
Ara tampak asik mengemil sambil menonton TV di ruangan rawat papinya, karena dua hari lagi dia akan berangkat kembali ke indonesia, ara akhirnya memutuskan selama tiga hari ini menjaga papinya di rumah sakit.
Selama ini ara menghabiskan waktu liburannya berkeliling dan bermain bersama suami dan sahabat-sahabatnya.
"Mana suamimu nak" tanya mami.
Ara melirik maminya dan menjawabnya dengan senyuman, "Kerja sama abang, sekalian bawa anak-anak jalan".
" anak-anak?" papi terlihat bingung dengan kosakata yang di sebutkan ara, setahunya putrinya baru menikah, ini sudah punya anak.
"iya pi, itu si leo, roby sama juan, katanya mau puas-puas plorotin suami ara" jawab ara santai sambil mengunyah cemilan yang memang sengaja Deon belikan untuk nya.
"Adek gak mau ikut?" tanya shahnaz lagi.
"Gak mi, adek masih mau manja-manja sama mami dan papi, bentar lagi kan dek bakalan pulang ke indo".
"Gak takut suami adek melenceng kesana kemari?" ledek papi ara, dia ingin membuat putrinya itu menangis.
"Gak pi, suami langka itu pi, hanya ada satu didunia, kalau kayak papi iya adek takut, ini pawangnya cuman adek aja pi" kekeh ara.
Papi dan maminya hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah putrinya itu, untung saja Deon sabar menghadapi tingkah putri mereka, mereka sebenarnya takut tidak ada yang mau dengan putri mereka yang nakalnya luar biasa, untung saja Deon dan keluarganya mau menerima semua kekurangan ara.
Kedua orang tua Ara sudah tau mengenai phobia yang di miliki Deon, jadi mereka juga sedikit senang dengan begini Deon tidak akan menyentuh wanita lain, karena dia memang tidak bisa.
...🐤🐤🐤🐤🐤...
Deon, axel, dan trio badboy habis dari tempat balapan motogp, kebetulan Deon sedang membicarakan tentang balapan pemula yang akan diadakan di Indonesia, makanya Deon membawa teman-teman ara, untuk di perkenalkan sebagai calon pembalap yang akan ikut dalam pertandingan nanti di Indonesia.
"kak, thanks ya udah kasih kesempat buat kami ikut latihan di sana tadi" ucap leo penuh haru.
Dia sangat senang tadi diajak untuk latihan beberapa putaran oleh pembalab-pembalap disana, dia dan teman-temannya juga diberikan tips dan trik dalam bertanding.
Sedang asik bercerita tiba-tiba datang wanita yang mendekati mereka secara mendadak.
"Axel! Sky!" panggil wanita itu dengan wajah gembira.
"Loh, Violet, ngapain disini?" tanya axel, dia segera menjabat tangan Violet.
Sedangkan Deon sama sakali tidak bergerak dari posisi duduknya.
"kamu masih seperti dulu Sky, masih dingin sama wanita, boleh ikut gabung disini gak? tadi teman makanku ada urusan mendadak, gak enak makan sendiri, bolehkan aku duduk disini?" tanya Violet matanya terus menatap Deon yang sibuk dengan ponselnya, berharap pria itu dapat mengeluarkan suaranya.
"gabung aja vi, kita juga gak masalah" axel yang lebih dulu mengizinkan Violet untuk bergabung.
Violet hendak duduk disebelah Deon, karena disana ada kursi kosong, tapi tertahan oleh Deon.
"Cari tempat jauhan, gue gak mau gatal-gatal gara-gara kamu" ucap Deon dingin.
Melihat tingkah adik iparnya, Axel segera menarik kursi kosong disebelahnya, "Vio sini dekat gue aja, jauh-jauh dari makhluk langka itu" ledek Axel.
Dengan berat hati Violet pindah disebelah Axel, tapi dia berhadapan dengan Deon. Kini mata violet beralih pada tiga pria tampan yang duduk satu meja dengan mereka.
"Siapa mereka Xel?"
"Ohh teman-teman adek gue, kebetulan adek gue sama teman-teman nya berkunjung kesini untuk jengukin bokap".
" Halo kakak cantik" sapa Juan lebih dulu, dia memang suka menggoda wanita.
Violet membalas sapaan Juan dan tersenyum, matanya kembali beralih pada Deon yang masih sibuk memainkan ponselnya.
