My Little Girl

My Little Girl
55. Dokter Fitra



📲 "Halo" Jawab Shasa dengan cepat.


📲 "Shasa sepertinya keinginanmu berhasil untuk bertemu dengan tuan muda saya"


Kening shasa berkerut, dia segera menjauhkan ponselnya dari telinga, untuk melihat nomor siapa yang tertera, tapi di sana hanya tertera beberapa nomor asing, yang tidak Shasa ketahui nomor siapa itu.


📲 "Siapa ya ini?" tanya shasa dengan penuh tanda tanya.


📲 "Saya asistennya tuan Allinsky"


📲 "ohh tuan asisten, ada apa?" Nada suara shasa terdengar sangat bersahabat, dia bahkan lupa bahwa tadi sedang kesal dan ketakutan, karena ketahuan kebohongannya.


📲 "Minggu pagi jam 11, segera datang ke cafe xxx, tuan Allinsky akan bertemu dengan anda".


📲 " Waahhh benarkah? baik baik, tapi kenapa tidak saat makan sia__"


Telepon baru saja mati, Shasa langsung mengumpat keras, padahal tadi dia belum selesai berbicara.


"awas kalau gue udah dapatkan Kak Al, bakal gue pecat asisten itu!" shasa berbicara sendiri dengan kesal.


Wanita itu segera beralih ke arah lemarinya, dan mengeluarkan semua baju pemberian Ara, karena memang hanya baju pemberian ara lah yang bagus, bagus, sementara baju yang dia miliki tidak memiliki brand.


Sambil bersenandung riang Shasa mencoba satu persatu baju baju itu di depan cermin, berbagai baju dia coba tapi masih tidak ada yang terlihat bagus.


"aku harus sempurna di depan kak Al, biar dia langsung terpesona padaku" gumamnya pada diri sendiri.


Sedang asik mencoba beberapa baju, adik perempuan shasa masuk kedalam kamar, dengan tampang heran.


"Kakak mau kemana? coba baju kayak gitu?"


"Kencan dong" ujar Shasa masih dengan bersenandung senang.


"Sama kak Dimas?" adik shasa mengetahui Shasa dan Dimas telah jadian.


"enggak, kakak kencan sama pujaan hati kakak, pria tampan, tinggi, dan punya kekayaan melimpah, Kak Allinsky" Shasa mengucapkan dengan pasti bahwa pertemuan dia dengan Deon adalah kencan. Dia tidak tau saja jika Deon bertemu dengannya untuk mematahkan semangat hatinya.


"Kakak putus dari kak Dimas, sayang sekali, padahal kak Dimas ganteng loh" Adik shasa begitu menyukai Dimas, karena pria itu bersikap baik padanya saat datang menjemput shasa pergi ke sekolah.


"Ada yang lebih baik dari Dimas, dan bentar lagi kita akan jadi kaya raya" sorak Shasa kesenangan.


"Kaya raya?" beo adik Shasa.


Shasa berjingkrak senang, "Benar pria yang akan kencan dengan kakak itu kaya raya, dan pembisnis nomor satu se asia, jadi dari pada Dimas yang belum bekerja, mending pilih dia kan".


...🐤🐤🐤🐤🐤...


Ara terlihat sangat tidak bersemangat hari ini, pemikiran gadis kecil itu masih kekanakan, buktinya sekarang dia sangat takut untuk pergi ke dokter psikolog, pertama dia takut dianggap gila, kedua dia malu jika ada yang melihat dia ke sana, dan yang ketiga ara takut sama semua dokter.


"Sudah siap?" Deon berdiri tegak didepan pintu kamar Ara. Gadis itu masih terduduk di depan cermin riasnya dengan wajah merengut.


"Kak, nanti kalau ada yang liat gimana?" rengek ara, sambil melangkah pelan menuju Deon.


Setelah gadis kecil itu sampai dihadapan Deon, pria itu langsung merangkulnya.


"Tidak akan, percaya pada kakak" gumam Deon tepat di samping telinga Ara. Tentu saja tidak akan ada yang melihat, karena Deon sengaja menyewa jasa dokter itu untuk satu hari full, dan tempat dokter itu praktek sudah diamankan oleh anak buah Deon, hanya Ara saja yang tidak tau seberapa besar usaha Deon untuk melindungi gadis kecil miliknya.


...🐣🐣🐣🐣🐣...


Perjalanan terasa sedikit lama karena perdebatan Deon dan Ara yang terus terjadi, beberapa kali gadis itu berusaha membatalkan tapi tetap tidak bisa, hingga akhirnya sampailah Deon dan Ari di depan tempat praktek Dokter Fitra.


Dokter perempuan itu menyambut kedatangan Ara dengan pakaian biasa, tidak terlihat jas putih yang biasa dikenakan oleh para dokter, dan hal itu membuat Ara menjadi lebih tenang.


Setelah sampai, Ara segera dibawa keruangan kerjanya dan Deon menunggu diluar, membiarkan gadis kecilnya bercerita pada dokter perempuan itu.


.


Melihat itu Deon sedikit khawatir, dia segera memeluk gadis kecilnya dengan lembut.


"Wahh tuan Allinsky sepertinya anda sudah bisa menyentuh perempuan?" ujar bsi dokter.


Deon hanya tersenyum kaku dan mengangguk pelan.


