
“Gak mau! Ay mau tinggal sama om brian!” pekik Ay di depan Gedung apartemen.
“Ay gak boleh! Kamu belum nikah dengan Om brian! Yang boleh tinggal bersama itu jika sudah menikah!” balas Al dia masih berusaha menarik koper Ay, jadi terjadilah Tarik menarik koper di depan Gedung apartemen.
“abang tinggal bareng au aja belum nikah!” balas Ay tidak mau kalah.
“ay, ayolah, jangan seperti anak kecil!” Al masih tidak mau mengalah dengan keinginan Ai.
“Abang jangan egois dong! Abang harusnya senang tinggal berdua di apartemen bersama au! Jadi jangan halangi ay!” Teriak ay kuat, teriakan gadis itu cukup bisa membuat penghuni apartemen mendengarnya, untung saja saat ini sepi dan tidak ada orang disana.
Pertengkaran ke dua saudara kembar itu terjadi karena Ay ingin seperti kedua orang tuanya yang pernah tinggal bersama, dan hal itu menjadi inspirasi ay untuk bisa tinggal bersama brian, dan juga cerita kedua orang tuanya membuat ay ingin menikah dini, seperti Ara dan Deon.
“AY! Kamu tanggung jawab abang! Kamu harus abang awasi!” Seru Al, dia masih belum mau membiarkan adiknya tinggal dengan seorang pria asing.
Ay menggeleng cepat, “ay bukan anak kecil lagi! Pokoknya ay mau tinggal bareng om brian!” putus ay dengan suara lantangnya.
Brian sendiri geleng-geleng kepala melihat tingkah kedua saudara kembar yang sedang bertengkar itu.
“Al, aku janji tidak akan merusak adikmu” ucap Brian Akhirnya.
Ay langsung bergelayut manja pada tangan Brian, “Dengarkan bang! Boleh ya” rengek AY.
“Gue percaya sama lo om, tapi gue gak percaya sama anak itu” Al menunjuk adik kembarnya itu, dia tau watak adiknya, gadis itu sangat ingin menikah dini dan mempunyai anak saat umur yang masih muda, bisa bahaya Brian terus menerus di goda oleh Ay.
Ay menunjuk dirinya sendiri, “Ay? Kok gak percaya sama ay?” tanya Ay dengan wajah yang terlihat polos.
Brian juga mengerutkan keningnya saat Al, justru tidak percaya pada adiknya itu, harusnya pria kan yang di waspadai.
“Jangan pura-pura lugu ay! Abang tau niat kamu tinggal berdua om brian! Dan abang tidak akan membiarkan hal itu terjadi” ujar AL dengan nada sedikit lebih tinggi.
Ay yang ketahuan isi otak nya oleh abang kembarnya itu langsung menyembunyikan kepalanya di belakang punggung Brian, “mana ada, ay kan polos” kilah Ay, masih bersembunyi di belakang punggung brian.
Al geleng-geleng kepala melihat tingkah adiknya itu, “Kalau mau bicara pandang abang dek! Abang tau kamu menyembunyikan senyuman mu” ucap Al.
Memang benar yang dikatakan Al, Ay tertawa kecil di belakang punggung Brian, gadis itu mengambil nafas panjang berusaha menahan senyumnya lalu memberanikan diri menatap Al, “Udah, ay polos bang, jangan percaya isi kepala abang itu” ucap Ay dengan wajah datar, tapi hatinya tertawa.
“Polos? 1 hari kamu di rumah om brian, hamil kamu dek!” ucap AL secara langsung.
“Al, ay itu polos, dia gak ngerti dengan hal begituan, jadi biarkan aja ya, dia tinggal bareng aku beberapa hari ini” Brian membantu Ay dalam berbohong, bukan karena dia tau ay sedang berbohong tapi pria itu memang menganggap Ay adalah gadis yang polos dan lugu. Tidak tau saja dia Ay itu sangat pandai ber acting, korban dari kejahilannya adalah Axel yang sekarang menikah dengan Jenny akibat ulahnya.
“Tu percaya sama om brian” ay mengangguk-angguk cepat, “ay polos bang”.
“Polos Ndas mu!” kesal Al, dia sudah tidak tau lagi cara untuk membuat Ay tidak tinggal bareng brian.
