My Little Girl

My Little Girl
Extra 16. Janji



Axel memperhatikan kedua keponakannya yang sedang asik bermain bom bom car, sedangkan satu keponakannya lagi hanya sibuk membaca buku.


“Hei boy, kamu tidak ingin bermain seperti kedua saudaramu?” tanyanya,


“Malas uncle, itu permainan untuk anak kecil” jawab Abang EL masih focus pada bukunya.


Saat ini Axel sedang menemani para ketiga keponakannya untuk bermain di taman bermain, karena mereka sedang ngambek, daddynya membatalkan janji bermain di taman bermain, karena tiba-tiba ada urusan mendadak, dan maminya sedang tidak enak badan karena kelelahan mengerjakan Skripsi kuliah.


Alhasil Axel yang dijadikan tumbal untuk menemani ketiga keponakannya itu bermain, tentu saja taman bermain itu kosong dari para pengunjung, hanya ada para petugas yang menjalankan permainan dan karyawan yang ada disana.


Mereka semua sudah mendapat uang tutup mulut dari keluarga allinsky jadi mereka sudah tidak ada yang berani membocorkan bagaimana rupa anak-anak dari keluarga Allinsky.


“Kamu bukan anak kecil boy?”


Abang EL menatap sinis axel, pria itu hanya tersenyum kaku dengan melihat raut muka abang EL, dari ketiga anak Deon dan Ara memang EL yang paling pendiam tapi dia jika marah akan sangat lama sekali, berbeda dengan 2 perusuh yang sering mengerjai Axel, mereka sangat cepat merubah mood dalam sekejab.


“Uncle tau kamu masih marah dengan mami papi, kamu tapi boy kamu tau mereka juga merasa bersalah karena membatalkan janji mereka, kamu ma umami kamu pingsan saat menemani kalian bermain?”


Axel tersenyum saat melihat Abang El menggeleng pelan, “tapi mami dan daddy udah janji akan seharian bersama kami, sudah lama kami tidak berkumpul bersama uncle” lirih pria kecil itu.


Axel berjongkok mensejajarkan dirinya dengan abang EL, “Pasti nanti mereka akan mencari waktu untuk mengganti waktu yang hilang, kamu taukan daddy mu tidak pernah berbohong?”


Abang EL mengangguk pelan.


“Jadi ayo kita main bersama mereka berdua, kita tabrakkan mobil dengan kuat” ajak axel.


“Ayo” Abang EL akhirnya mau ikut bermain dengan kedua saudaranya itu.


...🐣🐣🐣🐣🐣...


“Uncle itu ciapa?” Teriak Dedek Ay melihat seorang wanita cantik berpakaian formal sedang tegak dipinggir tempat bermain.


Axel segera menoleh, “sekertaris uncle, kalian lanjut main dulu ya” Axel segera keluar dari permainan itu. Tadi dia di telpon oleh sekertaris cantiknya karena ada berkas yang mendesak dan perlu tanda tangan darinya.


“Kenapa cemberut gitu?” kekeh Axel.


“Gak ada pak” Ketus sekretaris sexy itu.


“Main yuk sama keponakan gue” ajak Axel, matanya masih sibuk membaca dokumen yang dibawakan oleh sekretarisnya itu.


“Itu keponakan bapak? Saya kira anak bapak” ucap sekretaris itu spontan.


“Ohh kamu belum pernah liat Three Dan ya?”


“Three Dan? Apa jangan-jangan dia anak tuan Allinsky? Pantas aja saya diperiksa secara menyeluruh dan ponsel saya ditahan” ucap sekretaris itu panjang lebar.


“bentar lagi ingatan lu bakal dihapus” kekeh Axel.


“Pak yang benar aja, kok ingatan saya dihapus? Bapak jangan bercandain saya” ucap sekretarisnya itu dengan polos.


“Ngapain saya bohong, emang kamu kira kenapa artikel tentang wajah Three dan gak pernah muncul?” kekeh Axel. “Nah kamu bisa balik atau mau main dengan kami boleh”


“Pak saya harus balik karena banyak pekerjaan bapak yang harus saya selesaikan, tapi saya takut balik nanti ingatan saya dihapuskan”.


Axel tersenyum penuh arti, sejak dulu dia memang suka mengerjai sekretaris barunya itu, umurnya kurang lebih dua tahun diatas adiknya Ara, dan dia sangat polos dan cantik. Sejak 3 Tahun yang lalu axel tidak mau lagi berpacaran dengan seseorang karena dia capek di selingkuhi, karena pekerjaannya kekasih yang ada didekatnya hanya membutuhkan uangnya saja, dan kekasihnya selalu selingkuh. Jadi dia jera berpacaran.


