
Saat Shasa keluar dari rumahnya tidak sengaja Kris yang memang ingin ke rumah shasa melihat Shasa yang mau memasuki taxi, dengan cepat kris memacu motornya mengikuti kemana shasa pergi.
Taxi shasa berhenti di depan apartemen milik Dicky, kris menatap marah saat melihat gadis itu masuk ke dalam apartemen milik Dicky. Beberapa foto kris ambil untuk dia berikan pada orang tuanya, berharap orang tuanya percaya.
'ting' bunyi pesan masuk di ponsel milik kris.
📨 Kak Vio : "Kris bisa pulang? bantu kakak di rumah, ada orang tua Dicky.
Muncul senyuman mengerikan dari bibir Kris, dia bisa membawa kedua orang tuanya dan orang tua Dicky ke apartemen milik Dicky, dengan begitu dia tidak perlu lagi memaksa Shasa untuk berbicara didepan orang tuanya, dan kakaknya akan selamat dari pria gila itu.
Kris tidak peduli Dicky seorang mafia atau gangster sekalipun, dia hanya berharap Dicky mau melepaskan kakaknya.
Kris segera menjalankan motornya, munuju rumah.
Semua rencana sudah tersusun di otaknya, dia harus segera sampai dan membawa kedua orang tuanya dengan cepat, takutnya shasa akan pulang jika terlalu lama.
...🐤🐤🐤🐤🐤...
Begitu sampai di rumahnya, kris langsung menyapa keluarga Dicky di ruang tamunya.
"Malam om, tante" sapa kris sambil mencium tangan kedua orang tua Dicky. "Kak Dicky mana om?" pancing Kris.
"ohh dia masih sibuk dengan pekerjaannya biasa pembisnis muda" jawab ayah Dicky.
"Bukan di apartemen nya om?" sindir Kris.
"Tidak, tadi saat kami kesini dia bilang ada meeting yang tidak bisa ditinggalkan, makanya hanya kami yang datang nak" ungkap ayah Dicky.
"Om, bagaimana jika Kris bisa membuktikan jika saat ini kak Dicky sedang ada di apartemen nya dan sedang bercinta dengan seseorang" tantang Kris, dia langsung menyampaikan apa yang baru saja dia lihat.
"Kris! jaga omongan mu!" bentak papinya pada kris.
"Kris benaran pi! kris lihat sendiri kak Dicky sedang berciuman bersama seseorang! kalau kalian tidak percaya, ayo sekarang kita ke apartemen kak Dicky untuk membuktikan itu!" tantang kris sekali lagi.
"Kris jaga omonganmu!" bentak papinya sekali lagi.
"Kris tidak ingin kak Vio berakhir dengan pria seperti kak Dicky, sekarang kris mohon ikut kris, dan jika kris salah kria bersedia bersujud memohon maaf pada om dan tante" keras kris. dia ingin segera membawa semua orang itu ke apartemen Dicky.
"baiklah, ayo kita kesana" putus ayah Dicky, "ingat ucapanmu kris, jika kamu salah" lanjutnya lagi.
Kris mengangguk cepat, dia dan semua orang disana menggunakan mobil menuju apartemen milik Dicky.
.
"Kris, apa benar yang kamu katakan?" bisik violet pada kris.
"Kris berani berbicara karena kris sudah melihat sendiri, semakin cepat kita sampai, semakin besar kemungkinan gadis itu tidak bisa pergi".
" Semoga ucapan mu benar" lirih violet. Dia sangat berharap adiknya benar dan dia terlepas dari Dicky, dia sudah menyesal berbohong kepada kedua orang tuanya, dia akan mencoba mencari pria lain walau hatinya masih belum bisa.
Kris menggenggam tangan kakaknya dengan erat, dia tau kakaknya sedang ketakutan, dia takut akan dibilang pembohongan lagi oleh orang tuanya.
"kakak tenang saja, kris yakin, apa yang kris ucapkan adalah kebenaran" ungkap kris, walaupun dia pria yang nakal dia masih menghargai perempuan dia hanya akan memakai perempuan itu jika dia termakan rayuannya atau perempuan itu sendiri yang akan melemparkan tubuhnya pada kris.
...🐣🐣🐣🐣🐣...
