My Little Girl

My Little Girl
S2 MLG 54. Mafia Beraksi



Beberapa pengunjung juga mengikuti ay dan ara menundukkan kepala mereka sambil memilih ke sudut ruangan. Sedangkan Deon dan Brian memilih bersembunyi di dekat meja yang sudah mereka jatuhkan.


‘brak’ bunyi pintu yang ditendang secara paksa oleh orang dari luar, saat satu orang melangkah masuk langsung saja deon dan brian menembak orang itu.


‘dor’


‘dor’


“Dad itu aku yang membunuhnya” ucap brian.


“tidak dia mati karena tembakanku” ucap deon tidak mau kalah.


“Aku menembaknya tepat di kepala dad” Brian menunjuk kepalanya sendiri.


“Aku menembaknya tepat di jantungnya” deon menunjuk jantungnya.


“Hmm kita anggap seri aja kali ini dad” ucap brian.


.


Di tempat persembunyian ay dan ara.


“kedua orang itu ngapain sih, gak jelas banget” gerutu ay, ay melirik mommynya yang terlihat ketakutan.


Wajar aja ara ketakutan dia memang tau dunia suaminya seperti apa tapi ini pertama kalinya Wanita paruh baya itu melihat deon menggunakan senjata di depan matanya, apa lagi membunuh orang dengan semudah itu, entah dengan ay, gadis itu terlihat santai saja, tidak setakut diri ara, ara jadi berpikir deon sering membawa ketiga anaknya ke markas untuk memperlihatkan adegan penyiksaan didepan ketiga anaknya, tidak tau saja ara ketiga anaknya selalu ditempa deon dengan pengajaran yang luar biasa, ay sering babak belur tapi tidak dibagian yang terlihat, hanya dibagian yang tertutupi baju, sehingga ara tidak tau jika anak-anaknya terluka dan babak belur.


“Mom, pernikahan ay gak batal kan” ay memilih bertanya pada mommy nya dengan nada bercanda, dia ingin membuat mommy nya tidak ketakutan lagi, makanya gadis itu bertanya menyeleneh.


‘puk’ lengan ay di pukul pelan sama ara.


“kamu ini masih sempat mikirin itu, itu calon suami kamu lagi tembak tembakan entah dia selamat atau gak, masih bisa mikirin pernikahan?” celotah ara.


Ay terkekeh pelan, “itu mah biasa mom, santai daddy dan kak brian Cuma main-main aja, jadi mommy gak perlu takut gitu mukanya, santai aja” ucap ay berusaha membuat mommy nya tenang, sebenarnya ay juga sedikit takut karena ini pertama kalinya dia harus menggunakan pistol pada manusia, biasanya pistol adalah mainan dia dengan ke dua abang kembarnya, di lapangan tembak.


“santai gimana kamu ini! Itu pistol senjata api, yang sekali meluncur timah panasnya bakal membuat mati” ucap Ara, dirinya Kembali ketakutan jika terjadi sesuatu pada deon.


Ay mengelus punggung mommy nya itu, “Mommy, jika hal seperti ini terjadi, ay minta mommy harus percaya pada ay, percaya pada daddy, daddy mampu melindungi kita, jika mommy ketakutan konsentrasi daddy konsentrasi ay akan pecah, jadi…” ay menggenggam kedua tangan mommy nya masih dengan pistol yang berada ditangannya, deon pernah memperingatkan, ‘jika suatu saat dia harus memegang pistol jangan pernah dilepas selama pertarungan belum berakhir. “Mommy harus bawa tenang sekarang ya, biarkan ay berkonsentrasi, jangan takut, mommy harus percaya pada daddy dan ay, kita akan selamat” lanjut ay, gadis itu berusaha tersenyum kea rah mommy nya.


Ara akhirnya mengangguk dia mengelus pipi putrinya itu, “Baik, mommy akan mencoba percaya kepada kalian berdua, kalian pasti bisa melindungi mommy, brian juga bukan mafia biasa” ucap mommy ara.


.


Kembali ke pertandingan brian dan deon, mereka berdua masih sibuk menentukan siapa yang telah menembak penjahat yang pertama mati.


“dad tunggu” Brian mengisyaratkan tangannya untuk membuat deon diam.


“Jika kalian ingin menembakku silahkan, aku adalah bom manusia, jika aku mati maka Gedung ini akan hancur berkeping-keping” ucap pria yang memakai bom di badannya itu.


Brian tersenyum ke arah pria itu, “kau pikir aku takut mati? Di dunia ini tidak ada yang aku takutkan, aku membiarkan kamu masuk juga karena kakek tua itu, dia ada disini kan? Suruh dia cepat masuk, biar selesai semua urusan ini” ucap brian dengan santai, bos mafia sepertinya di ancam dengan bom, itu adalah mainannya sejak kecil, bahkan brian bisa membuat bom rakitannya sendiri.


