
Author hari ni khilaf semoga pada suka ya 😄😄
...🐤🐤🐤🐤🐤...
Deon menatap takjub putri kecilnya yang sedang menyusu menggunakan dot, tentu saja itu susu ara yang sudah di pompa, karena anaknya nangis berbarengan Ara harus membiarkan Baby Ay untuk minum melalui dot dibantu dengan daddy-nya.
“Jadi kalian berdua mau mami carikan baby sister atau urus sendiri?” Tanya mami Shahnaz.
“Ara mau mi, soalnya ara kerepotan kalau ngurus ketiganya sendiri, kalau kayak baby EL sih gak papa, ini dua nya lagi perusuh banget” Beberapa hari bersama putra dan putrinya Ara tau karakter anak-anaknya, Baby AL dan baby Ay suka banget gangguin orang tengah malam, mereka berdua suka diajak bicara dan bercanda, sedangkan baby EL lebih diam, nangis saat kelaparan saja.
“Kamu gimana Deon?” Tanya mami lagi kini pada Deon yang masih fokus menyusukan putri kesayangannya.
“Deon ikuti maunya istri aja, tapi deon maunya pembantu di rumah yang dijadikan baby sister, deon kurang percaya sama orang baru, ntar tambah aja gajinya” ucap deon dengan santai.
“Asisten rumah tangga di rumah? Kamu yakin? Tidak mau sama yang lebih profesioanal? Pekerjaan mereka berbeda takutnya tidak padai ngurus anak”
Deon sempat terdiam beberapa saat, bukannya dia tidak mau, deon kurang suka beradaptasi dengan orang baru.
“Mi, minta bi arin aja deh, sama bi sumi yang ngurus mereka kan sudah berkeluarga dan punya anak, jadi pasti bisa ngurus anak bayi, ara juga kurang suka kalau ada orang baru datang ke rumah mi, ntar bahaya kayak di sinetron-sinetron tontonan mami, suamiku menikahi babysitter bayiku” kekeh Ara, sebenarnya ara sengaja mengarang seperti itu dia tau suaminya segan menolak permintaan mertuanya, ara juga tau deon sulit beradaptasi dengan orang baru.
“Kamu ini ada-ada aja, ya udah nanti mami dan bunda yang coba Tanya pada mereka”.
.
‘Tok tok tok’
Setelah bunyi ketukan pintu dibuka langsung oleh axel, dia tidak peduli belum mendapatkan jawaban dari dalam.
“Axel, kalau mau masuk itu tunggu jawaban dari dalam dulu, gimana kalau tadi adikmu sedang menyusui?”
“Kan biasanya pakai kain penutup mi” elak Axel.
“Iya tapi lain cerita kalau lagi nyusui abang AL, dia gak suka di susui seperti itu, selalu nangis”
“Iya maaf-maaf, itu axel buru-buru kangen sama ponakan cantik Axel” Axel berjalan mendekati Dedek Ay yang masih dalam gendongan daddy-nya, tapi dedek Ay sudah tertidur pulas.
“Anak gue lagi tidur gak boleh di ganggu” ketus Deon.
“Sial lu, gantian dong gue loh yang paling hazab saat proses kehamilannya, jadi biarkan gue menikmati waktu menggendong gue dong” pinta Axel dengan memelas.
“kasikan aja Kak, kasian loh, kakak gak ingat wajah kak Axel udah sering ara coret-coret waktu ara ngidam” ucap ara, dia masih menyusui Baby EL.
“Haiiiss, ya udah hati-hati anak gue itu”
“Yee~ gue juga tau ini anak lu, siapa bilang anak buaya?” cibir Axel. Senyum Axel sudah merekah saat baby Ay sudah dalam gendongannya, “Hai cantiknya uncle, kangen ya sama uncle”.
Baby ay yang sepertinya tau telah dipindah tangankan langsung menangis kencang, diikuti dengan baby AL.
“Oeeeeekkkk ooooeeekkk”
“Liat kan, dia gak mau sama uncle nya” Deon kembali mengambil alih Baby Ay, kedalam gendongannya dan saat itu Baby Ay langsung diam hanya tangisan baby AL yang masih terdengar.
