My Little Girl

My Little Girl
S2 MLG 32. Gagal lagi



Malam itu Ay, mengunci kamar brian, hingga brian harus tidur di sofa, sekedar informasi brian hanya memiliki satu kamar tidur, dan itu sedang ay gunakan, sekarang pria itu hanya bisa tidur di sofa tanpa bantal dan selimut, apa kata anak buah brian jika melihat bos mereka sedang tidur seperti seorang gelandangan.


‘Ceklek’ Ay membuka pelan pintu kamar tepat pukul 6 pagi. Dia melihat ke seliling, dan ternyata brian masih terlelap di tempat tidur dengan kaki yang menjuntai keluar dari sofa.


Perlahan Ay mendekati Brian dan menelisik lekuk wajah pria dewasa itu, “om ganteng banget sih” gumam gadis itu pelan. “kok bisa ya, mafia nomor satu sedunia jatuh cinta sama ay, padahal ay itu nyebelin, kekanakan, manja, egois, keras kepala, agresif, gak sexy, gak bisa masak, Cuma bisa menghancurkan aja, pokoknya gak ada manis-manisnya, kenapa bisa mafia tampan seperti om bisa suka sama ay” tambah gadis itu.


Brian sebenarnya sudah bangun sejak ay membuka pintu kamarnya, pria itu tidak nyenyak tidur di atas sofa, dia sangat sulit untuk tidur, apa lagi brian terbiasa terjaga hanya dengan bunyi jalan kaki seseorang yang mendekat kearahnya, hidup sebagai mafia dia harus selalu waspada, tidak bisa tidur sangat nyenyak karena takut diserang saat tidur.


“Karena dengar nyanyian dan lihat tarian kamu saat umur 3 tahun, makanya aku bisa jatuh cinta” kekeh brian. Pria itu membuka matanya dan langsung bertatapan mata dengan Ay.


“Ihh om udah bangun” gumam ay kesal.


“Hmm, tapi badanku semuanya sakit” ucap brian, pria itu kini duduk di sofanya. “Lapar?” tanyanya pada Ay.


Gadis itu mengangguk pelan masih sibuk menatap wajah tampan brian yang baru bangun tidur.


“Mau apa lagi selain makan?” tanya brian.


“morning kiss” goda ay. Ide itu tiba-tiba muncul dalam benak ay.


“Kemarilah” Brian menepuk pahanya.


Dengan cepat Ay, menduduki paha Brian, kedua pasangan kekasih itu saling berpagut mesra, “Oke cukup” Brian lebih dulu menahan dirinya untuk mencium ay lebih lama.


“Kenapa takut tergoda? Katanya cowok kalau pagi-pagi adik kecilnya bangun ya om? Benaran gak?” goda ay sambil bergerak pelan diatas pangkuan Brian.


Brian menahan badan ay agar tidak bergerak lagi, “sayang jangan memancingku, emang siap buat di apa-apain?” balas brian.


Ay mengangguk sambil tersenyum jahil, “siap, tapi om juga harus siap harus pisah dari ay” kekeh Ay.


Brian mencubit gemas pipi Ay, “aku tidak siap untuk itu, jadi jangan menggodaku, oke?”


Ay cemberut, “om, kan bisa om nikahi ay, biar bisa keranjang kapan saja” ucap gadis itu.


Brian tersenyum tapi matanya memancarkan kesedihan, bukan dia tidak mau menikahi gadis kecilnya itu, tapi daddy Ay, masih belum memberikan lampu hijau untuknya, sebenarnya bisa saja dia menculik ay dan menikahinya secara diam-diam, banyak cara yang di pikirkan oleh brian untuk menikahi Ay, tapi semua cara itu hanya bisa dilakukan jika ay siap berpisah dari keluarganya, sedangkan brian tidak ingin melihat gadisnya itu bersedih.


“Om gak sayang ya sama ay, padahal ay selalu goda, tapi om tidak pernah tergoda” lirih gadis itu.


‘Cup’ Brian Kembali memberikan ciuman pada bibir Ay, dia kini membaringkan ay di atas sofa dan mulai mencubu gadis itu dengan ganas, “siapa bilang aku tidak tergoda? Aku berusaha menahan godaan mu sayang, sabar ya, hanya setahun setelah itu kita menikah, mommy mu memberikan syarat aku harus bisa menjagamu dalam setahun, baru bisa kita berdua menikah” ujar brian, dia mengakhiri ucapannya dengan ciuman di kening ay.


“Kita ke turky berdua, om lamar ay di sana, kita menikah tanpa perlu menunggu waktu 1 tahun” ay masih tetap dengan sikap keras kepalanya.


“Sudah, pernah sayang, aku sudah pernah mencobanya, tapi daddy mu, tidak mau memberikan izin, dia menganggap kamu masih terlalu kecil untuk menikah” ucap brian dengan sabar. Pria itu berusaha memberikan pengertian pada kekasih kecilnya itu.