“Ada satu cara biar kamu tidak dihapus ingatannya” Axel mendekatkan wajahnya pada Sekretaris cantiknya itu.


“Apa itu pak?”


‘CUP’ Sekretaris itu hendak mencium pipi Axel, tapi axel tiba-tiba menoleh dan terjadilah ciuman bibir secara tidak langsung.


“Pak! Itu ciuman pertama saya!” pekik sekretarisnya.


Axel masih bengong merasakan bibir manis sekretarisnya menempel pada bibirnya.


“UNCLE! AY KADUIN MAMI!” teriak dedek Ay yang sedang menutup matanya.


“Ya elah itu bocah kenapa mesti lihat sih” Axel mulai berbalik mau mendekati Dedek Ay untuk membungkam mulut bocah kecil itu.


“Pak gimana dengan saya?”


“nanti saya tanggung jawab, kamu balik aja ke kantor, saya harus ngurus para bocah nakal ini” Jawab Axel. Dia sudah mau mendekati ketigfa keponakannya, tapi ketiga keponakannya itu pada berlari kencang menghindari dirinya, dan terjadilah kejar-kejaran antara Axel dan ketiga keponakan nakal Axel.


Jenny sekretaris Axel itu melangkah pergi dengan lemas, ketika dia hendak meminta kembali ponselnya, dia langsung diberikan sebuah dokumen yang memaksa dia harus menandatangani surat perjanjian. Jenny membaca semua kata yang ada dan dia mulai bertanya, “apa semua orang akan diberikan ini jika pertama kali melihat Three Dan?”


“Iya nona” ucap salah satu pengawal.


“Kalian tidak melakukan penghapusan ingatan?” tanyanya lagi.


“Tidak nona, tapi anda akan dikejar ketika memberi tahu bagaimana rupa para tuan muda dan nona muda keluarga Allinsky” jelas pengawal itu lagi.


“Jadi tadi aku dikerjai lagi oleh pak Axel! Menyebalkan” kesal sekretaris itu. Dia terus menggerutu sambil menandatangani surat yang disodorkan padanya.


...🐥🐥🐥🐥🐥...


“Kyaaaa” Dedek Ay berhasil ditangkap Axel.


“Uncle epas!” teriak Dedek Ay.


“gak mau, kamu harus janji gak bakal bilang sama mami dan daddy mu” ucap axel sambil terus memeluk keponakan cantiknya itu.


“Dak au! Dedek dak apat apa apa” ucap gadis kecil itu tidak mau kalah.


“Iya uncle harus bayal uang tutup mulut” Abang Al dan EL mulai mendekat dengan Axel yang masih memeluk dedek Ay.


“Ohh jadi hanya dengan uang tutup mulut kalian akan diam? Tidak akan bilang pada mami dan daddy kalian serta granpa dan granma?” Abang Al, abang El dan dedek Ay saling lirik dan mengangguk cepat, sepertinya otak Axel masih belum bisa mengalahkan kecerdikan ketiga keponakannya. Axel lupa mengatakan opa dan oma, dan ketiga bocah nakal itu akan mendapatkan uang tutup mulut serta tetap mengatakan pada opa dan oma nya yang saat ini sedang ada dirumahnya.


“Ia Dedek mau makan Ice claim, bulger, cama ayam goyeng” teriak dedek ay.


“Ni anak sama aja seperti maminya, oke uncle akan biarkan dedek makan itu and akan uncle rahasiakan dari mami dan daddy” Dedek ay sebenarnya tidak boleh makan makanan junk food oleh kedua orang tuanya, karena Deon merasa masakan rumah lebih bagus untuk menjaga kesehatan. “Abang Al dan Abang El mau apa?” Axel beralih pada dua keponakan gantengnya.


“Belikan abang kalakter game yang balu kelual” ucap abang Al, dia memang sangat suka bermain game, jadi pastinya untuk membungkam mulutnya tentu saja yang ada sangkutannya dengan Game.


“Abang mau beli buku baru” ucap abang EL singkat.


“Oke sip, semuanya akan uncle turuti tapi ingat jagan bilang mami, daddy, grandma dan grandpa ya?” tekan Axel. Dia masih melupakan Opa dan oma yang di miliki ketika keponakannya.


“Oce boss” teriak dedek Ay dengan girangnya.


...🐤🐤🐤🐤🐤...


Maaf ya baru bisa segini, nanti kalau bisa author tambah lagi makasih buat yang udah nungguin


❤❤❤❤❤