"Ara gak apa kok kak" bisik ara yang masih dalam pelukan Deon.


"Iya, ara nya kuat kok, ayo tuan Deon dan nona ara kita masuk kedalam" Dokter fitra mempersilahkan kedua orang itu untuk masuk kedalam ruangannya.


...🐥🐥🐥🐥🐥...


"Jadi begini tuan Allinsky, kasus nona ara tidak terlalu parah, saya yakin ara bisa kembali seperti ara yang biasanya, tapi butuh beberapa kali terapi, dan tidak membutuhkan pengobatan yang lama, paling sekitar 1 sampai 2 bulan sudah bisa selesai, namun untuk masalah insomnia nya itu agak sulit, karena trauma sudah terjadi sangat lama"


"Trauma?" Deon tidak menyangka ternyata masalah insomnia Ara bukan karena masalah biasa, tapi karena trauma.


"Ya, tapi masih bisa disembuhkan, jadi saya mau bertanya, mau penyembuhan yang mana lebih dulu?" Dokter fitra berbicara dengan sangat sopan, dia tau pria didepannya ini mudah emosian.


"Ketakutan nya dengan Toni saja dulu, masalah insomnia itu bisa menyusul nanti, lagi pula dia akan cepat tidur jika bersamaku" Deon melirik Ara yang tertunduk malu.


"Hahaha baiklah jika begitu, Ara, tidak takutkan sama saya jika kita bertemu lagi?" Dokter Fitra bertanya dengan pelan.


Ara menggeleng pelan, "Tidak, jika dokternya adalah dokter fitra".


"Baiklah, untuk hari ini selesai, kalian boleh pulang".


"Hmm dok, saya boleh bertanya" Deon mengajukan pertanyaan pada dokter fitra.


"ya, ingin bertanya apa?"


"Ini mengenai penyakit saya, kenapa saya bisa menyentuh Ara, tapi jika saya menyentuh wanita lain selain Ara dan bunda, maka penyakit saya akan kambuh".


" ada beberapa kemungkinan tuan, pertama bisa saja otak dalam alam bawah sadar anda mengatakan Ara tidak berbahaya, Ara bukanlah musuh atau lawan, kedua hubungan keluarga, tapi pasti alasan ini paling tidak ingin anda Terima, karena dapat saya lihat ada sesuatu dimata kalian berdua, lalu yang ketiga hubungan masa lalu, misalnya dulu kalian pernah bertemu, jadi alam bawah sadar anda sudah menandai Ara bukan sebagai lawan anda, dan banyak kemungkinan lainnya, apa tuan ingin melanjutkan pengobatan tuan?"


"sudah 12 tahun, tapi pengobatan saya masih belum berhasil, saya sudah cukup senang hanya bisa memegang gadis ini" Deon memegang tangan Ara dan mengangkat nya memperlihatkan kepada dokter fitra bahwa gadis itu tidak memberikan penolakan pada tubuhnya.


"Saya senang, jika ada yang sudah bisa menyembuhkan anda walau belum full 100 persen, tapi saya bersyukur tuan menemukan wanita yang tepat, semoga kalian akan terus bersama selamanya" Doa tulus dokter Fitra.


...🐤🐤🐤🐤🐤...


Selama perjalanan pulang Ara terus menatap Deon, gadis itu terus ingin bertanya tentang trauma Deon, tapi mulutnya tidak berani mengucapkan kata-kata itu.


"Ra" panggil Deon didalam ke heningan saat itu.


"hmm?" deham Ara pelan.


"Kakak boleh minta sesuatu gak sama kamu?" ujar Deon sambil meraih sebelah tangan Ara dengan sebelah tangannya yang bebas dari stir mobil.


"Apa kak?"


"Jika shasa sahabatmu itu berkata apapun, tolong jangan pernah percaya dengan ucapannya, jangan menelan mentah mentah ucapan wanita itu, tolong kamu bertanya pada orang yang kamu percaya dan cari tau kebenarannya, apakah bisa?" tanya Deon dengan sedikit melirik gadisnya.


"Kenapa tiba-tiba?" bingung Ara.


"hmm, hanya saja kakak takut, dia terlihat seperti wanita yang mengerikan, mungkin dia akan membuat Ara menjauh dari kakak".


"Kak, shasa tidak sejahat itu, dia hanya khawatir dengan Ara, shasa itu__"


"Kakak mohon ra, kali ini aja percaya dengan kakak, tolong apapun yang wanita itu ucapkan, jangan percaya begitu saja, dan jangan lagi memberikan apapun yang wanita itu inginkan" Deon mendapat laporan dari trio bad boy bahwa Ara masih sering membelikan barang yang Shasa ingin kan, bahkan Ara masih sering mentraktir makan shasa di kantin sekolah.


Ara mendesah nafas panjang, dia masih belum mengerti seratus persen maksud ucapan Deon, tapi Ara akan mengabulkan permintaan Deon, selama ini pria itu selalu meminta hal yang baik baginya, dia tidak pernah menjerumuskan Ara dalam hal negatif, dan Deon selalu mengabulkan setiap permintaan nya, "Baik lah, walau Ara tidak terlalu mengerti, tapi Ara akan lakukan seperti permintaan kakak".


...🐣🐣🐣🐣🐣...