Ay memalingkan mukanya kearah samping tidak mau melihat wajah Brian yang berada di atasnya.


“Om gak benar-benar serius dengan ay, om gak mau perjuangkan ay, om gak cin_” ucapan Ay berhenti karena brian Kembali meraup bibir Ay untuk Kembali dia cumbu, pria itu bukan hanya memberikan kecupan, lidahnya sudah menjelajah di dalam mulut ay.


“Jangan pernah mengatakan itu, dunia ku hancur jika kamu tidak ada ay, aku sudah berpikir untuk menculik mu, tapi aku tidak ingin memisahkan mu dari keluarga mu, jika di tanya cinta aku siap memberikan apapun di dunia ini hanya untuk kamu sayang, jadi jangan pertanyakan cintaku” ujar Brian dengan memelas.


Ay terdiam menatap mata Brian yang memancarkan kesedihan, dia jadi tidak tega untuk memaksa Brian lagi, tapi kenakalannya tetap akan berlanjut sampai kapanpun itu.


‘kruuyyuukkk’ bunyi perut ay membuat brian yang tadinya menatap sendu ay berubah menjadi senyuman Bahagia. “maaf ya, aku akan masak sebentar, kamu mandi dan siap-siap untuk ke kampus oke?”


Ay tidak menjawab dia hanya mengangguk pelan, membiarkan Brian tegak dan melepaskan dia yang sedang dikurung oleh badan brian.


...🐑🐑🐑🐑🐑...


Ay sedang memilah pakaiannya dikamar, tiba-tiba saja otaknya muncul ide jahil ingin menggoda Brian Kembali.


“Om! Kesini bentar” teriak ay dari dalam kamar.


Brian yang mendengar teriakan ay langsung berlari menuju ay yang sedang menghadap belakang dengan punggung terbuka lebar.


“Pasangkan retsletingnya” pinta ay.


Brian yang melihat punggung mulus ay langsung berbalik arah, “ay, kenapa pakai baju sexy itu?” geram kesal Brian.


“Gak sexy, ay mau pakai ini aja ke kampus” gumam ay dengan tawa yang dia tahan.


“Ay ganti” ujar brian.


“tidak mau” tolak ay.


Pria itu kini berbalik menatap sinis ay lalu berjalan mendekati ay. Ay yang mendapatkan tantangan berbalik badan dari brian nyali gadis itu langsung menciut.


“O-om mau apa?” gagap gadis itu.


“Kamu tidak boleh ke kampus dengan baju itu” putus Brian.


Otak ay langsung berpikir yang macam-macam, “kenapa?? Om mau makan ay?” goda gadis itu dengan senyum jahilnya.


Brian mendekatkan wajahnya dengan ay memberikan kecupan singkat lalu berbalik menuju lemari baju yang ada pakaian ay di dalamnya.


“Nah pakai ini aja” gumam brian, dia mengeluarkan celana jins dan kaos putih milik ay.


“hanya itu?” seru ay tidak percaya. “gak mau ay mau pakai dress ini aja” kekeh ay.


“Pakai atau aku siksa disini ay” ancam brian.


“Siksa seperti apa? Siksa menyakitkan atau siksa mengenakkan?” tanya ay balik.


“emang ada siksa yang mengenakkan sayang?”


“Ada, siksa di atas ranjang buka-bukaan di sana kita” ay menunjuk ranjang tempat tidur yang sudah dia rapikan.


Brian geleng-geleng kepala, dengan ucapan Ay, “siksa menyakitkan sayang, kalau siksa enak-enak setelah kita menikah ya” brian Kembali keluar kamar, “cepat ganti, kalau tidak aku yang akan menggantikannya” ancam brian sebelum benar-benar keluar dari kamar.


“Baiklah” pasrah Ay.


Kembali pertarungan kali ini di menangkan oleh brian, cara terbaru ay untuk menggoda brian Kembali gagal. Gadis itu menatap kesal pintu kamar yang tertutup rapat.


“Ay! Cepat ganti baju! Jika dalam 5 menit tidak keluar juga maka aku akan masuk dan mengganti bajumu dengan paksa” teriak Brian dari luar pintu kamar.


Ay bergegas mengganti bajunya dengan cepat, brian telah mengetahui siasatnya jadi ay selalu saja kalah.


...🐰🐰🐰🐰🐰...


cara apa lagi ya kira-kira yang bakal digunakan ay, dari membujuk berpura-pura merajuk dan menggoda dengan pakaian juga sudah dilakukan, hayoo ada yang bisa tebak ay menggunakan cara apa lagi? godaan demin godaan ay lancarkan, mampukah impian gadis itu tercapai?


bonus pict