My Little Girl

My Little Girl
S2 MLG 96. Manja



Brian meminta ketiga sahabatnya untuk menunggu dia di ruang kerja, karena ada hal penting yang ingin dibicarakan.


“nih untuk kalian” Brian memberikan cek senilai 500 juta pada kedua sahabatnya yang baru saja berperan penting dalam drama ngidam ay.


“jadi ini hal pentingnya? Membuat kami menunggu hanya untuk memberikan cek?” tanya Johan.


Brian tersenyum kecil dan menggeleng. “bukan karena ini, tapi karena hal lain, aku tadi harus menidurkan ay dulu, baru bisa kesini” jawab brian.


“jadi karena apa?” lars ikutan berbicara sangking penasarannya. “kau memberi kami uang 500 juta, bukannya kau sudah bangkrut bri?” tambah lars, dia mengetahui bahwa Brian telah putus hubungan dengan daddy george, lalu brian sekarang membagikan cek senilai 500 juta pada Johan dan Lars.


“Aku tidak mungkin bangkrut hanya memberikan kalian cek segitu, kalian mau lebih, aku bisa menulis cek satu lagi” brian tidak mau dikatakan bangkrut setelah berpisah dengan daddy george, karena sebenarnya yang telah membuat daddy george semakin berjaya adalah dirinya.


“maksudnya?” johan bertanya karena tidak mengerti.


“Perusahaan milik daddy itu hanya perusahaan yang berdiri di amerika saja, sedangkan eropa, asia dan sekitarnya adalah perusahaanku” jelas Brian.


“jadi kau mau apa sekarang?” tanya Lars lagi.


“Aku ingin kalian bertiga keliling perusahaanku untuk menyeleksi pengikut pak tua itu dan pengikutku, Johan periksa di setiap rumah sakit, Lars setiap perusahaan yang aku bangun diluar negri, dan untuk leo tolong seleksi para anggota mafia kita, aku tidak bisa melakukan itu sekarang, karena ay tidak mau aku tinggal, aku hanya bisa menyeleksi yang ada di sini” perintah brian, memang dialah yang telah membesarkan Klan mafia George, tapi dia tidak ingin ada pengikut daddy george yang masih ada disekitarnya, dia ingin menyingkirkan semua anggota mafia yang setia pada daddy nya, ingin rasanya dia menghabisi semua klan mafia George tapi itu adalah hadiah perpisahan dari seorang putra pada ayahnya.


“jika sudah terseleksi? Apa kami akan membunuh mereka?” tanya Lars, dia mengerti alasan brian ingin menyeleksi, tapi masih belum tau tujuan brian melakukan itu.


“bukan, jangan dibunuh, istriku sedang hamil, aku takut ada karma yang akan mengambil nyawa anakku, kembalikan saja mereka pada pak tua itu” jawab brian.


“kau tidak berniat ingin menghancurkan klan mafia daddy george?” tanya Johan.


Brian menggeleng, “ini hadiah perpisahan dengannya, aku akan buat dia menyesal telah membuat aku marah dan mengamuk, aku akan buktikan monster ciptaannya ini sudah melampaui pembuatnya, aku akan buat pak tua itu tersiksa hidup sendiri tanpa keluarga, karena dia yang meminta itu” brian berucap dengan mata menyala marah.


“Baiklah, akan kami lakukan sesuai perintah” jawab johan.


Sedang asik berdiskusi dengan teman-temannya bobby masuk dengan terburu-buru. “tuan muda, maaf mengganggu waktunya” Bobby lebih dulu menunduk meminta maaf takut sang ketua mafia terganggu.


“ada apa?” tanya brian dingin.


“I-itu, ada orang-orang dari tuan besar George yang ingin masuk kedalam klan mafia kita tuan” ucap bobby.


Brian mengernyitkan keningnya bingung, “kenapa mereka mau masuk ke klan ku? Mereka tidak tau aku tidak suka orang-orang pak tua itu?” tanya brian bingung.


“i-itu tuan, mereka mengatakan memang mereka berada di klan mafia George lebih lama sebelum tuan menjadi pemimpin tapi mereka lebih suka kepemimpinan tuan muda di banding tuan besar, makanya mereka yang sudah lama mengikuti tuan besar ingin bergabung dengan tuan muda” jawab bobby. Brian memang sangat sadis tapi pria itu hanya sadis pada musuh-musuhnya, dia sangat baik dengan semua anggotanya, dia memberikan mereka pekerjaan dan bukan hanya sebagai algojo pemukul orang, tapi pekerjaan mereka lebih baik dan tidak hanya sebagai pencuri, bersama daddy George mereka tidak dipikirkan, hanya fokus tentang perkelahian antar klan mafia, untuk mendapatkan kekuasaan, dan mereka hanya menjadi algojo untuk membunuh orang-orang saja.


