
"Aku tidak akan mau bertemu dengan kedua orang tua mu! aku tidak salah apapun!" ucap shasa dengan percaya diri.
"Tidak salah? berhubungan dengan tunangan orang lain kau bilang tidak salah?!" maki kris dengan emosi yang memuncak.
"Iya aku tidak salah! Kak Dicky yang mau dengan ku, bilang saja sendiri pada orang tuamu!" Shasa hendak meninggal kan Kris, tapi tangannya segera kris tahan dan pria itu kembali meremas tangan Shasa.
"Sakit! lepas kan kris!" pekik Shasa.
"apa kau masih tidak mau bertemu dengan orang tuaku?" tanya kris sekali lagi matanya sudah memerah karena marah.
"Kalau kak Dicky yang meminta aku akan lakukan!" Shasa masih berani melawan kris walau saat ini kris tampak sangat mengerikan.
"Kenapa? kau takut pada Dicky? kau dibayar berapa oleh pria itu?"
"Ya aku takut padanya! dia seorang mafia, aku bisa mati ditangannya, dan dia membayar ku dengan sangat mahal, pria sepertimu tidak bisa membuatku takut! kekuatan mu tidak lebih besar dari kekuatan kak Dicky" Shasa kembali menendang kris dan berlari menuju taksi.
Kris menggeram memegang kakinya yang sejak tadi ditendang Shasa, dia hanya bisa memandang taxi yang dinaiki Shasa dengan kesal.
"Mafia apa itu benar?" gumam kris pelan.
Kris berbalik dan kembali menuju apartemen Dicky, tidak bisa membawa shasa, dia akan mencoba ide pertamanya.
'tok tok tok'
Dicky membuka apartement nya dengan hanya menggunakan boxer.
"kau kris? ada apa datang kesini? masuklah dulu" Dicky mempersilahkan kris masuk, pria itu berjalan ke arah pintu kulkasnya dan memberikan sekaleng bir pada kris.
"aku tidak punya air putih, jadi minumlah ini" kekehnya.
"Tidak, ini masih pagi, aku tidak bisa minum di pagi hari" tolak kris.
"Oke, baiklah" kemudian Dicky mendudukkan dirinya didepan kris. "Katakan kau mau apa?"
"Aku pinta untuk kau membatalkan pertunanganmu dengan kakakku" ucap kris langsung to the point.
Dicky tertawa keras mendengat permintaan dari adik iparnya. "Kalau aku tidak mau, kau mau apa?" tantang pria itu dengan senyum sinis.
"kau punya banyak wanita disisimu, kenapa kau mau membuat kakakku tersiksa, dia wanita yang baik, dia tidak pantas mendapatkan pria sepertimu" geram kris dia terus saja mengepalkan genggaman tangannya, berusaha meredam emosi.
"Tidak pantas? kau pikir kakakmu suci?!" maki Dicky. "Kau tidak tau apa yang kakakmu lakukan hingga membuatku sangat membenci nya! aku tidak akan pernah melepaskan kakakmu!" lanjut Dicky lagi.
"Aku mohon kak, aku akan melakukan apapun untuk kakakku, aku mohon lepaskan dia, jika tidak mau melepaskan nya, aku mohon tolong hanya setia padanya, jangan mendua kan dia kak" pinta kris.
Kris sangat menyayangi Violet, dia bahkan rela melakukan apapun untuk violet agar gadis itu bisa bahagia.
"Tidak ada yang bisa kau lakukan kris, aku akan membuat kakakmu tidak bahagia bersamaku, seperti cara dia mempermalukan ku di depan teman sekolahku" Dicky masih tidak mau mengabulkan permintaan Kris.
Kris hanya bisa pulang kerumahnya dengan tangan kosong, dia tidak bisa membujuk Dicky dan Shasa, tapi dia akan mencari cara untuk membuat shasa mengaku didepan kedua orang tuanya.
...π₯π₯π₯π₯π₯...
Deon masuk ke kamarnya dengan membawa sarapan pagi yang baru saja dia buat, istri kecilnya masih tertidur pulas, akibat perbuatannya.
"Sayang" panggil Deon pelan sambil mencium pipi Ara.
