My Little Girl

My Little Girl
S2 MLG 101. Ngidam



Ay nonton bersama mommy nya di bioskop mini yang memang sengaja Brian buat untuk ay.


"mom~" panggil ay sedikit pelan.


"Apa sayang?" tanya mommy.


"saat mommy hamil..." ay sengaja menggantung ucapannya dia sedang malu saat ini, hanya dengan memikirkan ucapan yang akan dia katakan pada mommy Ara.


"apa?" mommy Ara kini sudah fokus menatap putrinya yang hendak bercerita itu. "katakan sayang jangan di pendam gitu? nanti baby nya ileran loh" lanjut Mommy Ara.


"i - itu saat mommy hamil ada keinginan untuk melakukan hub_" ay kembali menghentikan ucapannya wajahnya sudah memerah padam seperti tomat.


"hubungan ranjang maksud kamu?" mommy Ara menebak apa yang ingin ay sampaikan hingga dia tidak mampu untuk berkata-kata.


Ay mengangguk pelan, "iya" lirih nya sambil menunduk tidak berani menatap mommy ara lagi.


Mommy Ara tertawa gemas melihat tingkah putri kecilnya yang sekarang sudah besar dan akan punya anak, dia tidak menyangka putrinya itu sudah berani bertanya tentang itu walau ada sedikit bantuan dari Ara.


"Ay sayang, jangan malu gitu, hal itu biasa bagi setiap ibu hamil, jika kamu bertanya pada dokter juga itu hal biasa, jadi jangan malu bertanya pada mommy, dulu mommy juga sering pengen hal seperti itu, dan itu bukan hanya kamu yang mengalaminya" Ara menerangkan sambil mengangkat dagu ay untuk melihatnya.


"benarkah mom, hal itu biasa? apa kakak mau melakukan nya ya mom?" ay tertunduk lesu memikirkan suaminya itu, sudah hampir Berbulan-bulan Brian belum pernah menyentuh Ay, sudah berkali-kali ay menggoda tapi tidak berhasil, ay bahkan pernah sengaja mengganti baju di depan Brian tapi pria itu bersikap biasa saja. Sebenarnya bukan biasa, Brian sedang menahan hawa iblis yang hendak keluar, dengan cara melihat perut buncit istrinya, dia tidak mau yang ada di dalam perut itu sakit, Brian sedikit trauma melihat yang pernah masuk rumah sakit karena dirinya. "kak Brian pasti bosan sama ay kab mom" sambung ay lagi dengan nada sedih.


Ara menatap sendu pada putrinya, Brian sudah menceritakan bagaimana kondisi kandungan ay, ara yakin Brian takut untuk menyentuh ay karena ibu hamil itu sedang sakit.


"bagaimana jika kita bertanya dulu? jangan dulu menebak yang belum tentu itu benar, siapa tau Brian begitu karena kondisi kamu yang sekarang, dia takut menyakiti kalian berdua" ara berusaha memberikan pengertian pada ay.


"Nanti kakak tolak gimana mom?" tanya ay lagi.


"Siapa yang bisa menebak jawaban Brian, dicoba aja dulu" jawab mommy Ara dengan lembut.


'ceklek' pintu bioskop itu terbuka, masuk Deon dan Brian, kedua pria itu duduk di sisi istrinya masing-masing.


"Nonton apaan sih sayang? kok kayaknya serius gitu?" tanya Deon sambil memberikan kecupan pada pipi Ara, walau sudah punya 3 anak Deon masih bersikap romantis pada Ara.


"Gak ada, tadi mommy sama ay cuma lagi diskusi aja" ujar mommy ara sambil melirik ay yang masih menunduk.


.


"Kamu kenapa sayang? sakit?" Brian yang duduk di sebelah ay menunduk berusaha melihat wajah istrinya itu, karena keadaan yang gelap wajah merah ay tidak terlihat oleh Brian.


"Sayang, kamu kenapa?" tanya Brian sekali lagi karena ay tidak menjawab, Brian akhirnya mengalah membiarkan istrinya itu terus menunduk, dia lebih memilih menatap mertua cantiknya. "ay kenapa mom?" tanya Brian lagi tapi kali ini pada Mommy Ara.


Ara hanya tersenyum dan mengedikkan bahu. "Ay tanya dulu dari pada kamu menyesal nanti, kasian loh cucu mommy ileran" ucap mommy Ara.


"Kenapa yang? ay ngidam?" bisik Deon pada istri cantiknya.


