My Little Girl

My Little Girl
Extra 13. Manjain Mami nya



Ara terbangun dari tidurnya, matanya berkeliling melihat setiap sudut ruangan, hanya sofa saja yang nyala lampunya sedikit lebih terang, Suaminya tampak sibuk dengan beberapa dokumen disekitarnya.


“Kak” panggil Ara pelan.


Deon yang mendengar suara istrinya langsung meninggalkan pekerjaannya dan melangkah mendekati istrinya. “kenapa sayang?” tanyanya ketika sudah dekat.


“Kenapa belum tidur? Mami, papi, bunda, ayah sama abang kemana?” Tanya Ara.


“Kakak masih ada sedikit kerjaan, mereka semua tidur di ruangan yang sudah kakak siapkan, kamu mau apa?” Deon mengelus wajah istri kecilnya itu.


“Ara lapar, tapi tengah malam gini gak ada makanan kan?” gumam gadis itu pelan.


“Ada, tadi kakak buat nasi goreng, udah dingin sih, kamu mau? Kakak panaskan dulu di oven dekat dapur, atau mau yang lain biar kakak buatkan” Ucap Deon walau kasih sayangnya telah terbagi ke anak-anaknya deon tetap memperlakukan istrinya dengan manis.


Ara menggeleng pelan, “nasi goreng punya kakak aja, gak pa pa dingin”.


“Baiklah sebentar ya, kakak siapkan susu hangat juga” Deon pergi menjauh sebelum itu dia menyempatkan diri untuk mengecup bibir mungil istrinya.


“Ihhh dasar om mesum” kekeh Ara.


“Mesum-mesum tapi kamu suka kan?” balas deon. Dia sudah datang dengan sepiring nasi goreng yang baru tersentuh sedikit dan segelas susu hangat.


Deon membantu ara untuk duduk dengan perlahan, dan dia juga sengaja menyuapkan istrinya makan.


“kakak gak makan?” Tanya ara dengan mulut yang masih mengunyah makanan.


“udah, kita makan satu piring berdua biar mesra, ini juga kakak buatnya kebanyakan, untung kamu bantuin habiskan” kekeh Deon.


Sepuluh menit kemudian nasi goreng dan susu itu habis dilahap Ara, dia sangat senang suaminya masih mesra padanya padahal sudah punya anak.


“Mau minum air putih?” tawar Deon.


Ara mengangguk pelan.


Dengan cekatan deon mengurus istri kecilnya, dan mengambil air putih untuk gadis itu.


“Kak, tidur disebelah ara ya? Ara pengen tidur di lengan kakak” gumam gadis itu pelan.


Deon melirik mejanya yang masih penuh dengan berkas kerja dan laptop yang masih menyala. “bentar ya, kakak matikan dulu laptop kakak” setelah mendapat anggukan dari istrinya deon baru bergerak merapikan semua pekerjaannya lalu pria itu kembali dan tidur disebelah istrinya.


“Masih sakit perutnya?” Tanya deon.


“Dikit” balas Ara.


“Mau kakak panggilkan dokter?” Tanya Deon lagi.


Ara menggeleng pelan sambil mengeratkan pelukannya pada Deon, membiarkan pria itu terus mengelus puncak kepalanya sambil sesekali mencium kening Ara.


“Kak~”


“Hmm?” deham Deon menyahut panggilan ara.


“Kakak udah sembuhkan dari trauma kakak?” ujar ara pelan masih memeluk tubuh suaminya.


Gerakan tangan deon yang tadinya mengelus rambut Ara berhenti. Dia tidak tau jika istrinya terlalu peka denga napa yang terjadi padanya.


“Dari mana kamu tau?” Deon Kembali mengelus rambut Ara, bersikap normal walau tadi sempat terdiam.


“Tadi ara liat kakak tidak berpengaruh saat dokter perempuan itu membantu kakak meletakkan baby Ay ke dada kakak, kakak sempat menyentuh tangan dokter itu”


“tidak sengaja tersentuh sayang” potong deon.


“Baiklah, tadi ara lihat tangan kakak tidak sengaja menyentuh dokter perempuan itu, memang belum ada yang sadar selain Ara”.


Deon masih diam, tapi masih bergerak mengelus kepala istrinya.


“kenapa kakak tidak cerita?” ujar Ara. Wanita itu sedikit sedih karena suaminya menyembunyikan rahasia itu darinya.


“Juju raja, ara siap kok”.


Deon memberikan sebuah ciuman di kening Ara dengan tempo yang sedikit lama, “Saat kakak kecelakaan di jepang, kakak sempat hilang ingatan sebentar, tapi ingatan kakak Kembali ketika melihat fotomu di kalung kakak, jadi semua ingatan kakak Kembali termasuk tentang penculikan itu, tapi entah kenapa setelah kecelakaan itu kakak tidak lagi mendapatkan ketakutan saat disentuh, kakak sudah tanya ke dokter kenapa hal itu bisa terjadi, dokter juga bilang tidak tau, dia bilang mungkin mukzizat datang pada kakak” Jelas Deon. Ara masih tidak mau mengatakan apapun, bibirnya masih terkunci untuktetap diam sampai deon menjelaskan semuanya.


