My Little Girl

My Little Girl
Extra 18. Daddy Deon Cemburu



“Akhirnya kita lepas juga dari mereka” Seru Axel saat sudah mulai menjalankan mobilnya. “Brian, apa kau memerlukan ponselku?” tanya axel pada brian yang masih duduk memangku Dedek Ay.


“Iya bolehkah uncle?”


Axel mengambil ponselnya di dalam kantongnya dan memberikan pada Brian, “pakailah, hubungi keluargamu”.


“Terima kasih”.


Brian tidak tampak sedang menelpon dia hanya mengirimkan kode kepada seseorang dan mengembalikan ponsel itu pada Axel.


“Jadi, bolehkah aku bertanya kenapa pria sepertimu bisa di culik, jangan kira aku tidak tau seberapa hebat keluargamu, bahkan aku yakin daddy mu lebih kaya disbanding adik iparku” tanya Axel.


Brian melirik menatap Axel sebentar lalu Kembali menatap jalanan, tangan brian masih setia mengelus punggung dedek ay, hingga sekarang dedek ay tertidur didelam pelukannya.


“Aku kabur dari rumah” jawab Brian jujur.


Axel sedikit terkekeh, wajar jika anak seumuran brian akan memberontak. “kenapa kabur?”


“Aku capek dikurung oleh daddy, sejak kehilangan mommy, daddy menjadi over protective padauk, aku tidak boleh keluar dari rumah, aku homescholling dan hanya berteman dengan para pembantu, daddy begitu menjagaku, seperti memasukkanku kedalam penjara yang mewah” lirih Brian.


“Yahh aku tau rasanya menjadi dirimu, aku dan adikku dulu juga seperti itu, tapi papi ku keluar dari lingkungan mafia Ketika adikku beranjak umur 3 tahun, pria itu mulai ketakutan keluarganya dalam bahaya, resiko menjadi mafia itu sangat besar, dan seharusnya seorang mafia tidak boleh memiliki keluarga karena itu akan menyakiti keluarganya”.


“Aku sudah meminta daddy untuk berhenti, tapi dia tidak berhenti karena ingin membalaskan dendam akan kematian mommy” ucap brian.


“Bilang semua keresahanmu kepada daddy mu, aku yakin dia pria yang baik, dan akan mendengarkan apa permintaan mu, keponakanku mungkin juga akan mengalami hal yang sama seperti mu, aku takut hal itu terjadi dan mereka akan terluka”.


Brian melirik dedek Ay yang sudah tertidur nyenyak, “Dia sangat cantik dan menggemaskan” gumam pelan brian.


“Hati-hati, sekali kamu memperhatikannya kamu akan jatuh dalam pesona si cerdik itu” kekeh Axel.


“Aku memang sudah jatuh dalam pesonanya” batin brian.


“Sepertinya keluargamu sudah mengetahui lokasi kita, ada beberapa mobil yang mengikuti kita dan itu membuat bodyguardku kesusahan” Ujar axel sambil melirik kaca spion.


“Ahhh benar itu mereka”


“Kau yakin? Bukan para penculikmu?” tanya Axel sekali lagi untuk memastikan.


“Yakin, itu plat mobil pengawal pribadiku” ucap Brian.


“Baiklah” Axel segera menepikan mobilnya, “kemarikan dedek Ay” pinta Axel.


Brian sedikit tidak rea Ketika melepaskan gadis kecil itu pada Axel. “Kau bisa meminangnya Ketika dewasa boy” kekeh Axel sambil mengedipkan sebelah matanya.


“Tarima kasih telah menolongku uncle” ucap brian.


“berterima kasihlah pada malaikat kecil ini, karena dia yang menolong mu bukan aku”.


“cepat dewasa dan menjadi gadis yang cantik, aku akan menunggumu dewasa Danaya” Batin Brian sebelum menutup mobil Axel.


...🐥🐥🐥🐥🐥...


Begitu axel sampai di depan rumah Deon dan Ara, Axel sedikit terkejut pasalnya dia melihat Deon dan Ara sudah tegak menunggu anak-anak mereka di depan pintu rumah.


“Bisakah kalian membantuku menggendong Al dan El?” tanya Axel.


Deon segera mendekati mobil Axel dan menggendong AL, sedangkan mami Ara menggendong abang EL.


.


Setelah meletakkan ke tiga Three DAN di tempat tidur baru Deon mencerca Axel dengan banyak pertanyaan.


“Bagaimana kau bisa terlibat dengan mafia?” Tanya Deon to the point.


“Wait, santai bro, bukan gue tapi putri bungsu lu” Axel mengangkat kedua tangannya pertanda menyerah.


Deon tau tentang semua yang terjadi pada anak-anaknya, jadi dia sudah berada dirumah untuk segera mengetahui kronologi, axel terlibat dengan mafia.


