
Ara semakin mengernyitkan keningnya bingung, dia muai merasa ada sesuatu yang disembunyikan si kembar padanya.
“kalian menyembunyikan sesuatu dari mommy?” tanya Ara penuh selidik.
"Menyembunyikan apa?" tanya balik ay, jika ada yang curiga dengan diri kalian mungkin bertanya balik adalah solusi paling tepat.
Tapi ternyata ucapan ay barusan malah menjadi bumerang baginya, Ara langsung menatap putra keduanya yang masih menggendong Baby Ray di tangannya.
"Kembali kan baby Ray pada Brian" perintah mommy ara.
El hanya menghela nafas dan mengembalikan baby Ray pada Brian. untung saja bayi kecil itu masih nyenyak tidur walau ada suara ribut dan sejak tadi tubuhnya berpindah dari satu tangan ke tangan lainnya.
Mommy ara menatap putra keduanya itu dengan intens dan menyuruhnya mendekat dengan kode tangan.
"mom, kita bicarakan ini di rumah aja ya" bujuk Daddy deon untuk membuat mommy ara menjadi tenang.
Kini kepala ara menatap pada Deon dengan mata melotot. "ohhh jadi satu keluarga udah tau, cuma mami aja yang gak tau? hebat ya daddy sekarang pakai rahasia sama mommy" sindir Ara marah.
"Gak gitu sayang, ini kita sedang kumpul jadi jangan marah-marah ya, kasian nanti abang Ray bangun" tunjuk daddy deon pada baby Ray yang semakin nyenyak di dalam gendongan daddy nya.
Dalam hati Deon berharap abang Ray menangis karena terganggu dengan suara-suara yang ribut, tapi apalah daya mungkin telinganya seperti daddy nya cuek pada apa saja yang terjadi kecuali dengan orang yang dia kasihi.
Ara mengangguk pelan, "baik kita bicarakan ini nanti, dan mommy ingin cerita rinci tanpa ada yang ditutup-tutupi" ucap Ara.
...🐼🐼🐼🐼🐼...
Johan menatap Ay dan Brian, "Diantara kalian siapa yang alergi pada berry berry an?" tanya Johan.
Ay mengangkat tangannya menunjuk dirinya sendiri, "ada apa om?" tanya ay balik.
"Abang Ray juga punya alergi dengan berry jadi kalau bisa hindari semua buah berry yang ada" jelas Johan.
Brian mengangguk, "Di rumah memang tidak pernah ada buah-buahan itu" ujar Brian.
"Itu memang jalan terbaik tapi aku sarankan selalu bawa obat anti alergi kemana pun kita tidak tau kapan dia akan di celakai oleh orang lain bukan hanya Abang ray tapi ini juga untukmu ay" ucap Johan sambil menatap Ay.
"Oke" jawab Brian cepat agar memutus kontak mata Johan dengan Ay.
"masalah abang Ray sudah semua, dia sehat dan tidak ada alergi lain selain berry, lalu bobby sekarang" Johan mengundurkan dirinya berganti dengan bobby yang akan melaporkan informasi dan masalah yang ada.
"Sayang disini aja dulu ya, kakak mau kerja dulu" ketika giliran bobby Brian memilih menjauh sebentar dari istrinya itu, kebetulan dia sudah mempersiapkan kamar disebelah ay untuk menjadi ruang kerjanya.
Ay mengangguk pelan, dia tidak terlalu mau tau apa yang dibicarakan Brian, lagi pula abang ray mulai rewel minta disusui.
.
"Kalau masalah daddy george, aku tidak mau dengar" ucap Brian sebelum Bobby menyampaikan informasi tentangnya, padahal dari semua informasi yang di dapat ada informasi tentang daddy George salah satunya. "Kalau bisa peringkat semua" tambah Brian, matanya sibuk melihat dokumen yang bertumpuk di depannya dan menggoreskan tanda tangan serta memberikan cap pada dokumen yang sudah dia setujui.
Brian menghentikan kegiatannya menggoreskan tanda tangan di kertas dokumen itu dia fokus menatap Bobby.
