
Dua mangkok bubur ayam, Dua mangkok cream sup plus roti sudah habis dimakan oleh Ara, Axel kemabli tabjuk dengan kemampuan makan yang baru saja Adeknya dapatkan.
Axel hendak membuka mulutnya mengejek Ara, tapi batal karena deon sudah menimpuk kepalanya, “Jangan berani-berani mengejek istri gue, ingat itu moodnya sangat sensitif sekarang” bisik Deon dengan senyum yang mengerikan.
“Hahahha sorry bro, hampir aja gue kelepasan, habis gue suka liat muka marah Ara” kekeh Axel.
“Haii semuanya, Juan si tampan datang!” keempat sahabat Ara sudah muncul didepan pintu.
“Loh kalian gak sekolah?” tanya ara.
“Bosan, Cuma gotong royong, jadi kami kesini” jawab Juan.
“Kak, jangan marah ya, kami ini bolos juga karena sudah tidak ada pelajaran lagi disekolah” Leo cepat-cepat memberikan penjelasan pada Deon, agar Deon tidak memarahi mereka.
“Ya udah kalian main sana sama ara, kakak harus kerja dulu” Deon beralih menuju sofa dimana teman-temannya berada.
...🐤🐤🐤🐤🐤...
Dua minggu telah berlalu, walau ara sudah dibolehkan pulang penjagaan terhadap dirinya tetap extra diberikan oleh Deon, seperti hari ini, acara kelulusan dan pengumuman juara yang akan dihadiri oleh para orang tua, Deon memberikan 2 bodyguard cewek untuk menjaga disisi istrinya.
Tidak ada satupun kata yang berani teman-teman ara ucapkan melihat ara yang Kembali bersekolah. Mereka hanya menelan Kembali ejekan yang akan mereka lontarkan melihat dua bodyguard di dekat Ara, bisa berabe urusannya jika bodyguard itu mengadu pada Deon akan hancur masa depan mereka.
Pukul Sembilan pagi acara sudah dimulai, para orang tua mulai memasuki ruangan sesuai dengan urutan kelas mereka, tapi bagi siswa yang masuk 10 besar diberikan tempat istimewa di depan.
Orang tua Ara sangat senang, karena mereka bisa duduk didepan, mereka tidak menyangka putrinya yang nakal bisa mendapatkan juara umum, dan juara nasional.
Ara tersenyum cerah ini merupakan kebahagiaannya yang luar biasa, kedua orang tuanya ada di samping kiri dan kanannya, sementara suami dan kedua mertuanya berada didepan, sebagai pemilik sekolah yang akan memberikan penghargaan padanya.
“Clara Shahnaz Zoya, silahkan maju kedepan, Clara dulu sangat nakal dan menempati selalu posisi akhir disekolah, sekarang dia berhasil menempati posisi satu, jadi kalian jangan pernah menyerah, tidak ada hal yang tidak mungkin di dunia ini. Clara sudah membuktikannya” ujar Pembawa acara.
Ara maju kedepan menaiki podium menerima mic yang disodorkan pembawa acara.
“Hmmm, aku gak tau harus ngomong apa sebenarnya, semua ini berkat Kak Deon, dia yang memotivasiku, untuk memberikan penghargaan ini pada kedua orang tuaku, aku ingin mereka bangga pada diriku yang sekarang, Terima kasih Papi dan mami telah melahirkan Ara di dunia ini, maaf selama ini selalu menjadi anak nakal yang selalu membuat kalian berdua pusing, Sekarang penghargaan ini Ara berikan pada kalian berdua, semoga kalian bangga dengan putri kalian yang sekarang”
Papi dan mami Ara bangkit dari tempat duduknya menghampiri Ara di podium kemudian memeluk putrinya itu.
“Mami senang Putri mami sudah bisa membuat kami berdua bangga, terima kasih sayang” ucap Mami ara dengan berurai air mata.
Lalu mereka bertiga turun dari podium secara Bersama.
...🐥🐥🐥🐥🐥...
Beberapa hari setelah acara kelulusan Ara, Acara pernikahan Deon dan ara dilangsungkan secara tertutup, memang dilaksanakan secara meriah, tapi tidak mengundang awak media sedikitpun, acaranya dihadiri oleh para orang penting didunia, tempat itu juga merupakan tempat para pembisnis saling menyapa, karena sangat sulit bertemu dengan pembisnis dunia, para pembisnis kecil yang diundang saling berebut untuk membicarakan Kerjasama dalam bisnis.
.
“wuuuueekkk wuueeekkkk” seperti biasa setiap pagi deon masih mengalami morning sickness, ara sampai kasian padanya.
“Kak itu tadi bunda siapkan air jahe, katanya bisa ngurangin mual-mual” Ara menunjuk Air jahe yang ada di meja saat Deon baru keluar dari kamar mandi.
Pria tampan itu tampak sedikit pucat, padahal dia sudah didandanin dengan setelan yang bagus.