“Apa yang dedek lakukan bang?” tanya ara cemas.


“Dia menolong remaja 13 tahun yang melarikan diri dari penculikannya, mungkin bisa dikatakan seperti suami lu” jelas Axel dengan santai pria itu mulai menceritakan penculikanyang terjadi pada brian.


“Sekujur tubuhnya luka-luka sepertinya dia sempat melawan Ketika diculik, tapi aku yakin bisa sembuh tidak ada yang membahayakan, yang membahayakan hanya remaja itu sepertinya menyukai dedek Ay” kekeh Axel.


“APA!” pekik Deon, pria itu marah dan emosi Ketika Axel mengatakan ada yang menyukai putrinya.


“Kak, tolonglah, cinta-cintaan anak kecil itu biasa, jangan berlebihan seperti ini” kesal ara pada Deon.


“Tapi sayang, itu dedek masih kecil, gak boleh ada yang mengambil dedek dari daddynya” kekeh Deon.


“Liat ni bang! Over protective pada putrinya, mami nya jadi dimarahi, awas gak ada jatah malam ini” Ara langsung tegak dan pergi meninggalkan Deon dan Axel yang masih duduk di sofa.


“gara-gara lu Xel, gue gak dapat jatah malam ini” kesal Deon. Pria itu langsung berlari mengejar Ara yang sudah berjalan menuju kamarnya.


...🐤🐤🐤🐤🐤...


“Yang, jangan marah dong, kan wajar kakak marah, kakak masih belum siap aja membayangkan dedek diambil orang lain” Deon berbicara sambil mengoyangkan gundukan selimut yang terdapat ara didalamnya, gadis itu sengaja menutup badannya dengan selimut agar tidak diganggu Deon.


“Wajar sih wajar, tapi kakak juga pikirkan Three dan tidak bisa selamanya kita kurung terus, dan kekang keinginan mereka, kakak dengar sendiri cerita kak Axel tentang brian itu, dia melarikan diri karena capek di kekang” Ara membuka selimutnya dan duduk di tempat tidur.


“Iya kakak gak pernah ngekang mereka, tapi sekarang kakak memang masih belum bisa melepaskan dedek” ucap Deon pelan.


“Segitu sayangnya sama dedek, sama mommy nya gak lagi?”


Deon tersenyum dan mendekatkan wajahnya pada Ara, ‘Cup’ Deon memberikan kecupan singkat pada bibir Ara.


“Sama mami nya tidak akan pernah hilang sayang kakak, semakin hari semakin besar rasa cinta kakak”


‘cup’ Deon Kembali mengecup bibir ara.


“Ihh gombal” kesal Ara.


“gak gombal sayang kenyataan ini, jangan marah lagi ya” bujuk Deon.


“Ka__”


“AKKHHHHH MAMI! DADDY” teriakan Dedek Ay menghentikan ucapan Ara.


Deon dan Ara yang mendengar suara tangisan dedek Ay segera berlari menuju dedek Ay.


“Kenapa Dek?” tanya deon dan Ara khawatir.


“Abang ian ana” isak gadis kecil itu.


“Siapa sayang?” Ara sudah menggendong dedek ay kedalam pelukannya dan menepuk nepuk punggung gadis kecil itu.


“Abang ian ana mi” rengeknya lagi.


“Abang brian?” ulang Ara untuk memastikan.


“Iya” ucap gadis kecil itu masih dalam isakannya.


“Udah pulang sayang, abangnya kan juga mau ketemu sama daddy dan mommynya juga” ara berusaha menjelaskan dengan pelan kepada putri kecilnya itu, mata Ara menatap suaminya yang masih menatap Ara dan dedek Ay dengan sedih.


“Abang ahat ndak ilang ilang pulang, mi” isakan Dedek ay masih terdengar.


“Tadi udah bilang abangnya, Cuma karena dedek tidur abangnya gak mau bangunin, nanti kapan-kapan main sama abang brian lagi ya, sekarang dedek tidur lagi ya, mau?”


“au pi di pokpok sama daddy” dedek ay merentangkan tangannya pada daddy deon. Dan itu membuat senyum deon terbit dengan sangat sempurna.


“Dia masih putri kecilmu daddy, jangan sedih gitu” bisik Ara saat menyerahkan dedek Ay dalam gendongan Deon.


“Daddy tidurkan yang kecil dulu ya, baru tidurin mami nya, kamu siap-siap dikamar, gak boleh tidur, dan gak boleh ngelak sayang” balas Deon dengan kekehan.


...🐣🐣🐣🐣🐣...


Sepertinya ada yang cemburu ya dedek Ay cariin abang Brian, untung dedek bisa mengendalikan kecemburuan daddynya.


Tunggu part selanjutnya ya mungkin itu yang terakhir.