
Al dan El berjalan mendekati Deon dan Ara, dan duduk di sanggahan sofa.
"daddy memalukan ah.. masak nangis" ledek Al.
karena perbuatan nya itu dia mendapatkan pukulan dari mommy Ara.
"Gak ada daddy nangis" elak Daddy Deon.
Al menahan senyumnya sambil melirik kearah daddy nya itu. "kalau gak ada kok mata daddy merah dan liat itu masih ada air di mata daddy" lekeh Al.
"Mata daddy kelilipan" elak Deon.
Al semakin menahan tawanya, tapi dia mendapat lagi pukulan pada pahannya, "jangan ganggu daddy kamu!"
"hahaha sorry mom, habis daddy lucu" gelak tawa yang sejak tadi dia tahan akhirnya keluar, Brian sebenarnya juga ingin tertawa, tapi dia berusaha menahan tawanya takut, mertuanya itu akan marah dan membatalkan rencana pernikahannya.
"Jadi apakah lamaran putra saya di terima?" tanya daddy George setelah diam beberapa saat menahan tawanya akibat tingkah seorang pria yang seperti anak kecil.
"ehem" Deon berdeham dan duduk dengan gaya angkuhnya, "baiklah tapi jika Brian menyakiti putriku, aku akan mengambil putriku kembali" ucap Deon dengan nada tegas.
Brian menunduk lalu mengangkat kepalanya untuk menatap mata Deon. "akan saya pastikan Ay selalu bahagia dan tidak pernah kekurangan cinta dariku" ucap Brian dengan pasti.
"Dad, thank you" Ay langsung berhambur ke pelukan Deon sambil mencium pipi pria itu.
Deon membalas pelukan Ay dan mencium kening, dan pipi ay, "putri kecil daddy sudah besar sekarang" ucap pria itu dengan mata berkaca-kaca.
"baiklah karena semua sudah setuju pernikahan akan dilaksanakan 3 hari lagi" ucap Ara.
Ay langsung melepas pelukannya pada Deon dan menatap mommynya itu, "kok 3 hari mom, gak besok aja?" sela ay dia masih berada di pangkuan daddy nya.
"3 hari ay, jika tidak mau tidak boleh menikah" tegas mommy Ara.
Seperti kata El perkataan mommy Ara adalah mutlak dan itu adalah perintah bagi semuanya, jadi baik ay atau pun yang lain tetap tidak bisa membantah.
"kamu juga berpikir terlalu lama brian?" tanya mommy Ara pada Brian.
Brian menggeleng cepat, dia tidak mau membantah ucapan mertua cantiknya itu.
"Brian aja tidak nolak, jadi kalian menikah nya 3 hari lagi" ucap mommy Ara sekali lagi dengan tegas.
Ay hendak mengeluarkan suaranya tapi melihat kepala brian yang menggeleng pelan, gadis itu tidak jadi mengeluarkan suaranya.
“jangan main kode kodean dengan putri saya” peringat Deon sambil menatap Brian dengan sinis.
“Ihh daddy cemburunya luar biasa, malu tau banyak yang liat, nanti mommy cemburu daddy terlalu sayang asama ay” kekeh ay.
Deon tertawa pelan sambil mencubit pipi ay dengan gemas. “Mommy kamu punya tempat sendiri di hati daddy begitu juga dengan kamu” ucap Deon dengan lembut.
“Mom, kapan acaranya dimulai, semua sudah pada nungguin itu” ujar Al pada mommy nya.
Ara menepuk jidatnya, “oh ya ampun mommy sampai lupa jika mommy mempersiapkan pesta penyambutan kalian, daddy George ayo ikut kita makan malam bersama”
Daddy George membalas ajakan mommy ara dengan senyum dan anggukan kepala.
“Ajak juga semua anak buahnya makan, brian ayo ikut mommy” Ara menarik tangan brian secara mendadak. “Kamu harus banyak makanan buatan mommy, ay tidak bsa memasak jadi selama disini kamu harus makan semua masakan andalan mommy” lanjut ara lagi.
“Sayang! Kok bocah mafia itu yang kamu Tarik! Aku suami kamu loh!” teriak daddy deon yang masih duduk di kursi dengan ay yang berada di atas pahanya.
