
Pukul sepuluh pagi Brian baru membuka matanya, karena merasakan tangan halus yang sejak tadi mengelus pipinya. “enggguuhh” lenguhan kecil keluar dari bibir brian, pria itu perlahan membuka matanya dan menatap siapa yang sejak tadi mengelus pipinya.
“Morning my husband” sapa Ay begitu mata tajam suaminya terbuka dan menatap wajahnya.
Senyum lebar langsung terbit dari bibir pria itu, inilah yang selama ini dia inginkan begitu bangun dia menatap wajah cantik istrinya dan sekarang dia bebas untuk mencium dan memakan ay karena gadis itu sudah sah menjadi istrinya.
Brian menarik tangan ay dan mengukung tubuh gadis itu kedalam pelukannya, dia menyembunyikan wajahnya di ceruk leher istrinya, hingga membuat ay tertawa geli ketika merasakan nafas hangat brian menerpa tengkuk lehernya.
“Morning my baby” suara brian terdengar serak, bria sedikit mengernyitkan keningnya ketika merasakan kulit tubuhnya langsung mengenai baju dan kulit ay, dia baru sadar tidak mengenakan baju atasan, sejak kapan bajunya terlepas? Siapa yang membukanya? Apakah itu istrinya? Atau asistennya, brian tidak dapat mengingat apapun yang terjadi karena kepalanya saat ini terasa sangat berat.
“kakak gak sakit kepalanya?” tanya ay.
“kok kakak lagi, tadi udah manggil husband, panggil itu aja sayang” pinta brian, pria itu masih betah memeluk tubuh mungil istinya yang kemungkinan akan menjadi candu baginya. Dulu dia memang pernah memeluk tubuh ay, tapi dia tidak berani semenempel itu, takut ada sesuatu yang bangun.
“ya udah, sayang mau minum air madu? Untuk menghilangkan pengar nya?” tanya ay, gadis itu akhirnya mengalah dengan permintaan brian.
‘cup’ brian memberikan kecupan pada leher dan pipi ay, “gak mau apapun selain kamu, bisakan aku buka coblos sekarang?” brian sudah berada di atas badan ay, mengunci pergerakan badan gadis itu. “ini sudah terlanjur, pakaian atas aku udah gak ada”.
“kepalanya gak sakit?” tanya ay.
‘cup’ ‘cup’ brian mencium hidung dan bibir ay lalu kembali menegakkan badannya, “obat aku adalah kamu sayang” ujar pria itu yang sudah dipenuhi dengan nafsu.
Ay mengangguk pelan, menandakan dia menyetujui permintaan suaminya itu, dia tidak masalah itu pagi menjelang siang, karena dia juga sudah tidak sabar ingin merasakan surga dunia yang dikatakan orang-orang di dalam novel.
Begitu mendapat persetujuan Brian langsung meraup bibir istrinya itu mengecap dan ******* bibir manis istrinya dengan sedikit ganas, sepertinya mabuk pria itu masih belum sepenuhnya hilang, karena pria itu seolah seperti pria yang telah kehilangan kendali atas dirinya.
Tangan pria itu mulai nakal karena sudah masuk kedalam baju istrinya membuka kaitan kacamata yang menutupi gunung kembar milik ay.
Ay merinding ketika merasakan tangan dingin brian yang menyentuh kulit badannya, “Euunggghh “ lenguhan keluar dari bibir gadis itu begitu brian sedikit memberikan remasan pada dua buah gunung kembarnya.
Brian, pria itu tersenyum begitu mendengar suara lenguhan ay. Dia sangat suka mendengar suara manja istrinya itu, pria itu terlihat sangat lihat dalam urusan ranjang padahal dia tidak pernah melakukan hubungan itu dengan siapapun, tubuh pria itu bergerak sendiri seolah sudah pandai dalam hal apapun.
Brian melepaskan tautan bibirnya dengan bibir istrinya, dia tersenyum dan membantu membukakan kaos yang dikenakan oleh ay. Kini gadisnya itu hanya mengenakan bawahan seperti dirinya.
“kenapa melihatku begitu?” ucap ay.
“kamu sangat cantik sayangku” ucap brian, dia kembali mendekatkan wajahnya pada ay, mulai mencium kembali wajah gadis itu dan turun ke ceruk leher ay, saat brian ingin melahap gunung kembar istrinya, gedoran pintu membuat kedua manusia yang di mabuk asmara itu tersadar. Mata keduanya menoleh kearah pintu yang sejak tadi digedor secara keras.
“DEDEK! BUKA INI DADDY! DEDEK!” suara daddy deon terdengar dari luar.
