
Ay perlahan membuka matanya, keningnya sedikit mengernyit begitu melihat kamar asing tempat dia berada, itu bukan apartemen brian atau abang al, juga bukan di dalam pesawat. Gadis itu duduk perlahan dan semakin bingung menatap baju yang dia kenakan, perasaan tadi dia tertidur tanpa mengenakan pakaian karena sudah kelelahan ulah suami ganasnya.
“Kak...” suara ay terdengar serak dia tidak bisa mengeluarkan suara lagi, baru saja gadis itu hendak turun dari kasur empuk itu, pintu kamar terbuka dan masuklah brian dari arah pintu.
“sayang, sudah bangun?” Brian mendekati ay yang sedang duduk dengan mata sayu nya.
Ay memegangi lehernya dan membuka mulut tanpa suara, seolah tau yang dibutuhkan istrinya brian segera melangkah mengambil air minum yang ada di kamarnya.
“Ini sayang” brian memberikan segelas air putih pada ay, dan itu langsung di minum habis oleh ay.
“Kak, ini dimana?” tanya ay setelah kerongkongan keringnya sudah di siram oleh air.
“Mansion utama keluarga George, ini kamar pribadi milikku di mansion ini” jawab brian sambil menghapus sisa air di bibir ay dengan bibirnya sendiri.
“Kak~” ay mendorong brian saat pria itu menciumnya.
“Cuma cium sayang pelit banget” ledek brian.
“kenapa gak ke apartemen?” lirih ay, wajah gadis itu sudah berubah sendu.
“Loh kok mewek gini?” brian mendekat kearah ay dan menarik gadis itu agar masuk ke dalam pelukannya. “maaf ya, tadi yang paling dekat adalah mansion ini, besok kita bisa pindah ke apartemen jika kamu mau” ucap brian sambil mengelus punggung istrinya itu, entah kenapa ay lebih mudah menangis akhir-akhir ini.
“Ay kangen abang al” gumam ay didalam pelukan brian, dia semakin mendekatkan wajahnya pada ceruk leher brian, dia suka aroma yang keluar dari tubuh brian.
Brian tertawa kecil kegelian saat ay menempelkan hidungnya pada leher brian. “yang geli, nanti kakak makan kamu kalau seperti ini terus” kekeh brian.
Mendengar kata makan perut ay langsung berbunyi nyaring ‘krruuyukk’ membuat brian sadar jika dia dan istrinya itu belum ada makan sejak di pesawat.
“Yuk kita makan dulu” ajak brian, dia tidak mau mengajak istrinya olahraga lagi, kasian karena besok ay harus kuliah.
Ay menggeleng dan semakin mengeratkan pelukannya pada brian, gadis itu tidak mau turun dari pangkuan brian. “gak mau” ucap ay pelan.
“itu perut kamu bunyi sayang, jadi makan ya, kalau gak mau makan dibawah kita makan disini aja” bujuk brian lagi, dia heran kenapa istrinya beberapa hari ini mulai manja dan sangat sulit disuruh makan.
“Gak mau, ay capek kak, gak mau kemana-mana, maunya kayak gini aja” tolak ay sambil terus menyembunyikan kepalanya di badan brian.
“kakak suapi ya, nanti kamu bisa kena magh, kakak gak mau kamu sakit sayang” ucap brian dengan lembut.
“gak mau” ay sudah terisak dalam pelukan brian.
“iya-iya baik gak usah makan, kakak aja yang makan kakak lapar ini” brian mengganti caranya membujuk ay, dia tidak mau istrinya sakit, mungkin jika melihat orang makan didepannya ay akan mau makan, perut gadis itu saja sudah berbunyi tapi dia tidak mau makan, entah apa yang salah.
Ay tidak menjawab lagi dia hanya membiarkan brian untuk menelpon bobby asistennya itu.
“Halo bob, tolong bawa cream sup, roti, spagetty dan lasagna ke sini ya, tolong semuanya serba seafood” ujar brian pada bobby.
“baik tuan” jawab bobby, padahal tadi dia hendak tidur, dia harus membangunkan koki untuk segera memasakkan makanan dengan cepat, jika tidak ketua mafia itu bisa marah.
“kakak makannya banyak? tumben” suara itu keluar dari bibir manis istri brian, ay.
