
Ay terus merenggut selama perjalanan menuju pulang ke apartemen.
"Bang, ay pulang ke apartemen abang aja ya, om lagi gak ada di apartemen, ay malas sendirian" ucap ay saat mereka sampai di depan lift gedung apartemen itu.
Tadi Brian mengirimkan pesan pada ay, jika dia tidak ada di apartemen saat ini. dan pria itu memohon maaf pada ay karena harus membiarkan gadis itu sendirian menjelang jam 10 malam.
Al berusaha menahan senyumnya, dia tahu rencana yang telah diatur brian, "gak boleh gitu dek, om Brian pasti maunya pas pulang di sambut sama dedek, kasian kan dia sibuk kerja juga demi dedek, sekarang baru di tinggal beberapa hari sibuk kerja dedek udah gak sanggup, gimana nanti nikah? gak semua kehidupan pernikahan itu indah dek" nasehat Al pada adik bungsunya itu.
Ay akhirnya menghela nafas panjang begitu mendengar nasehat abangnya, "baiklah, ay mau pulang ke apartemen aja" jawab ay pelan.
Al mengelus kepala adik kembarnya itu, "bicarakan dengan om Brian, apa yang kamu tidak suka dek, dalam hubungan pernikahan kamu harus bisa saling jujur dan mengungkapkan apa yang kamu rasakan, jangan pernah menyembunyikan nya dan menyimpannya sendiri, itu akan menjadi boomerang bagi kehidupan rumah tangga kalian nanti" nasehat Al lagi.
Ay menatap ke arah abang nya, "kok abang tau banget kehidupan pernikahan?" tanya ay sambil tersenyum jahil pada Al.
Al mencubit gemas pipi adik kembarnya itu, "Cowok itu pemikiran nya lebih cepat dewasa di banding cewek, walau abang belum pernah nikah tapi abang sering dengar masalah teman-teman abang semuanya karena tidak ada komunikasi dan kejujuran" ucap Al.
'ting' pintu lift terbuka Al kembali mengelus puncak kepala adiknya, "oke tugas abang sudah selesai, cepat masuk sana, abang mau jemput Au pulang kerja" ucap Al sambil sedikit memberikan dorongan pada punggung Ay.
...🦊🦊🦊🦊🦊...
Ay menghela nafasnya dengan berat tepat didepan apartemen milik Brian, dengan tidak bersemangat gadis itu memencet kan password kunci untuk masuk ke dalam apartemen itu.
'gelap' satu kata itu yang dapat ay gambarkan untuk keadaan apartemen itu saat ini, bahkan jendela ke balkon tertutup hingga tidak ada masuk cahaya bulan atau penerangan dari luar.
Ay berusaha meraba dinding di sisi kirinya, seingat gadis itu di sana ada tombol untuk menyalakan lampunya.
"ihh dimana sih" kesal ay gadis itu sudah mulai terisak.
Saat itulah tiba-tiba di kaki ay menyala lampu kecil yang membentuk jalan. Ay terdiam melihat lampu berbentuk lilin itu mulai nyala satu persatu menuju Brian, pria itu berdiri di tengah-tengah lampu yang dibentuk love dengan sebuah cincin dan bunga mawar merah.
ay menutup mulutnya sendiri dengan kedua tangannya, gadis itu selangkah lebih maju mendekati Brian lalu terdengarlah lagu 'Marry you - Bruno mars'
...🎼It's a beautiful night, we're looking for something dumb to do...
...Hey baby, I think I wanna marry you...
...Is it the look in your eyes or is it this dancing juice?...
...Who cares, baby, I think I wanna marry you...
...Well, I know this little chapel on the boulevard we can go...
...No one will know, oh, come on girl...
...Who cares if we're trashed, got a pocket full of cash we can blow...
...Shots of patron and it's on, girl...
...Don't say no, no, no, no, no...
...Just say yeah, yeah, yeah, yeah, yeah...
...And we'll go, go, go, go, go...
...If you're ready, like I'm ready 🎼...
