My Little Girl

My Little Girl
S2 MLG 40. Masuk jebakan



maaf ya kemarin gak update 2, soalnya kemarin author sibuk banget, jadi hari ini author sempatkan buat dia sekaligus, Terima kasih masih mau mengikuti cerita ini


...🐻🐻🐻🐻🐻...


Asisten Adnan masuk ke dalam kamar tidur Adnan dengan tergesa-gesa, "Tuan muda! tuan muda! , kita harus segera pergi dari sini, tuan muda!" pekik pria itu sambil terus menggoyangkan badan Adnan yang sedang tertidur pulas.


"Akhhh kenapa sih!" bentak Adnan karena tidurnya terganggu.


"Markas utama di serang tuan hanya tinggal menunggu waktu kediaman ini akan diserang juga, kita harus secepatnya pergi tuan" ujar asisten setia Adnan.


"Sial! bagaimana bisa diserang! kita sudah meletakkan markas utama di tengah hutan!" maki Adnan sambil langsung berdiri tegak dari tempat tidur nya.


"Saya sudah menyiapkan mobil tuan, ayo kita segera pergi" ucap asisten nya lagi.


Hanya menggunakan baju tidur yang dia kenakan Adnan berlari mengikuti Asistennya itu menuju pintu belakang, Pria itu mengumpat berkali-kali karena Kembali harus melarikan diri dari kejaran seseorang.


“Sial! Siapa yang selalu menghancurkan rencana kita! Aku sudah gagal mendapatkan Danaya! Sekarang harus melarikan diri dari kejaran orang!” umpat adnan kesal.


“Tuan seperti nya kita memang harus melarikan diri, jika kita tertangkap maka semua rencana kita akan gagal, tapi jika tuan berhasil melarikan diri, tuan masih mampu membangun mafia ini Kembali, maka dari itu saya langsung menyelamatkan tuan muda” ucap asisten Adnan.


“Siapa yang menyerang markas kita?” bentak Adnan dengan nada sinis.


“I-itu tuan kelompok mafia yang paling ditakuti di dunia, mafia George” Ucap asisten adnan ketakutan. Brian memang sengaja tidak mengganti nama mafia yang telah di bangun oleh daddy nya, karena niat awalnya yang ingin keluar dari dunia mafia.


“jangan bilang pria yang waktu itu memang Brian! Anak dari mafia George!” maki Adnan.


“I-iya tuan, ternyata Danaya adalah kekasih dari mafia itu tuan, dan seluruh keluarga Danaya juga telah dilindungi oleh pria itu, kita tidak mempunyai kesempatan untuk mengalahkannya kecuali kita bergabung dengan mafia lain untuk menghancurkan Mafia George.


“Ahhhkkk!! Sial! Kenapa bisa danaya berkenalan dengan pria itu! Akkhhh! Setiap pria yang melihat danaya akan jatuh cinta padanya! Aku terlambat untuk mendapatkan Wanita itu!” teriak adnan kesal.


🐾Flashback ON🐾


“Apa yang adnan lakuin ke lo, hingga kita harus menghabisi dia” tanya Leon, dia pria yang paling normal diantara mereka, hanya mau menggigit jika ada yang mengganggu tapi tidak akan menggigit jika tidak diganggu.


Brian melemparkan beberapa foto dan dokumen kearah teman-temannya, disana tampak foto adnan terus memperhatikan foto Ay, dan beberapa orang yang dihajar oleh ay, serta dokumen tentang grup mafia yang adnan pimpin.


“Keluarga dia punya dendam sama mertua gue, karena salah paham tentang kematian Dicky” ucap Brian.


“Bro! dicky kita yang membunuhnya! Bukan keluarga Allinsky!” ujar Lars sedikit emosi.


Brian mengangguk, “benar yang kamu katakana, tapi bagi keluarga Dicky mereka menganggap keluarga allinsky lah yang membunuh putra mereka dicky karena hanya keluarga allinsky yang memiliki dendam dengan keluarga mereka, mereka terlalu bodoh untuk membuat kesimpulan, aku tidak tau dari siapa mereka mendapatkan kesimpulan itu”.


“Lalu apakah hanya itu?” tanya Johan.


Brian Kembali menggelengkan kepalanya, “Dia berusaha melukai abang iparku, dan juga berusaha menculik gadis kecilku” ucap brian.


