
Brian menatap istri cantiknya yang baru saja keluar dari kamar mandi, padahal dia hanya memakai dress sederhana, tapi kecantikannya tetap tidak bisa ditutupi dengan dress itu.
“Yang, jangan cantik-cantik” tegur brian masih di posisi awalnya yaitu tempat tidur, pria itu merasa tenaganya hilang seketika begitu daddy deon mengganggu dirinya dan ay.
Ay mengulum senyumnya sambil menatap pantulan dirinya di cermin, dia merasa biasa saja, dia bahkan belum mengenakan lipstik ataupun make up, baru hanya menyisir rambutnya saja dan berganti baju, brian sudah ketar ketir takut istri cantiknya di gondol maling.
“Yang, jangan lama-lama ya” ucap brian lagi.
Ay berjalan mendekati suami tampannya itu, dan duduk di sampingnya. “Kok ketua mafia ay jadi manja gini ya? Belum dapat jatah ya bang?” ledek ay sambil tertawa kecil.
Brian menarik badan ay, hingga tubuh itu jatuh keatas tubuhnya, “Emang belum dapat jatah, berkat daddy kamu” ucap Brian dengan mulut manyun.
‘CUP’ ay mencium bibir suaminya itu, niatnya hanya mengecup untuk menghilangkan kekesalan suaminya tapi apalah daya tangan brian menahan tengkuk ay, dan ciuman itu berakhir dengan ******* ganas dari brian.
“Udah kak, nanti ya ini lobak import nya udah bangun” kekeh ay ketika merasakan ada sesuatu yang keras di pahanya.
“gak usah pergi aja ya, kita pengantin baru loh” rengek brian sambil mengelap bibir ay dengan tangannya.
“Ay takut mommy kenapa-kenapa, nanti malam ay janji kita bakal celup-celup sampai kakak puas” ucap ay sambil mengelus elus pipi suaminya itu.
Briang menghela nafas panjang, “tapi tetap aku kasih bodyguard ya?” ucapnya.
“Mommy gak mau, nanti mommy marah loh sama kakak” ujar ay dengan lembut agar suaminya itu mengerti.
“Mommy gak bakal tau, kamu istri ketua mafia yang paling di takuti di dunia sayang, bahaya jika kamu keluar tanpa pengawasan” balas brian tidak mau mengalah dengan ucapan ay.
Ay akhirnya mengangguk, “baiklah, tapi jangan sampai mommy tau” ucap ay pasrah.
‘cup’ brian memberikan kecupan singkat pada bibir ay, “iya, janji mommy gak bakal tau” ucap pria itu senang.
“Lepas dong, ay mau pergi lagi” ujar ay meminta brian untuk melepaskan badannya, agar bisa menjauh darinya.
‘cup’ ‘cup’ ‘cup’ setelah mencium kening, hidung sama bibir ay, brian baru melepaskan tubuh istrinya itu.
Ay terkekeh saat melihat brian kembali menutup tubuhnya yang masih tidak memakai atasan dengan selimut, “di minum air madunya ya, itu ay yang buat” ucap ay sebelum melangkahkan kakinya keluar dari kamar.
.
Brian menatap pintu kamarnya yang tertutup dan ruangan itu sangat sepi, sakit kepala pria itu kembali muncul, tadi memang sakit, tapi entah kenapa jika bersama ay sakit itu tidak dia rasa.
Brian duduk dan meminum air madu yang sudah disiapkan ay dalam sekali teguk, setelah itu brian berjalan mencari ponselnya.
Begitu ketemu brian kembali bersandar di tempat tidurnya, mencari kontak asisten pribadinya itu.
“Halo, ada apa tuan muda?” jawab bobby begitu panggilan telepon brian muncul di layar ponselnya.
“Bawa semua dokumen pekerjaan ke kamarku, kirim penjaga bayangan pada ay dan mommy ara jangan sampai ketahuan mommy ara dan yang lain, dan yang terakhir, siapkan jet pribadiku untuk nanti sore” brian menyebutkan semua perintahnya pada bobby, karena dia tau bobby sangat bisa diandalkan.
“Jet pribadi? Apakah kita akan pulang sore nanti tuan?” tanya bobby.
“Tidak, hanya aku dan ay yang pergi ke pulau pribadiku, siapkan semua keperluanku dan ay serta buat perbanyak penjaga disana” ucap brian lagi sambil memijat kepalanya.
“pulau yang mana ya tuan?” tanya bobby lagi, dia takut salah pilih, karena brian memiliki banyak pulau pribadi atas namanya.
“Pulau yang paling dekat bisa di capai” jawab brian singkat, dia tidak peduli yang mana aja, asal dia bisa berduaan dengan istrinya itu tanpa gangguan daddy deon.
“Baik tuan akan saya laksanakan, apa masih ada yang lain tuan?” tanya bobby sebelum panggilannya tertutup.
