
Violet datang ke rumah keluarga Deon, dia sudah mempersiapkan semuanya, data-data tentang pekerjaannya dan beberapa data pasien yang sembuh berkat bantuannya.
Dengan percaya diri Violet memacu mobilnya menuju kediaman keluarga besar Allinsky. dia sudah tidak sabar mendapat sambutan hangat dari keluarga Allinsky karena mau menyembuhkan putra satu satunya dari keluarga Allinsky.
.
Sekitar tiga puluh menit Violet sampai dirumah keluarga Allinsky, dia sekarang sudah duduk dihapan tuan dan nyonya besar Allinsky.
Kedua orang itu tampak bingung dengan kedatangan Violet yang secara tiba-tiba datang dan ingin bicara dengan keduanya.
"Begini nyonya dan tuan, saya violet sahabat Sky saat SMA, saya datang kesini, mau menawarkan kemampuan yang saya miliki untuk menyembuhkan Sky dari sakitnya.
" Kamu tau penyakit anak saya?" tanya bunda Deon.
"Iya nyonya, saya sahabat Sky, Axel, andri dan angga, saya lulus sebagai dokter psikolog, dan saya cukup terkenal di Amerika sebagai dokter yang paling berkompeten, sudah banyak pasien seperti Sky yang pernah saya sembuhkan, jadi saya kesini mau meminta tolong pada nyonya dan tuan untuk membujuk Deon agar mau menerima pengobatan dari saya" Jelas Violet, dia sangat percaya diri dengan apa yang dia miliki sekarang. Karena semua usahanya tanpa bantuan keluarga besar yang dia miliki, dia berusaha sendiri untuk menamatkan kuliahnya dan bekerja tanpa bantuan keluarga.
"Apakah Deon tidak mau diobati?" tanya Bunda Deon lagi.
"Kemarin saya sudah bertanya padanya, tapi dia tidak mau, dukungan keluarga sangat dibutuhkan dalam penyembuhan ini maka dari itu saya disini ingin meminta bantuan tuan dan nyonya".
Mitha dan suaminya saling berpandangan, mereka sekarang sebenarnya tidak khawatir lagi pada penyakit yang putranya miliki, karena sudah ada Ara, mereka tidak takut lagi putranya tidak memberikan mereka cucu, gadis kecil itu bisa menyentuh Deon, jadi Deon bisa membuatkan mereka cucu saat Ara siap.
" Kami berdua sangat menghargai maksud baik anda, tapi kami tidak bisa memaksa putra Kami jika dia tidak ingin sembuh" ujar Mitha.
"Apa tuan dan nyonya sudah pasrah tidak ingin memiliki cucu?" sontak violet, dia sama sekali tidak menyangka akan ditolak oleh kedua orang tua Deon.
Dia pikir dia akan disambut baik oleh keluarga Deon, tapi sepertinya keluarga Deon tidak terlalu memikirkan penyakit Deon.
"Kami sudah memilih orang yang tepat untuk Deon, dan kami bisa menunggu kapan saja untuk mendapatkan cucu" ujar Mitha sambil membayangkan menantu kecilnya yang lucu.
"A-apa Sky di jodohkan nyonya?" tanya Violet dengan terbata.
"Ya, dia sudah dijodohkan" jawab tuan besar Allinsky.
"Bukannya Sky masih sakit, bagaimana caranya untuk bisa memiliki anak?"
"ada banyak cara untuk bisa memiliki anak, bagi kami sekarang semua kebahagian Deon akan kami berikan, kami telah bersalah dengan salah paham padanya, jadi kami tidak bisa memaksa putra kami untuk sembuh, jika dia tidak mau kami tidak bisa memaksa, tapi jika dia mau, kami akan mendukung setiap keputusannya, jadi nak vio tanyakan saja pada Deon, jika dia mau sembuh atau tidak" ucap Tuan Allinsky.
.
Violet pulang dengan banyak pikiran berkecamuk dikepalanya, dia yakin Deon akan melakukan bayi tabung, tapi siapa wanita yang bersedia untuk menerima benihnya?
Memikirkan itu violet segera memacu mobilnya menuju kantor Deon, dia ingin meminta Deon menjadikannya wanita yang bersedia menjadi ibu dari bayi Deon.
...🐥🐥🐥🐥🐥...
Di kantornya Deon tampan sibuk dengan dokumen-dokumen yang menggunung, berlibur beberapa minggu membuat banyak pekerjaan nya yang terhambat. walau botak bisa mengatasi, tapi tetap ada yang harus Deon sendiri yang menandatangani persetujuan yang penting.
"Tak, kok aku ngerasa tidak enaknya, pikiranku terus memikirkan Ara" gumam Deon.
"Wajar tuan, pasutri baru emang seperti itu, kan selama ini tuan terus bersama nona, sekarang pisah tuan pasti rindu" balas botak.
"wahh kamu hebat tak, bisa tau tentang pernikahan padahal belum menikah" komentar Deon, dia sama sekali tidak sadar bahwa omongannya membuat botak merasa teriris dia ingin sekali menonjok bos nya itu.
