
.....
Saat sampai di depan pintu kamar Avan, Gelis pun tanpa pikir panjang langsung masuk kedalam karna pintu kamar Avan belum terkunci..
Gelis masuk kedalamnya dan saat masuk kerasa tubuh Gelis seakan merinding karna auranya kamar Avan mengerikan, bagaimana tidak mengerikan, kamar Avan seluruhnya berwarna hitam gelap, kamarnya pun Gelap, seakan Avan tidak suka dengan cahaya.
"Kok merinding bangett ya!? Kamar Avan seramm ihh" gumam Gelis, kemudian tiba-tiba sebuah suara datang kearahnya dari belakang..
"Loh ngapain disini? "
Kemudian Gelis menoleh kearah sumber suara tersebut dan
"Van.. gue gak lihat apa-apa, gue cuman disuruh teman-teman loh buat manggil loh buat makan itu aja, gue keluar dulu" Panik Gelis dan kedua tangannya menutup matanya dan berjalan keluar setelah ia habis bicara panjang lebar kearah Avan. Saat Gelis hendak keluar tiba-tiba Avan menarik tangannya dan tubuh Gelis jatuh kedalam pelukannya, "Loh gak usah panik gitu, lagian ini juga punya loh! " bisik Avan kearah telinga Gelis yang membuat Gelis merinding mendengarnya. Tanpa pikir panjang Gelis pun mendorong dada Avan agar tubuh Avan menjauh darinya, ia pun berlari keluar dari kamar Avan.
Avan hanya dibuat Gemes oleh tingkah Gelis
"Liss.. cepet atau lambat, kamu harus jadi milik gue, loh gak boleh jadi milik orang lain! " gumam Avan sembari berjalan keluar untuk bergabung bersama teman-temannya untuk makan malam..
...***...
Makan malam pun berlangsung..
Avan memerhatikan Gelis sedari tadi,
"Van.. loh makan aja dulu, habisin makanan luh, klo liatin dia mulu lama-lama lo ke sedak kepala ikan" bisik Niko kepada Avan
"Anji*g loh Nik" kesel Avan, dan Avan pun melanjutkan makanya tanpa menghiraukan yg lain..
Setelah makan malam kelima pria itu tengah duduk santai diruang rapat mereka, tiba-tiba mereka dikejutkan oleh kedatangan Gelis
"emm.. maaf mengganggu kalian, tapi aku mau bicara sesuatu ke kalian" jelas Gelis mengapa ia datang ketempat rapat para pria itu secara mendadak..
"Loh mau ngomong apaan? " tanya Alvin
"Gini.. emm.. Gelis tuh mau pulang kerumah , pasti bibi gue khawatir karna gue gak pulang-pulang, boleh ya? "
Mendengar itu Avan sedikit iba, tapi disisi lain ia tak mau dan tak rela Gelis jauh darinya atau pergi dari Masion yang ia tinggalin. Tapi ia tidak mau kalau sampai bibi Varah khawatir dibuat olehnya
"Besok gue antarin loh pulang, sekarang loh balik kekamar dan istirahat! " Jawab Avan dan beranjak meninggalkan ruangan tersebut menuju ke kamarnya..
Gelis akhirnya bisa pulang. Gelis pun pamit kepada keempatnya pria atau teman-teman nya Avan dan naik ke kamarnya..
...***...
Saat malam sekitar jam 11 malam lewat, kamar Gelis terbuka, siapa lagi yang membuka kalau bukan Avan..
Avan berjalan mendekati ranjang Gelis dan ikut berbaring bersama Gelis. Avan pun memenjamkan matanya untuk ikut bersama Gelis kealun mimpi..
Tapi tak lama setelah itu Gelis merasakan ada yang berat dengan tubuhnya, ia pun membuka matanya dan melirik kearah perutnya dan itu membuat nya shock... Ia melihat sebuah tangan melingkar kearah perutnya, Gelis dengan hati-hati melirik kebelakang dan
"kenapa hmm? " tanya Avan dengan suara seraknya
"loh ngapain disini? " tanya Gelis dan ia melepaskan pelukan Avan darinya, Tapi kekuatan Gelis tidak seimbang dengan kekuatan Avan..
"Kalau loh memberontak lagi, gue akan hamilin loh" ancam Avan
Gelis pun tersontak kaget mendengar itu
"ha.. hamilin.. gue? " tanyanya dengan hati-hati
"hmm! kenapa? lagian gue cuman meluk loh doang, gue gak bisa tidur dari tadi karna mikirin luh.. " jelas Avan secara terus terang
"Tapi kenapa gue yang luh peluk? tuh peluk guling atau apa gitu"
"Lohh tuh ya.. bisa gak sih sekali aja tuh ngerti, klo gue bilang gak bisa tidur ya gak bisa tidur! " bentak Avan dengan suara agak meninggi..
mendengar itu Gelis lantas diam dan kembali tidur dengan rasa takut, Avan pun menyesal karna membentak Gelis..
"Maaf! " ucap Avan dengan sedikit berbisik ke telinga Gelis dan kembali memeluk Gelis dari belakang...
...***...
Keesokan paginya Gelis pun terbangunnn... Ia membuka matanya dan meraba semua badannya karna ia kembali mengingat kejadian semalam.