Ara berhenti sebentar lalu menjulurkan lidahnya pada suami tampannya itu, “sesekali mommy dapat brondong” kekeh ara lalu menarik tangan brian untuk segera menuju taman dimana sudah rapi seperti pesta di kebun. Ada banyak makanan di kiri kanan, ada meja-meja yang sudah ditata secantik mungkin, bahkan ada live music yang dihadirkan oleh Ara, tentu saja semua yang penyanyi dan pemain music yang ad aitu semuanya adalah anak buah Deon, yang ahli dalam bermusic.
“Kamu hari ini harus makan banyak, gak boleh diet-diet jarang-jarang mommy masak” ucap ara sambil menyuruh brian dan daddy nya duduk di kursi yang sudah di sediakan.
.
“dedek, cepat minggir, mommy kamu berniat selingkuh itu” ucap Deon.
“Awas dek” pinta deon sekali lagi.
Ay menggeleng sambil merangkulkan tangannya pada leher Deon. “gak mau” ucap ay.“Daddy!” pekik Ay ketika tubuh kecilnya sudah terangkat di udara, ulah siapa lagi kalau bukan ulah deon yang mengangkat Ay ala bridal style.
“Kalau gak mau awas ya sudah, daddy angkat aja” ucap deon sambil mulai melangkah ke tempat acara pesta.
“Nanti pinggang daddy sakit! Ngeluhnya sama mommy!” ledek ay.
“daddy tidak setua itu sayangku” deon masih menggendong ay , malah sekarang pria itu mempercepat langkahnya seperti berlari.
Begitu mereka berdua sampai, deon langsung menurunkan Ay dari gendongannya dan berlari menuju istrinya yang sedang berbicara dengan brian.
“sayang, kok bisa-bisanya kamu selingkuh sama brondong” ucap Deon.
“Daddy! Ini menantu mommy, jangan dikit-dikit cemburu gitu” gerutu ara.
Brian tersenyum melihat interaksi keluarga Ay, keluarganya sangat hangat, dan sangat ramai, dia yang selama ini hanya bersama daddy nya merasa sangat senang dengan keluarga yang ramai seperti itu.
Ay menepuk bahu brian “Enak masakan mommy?” bisik ay pada Brian.
“Brian mengangguk dan tersenyum kearah kekasihnya itu.
“Jangan sampai tidak di habiskan, mommy tidak suka orang yang membuang makanan” bisik ay lagi.
.
“yaya!” panggil bocah kecil yang sangat cantik sambil memegang kaki Ay.
“Ya ampun bakpau cantik yaya udah besar” Ay langsung menggendong gadis kecil ituitu sambil menciumi pipi gembulnya.
“Cantik banget sih, ini pipi apa bakpau” kekeh Ay masih terus menciumi pipi gembul sepupu kecilnya itu.
“Eli ya, eli” teriak gadis itu disertai tawa.
“Udah kenalan belum sama kakak ganteng?” tanya Ay pada gadis kecil itu.
Kepala gadis kecil itu langsung celingukan mencari pria tampan yang di maksud ay padanya. Ay sangat menyukai anak kecil, jadi semua anak kecil sangat mudah akrab dengannya.
“Ini, kenalkan diri jessi sama kakak tampan ini” ujar Ay.
Brian berbalik dan tersenyum menatap gadis kecil yang digendong ay. Gadis kecil itu langsung menyembunyikan wajahnya dalam ceruk leher ay.
“malu ya” ucap gadis kecil itu.
“Ihhh sok malu-malu, mana ganteng daddy axel atau kakak tampan ini?” tanya ay.
“tatak ampan” jawab Jessi.
“DANAYA! Berhenti membuat putriku menjadi seperti dirimu!” teriak Axel yang baru saja melintas dan mendengar percakapan kedua nya.
AY dan jessi kompak menertawakan Axel.
“daddy axel jelek ya” kekeh ay.
“Iya daddy elek” angguk gadis kecil dalam gendongan ay itu.
...🐯🐯🐯🐯🐯...
maaf untuk hari ini cuma satu dulu ya, soalnya author sibuk banget di kantor
Terima kasih untuk semuanya yang masih menunggu kelanjutan novel ini