Setetes air mata ay mulai meluncur membasahi pipi mulus ay. perlahan gadis itu mulai melangkah mendekati Brian, begitu sampai di depan Brian, pria itu menekuk sebelah kakinya berlutut didepan ay dan menatap mata ay yang terus berkaca-kaca menatap dirinya.
Lagu berhenti, Brian tersenyum menatap gadis kecilnya. "Will you marry me Allinsky Danaya Zoya?" tanya Brian sambil menyodorkan cincin yang sejak tadi dia pegang.
Brian tersenyum, perlahan pria itu tegak dan memeluk ay.
"Don't cry my little girl" ucap Brian sambil menghapus air mata Ay yang semakin banyak mengalir bebas dari matanya.
"om bikin kejutan gak bilang-bilang!" kesal ay sambil memukul-mukul dada Brian dengan pelan.
Brian terkekeh pelan, "Baby, namanya kejutan bagaimana caranya aku beri tau, kalau kasih tau bukan kejutan lagi sayang".
"Ay pikir om udah gak sayang lagi sama ay makanya sengaja buat ay kesal dan kesepian" isak ay.
Brian kembali tertawa kecil, dia gemas dengan kekasih kecilnya itu. "Maaf ya udah buat kesayangan kakak ini menangis" ucap Brian sambil mencium kening ay dengan lembut.
"Jadi om selama ini cuekin ay karena mau buat kejutan ini?" tanya ay isakkan kecilnya masih terdengar.
"iya sayang, maaf ya buat kamu jadi seperti ini, aku ingin kamu memiliki kenangan bagaimana cara aku melamar mu bukan hanya di depan orang tuamu, tapi juga kenangan yg berisi tentang kita berdua sayang" ujar Brian lembut.
Ay mengangguk pelan sambil berusaha menghapus air matanya.
Brian mengangkat badan ay agar wajahnya sejajar dengan wajah ay. "ternyata begini wajah kekasihku ketika menangis bahagia" ucap Brian.
ay memukul pelan dada Brian, "mau ngapain angkat-angkat ay" gerutu ay.
"biar mudah mencium kamu sayang" Brian langsung menempelkan bibirnya pada bibir ay, ay sendiri langsung merangkul leher Brian, dia menikmati ciuman panas mereka berdua cukup lama Brian ******* bibir Ay, perlahan dia melepaskan ciuman itu, menempelkan kening mereka dengan senyuman nakalnya Brian berkata "Seminggu lagi aku tidak akan memberi ampun sayang, tunggu seminggu lagi maka kita akan bersatu untuk selamanya".
" apa ay tidak akan bangun dari tempat tidur seminggu lagi?" goda ay.
"Benar aku akan mengurung kamu seharian di tempat tidur, 28 tahun aku menunggu dirimu sayang, dan waktunya akan tiba sebentar lagi" ucap Brian.
...🐰🐰🐰🐰🐰...
Deon sedikit bingung ketika dia sampai di rumah sudah ada kedua orang tuanya dan kedua orang tua ara.
"Loh, ayah sama bunda kok gak bilang-bilang ke sini?" seru deon.
"kan katanya istri kamu mau buat pesta kejutan, jadi ayah sama bunda disini" ucap ayah Deon.
"Sayang, kamu masih tidak mau memberi tahu aku pesta apa?" tanya Deon pada istri tercintanya.
"Rahasia, kalau di kasih tau kamu tidak akan terkejut nanti" jawab Ara dengan senyum yang tertahan.
"kamu sedang tidak hamil kan sayang?" tebak Deon.
"Hamil?" ara terdiam sebentar lalu menggeleng pelan.
"Sayang jangan sembunyikan sesuatu dariku ya, aku tidak mau kehilangan kamu" ucap Deon lagi.
"gak ada kak, tenang aja, dan ingat janji kakak" ucap ara.
"baiklah aku ingat, aku gak bisa tahan untuk tidak melakukan hal itu denganmu" goda Deon.
"kak ingat ada orang tua kita" peringat ara.
Deon tertawa, "hahaha tidak apa sayang, kita sudah tua, dan udah punya 3 buntut masih juga malu" Ucap Deon.
...🦁🦁🦁🦁🦁...