“Cup-cup cup cucu bunda, kok nangis , cowok gak boleh nangis loh, liat tu baby EL dia diam, anteng-anteng aja” bunda berusaha mendiamkan tangisan Baby AL yang sangat kencang.
“Axel, sebaiknya kamu pergi beli makan siang diluar sana, dari pada buat rusuh disini” usir papi.
“Nasib-nasib, awas ya kalian kalau udah besar__”
“Oeeeeekkkk ooooeeekkk”
“Oeeeeekkkk ooooeeekkk”
Axel sudah lari meninggalkan ruang inap Ara, karena Baby Ay dan Baby AL kembali menangis, mereka seolah-olah tau mau dimarahi oleh uncle nya.
...🐔🐔🐔🐔🐔...
Tiga tahun kemudian.
Deon, ara dan ketiga anak-anaknya sedang berkunjung ke rumah Utama keluarga Allinsky, orang tua juga abang Ara dibawa kesana, ini adalah hari ulang tahun bunda Deon, makanya mereka berkumpul dan makan bersama keluarga mereka.
Ara melangkah memasuki ruang keluarga dimana semua keluarganya berkumpul sedang nonton tv dan bercanda bersama, gadis itu membawa sepiring kue kering untuk cemilan.
“Ya ampun Dek Ay bang AL, itu Uncle nya, di apakan sayang” pekik Ara terkejut pasalnya saat ini Adek Ay sama abang Al sedang menduduki perut Axel dengan saling berpungunggung-punggungan. Dedek Ay duduk sambil menghadap muka Axel dan Abang AL arah sebaliknya, menyandar pada punggung adiknya dan tangannya sibuk bermain game.
Deon dan yang lain hanya tertawa melihat kejahilan Kedua DAN itu, anak Deon dan ara yang paling sulung dan paling bungsu memang sedikit jahil, berbeda dengan anak tengah yang lebih adem ayem, kalau EL cukup diberikan buku bacaan dia akan diam seperti anak baik.
“Ampun gue sama dua anak lu ra!” kesal axel.
‘puk’
Dedek Ay memukul dada Axel, “Uncle angan oyang-oyang, cucah kan dek dadi nya!” marah Dedek Ay.
“Bagus Ay” puji Deon sambil menunjukkan jempolnya pada Dedek Ay.
“Emang mau bapak mau anak sama aja jahilnya! Gue curiga waktu ara hamil yang tukang ngerjain ni berdua udah nongol semuanya!” gerutu Axel.
“uncle angan icara!” kesal Dedek Ay. Ada yang tau sedang melakukan apa dedek ay? Kalau ada yang menjawab pasangin make up pada muka Axel semua jawabannya benar.
Dedek Ay sedang main salon-salonan dengan uncle axel, sebenarnya Axel tidak mau, tapi dipaksa abang al buat temani Adek nya main itu makanya Abang AL juga ikut nindih perut Axel biar gak lari uncle nya begitu kata abang AL.
“Dek, ngapain uncle nya di dandani?” Tanya Ara dengan tawa yang dia tahan. Sumpah Ara pengen tertawa keras, tapi takut membuat emosi abangnya memuncak.
“Bial anteng uncle na Mi” jawab Dedek Ay dengan santai.
“Dek, ini bukan ganteng namanya, ini muka uncle jadi hancur” lirih Axel, pingin rasanya dia memarahi kedua devil kecil itu tapi sayang ada banyak pelindung para baby itu. Papi dan mami Axel sedang santai makan cemilan sambil nonton, begitu juga Ayah dan bunda deon, bukan hanya itu kedua orang tua si kembar juga ada, bisa bahaya jika dia mengamuk.
“Anteng uncle! Dak caya ma Dedek, Mi anteng kan uncle cekalang” Dedek ay berkata dengan mata berbinarnya pada mami tersayangnya itu.
“Ganteng sayang wuuaahhh keren ya, dedek pintar dandanin” puji ara dengan tawa yang di tahan.
