
Ay melirik mommy dan daddynya yang sedang merapikan baru mereka.
“katanya marah sama daddy, kok ngelihatin daddy seperti itu?” ledek Deon.
Ay mendengus pelan, “marahnya di pending dulu, daddy sama mommy kenapa gak bilang-bilang mau pergi ke turki lebih cepat”rengek Ay.
Ara mengulum senyumannya pada putri manja nya itu, “Kerjaan daddy tiba-tiba diganti jadwalnya, dedek gak apa kan sama abang al dan abang el disini? Atau dedek mau ikut mommy dan daddy kuliah di turki?” tawar Ara.
“wahh ide bagus itu, ay ikut daddy aja kuliah disana ya” seru Daddy Deon bersemangat.
“gak mau! Ay masih marah sama daddy” Bantah Ay cepat.
“ayolah ay, daddy bakal lakukan apapun yang kamu inginkan” bujuk Daddy Deon.
Ay tersenyum jahil, tiba-tiba otak nakalnya mulai memikirkan rencana jahat.
“Apapun dad?” tanya Ay mengulangi ucapan Deon.
AL dan El yang sudah mengetahui rencana licik Ay hanya bisa geleng kepala melihat kelakuan saudara kembarnya itu.
Daddy deon mengangguk cepat, “Iya apapun, kamu berminat?” bujuk Deon lagi.
“Nikahi dedek dengan abang brian” ucap Ay dengan lantang.
Daddy deon dan mommy ara melongo melihat anak gadisnya yang udah kebelet nikah, sementara itu Al dan EL tertawa terbahak-bahak.
“GAK BOLEH” Daddy deon berucap dengan pasti dan lantang.
Ay Kembali mendengus, Tadi katanya Boleh apapun, gak sportif ni daddy” ledek Ay.
“kamu masih 18 tahun Ay, kenapa mau __” deon tidak dapat melanjutkan ucapannya, Ara sudah berdeham sejak Deon mengatakan 18 tahun, Deon seolah lupa dia telah membuat masa remaja Ara hilang dengan menjadi seorang ibu di usianya yang menginjak 18 tahun.
“Iya-iya hanya daddy dan mommy yang boleh nikah muda, ay nanti pas udah selesai kuliah” gerutu Ay. “bang daddy menyebalkan ya” Ay meminta persetujuan kepada kedua saudara kembarnya.
“memang” jawab Al sementara EL hanya mengidikkan bahu.
“abang el sudah siap semua perlengkapan abang untuk berangkat ke jogja? Abang gak mau ikut mommy ke turki?” tanya mommy ara kali ini pada putra keduanya yang sejak tadi hanya diam.
“Udah mom, abang gak banyak bawa barang, nanti abang beli disana aja, abang pilih jogja karena takut mommy khawatir, kalau abang pilih Canada atau ausi lebih membuat mommy khawatir” jawab EL dengan lembut.
“Loh di turki aja sama mommy” bujuk ara.
“abang itu tujuannya mau mandiri mom, kalau masih dekat mommy kapan abang mandiri nya” ucap el lagi dengan suara lembut.
Ara hanya bisa menghela nafas Panjang, “baiklah, kalau itu sudah keputusan abang” pasrah Ara.
Daddy deon tersenyum lembut pada putranya itu lalu beralih pada istrinya dan memberikan usapan lembut pada punggung Ara.
“pokoknya selama daddy pergi kalian harus saling menjaga, daddy gak mau sampai ada berita salah satu dari kalian dalam bahaya, dan AL…”
Al yang di panggil segera menatap Deon untuk menjawab ucapan daddny nya itu. “Apa dad?”
“Jangan berpacaran melebihi batas wajar, abang mengertikan maksud daddy” ucap daddy deon sambil mengedipkan sebelah matanya.
Al melongo mendengar ucapan daddy nya, dia sempat bingung apa yang di maksud oleh deon, tapi ucapan deon selanjutnya membuat Al sadar, daddy deon telah mengetahui semuanya.
“Apartemenmu sangat bersih ya, pembantunya sangat rajin bersih-bersih” ucap daddy deon lagi.
“emang abang sewa pembantu ya bang?”tanya mommy Ara bingung.
“Ahhh hanya sekali mom, untuk membersihkan rumah AL, setelah itu tidak ada lagi” balas Al dengan cepat dia masih belum bisamengatakan semuanya kepada mommy nya itu, al masih takut mommy nya menolak Aurora.
“oh iya tentang pertunangan ab__”
“Udah sayang, itu nanti aja, Al, el, dan AY cepat sana keluarkan koper kalian, daddy dan mommy sudah siap, kami akan mengantar Al dan Ay ke aparteman abang AL serta mengantar abang elk e bandara” potong Deon cepat, dia tidak mau istrinya Kembali mengungkit masalah pertunangan itu.
