
Hari ini Violet dan orang tuanya datang ke rumah keluarga Allinsky, ingin meminang Deon, aneh bukan? Deon kan pria tapi keluarga Violet akan datang untuk meminta Deon menjadi suami dari putrinya violet.
Dan disinilah keluarga violet sekarang, sedang duduk berhadapan dengan kedua orang tua Deon, violet masih berusaha keras untuk mendapatkan Sky, dia masih belum mau mengakui kalau deon sudah memiliki istri, dia yakin ucapan yang disampaikan botak padanya adalah kebohongan.
“Begini tuan, saya datang kesini, ingin menawarkan kerjasama dengan perusahaan tuan, tapi dengan syarat pernikahan kedua anak kita,saya dengar putra tuan belum menikah, jadi saya ingin menawarkan putri saya, dia gadis yang baik dan sangat cerdas, dia lulusan terbaik di amerika jadi saya yakin kalian tidak akan menyesal menikahkan putra kalian dengan putriku” Jelas papi Violet. Violet tersenyum malu mendengar pujian yang diberikan papinya, dia berharap keluarga itu mau menerimanya.
“Begini tuan__” Ucapan Ayah deon terpotong karena kedatangan Deon yang secara mendadak, deon dan ara datang kerumah keluarga Allinsky untuk mengajak kedua orang tuanya itu makan malam dirumahnya, juga berkunjung kesana.
“Tuan albert, jika ingin menawarkan kerjasama silahkan kirim proposal ke kantor saya, tapi jika seperti ini saya akan menolaknya, saya sudah memiliki istri” Deon berkata dengan lantang sambil merangkul lengan istrinya dengan mesra.
“Deon, kamu dan ara masuk saja dulu kedalam, biar ayah dan bunda yang menyelesaikan ini” Ayah deon tidak mau melihat menantunya bersedih, jadi dia meminta kedua anaknya itu untuk masuk ke dalam rumah.
Ayah deon menghela nafas panjang, “Saya yakin putri tuan sangat cantik dan baik, tapi saya tidak bisa menerimanya, putra saya telah menikah, memang belum ada pengumuman karena pernikahannya masih rahasia mengingat umur menantu kami yang masih diusia sekolah, bukan karena hamil duluan, tapi Deon sejak awal memang sudah dijodohkan dengan menantu kami yang sekarang.”
“Saya mohon maaf sekali lagi, saya tidak bisa menerima tawaran anda, dan jika anda ingin menawarkan kerja sama, saya akan bersedia menerimanya tapi dengan mengirimkan proposal kerja bukan proposal seperti ini" lanjut ayah deon dengan sopan.
Violet Tertunduk sedih, ternyata Deon benar-benar sudah menikah dan dia tidak memiliki kesempatan apapun lagi.
“baiklah, kalau begitu kami permisi” ucap papi Violet cepat dia tidak mau terlalu lama di sana, dia sudah sangat malu, dia sudah sangat merendah didepan keluarga berkuasa itu tapi tetap tidak di terima.
...🐤🐤🐤🐤🐤...
“Ahhhh” Terdengar helaan nafas ara di sebelah deon.
“kenapa sayang?” Tanya deon langsung, dia tidak ingin mood istrinya itu hancur.
“Kakak kenapa ganteng dan kaya sih! Liat hilang satu lalat datang lagi lalat lainnya! Capek tau ara” gerutu ara dengan mulut yang sangat monyong.
Deon terkekeh kecil mendengar gerutuan istrinya, “harusnya bersyukur sayang, bukannya mengeluh, lagian kakak gak tertarik sama lalat-lalat itu” deon mencubit bibir ara yang di monyongin.
Ara menyipitkan matanya menatap Deon, “Awas kalau tertarik sama lalat-lalat itu, apa lagi tertarik sama body mereka!” ancam ara.
“Ini pada kenapa sih?” bunda ikutan nimbrung dengan pembicaraan Deon dan Ara.
“Bunda!” Ara berlari memeluk mertuanya itu, “Bun, liat tu kak deon selalu dikerumuni lalat-lalat, arak an capek ngusirnya bun”.
“lalat?” bunda deon masih belum mengerti dengan kosakata menantunya itu.
“Iya itu si shasa sama kak vio, gak tau nanti siapa lagi yang datang ngejar kak deon” adu Ara.
Bunda mitha tertawa keras mendengar gerutuan ara, “Tenang aja, sebanyak apapun lalat yang datang tidak akan bisa hinggap, sentuh dikit aja bisa bentol-bentol tu badan” bunda berkata sambil tertawa diikuti tawa ayah deon dan tawa ara.
