My Little Girl

My Little Girl
S2 MLG 5. Apartemen



AL sampai di belakang sekolahnya, dia melihat keselilingnya, “Woii sasa!” panggil AL pada salah satu bodyguard yang mengikutinya dari rumah.


“Tuan mudah sudah berapa kali saya katakana nama saya Satria, biasakah anda memanggil nama saya secara tengkap?” Keluh Bodyguard itu dengan sedikit memancarkan kesedihan, AL sangat suka memanggil nama orang sesuka hatinya, bahkan hampir semua bodyguard pribadinya dia panggil sesuka hati.


“Udah diam aja, lo harusnya bersyukur tu liat susu, biasa aja gue panggil” tunjuk AL pada bodyguard satunya lagi.


“Kalau saya sudah pasrah tuan muda, karena tuan muda tidak akan mengganti panggilan yang tuan muda sukai” pasrah bodyguard yang dipanggil susu itu, nama kepanjangannya adalah Surya, tapi karena abang al suka sekali menyingkat nama orang jadi dia memanggil para bodyguard kesayangannya dengan panggilan susu dan sasa, jangan tanya yang lainnya, mereka juga punya panggilan tersendiri dari abang AL.


“Gue kan juga dipanggil dengan dua suku kata , jadi kalian juga harus dong” kekeh Al.


“Iya tuan muda saya pasrah” lirih Sasa alias satria.


“hahaha bagus, sekarang ayo kamu tegak disini” Al menempelkan bodyguard Bernama sasa pada dinding belakang sekolah. “Dan kamu susu, cepat pasang kuda-kudaan” tunjuk AL pada Susu alias Surya.


“kuda kudaan tuan?” tanya Susu bingung.


“Iya kuda-kudaan, gue mau naik ni dinding” ucap Al dengan santainya.


Kedua bodyguardnya itu hanya bisa pasrah mengikuti perintah dari AL, pria itu tidak akan pernah bisa dibantah.


.


“Yay berhasil” pekik Al girang. “loh kok ada tangga” gumam Al dengan sedikit tanda tanya di kepalanya.


🎼


📲“Lo udah dimana?” tanya EL langsung ketika AL menjawab ponselnya.


📲“Di sekolah, ni lagi di belakang sekolah, lo udah keliling?” tanya balik AL.


📲“udah tapi gue masih belum bisa temukan dedek” Jawab EL lesu.


📲“udah lo periksa kamar mandi cewek?” Tanya Al lagi.


📲“Udah AL! gue udah minta murid cewek untuk periksa setiap kamar mandi cewek yang ada, tapi mereka bilang mereka tidak menemukan Ay disana” Jawab EL dengan sedikit disertai emosi.


📲“Ya udah lo sekarang ke belakang sekolah gue tunggu disini” Al lalu mematikan ponselnya.


.


Tidak lama EL datang, wajah EL masih tampak letih dan cemas, ini pertama kalinya EL kehilangan adiknya itu, biasanya Ay tidak pernah bersikap seperti ini.


“Lo liat, ni tangga” Al menunjuk tangga yang dia gunakan untuk turun ke tempatnya sekarang. “Gue curiga dedek keluar dari sekolah menggunakan tangga ini”.


EL lalu menaiki tangga itu dan melihat kearah luar sekolah, “terlalu tinggi bagi dedek, dia tidak akan berani melompat kebawah, lo ingat saat dia tidak bisa turun sehabis manjat pohon mangga di rumah opa? Jaraknya lebih jauh ini, gue gak yakin dedek berani keluar” komentar EL setelah melihat ketinggian yang ada, memang kalau mereka berdua akan berani meloncat, tapi mereka tidak yakin Ay akan berani melompat. Sepertinya otak kedua abang kembar Ay bisa membaca pikiran Ay ya?


“Bisa jika ada yang membantu” lanjut AL.


“membantu?” beo EL.


“Iya, jalan keluar dari sekolah ini hanya pintu depan dan dinding belakang, Cuma masalahnya jika berhasil hanya bisa kekiri atau kekanan, dan di kedua sisi telah dijaga bodyguard daddy, jadi satu-satunya cara pasti ada yang menyembunyikan dedek” Jelas AL.


“Siapa?” tanya EL.


“yang itu gue gak tau, Cuma gue penasaran, apa alas an dedek untuk kabur? Dedek terlalu manja dan kekanakan untuk bisa melarikan diri dari sekolah, ada sesuatu yang kamu sembunyikan dariku?” Selidik AL.


