My Little Girl

My Little Girl
S2 MLG 111. Eksekusi



Johan menatap Brian setelah membersihkan badan putra dari ay dan Brian. “kita harus melakukan pemeriksaan pada abang, disini alat pemeriksaan masih belum lengkap, kita tidak mempersiapkan untuk kemungkinan seperti tadi” ucap johan pada brian.


Brian mengangguk dan berjalan menuju Bobby.


“Cepat suruh johan laksanakan eksekusi sekarang” perintah brian pada bobby.


Bobby segera mengangguk dia mengerti maksud eksekusi yang di perintahkan brian, segera saja Bobby, menelpon Jonny untuk menjalankan perintah Brian.


“Bagaimana dengan cucu daddy!” Deon muncul bersama keluarga lainnya.


“gantengnya cucu mommy!” pekik ara begitu melihat baby dari ay dan brian. “boleh mommy menggendongnya?” tanya Ara.


Johon menggeleng, “sebentar yan mom, kita harus melakukan pemeriksaan dirumah sakit, memang keadaan abang sehat-sehat saja saat ini, tapi tadi sedikit ada masalah, johan takut ada penyakit dalam yang diderita abang, jadi kami harus melakukan rontgen menyeluruh pada ay dan juga baby nya” jelas johan dengan lembut.


“Apa lagi yang kalian tunggu? Cepat bawa pergi, dan kamu brian! Kenapa tidak memakai baju juga!” tunjuk daddy deon pada brian. Karena pasalnya sampai saat ini brian hanya mengenakan boxer, memperlihatkan badannya yang penuh dengan luka dan sixpack nya yang menggoda iman, untung saja semua yang ada disitu sudah pada punya pasangan, jadi tidak ada yang tergoda.


“gak ada waktu dad, ini mau kerumah sakit lagi” ucap Brian.


“Ay akan marah melihatmu seperti itu kerumah sakit, bukan hanya ada keluarga kita, tapia da banyak mata yang melihat bentuk tubuhmu” sindir daddy deon lagi.


“Bob, ambilkan baju” perintah brian cepat, memang menyebut nama ay akan berpengaruh pada brian, apapun akan dia lakukan hanya untuk ay.


Sepuluh menit berlalu saat bobby pergi, dan saat kembali asisten brian itu membawakan celana baju kaos serta kemeja hitam pada brian, “Tuan semua sudah terkendali, jonny sedang menjalankan misi, kitab isa berangkat sekarang” ujar bobby sambil memberikan baju Brian.


“Dad, aku berangkat sekarang” izin brian pada mertuanya itu.


“Kami juga ikut, kalian duluan kami akan menyusul” ucap Deon, dia tidak mau terjadi hal berbahaya pada anak dan cucunya.


...🐺🐺🐺🐺🐺...


Jonny tersenyum setelah mendapatkan perintah dari Bobby, dia berjalan menuju ruangan tempat melani dirawat, dengan bersenandung riang pria itu berjalan, diikuti dengan beberapa bawahan brian.


‘tok tok tok’


Pintu yang diketuk jonny akhirnya terbuka juga, pria itu tersenyum lebar pada pembuka pintu yang ternyata adalah mommy Melani.


“Ohh waktunya pemeriksaan ya?” tanya mommy melani.


“benar nyonya” jawab Jonny, pria itu berjalan dengan pelan dan senyuman mempesona.


“kakak kok senyum gitu, bikin takut ihh” ledek Melani saat melihat senyuman jonny.


“Aku senyum karena mendengar kabar bagus, tadi daddy George mengatakan anak brian telah lahir dan anaknya putra, sangat tampan dan mirip dengan brian” ungkap Jonny.


“AKKKHHHH” Melani memekik Bahagia, “anakku udah lahir! Dad cepat persiapkan semuanya! Aku sudah tidak sabar memeluk putra ku!” pekik Melani Bahagia.


“APA YANG KALIAN LAKUKAN!” pekik Melani saat melihat kedua orang tuanya pingsan.


“Sttssss, ck” decak kesal Jonny terdengar. “mulutmu bisa dikecilkan?!” tambah pria itu, dia duduk dikursi yang tadi diduduki kedua orang tua melani sambil menyilangkan kedua kakinya.


“Kak, kakak kenapa?! Kenapa kakak membuat pingsan kedua orang tuaku!” teriak melani lagi dari tempat tidur, kakinya masih tidak mampu berjalan walau sudah operasi perlu waktu yang lama untuk dapat berjalan dengan normal.


