My Little Girl

My Little Girl
88. Bertemu



Deon membawa ara berbelanja dress yang akan dia kenakan pada acara ulang tahun violet, saat asik memilih milih, Tiba-tiba saja gaun yang hendak ara pilih, diambil oleh seseorang.


"Sorry gue pengen ini" shasa berdiri dengan sangat angkuh.


Ara menghela nafas panjang. "Lu lagi lu lagi sih! capek gue berurusan sama lu" gerutu ara. Ini pertama kalinya ara membalas shasa, sejak berteman dengan putri Ara menjadi sedikit berani, dia sudah sangat males mendiamkan Shaaa, karena selama dia diam selalu saja ada gosip buruk tentangnya, pelakunya tentu saja mantan sahabat nya itu.


Sedangkan shasa sedikit terkejut, ini pertama kalinya Ara bersikap ketus padanya, dan biasanya ara selalu mengalah dan berkata dengan lembut padanya.


Deon menyentuh bahu ara pelan, dia tidak ingin gadisnya marah disana.


"Hai kak al" sapa Shasa dengan lembut, gadis itu seperti punya dua kepribadian, dia seperti lupa kenapa dia gagal mendapatkan Deon.


Tidak menjawab Deon lebih memilih memanggil manager butik itu, dia sangat malas berurusan dengan ular berbisa.


"Ya ada apa tuan?" tanya si manager sopan.


"Apa hanya ini dress-dress yang kalian miliki? tidak ada yang spesial?"


"Ohh ada tuan, mari ikut saya" pinta si manager dengan sopan, dia tidak tau jika seorang Allinsky akan datang ke butik miliknya, padahal Allinsky memiliki butik sendiri dan itu lebih besar dari miliknya.


"Aku ikut! aku juga mau beli dress istimewa" Shaha cepat-cepat berucap, dia berlari mengikuti Ara dan deon yang hendak berjalan mengikuti manager butik.


"Lu ngapain sih ngikutin gue terus!"


"Suka-suka gue dong! gue kan juga punya uang, gue juga mau belanja, emang lu aja yang bisa belanja barang mahal" Shasa balas sinis pada ara.


Ingin rasanya Ara berteriak 'emang lu mampu' tapi Ara masih menghargai Shasa sebagai mantan sahabat nya, dia tidak mau menjatuhkan harga diri sahabatnya itu, lagi pula itu terlihat tidak sopan mengejek orang dengan statusnya.


"Shasa sudah dapat barang yang kamu inginkan?" Tiba-tiba saja suara seorang pria muncul dan mendekati mereka.


Ara sedikit terkejut melihat pria itu dengan santainya merangkul shasa, dan Ara sama sekali belum pernah bertemu dengan pria itu.


"Loh Sky lama tidak bertemu!" seru pria itu dengan senang.


"hmm" Deon hanya berdeham untuk menjawab Dicky.


Dicky melihat tangan Deon yang merangkul Ara, gadis cantik dan sexy yang merupakan tipe nya juga, bahkan melebihi tipe yang dia inginkan.


"udah tidak anti cewek lagi ni?" sindir Dicky.


"pak, bawa saja mereka keruangan VIP, lain kali saja saya kesini lagi" Deon segera menarik tangan istrinya, dia tidak suka cara Dicky memandang istrinya, jika bisa akan Deon hajar si Dicky karena berani memandangi istrinya dengan mata yang memuja.


.


Selepas kepergian Deon dan Ara, shasa dan Dicky memilih tidak jadi mencari dress disana, dan memilih mencari makan disekitar sana.


"Kak, kok ngeliatin gadis itu kayak pengen nerkam gitu sih?" rengek Shasa sambil mengguncang lengan Dicky.


"Sumpah itu cewek cantik banget tipe aku banget" ungkap Dicky dengan mata berbinar.


"kakak apaan sih kok gitu!" kesal Shasa tidak Terima.


"kamu kenal dengan bidadari tadi?" bukannya menghibur kekasih nya, Dicky lebih memilih mencari tau siapa gadis cantik yang dirangkul Shasa.


