My Little Girl

My Little Girl
S2 MLG 94. Topeng Monyet



Ay menatap sedih cookies yang dia panggang dan cookies yang Aurora panggang, terlihar sekali perbedaannya, padahal dia menggunakan bahan yang sama dengan aurora tetapi cookies buatan Ay lebih hitan dan tidak berbentuk.


“Ini kebanyakan coklat makanya seperti ini, jangan sedih gitu dong” bujuk Aurora, dia sengaja menguatkan suaranya sedikit lebih kencang agar Brian segera datang dan menghiur ay.


Seperti yang Aurora perkirakan Brian langsung muncul dan memeluk ay dari belakang.


“kenapa sih?” tanya brian dengan lembut.


“Kak, coba rasa mana yang enak?” Aurora memberi kode pada brian agar mencicipi cookies buatan istrinya dan buatan Aurora.


Brian mengambil cookies hitam buatan ay dan cookies buatan Aurora lalu mencoba denganya satu persatu, “enak yang ini” brian menunjuk cookies hitam milik ay.


Ay semakin cemberut, “kakak bohong, bilang aja pait kan” gerutu ay.


“benaran sayang, bentar ya, BOBBY!” panggil Brian pada asiten terpecayanya itu.


Bobby segera datang bersama Al di dapur kecil milik Al.


“Ada apa tuan?” tanya bobby dengan menunduk sopan.


“Coba rasa, mana yang lebih enak?” perintah brian, dari matanya dia menyuruh bobby untuk mengatakan buatan istrinya lah yang paling enak.


Bobby mencoba cookies buatan ay, yang terasa pait dan asin manisnya hanya ada sedikit, Bobby hendak memilih kue buatan Aurora tetapi karena mendapatkan ancaman dari mata Brian, Bobby cepat-cepat mengatakan cookies buatan ay lebih enak.


“kan apa kakak bilang, lebih enak buatan kamu sayang, ayo kita ke sofa makan bareng” brian mengambil piring berisi cookies buatan ay dan AL mengambil cookies buatan Aurora.


.


“Ini kakak yang habiskan semua ya, enak banget sayang” bujuk brian lagi. Ay tersipu malu terus-terusan mendapat pujian dari suaminya itu. Brian memang menghabiskan semua cookies gosong buatan Ay, bobby dan Al sampai tdak habis pikir pria itu sanggup untuk memakan cookies yang rasanya amburadul seperti itu.


“kakak bohong kan kalau itu enak” ujar ay, dia tidak ke bagian untuk merasakan rasa cookies buatannya sendiri.


“ini sudah habis kenapa kamu bilang bohong” brian menatap bobby agar membantunya berbohong.


“WAhhh saya gak kebagian cookies yang enak itu karena tuan menghabiskan” ujar bobby dengan wajah yang memelas, dalam hati dia bersyukur tuan mudanya yang menghabiskan jika dia yang dipaksa makan bobby tidak akan sanggup untuk terus berbohong dengan rasa dari kue itu.


“liat kan bobby aja sampai nyesal gak ke bagian” kekeh brian.


Ay mengangguk, dia akhirnya percaya dengan ucapan brian, da mengambil ponselnya dan melihat ke dalam ponsel itu.


“Liat apa sayang?” tanya Brian.


Ay mengangkat wajahnya untuk menatap brian, “Kak~” nada suara gadis itu terdengar manja seperti sedang ingin meminta sesuatu pada brian.


“Apa? Mau minta apa?” tanya brian karena sudah tau kebiasaan istrinya jika memanggilnya dengan nada seperti itu.


“Ay kemarin liat topeng monyet di tv…” brian melotot mendengar ucapan gadisnya, dia takutay ngidam ingin melihat topeng monyet atau memasang foto monyet di segala penjuru rumah.


“lalu?” sambung brian agar ay melanjutkan ucapannya.


“melihat itu ay jadi pengen liat om jojo dan om lala makan sambil nangkring di atas pohon” ucap ay polos.