"huhh untung lah! " gumam Gelis merasa dirinya dan Avan melum melakukan hal-hal yang melewati batas. Kemudian seorang pembantu muncul dari pintu kamar Gelis
"hehe makasih ya bi Ati"
"Sama-sama Non, gih ayo mandi, Non lagi ditunggu tuh dibawah oleh kelima pangeran" kekeh Ati kepada Gelis. Gelis pun tertawa Geli mendengar candaan pembantu itu.
"Ok bi Ati" ucap Gelis dan berlari kecil kearah kamar mandi untuk mandi...
Saat siap mandi, Gelis pun ikut bergabung makan bersama dengan kelima pria itu..
"emm.. Van jadikan hari ini gue pulang kerumah bibi? " tanya Gelis karna sedari tadi hanya diam dan sunyi yang ada
"emm, jadi kok" ucap Avan datar..
Setelah makan, sesuai dengan janjinya kemarin malam, Avan pun mengantar Gelis untuk kembali kerumahnya.. Gelis memberi tahu alamat rumahnya kepada Avan..
Saat Avan sampai didepannya rumah Gelis ia sedikit melirik Pohon beringin yang tidak jauh dari halaman rumah milik gadis itu..Avan tersenyum tipis melihat pohon tersebut...
Gelis pun keluar dari mobil begitu pun Avan, Gelis berjalan masuk kedalam rumahnya dan suatu adengan yang tak semestinya ia lihat. Avan pun lantas memeluk Gelis yang diam terpaku melihat pemandangan itu
"Gelisss.. " panggil Varah bibinya Gelis
Gelis pun menoleh kearah bibinya yang dikerumuni laki-laki yang berkeadaan mabuk..
"bi.. bibi apa-apaan sih? ha? bibi ngapain bawa-bawa laki-laki kerumah kita bi? kenapa? trus kenapa baju bibi kek gini dan rambut bibi ajak-ajakkan kek gini? ha? kenapa bi? " tanya Gelis dengan pertanyaan bertubi-tubi kepada Varah..
"Udah lah Gelis.. bibi muak dengan kehidupan ini, bibi muak harus cari uang buat biaya kebutuhan sehari-hari, bibi capek nyari uang buat biaya Kuliah kamu, kamu kira nyari uang itu gampang? " jawab Varah seakan muak melihat Gelis..
"lagian bibi juga udah ngejual kamu sama orang kaya! lumayanlah buat kebutuhan saya nanti nya" lanjut Varah
Gelis dibuat kanget dengan pernyataan yang dilontarkan sang bibinya
"apa? bibi ngejual Gelis? bibi tega banget bi.. bibi jahat! " ucap Gelis. Tak lama kemudian seorang laki-laki bertubuh gemuk datang kerumah tersebut dengan dikawal beberapa anak buahnya dibelakang
"Gimana Varah sesuai janji kita, apakah keponakan mu hari ini bisa saya bawa untuk bersenang-senang di Villa saya? " tanya laki-laki itu
"ohh ia pak Rano, ini nih keponakan saya, bawa aja, jangan lupa tranfer ya pak uangnya" jawab Varah sambil mendorong Gelis kerah Rano..
Avan yang sedari diam dan geram akhirnya menarik tangan Gelis yg membuat Gelis masuk dalam pelukan Avan
"Maaf.. dia wanita saya.. saya tidak suka berbagi!! " ketus Avan dengan Geram.
"hahaha enteng sekali kamu ngomong begitu anak muda, gadis ini saya sudah membelinya seharga 5 M" ucap Rano
"hmm? berapa? 5 M? Saya akan ganti Uang 5M anda dan jangan ganggu wanita saya lagi" jawab Avan
"Wanita? hahaha... tidak semuda itu anak muda... "
belum sempat Rano melanjutin pembicaraannya, Avan berbisik di telinganya
"Perusahaan anda ada ditangan saya, anda pergi dari sini saya akan maafkan anda, tetapi jika anda terus ingin merebut calon istri saya dari saya, saya pastikan hidup anda tidak akan tenang pak Rano"
mendengar itu Rano sedikit kaget, tapi ia masih tidak percaya kalau seorang anak muda bisa dengan mudah untuk menakut-nakutinya..
"haha kamu kira saya takut, bawa gadis itu sekarang! " ucap Rano seraya memberi aba-aba kepada anak buah nya untuk membawa pergi Gelis..
Tapi Avan tidak mau kalah, ia memeluk Gelis dengan erat
"hmmm? membawanya pergi? langkahin dulu mayat saya pak Rano! " ucap Avan..
Anak buah Rano mulai maju untuk melawan Avan. Tapi tidak sempat untuk melawan Avan tiba-tiba suara pistol terdengar diudara yang membuat orang-orang disana dan menoleh kearah Keempat pria yang baru saja datang..
Rano sempat kaget melihat Alvin yang memiliki saham besar diatas perusahaannya. Alvin adalah seorang CEO jadi orang bisnis jadi tau siapa dia.
"Pak Alvin.... emm.. bapak ngapain disini? " tanya Rano dengan wajah pucat, apalagi di gemgaman tangan nya Alvin ada sebuah pistol yang lagi haus akan darah..
"hmm? gue? gue mau bunuh loh!! " jawab Alvin dengan entengnya...
...***...
*SEE YOU😍
kenalin nih Alvin nya*!
...ALVIN BANUYONO💫...