“iya kakak lapar banget” ujar brian, padahal sebenarnya dia berniat ingin membuat ay ngiler, karena gadis itu sangat suka seafood, tapi ay sedikitpun tidak tergerak untuk berbicara meminta bagiannya juga.
“kasian suami ay kelaparan, itu lah cocok tanam aja terus, jadi gak bisa makan kan” ucap ay.
Brian terkekeh mendengar ucapan ay, “cocok tanam itu harus, sampai disini udah ada dedek nya” brian mengelus pelan perut ay.
Brian kembali tertawa mendengar ucapan ay.
.
Tiga puluh menit berlalu, bobby masuk bersama beberapa pelayang yang membawa makanan pesanan brian, entah cara apa yang di lakukan koki hingga mampu membuat semua masakan hanya dalam 30 menit.
Beberapa maid yang masuk tertunduk malu melihat brian yang duduk sambil memangku ay, gadis itu sibuk menempelkan hidungnya pada dada bidang milik brian, dan brian terus mengelus punggung ay dengan lembut.
“tuan semua pesanan sudah ada” ucap bobby.
“baik, kalian keluar saja” perintah brian, pada bobby dan semua maid yang ada.
“baik tuan” jawab bobby sambil menunduk hormat.
“kakak makan dulu ya, ay turun dulu dong” ucap brian, dengan mengelus rambut ay.
Ay menggeleng tidak mau bergerak sedikitpun. “Gak mau” tolak ay.
“jadi gimana kakak makannya?” tanya brian.
“kan tangannya bebas” lirih ay.
“baiklah” brian langsung menyelipkan sebelah tangannya di leher dan kaki ay untuk menggendong gadis itu dan membawanya ke sofa di mana ada beberapa makanan yang dia pesan ada di sana.
Brian mengambil garpu dan sendok nya, menggulung spagetty dan meletakkan udang di atasnya, lalu memakan sesendok penuh spagetty itu.
“hmm enak banget, creamy saosnya meleleh di dalam mulut kakak” brian sengaja mengoceh agar ay ngiler mendengar ucapan brian.
Sepertinya itu berhasil dia melihat ay memegangi perutnya yang kembali keroncongan.
“yakin gak mau? Kakak habiskan ya? Ini makanan kesukaan kamu loh sayang” goda brian kembali menyendok sesuap lasagna ke dalam mulutnya. “hmmm yang ini lebih lembut dan meleleh” brian rasanya ingin membenturkan kepalanya ke dinding merasa malu, dia seperti youtuber makanan yang sedang mempromosikan makanan yang dia makan.
“Iya gak mau” ucap ay pelan, tapi masih menatap wajah brian yang mengunyah makanan ke dalam mulutnya.
“ya udah kakak habiskan, cream sup ini pasti enak banget” brian memotong roti dan mencelupkannya ke dalam cream sup. “kan enak” puji brian lagi.
Ay hanya mengangguk menatap brian makan, dia lapar tapi entah kenapa mulutnya tidak mau terbuka, dia juga tidak nafsu makan.
“Sayang coba cium ini baunya harum banget” brian mendekatkan sesendok penuh lasagna kearah hidung ay, membuat gadis itu meneguk saliva nya. “yakin gak mau, Cuma ting_” brian tersenyum penuh kemenangan saat ay membuka mulutnya dan memasukkan sendok penuh lasagna itu ke dalam mulutnya.
“enak?” tanya brian, dia tidak mau meledek gadisnya sudah mau makan takutnya begitu diledek ay tidak mau makan lagi.
Ay hanya mengangguk pelan tidak menjawab apapun.
“mau lagi?” tanya brian lagi.
“Sup” ucap ay pelan.
“baiklah princess, sup akan segera datang” ucap brian semangat, dia senang gadis kecilnya sudah mau makan, jadi cara youtuber makanan berhasil membujuk istrinya itu untuk makan. Untung tidak ada siapapun saat ini, kalau tidak dia akan malu terlah bersikap seperti itu.
Walau tidak habis makanan yang ada brian cukup senang ay memakan setengah lasagna dan spagetty yang dia pesan tadi, dan sekarang gadis itu kembali tidur karena sudah kembali mengantuk.
...🐼🐼🐼🐼🐼...