My Little Girl

My Little Girl
79. I Love You Om Genit



"Yul, beliin ara bakso dong, tadi pas Ara kesini ada liat orang jual bakso di luar kantor ini, beliin dong" pinta Ara pada botak, gadis itu masih saja suka mengerjai Botak.


Dengan terpaksa Botak berdiri dari kursinya dan pergi keluar menuju tempat bakso yang di minta nona mudanya.


"Baik nona akan segera datang bakso pesanannya" ucap botak, seperti seorang waiter.


Di tempat duduknya Deon hanya bisa tersenyum melihat kejahilan Ara, dia masih sibuk dengan meeting dadakan melalui video call dan beberapa berkas yang harus dia periksa, dan cari kesalahannya.


.


Lima belas menit kemudian Botak membawa satu mangkok bakso dan satu gelas jus jeruk kehadapan Ara.


"Makasih tuyul kesayangan kak Deon" puji Ara diiringi kekehan kecil dari Ara.


"Sama sama istri bos besar" jawab botak.


...🐤🐤🐤🐤🐤...


"Euhhh" Ara membuka matanya perlahan, saat merasakan sentuhan halus pada pipinya, ternyata Deon yang sedang mengelus pipinya pelan.


"Maaf ya, nunggu lama" ujar Deon dengan lembut.


"Gak apa, kakak udah selesai?" Ara berusaha mendudukkan dirinya.


"Udah, kita pulang yuk" ajak Deon sambil mengeluarkan tangannya ke arah Ara.


"Gendong kak, Ara masih lemas" keluhnya.


Deon menyunggingkan senyumannya, "mau gendong depan atau belakang?"


"belakang aja" ujar Ara cepat.


Deon segera membalikkan badannya, membiarkan Ara naik ke punggung nya. Senyuman pria itu terus merekah, Ara sedikit mulai sedikit bersikap manja padanya, dan mulai menempel Bukannya marah dengan sifat istrinya, Deon malah senang, wajar bukan Ara bertingkah kekanakan, dia masih berumur 17 tahun, di umur segitu sangat jarang ada yang sudah menikah, Deon tidak peduli dia belum bisa menyentuh istrinya sepenuhnya, tapi dia yakin suatu saat Ara akan memberikan dirinya pada Deon.


"Ara berat?" tanya Ara tepat ditelinga Deon.


"Kakak kayak lagi bawa bulu, ringan banget" kekeh Deon.


"Kak, Ara akan lanjut kuliah ya?" Ara mulai berbicara masalah yang tadi sempat terhenti.


"Baiklah, mau dimana?" tanya deon senang.


"Lanjut aja ke kampus milik kakak, tiga teman Ara juga lanjut ke sana, bolehkan Ara ikut mereka?"


"iya boleh" jawab Deon.


Ara semakin mengeratkan pelukan pada Deon, "Kak" panggil Ara pelan.


"apa?" tanya Deon tapi masih menatap ke depan.


"Kak~" panggil Ara lagi hingga deon berusaha melihat dirinya yang dibelakang.


Saat itulah Ara mencium bibir Deon, "Terima kasih sudah bersabar dengan Ara" ucap Ara setelah bibirnya terlepas dari bibir Deon.


Sementara Deon masih membeku seperti patung, dia tidak menyangka gadisnya yang lebih berinisiatif, biasanya dia yang selalu mencium Ara.


'Cup' Sekali lagi Ara mencium bibir Deon, "Mulai sekarang kakak harus tahan dengan sikap kekanakan Ara dan sikap manja ara, karena Ara sudah menyukai kakak, i love you om genit".


Deon menurunkan Ara dari gendongan nya, dia langsung memeluk tubuh istrinya itu, untung saja saat ini mereka berada di parkiran mobil dan memang sudah sepi karena Deon menunggu Ara bangun tidur, jadi hampir seluruh karyawan sudah pulang, tapi tidak dengan bagian keamanan, mungkin saja mereka sudah melihat kejadian itu dari CCTV.


"Benaran? benaran kan? ini gak mimpi kan?" ucap Deon berulang-ulang.


Ara langsung mencubit perut Deon yang rata dan keras.


"aaawww sakit sayang" Ringis Deon sambil memegang bagian yang di cubit Ara.


Tanpa babibu lagi Deon langsung mencium Ara kali ini ciuman mereka sedikit panas, walau Ara tidak terlalu bisa mengimbangi ciuman dari Deon, tapi dia tetap membiarkan pria itu terus menciumnya bahkan ******* bibir mungil Ara, hingga gadis itu kesulitan bernafas.