“Makasih sayang” Deon mengelus puncak kepala ara dan berjalan mengambil minumannya. Jangan tanya kenapa ara tidak memberikan minuman itu secara langsung, Ara selalu dimarahi deon setiap gadis itu berusaha melayani Deon, seperti membuatkan makanan, atau membuatkan minuman dan mengantarkannya saja deon tetap marah, dia tidak mau istri kecilnya banyak bergerak, dia masih takut ara pingsan, karena kelelahan merawat dirinya.
“Kak, kakak undang kak Vio dan Shasa kan?” tanya ara yang masih sibuk dengan sandwichnya.
“Iya kakak undang, tapi kakak gak tau mereka akan datang atau gak” ucap Deon. Dia tidak mau memberikan informasi mengenai Shasa yang masuk rumah sakit jiwa, ara akan sedih mendengar berita tentang mantan sahabatnya itu.
“Gak cemburu? Banyak lalat yang datang ke acara ini?”
“Udah gak cemburu lagi! Ini” Ara menunjuk perutnya yang masih terlihat datar. “Udah ada ini, ngapain ara cemburu, kakak mual-mual kan juga karena menyatakan kakak sangat menyukai ara, jadi gak cemburu lagi” kekeh ara.
‘Cup’ deon langsung memberikan ciuman pada bibir ara. Dia senang istri kecilnya sudah mulai dewasa.
...🐣🐣🐣🐣🐣...
Violet datang ke acara itu bersama seorang pria, begitu menerima surat undangan pernikahan Deon dan Ara, hati Violet sangat sakit, tapi dia tidak dapat lagi melakukan apapun, nasi sudah menjadi bubur, violet sungguh terlambat untuk mengejar cinta Deon.
“kamu pasti bisa Vio!” bisik pria yang terus merangkul lengan vio.
“Tapi aku takut Deon dan istrinya akan marah Ketika melihatku” balas vio sedikit ketakutan.
“mereka yang mengirimkan undangan, tidak mungkin mereka tidak mau kamu datang, mereka pasti berharap kamu bisa Bahagia juga, tapi tidak dengan merebut deon” Bisik pria itu lagi.
“Makasih ga, Gue gak tau lu masih mau nemani gue, padahal gue udah jahat sama lu” ucap violet.
Ya, pria yang datang Bersama Violet adalah angga, sahabat dari Deon, Setelah Violet patah hati Angga selalu memberikan semangat pada Violet, dia benar-benar menyukai gadis itu, terbukti sejak pertemuannya dengan Violet beberapa bulan lalu, Angga tidak pernah lagi main perempuan, walau dia masih minum-minum karena perkerjaannya memang mengharuskan dia untuk minum-minum Bersama.
“Gue gak masalah dijadikan pelarian” tawa pelan Angga mulai terdengar.
“Kasian banget sih nasib lu ga! Hahahaha vio, kerjain aja terus ni anak siluman” ledek Andri yang juga datang bersama mereka.
“kalian dua siluman dilarang saling mengejek, kasian tu vio jadi merasa serba salah” Axel tiba-tiba datang menghampiri para sahabatnya. “Makasih udah datang ya vio” Axel menyalami Violet.
“Iya, makasih udah diundang, gue dengar adeklu lagi hamil?” Violet mendapatkan kabar itu dari angga dan andri.
“Yup, benar banget, makanya pengantinnya belum duduk dipelaminan, si deon benar-benar over protective, dia tidak mau adek gue terlalu Lelah, jadi adek gue akan keluar Cuma bentar pas semua tamu datang, dia masih belum boleh terlalu kecapekan” Jelas Axel.
“Selamat ya, yang bentar lagi jadi oom” ucap tulus Violet.
“makasih, kalian segara ambil tempat duduk aja, sebentar lagi acara bakal dimulai” Perintah Axel.
...🐤🐤🐤🐤🐤...
Acara berlangsung dengan meriah, walau pengantin wanitanya tidak lama hadir di pelaminan, tetap saja susunan acara yang sudah disiapkan tidak berubah, pesta pernikahan itu berlangsung cukup lama karena para tamu juga saling bercerita disana.
“Kak, makasih ya udah mencintai ara seperti ini” bisik Ara pada Deon.
‘Cup’ Deon mengecup kening Ara dengan lembut, “Kakak yang harusnya berterima kasih, terima kasih sudah hadir dalam hidup kakak, sudah menjadi warna dihidup kakak yang hanya putih dan hitam, dan terima kasih kalian sudah hadir di sini” deon mengecup perut datar ara.
...🐥🐥🐥🐥🐥...
Sampai disini dulu ya inti cerita utamanya udah selesai, nantikan keseruan kehamilan ara dan kesembuhan Deon di part Extra, makasih buat dukungannya, maaf tidak bisa terlalu Panjang ceritanya, karena author masih belajar.
Jangan lupa Like, vote dan komennya, makasih semuanya LOVE YOU ALL ❤❤❤❤
salam sayang dari Deon dan Ara ❤❤❤