“Ngucap dulu yang benar sana jangan kerjain uncle terus, liat itu Abang EL aja diam jadi anak baik” Axel menatap Abang EL yang sedang asik membaca buku.
“Dek kurang merah bibir uncle nya” ucap Abang EL, matanya masih focus membaca buku.
“Ahh iya, utung abang ingatkan” Dedek Ay kembali mengambil lipstick dan menambah pada bibir Axel.
“Tolong bisa tidak kalian buat anak yang benar-benar, satu perusuh minta ampun, satu diam diam menghanyutkan, satu lagi pura-pura polos tapi ngeselin” Axel menangis tapi dengan tidak mengeluarkan air mata.
“hahahhaha” semua yang ada di sana tidak bisa menahan tawanya lagi karena keisengan Three Dan.
“Elpek” ucap dedek Ay setelah menambah lipstick merah pada bibir Axel.
“Dah siap dek?” Tanya Abang AL.
“Dah bang” jawab Dedek Ay dengan riang.
Abang AL langsung tegak dan tidak sengaja menginjak senjata pemungkas Axel, membuat pria itu terpekik sambil memegangi bagian bawahnya.
“Abang! Burung uncle bisa kempes kalau abang injak” pekik Axe kesakitan.
“Solly Cle gak sengaja, bental abang benalin”.
“gimana caranya bang?” Tanya ara penasaran.
“Bental mam” Abang berjalan mendekati ayah deon, “Opa, minta pompa opa” pinta abang Al.
“Pompa apa bang?” Tanya ayah deon bingung.
“itu loh, pompa yang opa pakai waktu sepeda abang kempes”
“Hahahhaha” Tawa Deon kembali pecah bukan hanya deon yang tertawa seluruh orang yang mendengar ucapan polos abang aL juga tertawa keras.
Sedangkan axel tertawa pilu melihat kepolosan keponakannya itu.
“Burung uncle bukan ban sepeda Abang, ingin rasanya aku berteriak, namun apalah daya kuasa tak sampa bapaknya terlalu berkuasai” lirih Axel.
“Opa pinjam, bial bulung uncle gak kempes lagi” pinta Abang AL dengan polosnya.
“bang udah gak kempes lagi udah sehat burung uncle” ucap axel cepat sambil duduk.
“Ohhh, ya udah” Abang aL kini duduk didekat adiknya yang sedang memakan cemilan yang tadi mami Ara bawakan.
“Gue curiga yang suka ngerjai gue waktu di dalam perut itu abang AL” gumam axel, dia mengambil tisu dan mulai menghapus make up pada wajahnya.
“AHHHH uncle! Ay udah apek akaikan! Angan di apus, abang!” rengek Dedek Ay dia mulai mengadu pada dua saudara kembarnya.
Abang El yang sejak tadi diam-diam, kini tegak dan berdiri disebelah Axel yang sedang duduk.
“Uncle baring lagi ya” pinta Abang EL dengan senyuman mengerikan.
“Sumpah ini kloningan lu banget Sky!” Pekik Axel yang mau tidak mau kembali berbaring. Dedek ay langsung menduduki perut axel diikuti abang aL dan abang EL, abang El juga ikutan tapi dia duduk di bagian kaki. Sedangkan abang AL kembali ke posisi awalnya. Dengan hati hati abang al duduk agar tidak menginjak burung Axel lagi.
“Yang sabar ya Xel, siapa suruh belum bawa menantu mami kerumah jadi harus ngurusi ketiga keponakan kamu kan” ucap mami di sela tawanya.
“Dek, nanti aja ya make up kan uncle, kita jalan-jalan dulu beli cemilan gimana” tawar Axel.
“Dak oleh, kalau uncle lapal inta aja cama bi alin, bi alin pintal macak cle” celoteh dedek ay, dia kembali mendandani wajah Axel dengan make up milik maminya.
“Bolehkah aku berteriak?!” pekik Axel dengan tangis yang tidak keluar air matanya.
...🐥🐥🐥🐥🐥...
Hai Hai salam manis dari Three Dan. Ada yang mau gabung sama Three Dan untuk ngerjai uncle axel??