“Iya sih bunda benar, tapi ara takutnya nanti kalau ada lalat jadi-jadian bun?”
“lalalt jadi-jadian?” serentak ayah dan bunda deon bertanya.
“Sayang! Kakak normal! Gak suka makan pisang!” ucap deon dengan cepat.
“Iya kan kakak normal makanya ara takut, kakak itu kalau udah bisa menyentuh gak bakal lepas sampai kakak puas, siapa tau kakak masih belum cukup sama ara kakak melenceng, lobangnya kan sama aja, Cuma beda ada belalainya ara gak ada belalainya”.
“hahahahha” tawa bunda dan ayah deon tidak dapat ditahan lagi, menantunya itu memang memiliki pemikiran yang luar biasa, pantas saja deon tidak pernah bosan dengan istri kecilnya itu.
“Bunda sama ayah jangan ketawa, bantu deon menjelaskan pada ara, kalau mau dengan yang jadi jadian juga Deon gak bisa sentuh” deon berusaha meminta bantuan pada kedua orang tuanya, tapi mereka masih tertawa dan tidak bisa berhenti.
“Kakak udah pernah coba?” Tanya Ara polos.
“hahahhaha”
“Sayang tolong dong, kalem dikit aja ya, dan jangan pernah mikir kakak bakal melenceng apa lagi selingkuh” Deon menutup mulutnya menahan tawa.
“hahahha, udah jangan bahas lalat lalat lagi, bunda nyerah, jadi kalian mau apa kesini?” Tanya bunda disela tawanya.
“Ajak bunda dan ayah makan malam di restoran, papi dan mami juga ikut, kita sudah lama kan gak makan bersama”
“iya bun, ini juga perayaan ara, dia kembali memperoleh posisi nomor satu di sekolahnya, bunda dan ayah maukan ikut?”
“Ohh untuk itu, tentu saja bunda mau ikut, sudah lama bunda dan ayah tidak makan malam diluar” sambut bunda Deon dengan senang.
...🐥🐥🐥🐥🐥...
Berbeda dengan Ara, Shasa saat ini dikurung di dalam kamar oleh orang tuanya, sejak pagi dia terus menangis, dan tidak mau makan apapun, tapi kedua orang tuanya membiarkan itu, mereka tidak mau lagi mengurusi anak seperti shasa.
Ayah shasa sudah mengambil keputusan mereka akan membawa shasa ke rumah sakit beberapa hari lagi, mereka akan melakukan aborsi pada shasa, walau pun dokter sudah mengatakan berbagai macam resiko yang akan shasa dapat, kedua orang tuanya bersih keras menggugurkan bayi yang masih berumur 6 minggu itu.
“kenapa? Kenapa aku harus menerima semua penghinaan ini?! Aku hanya ingin bahagia, aku hanya ingin mendapatkan posisiku kembali, tapi kenapa tidak ada yang menyukaiku?! Semuanya menjauhiku! Dimana letak kesalahanku!” histeris Shasa.
“aku hanya ingin bahagia! Kenapa kau harus hadir diperutku!” shasa memukul perutnya dengan kuat, dia berharap kejadian seperti tendangan putri mampu menggugurkan bayinya, dengan begitu dia bisa kembali bersekolah dan menjalani kehidupan remaja seperti biasanya.
“Keluar sekarang! Keluar! Keluar!” Pekik shasa berkali kali sambil memukul mukul perutnya berkali kali.
“Shasa apa yang kau lakukan! Akan berbahaya jika menggugurkan dengan cara seperti itu!” bunda shasa berlari memegang tangan putrinya menahan tangan itu agar tidak memukul perutnya lagi.
“Bunda! Shasa sakit, mereka semua jahat sama shasa! Shasa Cuma ingin bahagia bun” suara tangisan shasa kembali terdengar keras ketika Bundanya datang.
“kau harus menerima semua nya sekarang ini semua karena perbuatanmu nak” Ujar bunda shasa sambil mengelus punggung putrinya. “jangan pernah takut pada perbuatan yang sudah kamu lakukan, kamu harus bertanggung jawab dengan apa yang telah kamu perbuat, sekarang kamu hanya perlu menyesali semuanya, dan jangan membuat masalah lagi, cukup masalah ini yang kamu buat, jangan menambah lagi atau ayahmu akan mengusirmu dari rumah”.
...🐣🐣🐣🐣🐣...