Ara mengangguk dan tertawa pelan. "Biasa ibu hamil, ngidam yang paling kamu suka" balas Ara dengan berbisik juga.


Mendengar itu Deon kini mengulum senyum, dia mengingat masa ngidam yang paling dia sukai adalah berhubungan badan dengan istrinya. "Kamu gak ngidam lagi yang??" bisik Deon.


Wajah Ara langsung berubah datar, "udah tua kak, ingat udah mau punya cucu, masih aja aktif otak mesum nya" gerutu ara pelan.


"kalau masalah itu tua ataupun muda gak bakal hilang yang, itu adalah insting setiap laki-laki di dunia ini" kekeh Deon.


.


Kembali pada pasangan baru kita, yang pria sedang kebingungan sedangkan wanita sejak tadi menunduk.


"Benaran mau ngabulkan?" tanya ay dengan suara pelan.


Brian tersenyum hangat dan mengangguk, "akan aku lakukan apapun itu asal jangan pernah minta aku untuk meninggalkan kamu" ucap Brian penuh penekanan.


"Kalau minta itu boleh gak?" tanya ay.


"minta itu? itu apa sayang? kakak gak ngerti" mungkin karena sudah lama Brian menahan hasrat dia masih belum connect dengan ucapan ay.


"itu tu, yang kita lakuin di tempat tidur" ucap ay lagi, memberi kode sedikit lebih rinci.


"tempat tidur?" Brian masih berpikir sejenak, otaknya berpikir tentang hubungan badan tapi segera dia tepis, itu tidak mungkin karena istrinya tau bagaimana kondisi kandungan nya, makan? itu juga jarang mereka lakukan di tempat tidur.


"Olahraga malam di tempat tidur Bri" celetuk Deon.


"nah itu kak" seru ay.


"olahraga malam? tapi sayang kamu kan__" ucapan Brian terhenti saat ay langsung tegak dengan cemberut gadis itu keluar dari ruangan itu.


"Kan mom! kak Brian udah gak sayang sama ay, kak Brian udah gak mau sentuh-sentuh ay lagi! ay benci kak brian!" pekik ay yang sudah berjalan cepat menuju kamarnya.


"kok gak mau? liat tu anaknya jadi ngambek" ledek daddy Deon.


"bukan Brian gak mau dad, tapi kondisi kandungan ay masih lemah, Brian takut menyakiti putra Brian dan juga menyakiti ay" lirih Brian.


"Coba kamu tanya dokter kandungannya dulu, mommy akan coba bujuk ay, kalau sedang hamil biasanya emang suka ngidam yang seperti itu, mommy yakin ay pasti menahannya sudah sangat lama" Ara segera berdiri dan berjalan menuju kamar utama dimana ay berada.


"Betul kata mommy ara, coba kamu tanya, lagi pula ada dua dokter disini kok gak di manfaat kan" ujar daddy lagi.


Brian menghela nafas panjang, dia segera mengeluarkan ponselnya dari saku.


📲 "ada apa bri?" tanya Johan, dia memang ada di mansion yang sama dengan Brian tapi jaraknya terlalu jauh dan lama jika menuju tempat Johan ataupun Brian.


📲 "Ay ngidam" ujar Brian pelan.


📲 "ya lalu? jangan bilang minta aku sama lala untuk manjat pohon lagi?" keluh johan.


📲 "bukan itu, dia ngidam untuk melakukan hubungan badan denganku, apa kami sudah boleh melakukan itu?" tanya Brian.


Terdengar suara tawa dari Johan.


📲 "aku sudah yakin, suatu saat ay pasti ingin melakukan itu, dan kemarin saat periksa kandungannya sudah baik, kalian bisa melakukan nya tapi ingat jangan buang di dalam dan jangan terlalu lama, hanya sampai ay terpuaskan bukan kamu yang terpuaskan" ancam johan sebelum Brian mulai melakukannya.


📲 "kau yakin? apa itu tidak masalah pada kandungan ay?" tanya Brian lagi.


📲 "boleh, asal jangan buru-buru lakukan dengan pelan dan jangan buang lahar mu didalam, buang diluar, dan lakukan gerakan yang hanya dibolehkan, serta tidak boleh terlalu lama" jelas Johan.


📲 "Gerakan seperti apa?"


📲 "nanti akan aku kirim foto pose yang boleh dilakukan jika istri hamil, dan hanya lakukan itu" ujar johan.


Senyum cerah langsung muncul dari bibir Brian, memang pria itu merindukan ay nya, dan sekarang adalah waktunya untuk eksekusi.


...🐯🐯🐯🐯🐯...