
Menjawab pertanyaan, Ay memang terkesan cewek murahan, tapi dia hanya begini di depan kekasihnya, memang seharusnya jadi cewek harus jual mahal dan tidak boleh agresif, tapi author pengen buat karakter yang sedikit berbeda, author pengen buat karakter Ay yang terkesan agresif tapi sebenarnya gadis itu sangat polos jika sudah di hadapkan dengan praktek buka-bukaan, mohon maaf jika banyak yang tidak suka dengan sikap Agresif dari Ay, mohon bantu koreksi author ya, jika banyak yang tidak setuju dengan karakter Ay yang seperti ini maka dengan berat hati author akan berusaha mengganti karakternya.
Mohon bantuannya dalam membuat novel ini lebih bagus lagi, Terima kasih.
...πΊπΊπΊπΊπΊ...
"Ay!" panggil Aurora sambil melambaikan tangannya pada ay yang baru saja sampai.
Ay segera mendekati Aurora yang sedang berdiri bersama Al.
"kok bisa telat dek, padahal tadi kamu duluan yang keluar dari apartemen" tanya Al.
Ay terkekeh pelan, "makan dulu, terus nungguin om brian mandi" kekeh Ay.
"untung kamu gak telat ay, ayo sekarang upacara penyambutan murid baru mau di mulai" Aurora menarik lembut tangan Ay.
Saat berjalan melewati Al, tidak sengaja rambut ay terkibas dan memperlihatkan leher jenjangnya, ay terlihat biasa saja, tapi Al melototkan matanya ketika melihat noda merah di leher Ay.
"Dek, leher kamu kenapa?" tanya Al sedikit sinis.
Aurora berhenti dan berbalik untuk melihat apa yang barusan dikatakan Al.
"Leher? emang kenapa leher Ay?" tanya balik Ay dengan wajah polos nya.
"Ya ampun Ay, ayo ikut aku dulu" aurora menarik Ay menuju kamar mandi, diikuti dengan Al yang mengikuti mereka secara spontan.
.
Di kamar mandi Aurora mengeluarkan bb cream kecil yang selalu dia bawa kemanapun.
"sebenarnya kenapa bisa merah gini sih ay?" tanya Aurora, dia berusaha menutupi bercak merah di leher Ay dengan bb cream yang tadi dia keluarkan.
"Gak tau, tadi aku cuma ngerasa gatal aja, tapi gak tau udah merah kayak gini" elak Ay, dia tau abangnya sedang menguping, di depan Al ekspresi wajahnya mungkin akan ketahuan oleh Al, tapi saat ini di hadapan gadis itu adalah Aurora gadis itu dapat dengan mudah di tipu oleh Ay.
"ini seperti kissmark, makanya tadi Al langsung emosi melihatnya" ucap Aurora, dia sudah berhenti menempelkan foundation pada leher Ay.
"benarkah? jadi seperti itu tanda kissmark, apa aku bilang aja ya ini tanda kissmark pada abang al?" seru Ay, dengan acting yang tidak diragukan lagi sangat sempurna sehingga Aurora 100 persen percaya padanya.
"jangan dong! bahaya jika Al berpikir ini tanda kissmark, tadi kamu makan apa? atau ada ngerasa digigit sesuatu gak?" tanya Aurora cemas.
"Gak makan yang aneh-aneh kok tadi cuma makan nasi goreng, ahh iya aku ngerasa tadi ada yang gigit leher aku, tapi gak tau apa, emang bekasnya benar-benar seperti kissmark ya au?" tanya Ay dengan wajah yang benar-benar polos.
Aurora mengangguk pelan, "makanya kalau keluar itu pakai perlindungan dulu, nanti bisa kena gigit binatang yang aneh-aneh lagi, masih gatal?" cemas Aurora.
"sedikit" jawab Ay sambil tertawa pelan.
"ya udah yuk kita kembali, takutnya kita telat lagi" ajak Aurora.
.
Al yang diam-diam menguping segera berlari agak jauh dari pintu masuk kamar kecil tempat Ay dan Aurora sedang menutupi bekas merah di leher Ay.
"jadi kenapa leher kamu dek" tanya Al.
"kena kissmark bang" jawab Ay jujur.
'puk' Ay mendapatkan pukulan pelan dari Aurora, "bukan, kena gigit binatang tadi, jangan percaya ucapannya" ucap Aurora.
"ckck, au gak seru nih" decak Ay sedikit kesal.