🎼 telepon kantor berbunyi, dengan cepat botak mengangkat telepon itu.
📞 "ya, ada apa?"
📞 " begini tuan, ada wanita bernama violet yang ingin bertemu dengan tuan muda Allinsky " ujar resepsionis dari telepon.
Botak menurunkan ganggang telepon sebentar.
Deon sedikit mengkerut kan keningnya, dia bingung kenapa gadis itu tiba-tiba muncul lagi padahal sudah lama dia menghilang dan tidak mengganggu hidupnya.
"Jika Ara tau, dia pasti marah Tak" keluh Deon.
"Sebaiknya anda menemuinya tuan, cari tau apa yang dia inginkan, setelah itu baru tuan membuat langkah antisipasi agar tidak ada lalat lalat nakal di kehidupan keluarga tuan" saran botak.
Deon mengangguk setuju dengan ucapan itu, akhirnya dia membiarkan botak menyuruh violet untuk masuk kedalam ruangannya.
...🐤🐤🐤🐤🐤...
Violet masuk keruangan Deon bersama botak, "Silahkan duduk nona" Botak mempersilahkan wanita itu untuk duduk disofa, tidak lama setelah wanita itu duduk Deon melangkah duduk sangat jauh dari violet.
"Langsung saja katakan apa yang membuatmu datang kesini vio?" kata Deon to the point.
"Deon, aku kesini mau menawarkan jasa ku, aku bisa menyembuhkan mu, apa kamu memang benar-benar tidak mau sembuh?" ungkap violet dia menatap mata Deon dengan memelas.
"Sudah berapa kali aku bilang, aku tidak ingin sembuh dan aku tidak peduli aku tidak sembuh" ketus Deon. Sejak pertemuan nya dengan Ara, Deon sudah tidak peduli lagi dia akan sembuh atau tetap seperti itu.
"Apa kau tidak ingin membahagiakan orang tuamu dengan punya anak? memberikan cucu pada orang tuamu" violet kembali berusaha membujuk Deon.
"Masalah anak aku tidak begitu peduli, bisa saja aku mengangkat anak dari panti asuhan atau membuat anakku dengan wanita yang ku cintai" ucap Deon.
"Bagaimana caranya kau mencintai wanita, sementara kau tidak bisa menyentuh wanita?" tanya Violet secara spontan.
"Itu bukan urusanmu, kalau kepentingan mu kesini hanya untuk itu, aku dengan tegas menyatakan aku menolak, jadi tolong segera pergi dari sini nona violet" ucap Deon dengan nada suara yang terdengar sedikit sinis.
"bukan hanya itu, aku dengar kau ingin mencari wanita yang bersedia menerima spermamu untuk bayi tabung, aku bersedia menjadi wanita itu" Sebelum dia diusir Violet cepat-cepat menyampaikan keinginannya pada Deon.
Deon sedikit mengerutkan keningnya lalu melihat botak, botak juga tidak mengerti maksud wanita itu.
"Dari siapa kau dengar itu?"
Violet tersenyum senang, Deon seperti terpancing atas umpannya, dia berpikir Deon akan memasukkan namanya sebagai salah satu kandidat nya nanti.
"Dari Axel, waktu kita bertemu di Amerika kemarin".
Spontan Deon tertawa keras, mendengar pernyataan Violet, bisa-bisanya gadis itu berpikir dia akan melakukan bayi tabung, jadi dia tidak perlu untuk menyentuh wanita, bisa bahaya jika Deon menyimpan spermanya, akan banyak wanita yang berusaha meminta untuk menjadi bayi dari ******-****** itu.
" Tidak akan, aku tidak akan melakukan bayi tabung" ucap ketus Deon.
"Tapi selain itu tidak ada cara lain bagimu untuk mempunyai anak yang memiliki darahmu, aku bersedia Sky, aku tidak membutuhkan uang, aku bersedia menjadi ibu dari bayimu, kau tidak perlu menyentuh ku" ulang violet lagi, dia berusaha meyakinkan Deon dia bukan wanita matre yang mengincar harta Deon.
"Tapi aku akan membuat anak dengan menyentuh wanita itu, dan aku tidak perlu sembuh untuk melakukan itu! ahhh" Deon mengambil nafas panjang, "aku sangat sibuk saat ini, bisakah kau segera pergi, aku tidak membutuhkan wanita sepertimu!" geram Deon.
Botak segera menarik tangan Violet untuk segera pergi dari sana sebelum tuan mudanya menjadi murka dan botak yang akan menerima semua kemarahan Deon.
"Deon! Deon dengarkan aku!" Violet berusaha memberontak dari tarikan Botak, tapi dia tidak bisa karena pria itu sangat kuat.
Deon hanya bisa mendengus kesal, selalu saja banyak wanita yang berusaha mendekatinya, padahal sikapnya sudah sangat dingin pada wanita wanita itu, tetap saja banyak wanita yang mengejarnya.
...🐣🐣🐣🐣🐣...
bonus pict Violet
🌺