"Apa kabar Sky? kamu masih phobia wanita?" sapa Violet sekali lagi.
"Gak mau disembuhkan? gue bisa loh nyembuhin" Violet kembali mencari perhatian Deon.
"Loh kok lo bisa sembuhin deon?" tanya Axel karena penasaran.
"Gue disini belajar jadi psikolog, gue termasuk dokter psikolog yang paling dicari disini, gue udah banyak nyembuhin pasien seperti Deon" ujar Violet dengan bangga.
Bukannya tertarik Deon sama sekali tidak melirik Violet yang sedang bercerita. Dia masih sibuk dengan ponselnya, menyuruh salah satu anak buahnya untuk mencari istri kecilnya dan segera mengirimkan video istri kecilnya itu.
"Sky! hoii ditanyain tu sama vio". Tepukan di bahunya oleh Axel baru menyadarkan Deon dari ponselnya.
"Apaan sih?" gerutu Deon dengan kesal.
"Sky, lu gak mau sembuhin penyakit lo?" tanya violet sekali lagi.
"Untuk apa? gue gak butuh yang kayak gitu" ketus Deon.
"Sky, lu gak boleh selamanya seperti ini, orang tua lu butuh keturunan juga sky, lu anak satu-satunya bagi mereka, lu harus sembuh dong, biar bisa nikah dan punya anak" bujuk Violet dia sangat berharap dapat menyembuhkan Deon, dan ketika sembuh Deon akan merasa berhutang padanya, setelah itu dia akan mendapatkan hati Deon.
"Tanpa sembuh gue juga bisa ngasilin cucu buat orang tua gue" ketus Deon, dia kembali sibuk pada ponselnya yang baru masuk satu video baru.
Violet masih belum mengerti maksud dari ucapan Deon, dia melirik Axel untuk meminta penjelasan, yang ada Axel hanya angkat bahu tanda tidak tau.
"Maksudmu bayi tabung Sky? jadi lu benar-benar gak mau sembuh?" tanya violet sekali lagi.
Senyum Deon tiba-tiba merekah, dan hal itu diartikan lain oleh violet, dia berpikir Deon memang berencana untuk membuat bayi tabung, jika memang seperti itu, Violet siap untuk menjadi ibunya, walau dia tidak bisa berhubungan badan dengan Deon, tapi jika dia mengikuti cara ini, perlahan-lahan hati Deon akan menjadi miliknya.
"Gue telepon bentar ya bang!" kekeh Deon sebelum pergi dengan menepuk bahu Axel.
"kampr*t tu anak, sejak kapan gue jadi abang dia" gerutu axel, padahal memang Deon telah menjadi adik ipar nya sejak menikah dengan ara.
Ketiga trio badboy hanya tertawa melihat interaksi Axel dan Deon.
"Sepertinya Deon sibuk banget ya xel" komentar Violet, saat melihat Deon permisi untuk menelpon.
Axel melirik Deon yang sedang tertawa dan tersenyum, dari ekspresi nya dia tau Deon sedang menelpon adiknya.
"Bukan sibuk karena kerjaan" jawab Axel dengan santai.
"Xel, lu tau dimana Deon donorin spermanya?"
"huk huk" Axel yang sedang minum langsung terbatuk begitu mendengar pertanyaan Deon.
"Apa maksud lo!"
"itu loh, bukannya sky donorin spermanya biar bisa punya anak tanpa harus melakukan hubungan intim?" ucap violet.
"Mau lu cari kemanapun gak bakal lu temukan, bank nya eksklusif gak bisa dibagi bagi, baru akan buka 1 tahun lagi" kekeh Axel entah bank apa yang dimaksud Axel.
"hahahahha" tawa ketiga teman ara, ketika otak mereka telah mencapai maksud ucapan Axel.
"Emang hanya orang kaya ya, yang bisa masuk ke bank itu? dimana sih?"
"udah gak usah lu cariin bank milik Deon, gak bakal lu dibolehin untuk ambil, dan lupakan dia fokus aja sama kerjaan lu, Deon gak bakal mau sembuh" Axel memberikan nasehat pada sahabatnya itu. "Lu liat itu" Axel menunjuk Deon yang tersenyum, "dia sedang bicara sama pemilik bank nya, jadi jangan pernah berharap pada Deon" nasehat Axel sekali lagi.
...🐣🐣🐣🐣🐣...
Bonus pict, Suami sayang istri 💞💞💞