"Aahhh aku lupa kalau dia masih hidup" keluh Brian, "ya sudah bunuh saja, putraku sehat-sehat jadi tidak apa dibunuh" ujar Brian, dia kembali fokus pada dokumennya.
"La_" ucapan Bobby terhenti.
"Ahh hampir lupa, suruh Leo membunuhnya di negara lain, beserta kedua orang tuanya, aku tidak ingin mereka bergentayangan disekitar sini" potong Brian cepat.
Bobby segera mengangguk dan mencatat perintah yang dibuat Brian.
"Selanjutnya masalah Jonny tuan, dia bertanya kapan dia bisa kembali menjalankan pekerjaan nya, dan dia sudah ketahuan sebagai mata-mata oleh daddy George, dia ingin meminta perlindungan kita tuan" ujar Bobby lagi.
"baik jalankan permintaan nya, ada lagi?" Brian menutup dokumen terakhirnya, dia sudah lelah dengan pekerjaan yang harus dia lakukan walau dia minta liburan tetap pekerjaan tidak ada berhenti.
Pria itu ingin menikmati waktunya dengan putra dan istrinya.
“hmm...” bobby ingin menyampaikan pesan dari asisten daddy george tapi takut karena peringatan brian yang pertama. Bobby akhirnya menggeleng pelan, “tidak ada lagi tuan sudah semuanya kecuali masalah daddy george” jawab bobby dengan sedikit menunduk.
Brian masih marah dengan kelakuan daddy nya, jadi dia masih belum dapat memaafkan pria tua itu apa lagi daddy george masi dengan ego tingginya tidak mau menundukkan kepala meminta maaf pada istri kesayangan brian, jelas-jelas ay yang paling dibuat sakit oleh daddy george, sampai saat ini pria itu masih belum mau meminta maaf pada Ay.
“baguslah, aku sudah merindukan putra dan istriku” brian segera tegak dari kursinya, sedangkan bobby masih menunduk memberi hormat.
“Ahhh hampir lupa” brian menghentikan langkahnya dan berbalik menatap bobby. “bilang pada pak tua itu, jika benar-benar telah berubah datanglah dan meminta maaf pada istri dan putraku, karena dia putraku hampir saja tidak selamat lahir ke dunia ini, setelah ay memberi maaf, baru maafku akan turun, tapi jika dia masih bersikap keras kepala, jangan salahkan aku jika Ray tidak mengenal Granpa nya” lanjut brian pria itu langsung berlalu tanpa menunggu jawaban dari Bobby.
Bobby tersenyum menatap punggung brian, dia tau masih ada sisi baik dari brian dan itu semua berkat ay, bobby bersyukur Ay bisa hadir dalam hidup tuan mudanya itu.
“Semoga kalian semua selalu bahagia tuan muda” gumam bobby.
...🐨🐨🐨🐨🐨...
"A-ampun.. aku mohon ma-afkan aku, cepat bunuh aku" lirih Melani.
dia sudah tidak sanggup menahan semua kesakitannya lagi, Leo, Lars dan Jonny benar-benar membuat tubuhnya hancur dari tangan hingga kaki, hanya mulutnya saja yang masih bernafas dan bisa bergerak.
'Tok tok tok' seorang pelayan masuk setelah mengetuk pintu cukup keras. Pelayang itu memberi hormat pada ketiga pria gila itu, "Tuan muda, saya sudah mendapat info dari tuan besar Brian, boleh eksekusi langsung tapi jangan di Indonesia" ujar pelayan itu.
Lars mengetuk kan jarinya pada dagu, "Kita lempar aja dari helikopter ke Tengah-tengah laut, bersama kedua orang tuanya, dengan begitu mereka akan Dimakan hiu" ucap Lars asal.
"Terserah kalian berarti tugasku telah selesai, silahkan bunuh dia, aku akan menyuntik mati orang tuannya saja" ujar Jonny terdengar lebih mengerikan.
Ketiga pria itu langsung menjalankan aksi mereka, betul-betul menghabisi nyawa Melani tanpa ampun.
...🐯🐯🐯🐯🐯...