnya.
Violet memang selalu berkata pada keluarganya jika dia adalah calon istri dari Deon. Dia selalu menunjukkan foto kebersamaan Deon dan dia, padahal difoto itu juga ada andri, angga dan axel, jarak violet dan Deon juga jauh, tapi Vio selalu mengatakan jika dia merahasiakan hubungannya sebab Deon tidak ingin ada yang menyakitinya.
Keluarganya tentu saja percaya, karena Deon adalah orang penting di dalam dunia bisnis, jadi wajar saja jika dia mempunyai hubungan dengan wanita harus di rahasiakan, mengingat banyaknya saingan bisnis yang Deon miliki.
"Iya kenapa sih?" kesal Violet, dia kembali ingat dengan penolakan Deon padanya, dan itu membuat nya kembali marah.
"Tadi disekolah ada cewek cantik yang aku taksir, tapi saat aku mengejarnya, dia berlari ke arah kak sky dan memeluk kak sky saat a__"
"Tunggu dulu, coba ulang lagi perkataanmu" potong violet cepat.
"Tadi di sekolah__"
"Lebih, bukan bagian situ"
"memeluk kak sky?"
"iya itu, gak salah liat matamu!" kesal Violet.
"Makanya dengerin dulu baru potong aku kak, mata aku ini masih sehat" Kris juga ikutan kesal karena ulah kakaknya.
"Ya udah lanjutkan"
"Jadi tadi ada cewek itu memeluk kak Sky, aku langsung aja panggil kak Sky, sambil mendekati mereka untuk benar-benar memastikan bahwa itu kak sky, waktu aku kira dia adik kak sky, dia malah marah dan bilang kalau cewek itu calon istrinya, dan kak sky mengancamku tidak boleh mendekati calon istrinya, tatapannya sangat mengerikan kak" jelas Kris.
"Yakin benaran bersentuhan tangan sky dengan wanita itu?" Violet masih tidak percaya dengan ucapan adiknya.
"iya benaran yakin 100 persen malah, orang di depan mata aku mereka berpelukan" Kris menunjukkan tanda suer pada kakaknya.
"Apa sky sudah sembuh? tapi kenapa dia masih menjauhi ku?" batin Violet.
Violet hendak tegak dari duduknya, tapi batal dia kembali duduk, dia ingat tadi dia baru saja diusir secara paksa oleh Deon, jadi dia tidak akan bisa ke sana lagi untuk hari ini.
"Kakak bohongkan tentang kak sky selama ini?" tanya Kris, karena melihat kakaknya tiba-tiba melamun.
"Siapa juga yang bohong!" elak Violet.
"Kalau gak bohong apa dong, calon suami kakak bilang dia udah punya calon istri, terus kak sky tidak pernah menampakkan dirinya sama keluarga kita, bahkan foto kakak yang berpelukan saja tidak ada jangankan itu, foto kakak berdua bersebelahan dengan kak sky aja tidak ada" Kris menuturkan semua pemikiran nya.
"Anak kecil gak usah sok jadi detektif, kakak sedang bertengkar dengannya, jadi mungkin dia melakukan itu karena marah sama kakak" Violet berusaha membela dirinya sendiri.
"kenapa dia marah?"
"Soalnya kakak terlalu lama pergi ke Amerika, jadi dia sedang marah, dengan mencoba membuat kakak cemburu, diakan tau kamu adik kakak, makanya dia bersikap seperti itu, biar kamu ngadu ke kakak".
"jadi hubungan kak sky dengan cewek itu apa dong?"
"Saudara pasti, kakak dengar dia punya adik sepupu".
Kris mengangguk mengerti dengan ucapan kakaknya.
Diam-diam Violet mengelus dadanya, karena berhasil menipu adiknya itu.
...🐣🐣🐣🐣🐣...
Bonus pict
Tuyul peliharaan Deon