“Kakak tidak berani bilang, karena kakak takut kamu akan marah seperti ini pada kakak” Deon berusaha menaikkan dagu Ara untuk menatapnya. Saat wajah ara menatap Deon, Deon tersenyum dan mencium kedua mata ara yang sudah mengenang air mata.


“Kakak memang sembuh, tapi reflek kakak terhadap Wanita jahat masih sama, bukan kakak tidak mau bercerita kakak hanya takut kamu akan kecewa pada kakak” lirih Deon.


“Ara gak marah kakak sembuh, tapi ara kecewa kakak menyembunyikan ini dari ara” akhirnya bibir Ara terbuka juga, bersamaan dengan itu setitik air mata mengalir indah dari mata bening itu.


“Maafkan kakak ya, kakak janji tidak aka nada kebohongan lagi, dan tidak aka nada yang kakak sembunyikan lagi”.


‘cup’ Deon Kembali mencium kening Ara dengan lama.


“Sekarang kakak sudah sembuh, apa perasaan kakak masih sama pada ara?” tanya gadis itu sedikit takut.


“Tidak pernah sedetik pun hati ini berpindah dari mu sayang, kakak memang sembuh, tapi percayalah, kakak mencintaimu melebihi apapun, bukan karena kakak hanya bisa menyentuhmu, sudah kakak bilangkan, kakak akan mengobati penyakit kakak jika kakak tidak bisa menyentuhmu, kakak mohon percaya pada kakak, tidak ada Wanita lain yang bisa memasuki hati kakak selain kamu”.


“Kalau gitu Baby ay gimana?” kekeh Ara. Dia sudah bisa mengajak Deon bercanda, berarti hatinya mulai tenang, dan sudah tidak ketakutan lagi seperti tadi.


“Hahhaha, Baby Ay punya tempat tersendiri dihati kakak, yang pastinya maminya nomor satu” ucap deon mantap. “Boleh kakak menciummu?”


“Dari tadi apaan kalau gak cium? Lagian kakak tu gak perlu nanya, biasanya langsung nyosor” gurau ara.


‘CUP’ Kedua orang itu lalu berciuman cukup panas, deon bahkan ******* bibir ara, sedikit lama, dia sudah sangat lama tidak mencium istrinya seganas itu.


“Aku mencintaimu Clara” ucap deon saat bibir mereka terpisah.


“Aku juga mencintaimu om mesum” Kekeh Ara.


...🐣🐣🐣🐣🐣...


“Aduhhh liat ini!”


‘Puk puk’


“awwww sakit” pekik Deon, karena lengannya dipukul oleh bundanya sendiri. “Bun, apa-apaan sih, sakit tau” keluh Deon lagi.


“Sakit-sakit, istri kamu ini yang sakit, malah kamu yang tidur diranjang!”


Deon langsung melirik tangannya yang sudah tidak ada ara disana, kepalanya langsung berkeliling mencari keberadaan istrinya, ara dtampak duduk dikursi roda dibantu maminya, gadis itu baru saja keluar dari kamar mandi.


“Sayang, kenapa gak bangunin kakak?”


“Gak apa, ara Cuma pengen kekamar mandi aja, mami udah bantuin” ucap ara.


“Awww Bun ngapa lagi cubit Deon?” pekik deon karena maminya Kembali mencubit pria itu.


“Cepat turun, gendong istri kamu untuk naik ke tempat tidur!”


Sesuai perintah bundanya Deon segera turun dan membantu istrinya untuk naik ketempat tidur.


“Kamu udah sarapan Ra?” tanya Deon saat sudah merapikan selimut Ara.


“Belum, lagi nunggu sarapan yang dibelikan abang, kakak mandi dulu, nanti baby AL, EL dan Ay datang kakak gak boleh gendong ya, soalnya masih banyak kuman di badan kakak” perintah Ara.


‘Cup’ “siap sayang” Deon langsung lari menuju kamar mandi dia tidak mau lagi dipukul oleh bundanya karena tadi berhasil mencium istrinya.


“Haiiiss itu anak! Sudah jadi bapak-bapak masih aja ganjen sama istrinya” bunda sampai geleng-geleng kepala liat tingkah laku deon yang masih suka menggoda istrinya.


“Gak papa dong, kan bagus biar masih ada yang sayang sama maminya, soalnya sekarang perhatian utama tumpah pada Three Dan” bela Bunda Shahnaz.


“Iya benar juga” sambung bunda Mitha.


...🐤🐤🐤🐤🐤...