My Little Girl

My Little Girl
S2 MLG 64. Hukuman daddy



Pukul enam pagi ay terbangun karena mendengar orang yang sedang muntah-muntah di kamar mandi.


Ay mengambil kimono nya untuk menutupi lingerie yang dia kenakan.


"Ya ampun kak, kok bisa seperti ini sih?" pekik Ay ketika melihat Brian terduduk di depan closet.


"Ay.. aku menang sayang" racau Brian dengan mata yang tertutup.


Ay geleng-geleng kepala melihat suami sehari nya itu, dia sudah menunggu Brian sampai jam 1 malam, tapi ternyata pria itu masih belum kembali ke kamarnya, jika pria itu sadar dengan apa yang di kenakan ay sekarang mungkin ay akan habis di makannya.


"minum berapa banyak sih kak" keluh ay sambil menepuk-nepuk pipi suaminya itu agar membuka matanya.


"ay, aku menang~ daddy Deon kalah" itu saja racauan yang keluar dari bibir Brian, mata pria itu masih terpejam.


"iya-iya kakak menang sekarang aja kakak udah dapat piala kemenangan daddy" ucap Ay, walau tau brian tidak menanggapi nya ay tetap saja berbicara pada Brian. "ayo kak, kita pindah ke kasur, nanti kakak masuk angin kalau tidur disini" ucap ay lagi.


"Sayang kakak menang" racau Brian sambil mengaitkan tangannya pada leher ay.


Dengan susah payah ay membawa Brian ke tempat tidur, "seberapa banyak sih kakak minum? bikin kesal aja liatnya, katanya mau nyoblos nih liat sekarang k.o sebelum berperang" omel ay sambil berkacak pinggang.


Ay duduk di dekat Brian berusaha membuka kemeja pria itu, kemejanya penuh dengan muntahan dan bau alkohol, ay yakin Brian akan risih dan masuk angin jika dibiarkan seperti itu.


"kak... geser" ucap ay, dia berusaha menarik kemeja Brian agar bisa lepas dari tubuhnya.


.


"huh akhirnya" ucap ay, setelah dia berhasil melepaskan kemeja atasan Brian, 30 menit waktu yang dibutuhkan gadis itu untuk membuka seluruh atasan Brian, kini gadis itu berkeringat tapi bukan karena aktivitas olahraga di atas kasur tapi olahraga angkat beban, menarik kemeja yang menempel pada tubuh suaminya.


'glek' ay meneguk saliva nya ketika melihat Brian yang kini hanya mengenakan celana panjangnya, sedangkan atasannya sudah hilang di singkirkan oleh ay.


"Sexy banget sih suami ay, ya ampun sadar ay" pekik ay menutup mukanya sendiri, gadis itu baru sempat memperhatikan bentuk tubuh suaminya sekarang, bentuk Sickpack perut Brian betul-betul terlihat. Ada banyak bekas luka tembakan dan senjata tajam yang sudah lama, tapi itu justru membuat Brian tampak lebih sexy.


Dan ay juga baru sadar Brian punya tato bertuliskan nama dirinya di bagian dada pria itu.


Ay perlahan membuka tangan yang menutup matanya, 'glek' sekali lagi gadis itu menelan saliva nya ketika melihat Brian yang tertidur tanpa atasan.


"ini suami gue masih tidur, lama banget bangunnya, gak mungkin gue duluan yang makan dia kan?" ay bergumam sendiri, dia lalu menepuk keningnya dan menggeleng, "percuma gue pakai lingerie sexy, niatnya ingin menggoda dia yang kembali ke kamar, eh malah gue yang tergoda melihat tubuh sexy nya" gumam gadis itu lagi, dia menarik selimut untuk menutupi tubuh suaminya, gadis itu ingin mandi, dia sudah berkeringat akibat mengurusi bayi besarnya.


"Awas daddy, ini semua pasti gara-gara daddy yang mengerjai suami ay, lihat aja ay kaduin mommy biar daddy gak dapat jatah dari mommy" omel ay sambil mengambil handuk kimono nya menuju kamar mandi.


...🐯🐯🐯🐯🐯...


Ay turun sendiri ke restoran yang ada di hotel itu.


"Morning mom" sapa ay sambil mengecup pipi mommy nya.


"morning sayang" balas sapa mommy ara.