Brian membenamkan wajahnya pada bantal dan menggigit bantal itu dengan kesal, ”Yang, daddy jahat banget” lirih brian, pria itu masih membenamkan kepalanya di bantal, memilih menyalurkan kekesalannya pada bantal yang tidak berdosa.
Sedangkan ay hanya bisa tertawa pelan sambil mengenakan bajunya kembali, dia mengelus lembut kepala suaminya itu, “sabar ya kak, nanti malam berarti baru boleh nyoblosnya” ucap ay dengan lembut, setelah itu dia berjalan menuju pintu kamarnya.
‘ceklek’
Pintu terbuka dan tampaklah daddy deon sedang berkacak pinggang di depan pintu kamar.
“lama banget kamu ngapain aja?!” selidik daddy deon.
Ay menghela napas Panjang, “ngurus suami ay, daddy tau sendiri gara-gara daddy, suami ay sampai sekarang masih tepar” balas ay tidak kalah sengit dari daddy nya.
“Ngurusi atau nenenni? Lama banget buka pintu gitu aja” tanya deon spontan. Di dalam kamar Brian tertawa pelan mendengar ucapan fulgar dari mertuanya itu.
Ay Kembali menghela nafas Panjang dan kini dia berkacak pinggang mengikuti gaya daddy nya, “kalaupun ay nenenni suami ay, gak papa kan? Soalnya ay kan udah sah dad!” kesal ay.
“Ay kaduin mommy ni biar masa hukuman daddy ditambah lagi” ancam ay.
Wajah deon langsung berubah begitu ay mengancamnya, “jangan dong, daddy Cuma bercanda, celup-celup nya ntar malam aja jangan sekarang, biarkan suami kamu istrahat dulu, sekarang sana temani mommy dan para Wanita lainnya pergi ke salon, luluran atau apalah Namanya gak ngerti daddy” ucap deon.
Ay menggeleng, “gak ah, ay mau ngurus suami ay, daddy”.
“temani aja, mommy kamu gak mau keluar di kawal, dia juga gak mau al sama El ikut, jadi daddy Cuma bisa minta tolong kamu ikut buat jaga mommy kamu” bujuk Deon.
Ay menatap mata daddynya dengan intens, dia mau mencari kebenarandari ucapan daddynya.
“Benaran mommy mau pergi tanpa kawalan?” selidik ay dengan mata memicing.
Deon menganggu cepat, “kali ini benaran sayang, sana cepat ganti baju dan percantik diri kalian di salon” ucap deon lagi.
“iya, baiklah minta mommy menunggu 10-15 menit lagi, ay mau ganti baju dulu” ucap ay.
Setelah mendapat anggukan dari putrinya deon segera pergi dan meninggalkan ay yang terdiam di depan pintu.
“Yang benaran mau pergi?” lirih brian di atas tempat tidur.
Ay tersenyum terpaksa, dia mendekati suaminya itu dan memberikan kecupan di pipi kirinya yang tidak tertutupi bantal karena brian tidur menyamping. “maaf ya, nanti malam kita nyoblosnya, ay takut mommy kenapa-napa” bujuk ay pada bayi besarnya.
Brian menutup wajahnya dengan bantal, “Lama-lama aku culik juga kamu yang” gumam brian dari bawah bantal.
Ay terkekeh pelan mendengar gumaman suaminya itu. “Lakuin apa aja ay siap kokdi culik kemanapun, ay sepenuhnya milik kakak” ucap ay, gadis itu mencium dada brian yang bertuliskan Namanya, membuat brian merasa tersentrum kecil.
“yang jangan godain, ntar on lobak import nya” gerutu brian sambil membuka bantal yang tadi menutupi wajahnya.
‘cup’ ay kini mencium bibir tebal suami nya itu, “tahan ya sampai nanti malam, ay mau temani mommy dulu” kekeh ay sambil berjalan menuju lemari baju.
“yang benaran loh aku culik kamu nanti malam!” ucap brian masih berbaring di tempat tidur.
“Iya culik aja” jawab ay sambil mencari baju yang akan dia pakai.
“Jangan lama-lama” gerutu brian lagi.
Ay Kembali terkekeh melihat tingkah bayi besarnya, pasti tidak akan ada yang menyangka brian si ketua mafia bisa bersikap kekanakan seperti itu, bisa hancur dunia mafia jika melihat tingkah kekanakan ketua mereka.
...🦁🦁🦁🦁🦁...
ini dia ketua mafia kita
jangan protes ya bagi yang gak suka silahkan membayangkan Brian sesuai keinginan nya sendiri
ini istri nakalnya Sang ketua mafia