Diam-diam Al tesenyum pada daddy nya, yang langsung memotong ucapan mommynya.
...🐼🐼🐼🐼🐼...
“abang hati-hati ya, jaga Kesehatan, jangan telat makan, kalau ada apa-apa telepon mommy” pesan mommy ara sebelum EL masuk ke dalam pesawatnya.
“bentar lagi, kana bang perginya pakai jet pribadi juga” Rengek Ay suaranya sudah terdengar cempreng karena sejak tadi menangis. Mungkin ini Namanya ikatan batin antara saudara kembar, pasti sulit untuk melepaskan saudaranya itu untuk pergi.
“Abang kan gak pergi jauh, kalau kangen dedek tinggal naik jet pribadi ke apartemen abang” ucap EL.
“Dek, kan kita masih lama ni masuknya, kita temani EL ke apartemen aja gimana?” tawar Al.
“benaran ? mom, dad ay boleh ya ikut abang ke jogja” seru Ay Bahagia.
Deon menghela nafas Panjang, “ya udah boleh, tapi ingat jangan mengeluh capek” ancam Deon sebelum ay memulai drama nya merengek pada kedua saudaranya mengeluk kecapekan.
“Iya-iya” dengus ay.
“kalau gitu mommy sama daddy yang pergi duluan ya, kalian hati-hati disana, ay jangan menyusahkan saudaramu terus ya” ucap Mommy Ara.
“Siap bos” jawab Ay dengan hormat ala paskibranya.
...🐰🐰🐰🐰🐰...
‘Ceklek’ bobby masuk kedalam ruangan Brian dengan sedikit tergesa-gesa.
“Ada apa bob?” tanya Brian.
“A-anu tuan, gadis kecil tuan bukannya menuju apartemen tuan, malah berangkat ke jogja” ungkap Bobby dengan pelan.
“Apa?! Jogja?!” pekik Brian.
“I-iya tuan” jawab bobby sedikit ketakutan.
“Apa si tua bangka itu tau akua da disini jadi dia mengirim Ay ke jogja?!” teriak Brian dengan penuh emosi.
“Se-sepertinya begitu tuan, karena tadi kita baru dapat email yang dikirim dari calon mertua tuan itu”
“Apa isinya?” teriak Brian marah.
“Tidak akan aku biarkan kau dengan mudah mendapatkan putriku, itu isi pesannya tuan” jawab bobby dengan sedikit ketakutan.
‘Prank!’ bunyi pecahan kaca, penyebabnya adalah brian yang melemparkan vas di dekatnya secara sembarangan.
“Tua bangka sialan! Cepat siapkan jet pribadiku bob! Kita akan menyusul ay ke jogja” perintah Brian.
Bobby segera berlari keluar ruangan itu, secepatnya pria itu mengabarkan pilot pribadi Brian untuk segera bersiap karena akan berangkat menuju jogja.
...🐹🐹🐹🐹🐹...
Selama perjalanan menuju turki Deon tidak berhenti tertawa, Ara sampai bingung kenapa suaminya it uterus tertawa, harusnya dia sedih karena meninggalkan ketiga anaknya seperti dirinya yang sedang sedih, tapi Deon malah terus tertawa kecil.
“Apa yang kakak tertawakan?” Ara menatap sinis suaminya itu, “Apa kakak senang jauh dari anak-anak kakak?” lanjut ara lagi dengan sedikit emosi.
Deon menghentikan tawanya, dan mengelus puncak kepala istrinya, “Bukan sayang, kakak sama seperti kamu yang sedih harus meninggalkan Three Dan”.
“lalu kenapa kakak ketawa?” bentak Ara.
“karena kakak berhasil mengerjai mafia sombong itu” kekeh Deon.
“mafia sombong? Siapa kak?” tanya Ara penasaran.
“Mafia yang ditunggu-tunggu Ay selama ini, si brian itu” jawab Deon.
“brian Kembali?” tanya Ara tidak percaya.
Deon menggangguk, “benar, dia Kembali karena telah menangkap umpan pancianganku, tapi tidak semudah itu dia bisa mendapatkan Ay, dia perlu izin dariku, dan dia harus menunggu 1 sampai 2 tahun”.
“Kakak jahat banget sih, kasian tau senjatanya karatan gak pernah dipakai, udah nunggu 15 tahun sekarang ditambah 2 tahun, kakak kejam banget sih” kesal Ara.
“gak papa, sayang, itu bukti jika dia benar-benar mencintai putri kita, dia harus menunggu dengan sangat lama” kekeh Deon.
...🦊🦊🦊🦊🦊...