"eunnghh" Ara hanya bergumam pelan lalu mengganti posisi tidur, mata gadis itu masih betah untuk tertutup rapat.
"Sayang bangun ini sudah pagi" bisik Deon lagi, tapi ara masih betah menutup matanya, kelihatan nya ara sangat kelelahan, tapi berbeda dengan ara, deon juga tidur di jam yang sama dengan ara namun staminanya sudah kembali begitu matahari muncul.
"Sayang~" panggil Deon sekali lagi, kali ini dengan mengelus pipi Ara.
"Jam 10 pagi" jawab Deon, pria itu merapikan anak rambut ara dan meletakkan nya di daun telinga ara.
"Ara masih capek kak" keluh ara pelan, "lima menit lagi ya" pintanya sambil kembali menutup mata nya.
"Bunda katanya ingin makan siang dengan kita sayang"
Mendengar nama bunda Deon mata ara segera terbuka lebar, "Kakak kok gak kasih tau dari kemarin" Gerutu Ara. dia segera berlari menuju kamar mandi untuk bersiap-siap.
"Mandi bareng gimana sayang?" teriak Deon.
"Gak mau! mandi sama kakak akan berjam-jam" pekik ara dari balik pintu kamar mandi.
Deon terkekeh pelan. tangannya segera meraih ponsel.
π¨ Deon : "Ara sedang mandi jam 11 kami akan segera meluncur kesana".
tangan Deon dengan lincah mengetikkan pesan pada bundanya.
" Semoga ara suka" gumam Deon pelan.
...π€π€π€π€π€...
Shasa tampak gelisah di dalam kamarnya, didepan kris dia memang sangat percaya diri tapi setelah dia meninggal kan kris jantung nya langsung berpacu.
Dia takut kris akan membicarakan dirinya disekolah dengan seluruh temannya, maka image yang dia buat selama ini akan hancur.
"Sial kenapa dia harus datang sepagi itu ke sana!" sesal shasa sambil terus berjalan bulak balik.
Shasa memang takut dengan kris, tapi dia lebih takut Dengan Dicky, kemarin shasa bertanya pada Dicky tentang pekerjaannya, dan Dicky mengatakan dia mempunyai dua pekerjaan, yang pertama agen real estate milik keluarganya dan yang kedua dia memiliki organisasi mafia, yang menjual obat-obatan serta perdagangan manusia.
Mendengar itu shasa sangat takut akan dijadikan barang yang akan dijual, itu juga salah satu alasan kenapa shasa tidak mau mengikuti Kris.
"Sha kami kenapa sih?" tanya bundanya yang tiba-tiba saja masuk kedalam kamarnya. shasa sekarang sudah memiliki kamar sendiri, jadi dia tidak lagi berbagi kamar dengan adiknya.
"Ahh bunda! tidak apa apa kok!"
"Kenapa kamu terlihat ketakutan begitu? dan tadi malam kamu tidur dimana?" cecar ibunya dengan berbagai macam pertanyaan.
"Shasa biasa aja, Shasa tidur dirumah teman shasa, bunda tenang aja, shasa mengajari dia belajar, dan karena larut malam, shasa harus menginap disana" bohong shasa. Gadis itu masih mampu mengelabui kedua orang tuanya dengan acting yang dia miliki.
"Ya sudah cepat sarapan sana, bunda sudah siapkan sarapan buatmu".
Begitu bunda nya pergi shasa baru menghembuskan nafas panjang. gadis itu terduduk di pinggir ranjangnya sambil memegang dada yang terus berdetak kencang.
...π£π£π£π£π£...
" Axel! Deon bilang dia akan segera datang! kita harus cepat bersiap" bunda berlari ke ruang tamu setelah mendapatkan pesan dari Deon.
Axel saat ini ada di rumah keluarga Allinsky, bukan hanya Axel, tapi ada Trio badboy juga sahabat baru ara yang bernama putri.
"Iya bunda ini anak-anak udah pada siap, tinggal tunggu ara datang aja" ucap Axel sambil memegang terompet ditangannya.
...π₯π₯π₯π₯π₯...
πΊπΊπ«π«π«πΊπΊ
Hayooo~ kira-kira mau apa ya mereka, jangan lupa like dan vote nya ππ Terima kasih