"morning grandpa, grandma, opa, oma" ay tidak lupa menyapa kakek neneknya yang juga sarapan dibawah.


"morning ay" jawab ke empat nya serentak.


Sepertinya ay sengaja mengasingkan daddy Deon karena kesal suaminya kembali dikerjai oleh daddy Deon.


"kok putri cantik daddy gak sapa daddy, cium juga tidak" ucap daddy Deon dengan mulut manyun.


"Gak mau daddy udah ngerjain suami ay" gerutu ay. Mereka berdua seperti sedang kontes memanyunkan mulut.


"oh iya mana suami kamu ay?" tanya mommy ara.


Ay menatap daddy nya dengan sinis, "gara-gara daddy masih tepar di tempat tidur" ucap ay.


"loh kok daddy? berarti suami kamu lemah ay, baru diajak minum udah tepar, daddy pemenangnya dong" sorak bahagia daddy Deon terdengar melengking.


Ay semakin menatap sinis daddy nya, “mom kasih daddy hukuman, dia udah ngerjai suami dedek” ay mulai memanggil dirinya sendiri dengan panggilan dedek, jika dia sudah mulai merengek pada mommy nya.


“Tenang sayang, daddy kamu bakal mommy kasih hukuman, gak dapat jatah selama 1 minggu” ucap mommy ara, wanita 3 anak itu berkata dengan santai dan anggun tanpa tatapan sinis atau mengerikan, tapi kata-katanya mampu membuat raut wajah daddy deon berubah.


“yang kok gitu sih? 2 hari aja ya” tawar daddy deon.


“2 minggu” ara menambahkan hukuman yang ingin ditawar oleh Deon.


“5 hari sayang, lima hari aja ya” bujuk Deon lagi.


“3 minggu” ara kembali menambahkan masa hukuman setiap Deon menawar hukumannya.


Ay tertawa tanpa ditahan mendengar perdebatan mommy dan daddynya. Gadis itu tidak peduli daddy nya menatap matanya dengan memelas.


“baiklah satu minggu tidak lebih” akhirnya deon mengalah dan tidak mau menawar lagi karena masa hukuman akan selalu bertambah setiap dia menambah.


“Deal, satu minggu gak kurang bisa lebih jika daddy kembali mengerjai menantu kesayangan mommy” ucap ara dengan senyum merekah pada bibirnya.


“Kesayangan? Sayang sejak kapan jadi menantu kesayangan?” geram deon.


“sejak sah jadi suami putri kesayangan mommy” jawab ara acuh, dia tidak mendengarkan omelan yang keluar dari mulut suaminya yang sudah seperti kaset rusak, begitu juga yang ada di sana hanya bisa menggeleng melihat tingkah deon yang kekanakan jika sudak menyangkut 2 orang ratu di hidupnya. “dedek, nanti pesan sup penghilang pengar dan air madu untuk suami kamu ya, kasian dia” lanjut Ara.


Ay mengangguk dan mempercepat sarapannya, agar bisa menuju dapur, dia ingin membuat sendiri air madu untuk brian, tapi untuk sup penghilang pengar dia akan meminta koki hotel untuk membuatkan karena gadis itu memang tidak bisa memasak.


...🐻🐻🐻🐻🐻...


Ay melangkah memasuki dapur hotel yang terlihat bersih dan mewah itu, banyak karyawan yang menundukkan kepala kepadanya, tentu saja itu semua karena dia adalah anak dari pemilik hotel yang menjadi hotel nomor satu di negara itu.


“ada yang bisa saya bantu nona?” tanya kepala koki begitu melihat ay yang datang.


“Aku ingin minta madu dan air, aku ingin membuat air madu untuk suamiku, dan bisa tolong buatkan sup penghilang pengar dan antar ke kamarku” jawab ay atas pertanyaan kepala koki padanya.


Kepala koki itu segera mengangguk dan menyuruh asistennya untuk memberika ceret air hangat dan madu pada Ay.


Dengan cekatan ay membuat air madu yang biasa dia buat dan menyuruh pelayan untuk membawakan air madu beserta sup penghilang pengar ke dalam kamarnya, setelah itu dia pun pergi kembali ke dalam kamarnya, menunggu pesannya datang kedalam kamar.


...🦊🦊🦊🦊🦊...