"jangan asal ngomong dek, ingat peringatan abang, boleh pacaran dengan om brian tapi dalam konteks pacaran normal" ucap Al, lalu pria itu berlalu pergi.
"emang konteks normal seperti apa sih" gumam Ay pelan.
"pacaran tapi tidak melebihi batas seperti orang yang sudah menikah" Aurora menjawab gumaman pelan Ay.
"pelukan boleh?" tanya Ay lagi.
"emang kamu udah pelukan sama om brian?" tanya Aurora sedikit berbisik.
"sebenarnya gak boleh sih, soalnya nanti dari sekedar pelukan lalu berubah jadi ciuman, dari ciuman lalu berubah jadi hal yang lebih intim" gumam Aurora pelan.
"tapi ciuman udah gak lanjut tuh" ucap Ay pelan.
"apa ay?" tanya Aurora karena tadi dia kurang fokus dalam mendengarkan ucapan ay.
"bukan apa-apa" elak ay.
...π°π°πΊπ°π°...
"Selamat pagi, semuanya kita langsung saja memulai acara ini ya" ucap salah satu mahasiswa di depan podium.
pandangan pria itu sejak tadi terus mengarah pada Ay yang tampak asik mendengarkan dengan seksama.
pembicaraan tentang kampus sudah di mulai, beberapa dosen dan rektor sudah bergantian memberikan pengarahan, dan banyak mahasiswa juga sudah menerangkan tentang acara Mos hari itu. memang acara awal hanya di awali dengan ucapan penyambutan dan pengarahan, acara yang lebih berat akan dilakukan besoknya karena akan ada acara menginap selama 3 hari di daerah hutan.
.
"ahhh capek banget padahal cuma duduk dengarin doang" keluh ay, "bang minum" rengek Ay pada Al.
tanpa menjawab Al segera beranjak dari kursinya dan menuju ke arah orang yang sedang menjual minuman.
"hei! gimana hari pertama di sini?" tanya pria yang ternyata adalah ketua BEM di kampus cessa.
Ay diam menoleh ke kiri dan kanannya.
"aku bicara sama kamu loh" ucap Pria itu lagi.
"aku?" tunjuk Ay pada dirinya.
"iya kamu, siapa lagi gadis paling manis di kampus ini selain kamu" puji pria itu dengan senyuman manisnya.
"aku udah punya pacar kak, maaf" ucap Ay tegas.
"pacar kami yang tadi? kamu gak takut teman kamu ngerebut pacar kamu darinya, dari tadi aku liat pacar kamu lebih care ke teman kamu ini" ucap pria itu.
Ay mengubah ekspresi nya menjadi kesal, "dia abang kembarku, dan temanku adalah kekasihnya, jelas abang care kepada kekasihnya!" ucap Ay dengan nada ketus.
"oh maaf buat kamu marah, aku gak maksud gitu kok, aku cuma khawatir cewek cantik seperti kamu di biarkan tanpa pengawasan, bisa bahaya nanti di culik" ucap pria itu, dia masih terus berusaha menggoda Ay.
"pacar adikku lebih luar biasa di banding kakak yang hanya seorang pemimpin dari para mahasiswa dan mahasiswi" Ujar Al, dia duduk disebelah adiknya dan memberikan minuman kepada Ay dan Aurora.
"oh maaf jika kalian merasa terganggu, aku akan segera pergi, kalau ada masalah bilang aja kepadaku ya cantik" goda pria itu sebelum pergi dari hadapan Ay dan Al.
"ihhh kesal banget sih tu cowok pede banget godain Ay, gak tau aja pacar Ay itu gantengnya gak ada yang bisa ngalahin" gerutu Ay.
"ada yang bisa" balas Al santai.
"siapa?" ketus Ay.
"abang" Al menunjuk kearah dirinya sendiri.
"hahahhaa au abang kepedean" tawa Ay terdengar sangat kencang hingga beberapa orang melihat kearah nya. "abang terlalu pede au!" ucap Ay lagi.
"itu emang kenyataan nya Ay" ucap Al.
"Au menurutmu siapa yang lebih ganteng abang atau pacar Ay" tanya Ay.
Aurora diam dia menatap Al lalu menunduk malu, "ntahlah aku gak tau Ay" ucap Aurora pelan.
"ihh abang jangan ngancam au! jadi takutkan au bicara yang sebenarnya" kesal Ay.
"kapan abang ancam, pikiran kamu itu selalu melebihi ekspetasi Ay" keluh Al.
...πΌπΌπΌπΌπΌ...
mohon bantu author dalam pembuatan karakter Ay ya, Terima kasih semua π