
Deon dan Axel tampak tercengang karena semua makanan yang dibuat oleh Deon dapat dihabiskan oleh Ara. Bahkan kelebihan yang Deon buat juga dapat Ara habiskan semuanya.
“Dek, kamu kerasukan ya?” Sindir Axel pada ara.
Mendapat ejekan dari abangnya, ara langsung menatap Papi dan maminya bersiap-siap akan menangis. Mood ibu hamil siapa yang tau. Hanya karena beberapa perkataan ibu hamil bisa marah marah dan bisa mendadak sedih.
“Mi, abang jahat” rengek ara, air matanya sudah mulai tergenang dipelupuk mata.
‘Puk’ Mami memukul bahu Axel dengan pelan, “Jangan di godain adek nya Xel, wajar jika ibu hamil makannya banyak, itu yang makan bukan hanya adek kamu, tapi bayinya juga ikut makan, untung dia mau makan, jika tidak kesehatannya makin tidak baik”.
“Wajar abang tanya, itu 4 piring plus roti abis semua sama Adek, Mi” keluh Axel sambal mengelus kepalanya yang habis kena tipukan.
“Coba kamu hitung bayi adek plus ibunya ada berapa?”
“3 ditambah ibunya 1, jadi 4” Axel menunjukkan tangannya yang menunjukkan angka 4.
“Pinter, jadi wajarkan makannya 4 piring” Ucap Papi.
...🐣🐣🐣🐣🐣...
“Deon, bisa ikut papi, dan ayah bentar” tanya papi ara.
Deon melirik ara yang sudah tertidur, lalu pria itu mengangguk mengikuti papi ara dan ayahnya.
“Abang disini aja dulu ya jaga adek, mami dan bunda mau nyusul Deon”
Axel mengangguk mengiyakan perkataan maminya.
.
“Ayah sama papi mau marahi Deon ya? Karena udah buat ara hamil sekarang?” Tanya deon dengan wajah sendu.
“Bukan, Papi gak marahi kamu, tapi papi cuma mau beri nasehat, untuk kedepannya, Ara akan lebih menyusahkan kamu, jadi papi mohon kamu bisa bersabar menghadapi ara” nasehat Papi Ara.
“Ibu hamil itu moodnya mudah naik turun, jangan sampai salah bicara, apa lagi kata dokter harus menjaga emosi ibunyakan” lanjut Ayah Deon.
“Kalau itu papi, mami, ayah sama bunda tenang aja, Deon memang belum pernah menghadapi ibu hamil, tapi Deon selalu siap dengan apapun yang akan Ara lakukan, dan inginkan, deon sudah bersumpah membahagiakannya saat papi memberikan tangan ara pada Deon, jadi kalian tidak perlu khawatir” terang Deon dengan lembut kepada para orang tua.
“Terima kasih ya nak, kamu sudah merubah putri mami menjadi lebih baik, dan mau bersabar menghadapi kenakalannya” ucap mami Ara.
“Kok jadi mellow gini, Deon gak bakal ninggalin Ara apapun yang terjadi” Deon tersenyum untuk membangkitkan semangat semua orang.
Malam itu, Deon mendapatkan wejangan dari para orang tua, dan dia menerima semuanya tanpa bantahan sedikitpun.
...🐤🐤🐤🐤🐤...
Kabar pernikahan Deon yang sudah diumumkan di public cukup mengejutkan masyarakat, pasalnya Deon kan terkenal sebagai pria gay, karena itu tidak banyak wanita yang berusaha mendekatinya, sekarang muncul kabar seperti itu, banyak media yang berusaha mencari tau sosok Wanita yang berhasil menikah dengan pembisnis nomor satu se-asia.
Memang dikatakan rahasia, tapi hanya pihak tertentu yang mengetahui sosok istri dari Deon, mengingat Ara takut mendapat ledekan dari teman-teman sekolahnya, jadi berita pernikahan ara sudah diketahui pihak sekolah beserta isinya. Ayah dan bunda Deon yang turun tangan menyelesaikan semua gossip-gosip miring yang ada, hingga tidak ada yang berani menghina ara ataupun menjatuhkannya.