"Kak__" Desah Ara. Deon segera menghentikan kegiatannya, dia segera menggendong istri kecilnya menuju mobil.


...🐣🐣🐣🐣🐣...


Di ruang CCTV kantor Deon, botak masuk dan meminta semua CCTV saat sore hari di parkiran di hapus semua, tentu saja karena permintaan Deon, padahal tadi Botak baru saja sampai kerumahnya, dia harus kembali lagi ke ke kantor untuk memastikan bagian keamanan betul-betul sudah menghapus rekaman yang ada.


"Ingat apa yang kalian lihat hari ini harus dirahasiakan" ancam Botak sebelum pergi keluar.


Deon memang sangat menjaga Ara nya, dia tau tentang pekerjaan nya, sebenarnya Deon sangat senang mertuanya meminta merahasiakan pernikahannya, walau untuk sementara, tapi waktu itu cukup bagi Deon untuk membuat keamanan lebih tinggi pada Ara, dia tidak mau terjadi apapun pada keluarganya, seperti bundanya dulu, Ayahnya dua kali kehilangan orang yang harus dia sayang pertama istri pertama ayahnya dan yang kedua putri yang gagal lahir karena meninggal dalam kandungan istri keduanya. Penculikan Deon juga salah satunya.


Semua itu karena lawan bisnis yang dimiliki keluarga Deon, maka dari itu Deon ingin menyembunyikan istrinya, karena kelemahannya saat ini adalah istri kecilnya. Semakin banyak yang tau akan semakin bahaya posisi gadis kecilnya, ditambah Ara masih belum normal sepenuhnya dari trauma yang disebabkan oleh Toni.


...🐥🐥🐥🐥🐥...


Begitu sampai rumah Deon segera menggendong istrinya menuju kamar mereka, Deon sudah merombak kamarnya dan kamar Ara saat mereka di Amerika, sekarang kamar Ara dua kali lebih besar dari sebelumnya, karena bertambah ruangan ganti milik Deon.


'Cup' Deon mulai memberikan ciuman pada bibir Ara, saat tangan pria itu mulai nakal memegang Buah melon milik Ara, Ara segera menghentikan kegiatan Deon.


'kruuuyyuuukkk~'


Ara tersenyum canggung "Ara lapar" bibir mungil Ara menggumamkan keinginan nya.


Deon terkekeh kecil, 'Cup' dia kembali mengecup sekilas bibir Ara.


"Baiklah kita makan, seperti janji kakak, kakak yang akan masak"


Deon menggandeng Ara untuk turun menuju dapur, bibirnya terus menyinggung kan senyuman, hari ini Deon merasa sangat bahagia.


.


"Bi, Deon mau masak makan malam, jadi bisa suruh semua asisten rumah tangga untuk keluar dari dapur" perintah Deon secara halus.


Bi Arin segera mengosongkan dapur sesuai permintaan dari tuan mudanya.


Setelah dapur benar-benar kosong Deon dan ara baru masuk ke dapur.


Dengan cepat Deon mengambil bahan-bahan dari dalam kulkas.


"Mau di masakkan apa tuan putri?" tanya Deon seolah olah dirinya sedang menjadi pelayan.


"hmmm Spagetti aja, biar cepat"


Deon langsung meraih ponselnya membaca sekilas resep di internet lalu dengan cepat pria itu mengambil semua bahan yang ada, memotong dan mulai memasak.


"kakak udah pernah masak sebelumnya?" tanya Ara.


"belum" jawab Deon singkat, tapi saat ini pria itu terlihat sangat pandai dalam memegang pisau.


"Berarti Ara perdana? enak gak?" Ara mulai khawatir dia takut menjadi kelinci percobaan Deon.


"Pasti enak tenang saja" jawab Deon dengan yakin.


"Awas kalau tidak enak" ancam Ara dengan tawa kecilnya.


"Siap tuan putri, makanan ini pasti enak" ucap Deon sekali lagi, dia sangat yakin bisa memasak makanan yang diinginkan Oleh Ara, karena Deon itu bisa melakukan apa saja hanya dengan melihat, julukan lainnya adalah mesin fotocopy, dia mampu mengingat dengan cepat apa yang telah dia lihat.


...🐣🐣🐣🐣🐣...


bonus pict