Brian menghela nafas panjang baru dia akan menjawab pintu ruanganya terbuka lagi. Ay masuk dengan menggunakan kimono menutupi ligerie sexy nya.


“kak~” rengek ay.


Brian tegak menghampiri istrinya itu. “Kenapa sayang?” tanya brian lembut, dia melirik kepada ketiga temannya yang menatap ay sambil mengulum senyum, “jangan melihat istriku” ancam brian tanpa suara, otomatis ketiga orang itu langsung memalingkan muka mereka.


“kenapa? Kamu lapar lagi?” tanya brian.


Ay menggeleng, “kakak gak ada di samping ay~” lirih ay dengan pelan.


Brian mengulum senyum senang, gadisnya kembali manja, lihat sendiri betapa manjanya ay, jika dia tidak ada, bagaimana caranya dia keluar negri jika ay saja tidak mau ditinggal.


Brian menggendong istrinya itu dan berjalan kearah kursi pria itu, dia duduk sambil memangku ay.


“suiit suiitt” goda Lars melihat adegan romantis di depannya.


Ay yang malu menyembunyikan kepalanya di ceruk leher brian, tidak mau menatap depan brian karena sudah dipastikan ketiga orang teman brian akan melihatnya.


“bentar ya, kakak lanjutkan dulu kerjaan kakak” ucap brian.


Ay mengangguk pelan dalam pelukan itu. Dia kemudian mengalungkan tangannya di leher Brian, memejamkan mata serta meyandarkan kepalanya pada dada bidang pria itu.


“bob, pastikan mereka memang mau memasuki klan kita, setelah itu pasang chip ciptaan leo pada tubuh mereka” ujar brian, tangannya sibuk mengelus punggung istrinya yang sedang manja itu.


“chip? Kau menciptakan chip leo?” tanya johan, dia sudah fokus dengan pembicaraan tentang klan, mengabaikan ay yang sedang manja, wajar saja ay saat ini sedang hamil sebagai seorang dokter kandungan Johan selalu biasa menghadapi sikap para istri yang seperti ay.


Leo mengangguk dengan wajah datarnya, “chip yang bisa meledak dengan kontrol dari brian, jadi begitu mereka berhianat, chip di badannya akan meledak, dan artinya mereka mati” ujar Leo dengan nada suara yang terdengar santai, baginya kesadisan itu terlihat biasa saja.


"Bob_" ucapan Brian terhenti begitu merasakan ay dengan sengaja menempelkab hidungnya pada kulit leher Brian, disertai hembusan nafas ay yang hangat menerpa leher pria itu, membuat hasrat ke laki lakian pria itu mulai naik.


Brian menatap Johan yang membuat tanda silang dan mengatakan 'belum boleh' tanpa suara.


Sejenak Brian mengambil nafas panjang lalu menghembuskan perlahan-lahan meneguk saliva nya lalu kembali fokus bekerja. Brian tau istrinya itu sekarang sangat manja sejak insiden daddy george, ay tidak pernah mau di tinggal dengan Brian sendirian lagi.


Melihat Brian kembali fokus ay sengaja mengusap hidungnya dengan leher Brian sekali lagi, gadis itu bahkan menghisao leher Brian.


Brian sedikit menundukkan kepala untuk melihat raut wajah ay, dia bingung kenapa ay melakukan itu, padahal tau sedang di depan teman-temannya, apa ay sengaja membuat dia mendesah.


Saat Brian menunduk tatapannya bertemu dengan mata ay, sorot mata yang membuat hati Brian selalu luluh lantah dan melumpuhkan sel syaraf otaknya. hingga ia tidak bisa berpikir normal. Terlalu berbahaya posisi mereka dan adik kecil Brian yang mulai naik.


"ehem" deham Johan, membuat Brian mengangkat kepalanya, sekali lagi Johan menggeleng pelan.


"Shitt" umpat Brian dalam hati.


Pria itu kembali menghela nafas panjang, kemudian mengecup ujung hidung ay dan kening ay dengan lembut, "jangan ganggu dulu ya, kakak masih kerja".


Ay akhirnya menghentikan gangguan kecil itu, dia hanya menyandarkan kepalanya didada bidang Brian sambil memejamkan mata.


...🐺🐺🐺🐺🐺...