Sementara diluar public pada heboh, ara sama sekali tidak mengetahui apapun yang terjadi, gadis itu tidak diperbolehkan untuk melihat dunia luar melalui media, selama perawatan, ara sama sekali tidak pernah dibiarkan sendiri, Deon bahkan memindahkan ruang kerjanya di dalam ruangan itu.
Kedua orang tuanya juga berganti-gantian menjaga ara. Ara benar-benar di perlakukan sebagai tuan putri oleh orang tuanya.
.
“Itu di kamar mandi” jawab ara tampak cuek, dia langsung menyambar plastic yang dibawa Axel.
Di dalam kamar mandi terdengar suara orang yang sedang muntah berkali-kali, Axel tampak mengeryitkan keningnya.
“Deon sakit Bun?” tanya Axel pada Bunda Deon.
Bunda deon bukannya menjawab dia hanya tertawa kecil, dia sedang membantu menantunya memindahkan bubur dalam mangkuk, agar bisa di makan.
“Bunda kok malah ketawa, axel benaran ini nanya, kalua sakit biar Axel aja yang gentian jagain Ara, kasian nanti nular ke adek bun” usul Axel.
“Wajar itu morning sickness, ibu hamil” gumam bunda, “Ayo ara makan dulu” Bunda menyendokkan bubur yang sudah dipindahkan ke mangkuk kearah ara.
“Morning Sickness? Ibu hamil? Yang hamil kan ara bun” Axel masih belum mengerti kenapa Deon yang terkena morning sickness, padahal yang hamil adeknya.
“Itu wajar bagi sebagian pria, Namanya kehamilan simpatik, ayahnya juga ikut merasakan bagaimana susahnya mengandung” bukan bunda deon yang menjawab, melainkan Dokter yang dating untuk memeriksa keadaan Ara.
“Hahahhaha kasian banget Sky” tawa Axel mulai terdengar hingga memasuki kamar mandi.
“Kasian apaan, gue malah bersyukur gue yang muntah-muntah dan gak nafsu makan, dari pada istri gue yang kondisinya sedang seperti itu harus mengalami ini semua, gue terima semua kesakitan dia” Deon baru saja keluar dari kamar mandi, dia melirikistrinya yang tampak bersemangat makan bubur ayam yang terlihat menggiurkan.
“Lu beli cuma 3 buah?” Deon melirik plastic yang tersisa dua buah bubur.
“Iya ambil aja, kalua mau”
Deon mendekati Axel dan berbisik padanya, dia tidak mau nafsu makan istrinya hilang jika dia mengatakan dengan lantang, “Lu piker satu mangkuk bubur bakalan cukup sama ara? Itu aja satu mangkuk udah mau dia habiskan sendiri, liat aja bentar lagi dia nambah”.
Seperti kata Deon, ara sudah meminta bunda untuk membuka sebungkus lagi bubur ayamnya.
“Hahahha sorry bro, nanti gue titip sama Angga dan Andri pesan makanan lagi”
“Kok sama mereka?” tanya Deon bingung.
“Mereka mau ke sini bentar lagi, tadi hubungi gue tanya ruangan rawat nomor berapa,jadi lu mau bubur seperti itu?”
“Kalau gitu suruh mereka belika Cream Sup Ayam 3 dan bubur ayam 2, gue yakin Ara bakal minta tambah makanan lagi” Bisik Deon pada Axel.
Ara melirik pada Deon dan Axel yang sejak tadi saling berbisik, “pada ngejelekin ara ya? Kok bisik-bisik gitu?”
“Gak sayang, kakak Cuma mau minta Axel buat beli cream sup, kamu mau?” Tanya deon, dia segera melangkah mendekati istri kecilnya.
“Mau! Mau! Cepetan belinya! Pakai roti juga ya kak” jawab ara dengan cepat dan wajah yang berbinar Bahagia.
Axel menggelengkan kepalanya, benar-benar ucapan Deon terjadi, Deon seperti bisa memperkirakan semua keinginan adeknya itu.
“Tunggu apa lagi? Keburu dua siluman datang, bakalan payah disuruh-suruh” ucap Deon.
Axel segera berjalan keluar untuk menelpon andri seperti perintah deon.
...🐥🐥🐥🐥🐥...