“Hmmm aku?” jonny menunjuk dirinya sendiri, “aku sudah muak bersandiwara didepanmu, tiap hari hanya mengatakan anakmu anakmu, kau tau itu anak brian dan Ay! Sejak kapan bayi itu menjadi anakmu! Kau tidak pantas menjadi seorang ibu! Sudah aku katakan berkali-kali!” balas jonny dengan nada tinggi.


“kakak kenapa seperti ini? Daddy George akan marah pada kakak” Melani mulai merasa ketakutan.


“hanya itu yang bisa kau sebutkan untuk melindungi dirimu? Hahahha tepuk tangan dulu” Jonny tepuk tangan diikuti para bawahannya.


‘prak prak prak’


“Aku heran, kau hanya bermodal kasih sayang daddy George sudah sangat berani untuk membuat rencana penculikkan, seharusnya saat daddy George angkat tangan denan permintaanmu, disitu kamu menyerah juga, mungkin jika kamu menyerah brian akan memaafkanmu dan memberikanmu hidup, ini malah kau membawa kedua orang tuamu kedalam rencana yang bahkan hanya baru rencana, belum bisa mendapatkan siapa pengeksekusi dari rencana itu, kenapa? Tidak bisa bayar para mafia itu? Atau mereka takut pada brian?” kekeh jonny.


“kakak mata-mata Brian?!” ujar Melani dengan mata bergetar.


“AHhh sudah sejak tadi aku memberikan clue baru sekarang sadar, ternayat kau memang sangat bodoh, ada 3 pilihan yang diberikan brian, pertama kau dan kedua orang tuamu dijadikan bahan penelitian leo, kedua menjadi santapan singa-singa Brian, dan ketiga penyiksaan tiada akhir selama 9 bulan lalu mati, mau pilih yang mana?” Jonny menunjukkan ketiga jarinya pada melani. “aku sarankan nomor 2 karena Cuma sakit sebentar, lalu langsung mati, di banding yang pertama dan ketiga, aku gak sanggup membayangkan sakitnya” sambung Jonny lagi.


“A-aku akan bilang pada daddy, daddy akan marah jika terjadi sesuatu padaku” ucap melani terbata.


“Ahhh” Jonny mengehela nafas panjang, “sudah hampir berminggu-minggu daddy George tidak datang kesini, itu artinya dia melepaskan mu, tidak mau mengurusimu lagi, beruntung daddy menyerah karena dia selamat dari maut namun sayang kedua orang tuamu harus ikut campur dengan permintaanmu yang bahkanbelum terjadi” Jonny tertawa keras sambil melihat kearah kedua orang tua melani dengan mata kasian.


Melani berusaha turun dari ranjangnya dengan bergetar.


“hahaha mau lari? Silahkan” Jonny menunjukkan pintu ruangan melani yang terbuka, “sekedar informasi kemanapun kau pergi aku akan dapat menemukanmu, karena aku memasang gps pada kakimu yang aku operasi” ucap jonny sambil mengedipkan mata pada Melani.


“kak maafkan aku, aku akan melakukan apapun, aku mohon maafkan aku” melani menangis dan memohon dikaki jonny.


“Aakkkhhh jangan pegang-pegang brian akan marah padaku karena bau mu menempel pada celanaku!” kesal Jonny sambil menendang melani menjauh agar hingga membuat gadis itu terjatuh.


“kak, aku akan lakukan apapun, aku akan memuaskanmu aku rela menjadi mainanmu kak, aku mohon maafkan aku” ucap melani lagi.


“berisik! Sudah cepat pilih! Atau aku lakukan acak saja, atau mau merasakaan keduanya? Sebuah kehormatan kedua orang tuamu akan langsung dieksekusi, itu adalah kebaikan yang diberikan brian agar mereka tidak merasa sakit lagi, tapi kamu harus siap menahan semuanya ya” jonny menjeda ucapannya menatap bawahannya dengan sinis, “tangkap dia, tutup matanya kita akan bawa dia ke markas buat jadi bahan penelitian Leo, jangan di mansion brian, nanti gentayangan disana bisa bahaya” lanjut Jonny.


Para bawahannya segera mengangguk dan langsung membuat melani pingsan lalu membawanya seperti karung.


“Lets play!” kekeh Jonny, dia mengikuti bawahannya membawa melani ke dalam mobil yang sudah dipersiapkan.


...🦁🦁🦁🦁🦁...