"dia musuh Shasa di sekolah, dia itu peliharaannya kak Allinsky, udah gak virgin lagi, wanita malam dan nakal" gerutu shasa, dengan asal dia mengucapkan informasi bohong tentang Ara.


"Bagus kalau dia peliharaan, aku bisa bayar dia lebih dari Sky membayar nya" ucap Dicky dengan bersemangat.


"Kak, tapi dia udah gak virgin lagi!" pekik shasa dengan kekesalan tinggi.


Selalu saja semua pria yang ada disekitarnya tertarik dengan Ara dan itu membuatnya sangat marah dan kesal.


"Tapi aku akan lebih bisa memuaskan kakak, ajari saja aku gaya apa, maka aku akan melakukannya, jangan melepaskan ku kak" Shasa menggenggam tangan Dicky, dia berusaha memohon agar Dicky tidak melepaskannya.


"Tenang saja, aku akan menjadikan mu spesial diantara semua gadis yang kumiliki shasa" Dicky mengelus pipi Shasa dengan lembut. "ayo kita pulang aku sudah tidak sabar memakanmu kembali" goda Dicky.


"ayo kak" Shasa menyambut baik ajakan Dicky. sekarang gadis itu benar-benar telah menjadi wanita malam seperti kata-kata yang dia ucapkan untuk Ara, shasa menghalalkan segala cara untuk mengalahkan Ara, dan untuk mendapatkan kebahagiannya.


...🐣🐣🐣🐣🐣...


Sepanjang perjalanan Ara hanya melirik Deon, yang terus saja cemberut.


Dengan iseng Ara menoel roti sobek milik suaminya.


"om... oom, kok ngambek" goda Ara sambil terus menoel perut Deon.


"Ra, jangan mancing" seru Deon, dia terus berusaha menghalangi tangan Ara yang hendak menoel nya.


"Ara gak mancing, orang Ara cuma duduk aja, om genit kok marah-marah sih, emang Ara salah apa?" Goda Ara lagi.


"kamu salah sayang, ngapa cantiknya kebangetan!" geram Deon.


"Wahh itu gak salah ara, yang salah yang mencetak ara jadi seperti ini" kekeh ara. Dia sudah berhasil membuat mood Deon balik, sejak di mall tadi mukanya cemberut aja, seperti pantat ayam.


"Lain kali pakai baju yang biasa aja sayang, jangan seperti ini" Deon masih mau mencari kesalahan istrinya itu.


"ahh om terlalu berlebihan, orang ara pakai celana panjang loh cuma ngetat aja, dikit, bajunya juga biasa aja, sexy dari mananya, om aja yang pikirannya mesum terus" ledek ara lagi.


Deon terkekeh geli mendengar penjelasan istrinya. "Sekali lagi tu mulut panggil oom, kakak p*rkeos kamu disini sekarang juga".


Mulut Ara langsung tertutup rapat, dia gak berani lagi mengejek suaminya.


"Kak, kenal tadi yang di mall" ara mencoba ganti suasana biar tidak terasa canggung, dia juga tidak berani lagi mengejek suaminya itu.


"Kenal" jawab Deon singkat.


"Kenal doang? gak ada lanjutannya, siapa namanya, orang mana gitu, ni kenal doang".


" Ngapa mau tau? kamu tertarik" nada suara Deon langsung berubah tidak suka.


"Ya ampun kak cemburu itu ada batasnya, ara cuma penasaran loh, kok kakak tiba-tiba bad mood gitu, kan ara jadi susah buat bujuknya kalau kayak gini".


" Namanya Dicky, teman satu SMA sama kakak " jawab Deon lagi.


"tunggu bentar, sepertinya ara pernah dengar namanya" ara berusaha mengingat ingat tapi otaknya tidak bisa menemukan kapan dia pernah mendengar nama itu.


"Calon suami Violet" Deon lebih dulu memberitahu apa yang Ara cari.


"Apa? calon suaminya? kok bisa sama shasa?" teriak Ara tampak terkejut.


"Mana kakak tau" balas Deon dengan santai.


...🐥🐥🐥🐥🐥...


Bonus pict


Gaya Arab saat ke mall yang membuat Dicky Kesemsem