Ucapan itu mampu membuat Al tertawa keras, bobby mengulum senyum dan brian melotot karena masih tidak percaya dengan pendengarannya.


“Ay pengen liat om jojo dan om lala makan pisang sambil nangkring diatas pohon” ulang ay sekali lagi.


“bukan liat monyet asli diatas pohon ? tapi liat om jojo dan om lala di atas pohon?” brian ingin memastikan bahwa permintaan istrinya itu benaran nyata.


“bukan, ay takut kalau liat monyet asli, waktu liat topeng monyet ay jadi bayangin om jojo dan om lala, mau gak ya kak mereka ay minta seperti itu?” lirih ay.


Brian terkekeh kecil, “itu masalah kecil sayang, apapun untukmu akan kakak lakukan, mau di atas pohon apa?” tanya Brian lagi.


“hmm… pohon yang tinggi dan daunnya lebat” ucap ay.


“baiklah, bob, panggil kedua orang itu ke rumah__”


“ay gak ma uke rumah kakak!” potong ay cepat.


Brian menatap istrinya lalu tersenyum, “bukan rumah pak tua itu sayang, rumah yang hanya milik kakak dan itu kakak beli dengan uang kakak sendiri” ucap brian, dia tau ay tidak akan mau kembali lagi ke rumah besar milik George.


“kakak punya rumah sendiri? Kok gak kesitu aja sejak awal?” kesal ay pada Brian.


“Karena itu yang lebih dekat dengan kita sayang, rumah kakak itu jauh sedikit ke pedesaan, apa kamu gak apa?” bohong brian, sebenarnya dia berharap dengan pulang ke rumah daddy George pria itu akan datang dan membantunya menjaga ay, karena ay sedang hamil, dia ingin daddy George melupakan melani dan fokus menjaga Kesehatan cucu nya, tapi sayang keinginan itu tidak akan pernah terkabul, brian tidak akan membiarkan daddy George untuk mendekati ay lagi. Tapi kenyataan kalau rumah yang brian beli berada didaerah yang jauh dari kota itu memang benar, dia sengaja mencari suasana hutan dan masih asri dengan pepohonan.


Ay mengangguk mengerti, “Baiklah ay mengerti, ay mau ke sana” ucap ay.


“kita pergi sekarang?”


“tapi om jojo dan om lala?” ay menatap brian karena tadi brian belum sempat memerintahkan seluruhnya pada bobby.


“Oh iya, hampir aja lupa, Bob panggil kedua orang it uke rumah dan jika tidak mau paksa mereka” ucap brian dia yakin bobby mengerti permintaan seperti apa yang dia inginkan dan pemaksaan seperti apa yang harus bobby lakukan.


“Om lele juga di ajak ya kak” ucap ay.


“untuk manjat juga?” ujar brian.


Ay menggeleng pelan, “untuk kasihkan pisangnya dari bawah ke om jojo dan om lala” setelah berkata begitu ay nyengir kearah brian.


“Baik sayang, bobby sudah mendengar jadi dia pasti membawanya juga, benarkan bob?” tanya brian.


Bobby mengangguk, “benar tuan muda, nona muda” jawab bobby.


Al tertawa mendengarkan setiap pembicaraan adiknya, “ay abang boleh ikutan kasih makan gak?” tanya Al.


Ay mengangguk cepat pada al, “boleh kak” serunya Bahagia.


.


Sekitar 1 jam perjalanan menuju rumah baru yang akan ay tempati, gadis itu menatap bahagia melihat rumah brian yang itu persis seperti istana hutan saat dia pergi ke pulau milik brian dulu, rumahnya indah dan besar, tapi masih banyak pohon di sekelilingnya, dan itu sangat banyak.


“lama banget, kenapa menyuruh kami kesini lagi?” Lars menyambut kedatangan ay dan yang lainnya dengan wajah sedikit kesal.


Sementara ay yang mendengar itu bukannya marah tapi dia lebih terlihat senang melihat topeng monyetnya ada disana.


...🙉🙉🍌🙉🙉...