Ara memperhatikan dirinya didepan cermin, sesekali gadis itu memegang perutnya, Deon yang melihat tingkah istri kecilnya itu langsung berjalan mendekat dan memeluk istrinya itu dari belakang.
"Ada apa? kok belum ke tempat tidur?" tanya Deon tepat di telinga Ara.
"Cuma penasaran kapan ara bakal hamil, jadi ara mau liat, apa ada yang berubah dari tubuh ara".
Deon tertawa pelan sambil mengelus puncak kepala ara. "Sayang, kita melakukan itu sering menggunakan pengaman, jadi disini belum ada apapun" Deon kali ini mengelus perut ara dengan sayang.
Sementara ara malah cemberut menatap Deon dari pantulan kaca.
"Pengamanan apaan, waktu pertama kali tidak, dan ada beberapa kali juga tidak menggunakan, apa ara minum obat kb aja kak selagi belum ada yang tumbuh disini, jadi kakak gak perlu pakai pengamanan lagi?" tanya ara.
"Jangan sayang, obat kb itu bahaya, diluar negeri saja tidak ada yang namanya obat kb, mereka mengatur nya dengan pakai pengaman, kakak tidak ingin terjadi apapun padamu".
" Bagaimana jika ara hamil?" tanya ara, dia terlihat sedikit sedih.
"kamu tidak ingin anak ya?" Deon balik bertanya dengan wajah sendu.
Ara cepat-cepat berbalik memeluk tubuh tegap suaminya itu, "Bukan seperti itu kak, ara tau dengan melakukan hubungan itu kita bisa mempunyai anak, ara siap dengan diri ara, tapi ara tidak siap dengan ucapan teman-teman sekolah ara, sekarang aja ara dianggap sebagai peliharaan kakak, katanya ara bisa juara karena membeli lembar jawaban, makanya bisa mengalahkan shasa, kakak jangan sedih ya, ara bukan tidak mau mengandung anak kakak, hanya takut masalah tadi"
"Siapa saja yang suka menceritakan mu sayang?" Deon balas memeluk istri kecilnya itu.
ara melepaskan pelukannya dan menatap kedua mata Deon dengan intens, "jangan bilang kakak mau menghukum mereka? ara tidak mau kakak seperti itu" Ara melepaskan pelukannya dan berbaring di tempat tidurnya.
"Sayang, jangan ngambek duluan, kakak hanya bertanya karena penasaran, tidak lebih" Deon segera mengikuti istrinya itu menuju tempat tidur.
"Janji, tidak akan melakukan apapun pada mereka".
"hmmm" Deon hanya berdeham mengangguk, dia tidak bisa berjanji karena sekarang otaknya sedang mencari bagaimana cara mendapatkan informasi di sekolah Istri kecilnya.
"Ayo cepat tidur" Deon dengan cepat menarik tubuh kecil ara kedalam dekapannya.
"Kak~" rengek ara, dia yakin suaminya itu merencanakan sesuatu.
"Cepat tidur atau kakak akan ajak kamu olahraga malam hari" ucap Deon dengan mata tertutup.
Dengan cepat ara menutup matanya dan tidak berniat bertanya lagi, dia tidak mau berolahraga lagi, badanya saja masih belum sembuh dari pegal-pegal akibat ulah suaminya kemarin, kalau ditambah lagi ada kemungkinan besar besok dia kembali izin untuk datang ke sekolah.
Ara memutuskan dia akan mengalah hari ini, tapi besok jika Deon membuat teman-teman nya dihukum, dia akan memarahi Deon dan tidak memberikan jatah pada om mesum itu.
...🐥🐥🐥🐥🐥...
Kris, violet serta kedua orang tua kris dan violet lebih dulu sampai di apartemen yang dibilang oleh Kris. beberapa saat setelah itu kedua orang tuan Dicky juga datang. mereka lalu berjalan menuju pintu apartemen, kebetulan kedua orang tua Dicky memiliki kunci cadangan dari apartemen Dicky jadi tidak perlu meminta Dicky untuk membukakan pintu.
"Tunggulah kak Dicky dan shasa, semua nya akan terungkap sebentar lagi" batin Kris
...🐤🐤🐤🐤🐤...