EL menghela nafasnya,”Gue sedikit bertengkar dengan dedek saat ke sekolah” ungkap EL.


“Karena apa?” tanya Al dengan tenang walau tingkahnya sedikit menyebalkan dan terlihat suka bermain-main, AL masih bisa bersikap dewasa dan dapat diandalkan untuk kedua adiknya.


“Kulian gue di jogja” El menunduk, takut mendapat kemarahan AL.


“Gue Cuma mencoba meminta dia untuk tetap di sini, itu aja” balas EL.


“EL, gue tau lo ingin mandiri, ingin bisa merasakan bebas, gue juga sama, tapi kita harus melakukannya perlahan, Ahhhh!” AL mengacak rambutnya frustasi. “Dimana kita harus cari Ay! Bagaimana dengan gps?” tiba-tiba Al ingat gps yang dipasangkan Daddy nya kepada mereka bertiga.


EL melemparkan tas Ay pada AL, “dia melepaskan semua gps yang ada padanya” seru EL.


“Semua?” tanya AL sekali lagi karena tidak percaya.


“Iya semua” Jawab EL.


Setelah itu kedua saudara itu terduduk ditanah sambil mencari cara bagaimana mencari Ay, tanpa ketahuan oleh Daddy nya.


...🦁🦁🦁🦁🦁...


“WUuaaahhhh dedek kira apartemen oom akan mewah dan megah” ucap Ay sambil terus memperhatikan segala sudut apartemen milik Brian.


“Ini apartemen jika aku sedang ingin menyendiri, dan apartemen ini jauh dari hiruk pikuk kota, sangat tenang dan nyaman, aku membelinya sendiri saat berumur 15 tahun” Ucap Brian.


“apa dedek tetap boleh berkunjung kesini?”


“tentu saja, password apartemen ini ulang tahunmu” ucap Brian memberi tahu.


“Ulang tahun Ay?” ulang ay.


“Ya, ulang tahunmu” angguk Brian, pria itu melangkah mendekati kulkas, “ingin dimasakkan apa?” Tanya Brian.


“Hmm tad ikan dedek pengennya beli burger, ayam kfc sama cola” Ay mengulangi makanan yang ingin dia makan.


“Semuanya akan segera datang, bobby sedang membelikannya, selain itu tidak ada?”


“Hmmm… mie goreng” kekeh Ay, sudah lama dia tidak makan-makanan yang micin itu, kedua orang tuanya sangat jarang membolehkan dia memakan, makanan itu.


“baiklah tunggu disofa” perintah Brian.


“Tidak ada baju ganti untuk ay?” tanya ay.


“Buka kamar itu dan carilah baju yang bisa kamu kenakan” Brian menunjuk satu pintu bewarna coklat yang tertutup rapat.


Ay dengan cepat memasuki kamar itu, hingga Brian yang melihatnya hanya bisa geleng-geleng kepala. Ay sama sekali tidak waspada pada dirinya yang seorang pria dewasa, tampak sekali Deon sangat memanjakan gadis itu dan menjauhkan nya dari segala jenis macam marabahaya sehingga Ay sedikit sulit membedakan yang mana bahaya dan yang mana tidak.


Ay Cuma tau berada didekat orang yang dia kenal itu aman, dan jauh dari orang yang dia kenal itu bahaya.


“Om masih lama?” tanya Ay yang tiba-tiba muncul dibelakang tubuh brian membuat pria itu sedikit terkejut.


“Ini tinggal di beri bumbu” ucap Brian.


“Asik! Akhirnya dedek bisa makan mie juga” pekik Ay kegirangan.


Brian membawa semangkuk mi goreng di dekat meja dekat sofa, diikuti Ay yang ikut duduk di sebelah Brian.


“Om gak makan?” tanya ay.


“gak lapar, kamu aja yang makan” ucap Brian.


Brian tersenyum ketika gadisnya melahap mi instan buatannya, sebenarnya dia ingin buat lebih special, tapi dia takut gadisnya terlalu lama menunggu, jadi Brian membuat mi secara cepat. Ay sendiri sangat menikmati mi instan yang dibuat secara mendadak itu. Mulutnya tidak pernah berhenti mengunyah melahap mi itu hingga habis.


...🐼🐼🐼🐼🐼...