“Loh ay, kenapa masih disini? Gak ke apartemen?” suara Aurora membuat ketiga kepala itu menoleh menatap gadis cantik itu, dia tampak sedang menggunakan baju formal dan membawa banyak berkas, sepertinya Aurora baru pulang dari interview.
“Syukurlah kamu ada disini Au” AL langsung menarik tangan Au untuk mendekat kearahnya, bilang dengan Ay untuk tinggal dengan kita di apartemen sekarang juga”.
Aurora yang masih tidak mengerti, menatap bingung ke arah Al, “maksudnya?” tanya Aurora tidak mengerti.
“Apa? Ay gak boleh itu, kamu kan belum menikah” ucap Aurora cepat, dia juga tidak mau hany tinggal berdua dengan AL di apartemen.
“Au sama abang aja belum nikah tapi bisa tinggal berdua, daddy dan mommy juga belum nikah waktu mereka tinggal berdua di rumah daddy” ucap Ay menjabarkan contoh yang ada dihadapannya.
“Aku mau tinggal bareng ay, karena ada kamu, lagi pula aku juga ikut bayar biaya sewanya” Terang Aurora.
Langsung muncul ide brilliant dalam otak Ay, sementara Al menepuk kepalanya ketika melihat Ay mulai tersenyum.
“Ay ikut bayar juga biaya sewanya,berarti boleh dong” Ay menaik turunkan alisnya dan tersenyum lebar kearah kedua orang yang saat ini hanya bisa melongo mendengar ucapan Ay.
“Om lo janji gak bakal tergoda!” Al sekarang lebih memilih meminta janji dari Brian, adiknya itu keras kepala, dia tidak akan mau mengikuti apapun kata orang jika dia sudah memutuskan sesuatu.
“Oke aku janji” jawab brian dengan percaya diri.
“apa jaminannya?” tanya Al.
“jaminan?” Beo Brian.
“Iya apa jaminannya? Jika om tergoda oleh serigala berbulu domba itu?” Al menunjuk adik kembarnya itu, hanya dia dan El yang mampu membaca setiap pikiran dari Ay, karena itu Al sangat was-was dengan brian yang berdua saja dengan Ay.
“Ay ini seratus persen domba bukan serigala” ucap ay sambil menunjukkan mata puppy eyes nya.
“Ay akan aku jodohkan dengan Theo kalau om melanggarnya ya?” putus AL.
“Apa?! Gak gak setuju Ay!” bukannya brian yang memotong lebih dulu, tapi ay yang lebih dulu memotongnya.
Al menaikkan alisnya menatap ay, “Tidak setuju? Jadi kamu ada niat untuk membuat om brian terjebak?”
Ay langsung menutup mulutnya sendiri, “Mana ada! Jangan asal nuduh bang, Ay itu bersih murni domba 100 persen dan ay itu seperti malaikat yang cantik dan imut”.
“kalau gitu, kamu harusnya setuju dong, kalau memang seperti itu, tidak akan terjadi apapun pada kalian berdua jika dilepaskan, jadi kenapa tadi bilang gak setuju?” tantang Al.
“Ya gak setuju aja, hamilnya anak siapa, nikahnya ntah sama siap__a, hehehehe pisss Cuma seandainya jika terjadi hal tak terduga bang, jangan negative thingking dulu, damai oke” Ay lagi-lagi keceplosan.
“Gak ada toleransi lagi ay, kamu harus tinggal bareng abang, atau abang aduin ke daddy?” Al akhirnya mengikut sertakan nama daddy nya, “jika daddy bertindak, maka kamu tau sendiri kan, siapa yang akan jadi jodohmu?” seru AL.
Ay akhirnya mengangguk pelan, dia menyeret kopernya dengan pasrah, “baiklah” lirihnya.
“Ay ja__” Brian tidak dapat melanjutkan kata-katanya lagi.
“Aku mohon jangan membujuk ay, jika om tidak mau aku pisahkan selamanya dari ay” potong AL.
Brian menghela nafas panjang, “Baiklah, tapi biarkan aku mengantar jemput ay, aku jamin dia akan selamat bersamaku”.
“Boleh kok, asal jangan tinggal bersama” ucap AL sambil mengangguk setuju, pria itu akhirnya tenang setelah Ay akhirnya mau mengikuti ucapannya.
...🐑🐑🐺🐑🐑...