“info yang saya dapat dari mata-mata leonardo, semalam setelah menikah melani langsung di bawa ke kediaman mewah leonardo, dan sejak masuk kekamar hingga sekarang melani tidak keluar dari rumah, mata-mata kita mengatakan pagi ini hanya leonardo yang keluar dengan berlumuran darah dan ada dokter yang dibawa masuk kedalam kediaman leonardo, itu semua perkembangan yang saya tau” jelas bobby panjang lebar.
Brian tersenyum sinis mendengar penjelasan bobby, dia tidak menyangka hari pertama saja leonardo bisa membuat melani terluka, apakah dia akan bertahan selama 1 minggu, brian ragu leonardo akan mempertahankan melani hingga satu minggu.
“bilang ke leonardo jika tidak sanggup menahan diri untuk membunuh wanita itu, silahkan saja lakukan asal rekaman mereka bercinta ada, jangan sampai rekaman itu hilang atau hancur” ucap brian dengan tenang, tampak tidak ada belas kasihan dari pria itu, ini lah moster ciptaan daddy george. Tidak ada ampun bagi siapapun, belas kasih nya sudah lama mati, tapi entah kenapa saat bersama ay pria itu akan bersikap berbeda, seolah-olah seseorang yang mempunyai dua kepribadian.
“Baik tuan, saya juga sudah mendapatkan rekaman pertama dari leonardo, akan saya gandakan jadi tidak akan hilang dengan mudah” ucap Bobby.
“bagus, segera laksanakan semua perintahku” ucap brian, lalu langsung mematikan teleponnya tanpa mendengar jawaban dari bobby.
Brian tegak dari tempat tidur menuju kamar mandi, bau alkohol masih melekat di tubuhnya, sudah lama sekali pria itu tidak minum-minum lagi, kehidupannya memang selalu harus bisa tahan dengan yang namanya alkohol, karena dia harus menghadiri banyak pesta yang memberikan alkohol sebagai minuman utama, sebagai ketua mafia jika jatuh hanya beberapa botol wine atau minuman alkohol lainnya maka dia akan mati saat itu juga, tidak ada kawan atau saudara di dalam klan mafia, makanya pria itu selalu wapada terhadap siapapun kecuali ay.
...🦊🦊🦊🦊🦊...
Pukul 4 sore ay pulang bersama yang lainnya, gadis itu menghampiri brian yang tampak sedang menikmati kopi sore hari bersama keluarganya di restoran yang ada di hotel itu.
“hai sayang, gimana girls time nya? Seru?” sapa brian sambil merangkul pinggang istrinya itu.
“menyenangkan, iya kan mom” ucap ay.
Mommy ara mengangguk sambil duduk disebelah suaminya yang saat ini menatap horor pada tangan brian yang sedang merangkul pinggang anak gadisnya.
‘puk’ mommy ara memukul lengan suaminya, “mereka udah nikah, daddy harus ingat itu” peringat dari ara.
Brian tersenyum saat melihat wajah deon kini berubah sendu, “mom, brian izin mau bawa ay ke pulau pribadi milik brian sekarang, apakah boleh” tanya brian dengan pelan.
“GAK BOLEH!” bukan ara yang menjawab, melainkan deon. “AWWW AWWW sayang sakit !” teriak deon, karena sekarang tangan ara telah mencubit telinga suaminya itu dengan kencang.
“Mau ngerjai menantu kesayangan mommy lagi?” mau ditambah hukuman daddy?” omel ara.
“gak sayang, ampun, daddy Cuma bercanda boleh kok boleh” ucap Deon. “semoga ai kedatangan tamu bulanannya” sambung deon lagi dengan suara pelan tapi masih mampu terdengar oleh brian.
Mata brian langsung menatap ay dengan cepat, begitu mendengar doa daddy deon.
“ay baru selesai setelah kita menikah kak, jadi tenang aja dalam beberapa minggu ini kakak boleh celup-celup sepuasnya” ucap ay sambil menatap daddy nya dengan pandangan menantang.
Kedua daddy dan anaknya itu seperti sedang berperang batin.
“Yang itu anak kita kan? Bukan anak jadi-jadian, kok bisa gitu ya?” lirih deon.
“anak singa!” umpat ara, dia langsung berlalu meninggalkan suaminya itu yang kembali berteriak.
“Kamu selingkuh sama singa mana sayang?!” kekeh deon.
Ara sudah capek berurusan sama suami nya, kalau sudah menyangkut ay dia akan bertingkah seperti itu.
...🐯🐯🐯🐯🐯...
Gimana? Seru gak? Apa minta tambah lagi ni? Sabar ya, sekarang author dalam suasana hati yang baik jadi author up 2
Jangan lupa like, vote sama hadiahnya biar author semakin semangat buat update lagi yang banyak, semakin banyak tambah like, vote sama hadiah author akan semakin cepat ngetiknya
Terima kasih buat yang masih mengikuti, maunya sampai anak ay lahir atau kita selesai sampai ay dan brian malam pertama??