“APA! Dia tidak tau lo adalah pelindung alien itu?” Johan tiba-tiba berteriak karena terkejut.


“Sorry, hehehe” kekeh Johan.


“Aku pikir dia masih belum yakin jika aku adalah pelindung ay, jadi sebelum dia lebih hebat dari sekarang, aku ingin menghancurkan dia sampai tidak bersisa” ungkap Brian.


Lars mengangguk mengerti, “Bro, jangan lama-lama, sekarang saja kita hancurkan, semakin lama dia akan membuat perlindungan lebih kuat pada dirinya, aku akan telepon anak buah kita di rusia, untuk menghancurkan markasnya disana, lalu kita sendiri yang akan menghancurkan bentengnya yang ada di Indonesia, aku tau dimana dia bersembunyi”.


“Terserah, aku memberikan kalian kebebasan, asal jangan ada yang tersisa, satupun, mau Wanita ataupun anak-anak, mau lelaki atau perempuan, hanya sandera atau korban penjualan manusia nya yang boleh kalian bebaskan”ucap Brian, pria itu menatap leon yang masih tampak diam, “Apa aku kelewatan? Berbuat seperti ini?” tambahnya dengan bertanya pada leon.


Leon menggeleng pelan, “jangan biarkan satu ekor lalatpun lepas, aku tidak ingin kita Kembali kehilangan seperti michel” ucap Leon akhirnya.


“Kalau gitu aku serahkan semuanya pada kalian, aku takut jika ay terbangun dia akan mencariku, tolong bereskan mereka semua” ucap brian.


“Oke, kita akan bergerak sekarang” Lars mulai menunjukkan senyum psikopatnya.


🐾Flasback Off🐾


“Erik ini kita kemana?” tanya Adnan heran karena mobil yang dibawa oleh asisten adnan yang Bernama eric itu membelokkan rumahnya ke dalam sebuah rumah mewah.


“Tenang tuan, ini adalah tempat perlindungan yang disediakan oleh kakek tuan, jadi tuan santai saja” jawab eric dengan senyum misterius.


Adnan menjadi tenang mendengar ucapan asistennya itu, dia menatap bangunan megah itu dikelilingi oleh banyak bodyguard, yang menunduk hormat padanya. “Aku heran kakek punya rumah sebesar dan semegah ini, kenapa aku tidak dibawa kakek kesini!” kesal adnan, melihat kemegahan rumah itu.


“Mari tuan silahkan masuk” ajak Eric.


...🐰🐰🐰🐰🐰...


Memang benar seperti yang ditakutkan oleh Brian, Ay terbangun ditegah malam, gadis itu langsung berkeliling mencari Brian, ay lupa satu tempat yaitu ruang kerja Brian, dia tidak mencari brian sampai situ, gadis itu mulai menangis tidak bisa menemukan pria itu di manapun.


Brian yang masih sibuk di ruang kerja sedikit terganggu mendengar suara isakkan dari ruang tamu, begitu dia membuka pintu terlihat ay yang sedang berjongkok sambil menangis, pria itu langsung menghampiri gadis kecilnya.


“Sayang kenapa?” tanya Brian dengan nada lembut.


“Oom!” ay langsung memeluk tubuh brian, “Om kemana?” isak ay. Ini pertama kalinya Brian tau Ay bisa bersikap seperti anak kecil, ay sejak dulu selalu di kelilingi oleh keluarganya, terkadang gadis itu mimpi buruk dan akan tidur bersama salah satu abang kembarnya atau dengan mommy dan daddynya, jika tidak ada yang dia temukan maka gadis itu akan menangis.


“Cuma di ruang kerja sayangku, jangan nangis gitu, aku gak akan kemanapun” ucap brian berusaha menenangkan gadis itu.


Brian mulai menggendong Ay ala bridal style dan meletakkan gadis itu diatas kasurnya dengan perlahan. “Udah jangan nangis, aku gak akan kemanapun” ucap Brian lagi sambil berbaring menghadap ay mengelus punggung gadis itu dengan lembut.


“Ay mimpi buruk?” tanya Brian.


Ay tidak menjawab gadis itu hanya mengangguk pelan dan semakin memeluk erat tubuh brian.


“Pejamkan lagi matanya, aku tidak akan pergi, aku akan selalu disini” ucap brian pelan. Pria itu mulai bernyanyi berharap nyanyiannya dapat membuat ay Kembali tenang.


...🦊🦊🦊🦊🦊...