Tidak lama setelah brian berkata begitu kakek adnan masuk bersama beberapa pria yang membawa pistol panjang, membuat orang-orang semakin ketakutan.


Pria tua itu duduk disalah satu kursi dengan santainya, brian yang melihat itu langsung mengambil dua buah kursi satu untuk mertuanya satu lagi untuknya, dia sama sekali tidak takut dengan 6 orang bersenjata dan 1 orang membawa bom di badannya.


“Kenapa kau duduk?” tanya kakek adnan dengan nada sinis.


Brian tertawa pelan, “aku capek tegak, sebaiknya bisa bicarakan ini dengan duduk” jawab brian dengan santai, sejak kakek adnan masuk Brian sama sekali tidak ada melirik kearah ay dan ara, dia tidak ingin ada yang tau tempat persembunyian kekasihnya itu.


“Apa mau mu pak tua?” tanya deon, pria itu juga sama seperti brian tampak santai tidak ada ekspresi yang muncul dari wajahnya. Berbeda saat Dicky putra kakek tua itu di tangkap dia sangat ketakutan dan menangis histeris.


“Aku mau kau menyerahkan usahamu padaku, dan kau mati untuk membalas dendam putra dan cucuku” jawab kakek adnan pada Deon lalu beralih pada brian.


“hahahhaha, kau pikir aku mau menyerahkan nyawaku padamu! Kau gila pak tua” ejek Brian, “kau tau semua ini masalahnya ada padamu pak tua! Kau tau karma selalu berlaku, kau duluan yang menculik mertuaku untuk menghancurkan hidupnya, tapi yang ada malah hidup anakmu yang hancur, kau berharap mertuaku menjadi seorang maniak **** tapi malah putramu yang menjadi seperti itu, daddy ku membunuh anakmu bukan tanpa sebab, dia telah memperkosa salah satu anak dari bodyguard daddyku, karena anaknya mati bunuh diri makanya daddy membalas dendam pada putramu, mata dibalas mata dan nyawa di balas nyawa” ungkap brian.


“Tapi kenapa kau membunuh cucu ku!” teriak kakek adnan kesal.


“hahahhaha” Brian tertawa sambil menggeleng pelan, “bukan aku, itu teman-teman ku, kau tau sendiri pak tua ada peraturan tidak tertulis dalam mafia bukan? Jangan pernah kau usik keluarga atau kekasihnya, jika kau masih ingin hidup, mungkin saja teman-temanku menerapkan peraturan itu, siapa yang tau!” jawab brian dengan santai.


“kau membunuh dia hanya ka__”


“KARENA DIA MENCOBA MENCULIK KEKASIHKU!” potong brian dengan emosi yang mulai muncul. “Adnan memiliki cita-cita ingin menjadikan kekasihku sebagai peliharaannya ! dan ingin membunuh semua keluarga allinsky atas apa yang sama sekali tidak pernah keluarga itu lakukan pada keluarga kalian! Apa ada lagi yang perlu kau tanyakan?” ucap brian.


Deon sedikit terkejut ketika mendengar ucapan brian bahwa putrinya sempat ingin diculik.


“Kalian pikir aku ingin bernegosiasi dan berbicara santai lalu mengalah? Tidak akan, aku akan membunuh kalian dengan kedua tanganku” kakek adnan berdiri dan memberi kode pada pria yang memakai bom pada badannya untuk melakukan bunuh diri agar bom dibadannya meledak. Dan 6 0rang pria yang ada didekatnya mengangkat senjata mereka agar membuat jalan pada kakek adnan untuk lewat.


“tidak semudah itu pak tua” teriak Brian.


Lalu terdengar tembakan kearah kaca jendela, brian mengangkat senjatanya dan menembak orang yang memakai bom itu, kebetulan orang itu berada di pinggir Gedung hanya menunggu tembakan brian hingga pria itu terjatuh dari Gedung restoran itu.


Lalu terdengar suara tembak menembak, hingga akhirnya 6 orang pria yang mengelilingi kakek adnan tertembak dan tidak ada yang bisa melindungi pria tua itu lagi.


“Selamat tinggal pak tua” ucap brian sebelum menembak kepala pria tua itu.


‘DOR’ hanya sekali tembakan pria tua itu mati, kejam memang tapi hanya itu jalan yang bisa brian lakukan, jika semakin dibiarkan dia akan Kembali membalas dendam yang tidak ada habisnya, kakek adnan bukanlah pria yang bisa di beri rasa kasihan, sejak awal dia yang salah tapi dia tidak mau mengakui kesalahannya dan membalas dendam atas perbuatan yang dia lakukan sendiri, tidak ada pengampunan bagi orang seperti kakek adnan.


...🦁🦁🦁🦁🦁...